NovelToon NovelToon
MENUNGGUMU JATUH CINTA

MENUNGGUMU JATUH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:460.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Aku ingin menjadi satu-satunya tempat pulang yang paling kau rindukan.
Untuk kita saling merawat dan membenahi kepingan hati yang hancur karena cinta masa lalu mu.

Aku adalah satu-satunya jiwa yang bahkan tidak memperdulikan tekanan batinku sendiri demi cinta yang telah ditakdirkan untukku.

Aku akan menaklukan hatimu, melepas lelah mu, mengukir tawamu, membuang duka mu.
Hingga kita bahagia.

Kisah ini mengisahkan pengorbanan seorang istri dalam meyakinkan hati suaminya. Berperang dengan masa lalunya. Dan menerima perjodohan yang telah di atur matang oleh kedua keluarga berketurunan Ningrat.

Sanggupkah seorang Roro Dwini Hadiningrat memperjuangkan cintanya...?
Mari, ikuti kisah ku.

Terima Kasih🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 : TEGAR DI LUAR, RAPUH DI DALAM

Ponsel Bimo berdering, meronta meminta segera di geser tombol biru berlambang video. Bimo tampak terburu-buru meraih benda pipih persegi miliknya tersebut.

"Malam Bu...apa kabar?" sapa Bimo ramah pada seseorang di seberaang telepon itu. Yang ternyata dari ibunya.

"Malam mas Bimo, kabar ibu agak kurang baik. Karena Anak ibu sudah lama tidak memberi kabar pada ibu. Mbak Dwini mana mas Bimo?" tanya ibu ramah dan terdengar ceria.

Segera Bimo mengubah arah kamera menampilkan Dwini yang sedang terlihat sibuk merapikan pakaian di atas tempat tidurnya.

Ujung kaki Bimo menyundul kaki Dwini, memberikan kode agar istrinya dapat memainkann perannnya.

Dwini segera menolah ke kamera tersebut.

"Malam Bu." Senyum Dwini terkembang dengan sempurna.

"Sedang apa Ndhuk. Apa mas Bimo sangat merepotkanmu selama di sana ...?" tanya ibu Bio dengan penuh penasaran.

"Tidak bu, mas Bimo baik." Jawab Dwini seadanya.

"Lalu... itu sedang apa?"

"Minggu depan kami akan ke surabaya Bu. Kasihan Mbak Dwini sumpek kalau kami selalu di desa ini. Mungkin dia butuh refresing." Bohong Bimo, terdengar seolah mmenjadi suami yang super pengertian.

"Senang ibu mendengarnya Nak. Ibu akan lebih senang lagi, jika kini mbak Dwini sudah mulai ngisi. Cuti lah lagi, agar kita segera melaksankan acara ngunduh mantu nak."

"Tahun depan saja Bu. Jatah cuti ku sudah habis, karena pernikahan kemarin." Jawab Bimo.

"Ya... baiklah. Nak, apa perlu ayahmu meminta bantuan pada kolega nya untuk membantumu pindah saja dari desa itu. Mas Bimo kan sudah 10 tahun mengabdi di daerah situ, pasti gampang untuk pindah."

"Bagaimana sayang...?" tanya Bimo sambil menginjak kaki Dwini. Agar ikut aktif dalam pembicaraan Video call itu.

"Jika memang bisa di uruskan, mungkin pindah ke kota lebih baik Bu. Sebab, ijazah Dwini tidak terpakai jika tinggal di Desa terus." Jawaban Dwini tidak hanya mengejutkan ibu mertuanya, tetapi Bimo suaminya juga.

"Baiklah... nanti ibu coba bicarakan pada ayahmu ya mas Bimo." Ucap Ibu yang kemudian menutup sambungan VC tersebut.

"Jadi diam-diam, kamu menyesal harus tinggal di desa ini bersama ku?" tanya Bimo agak geram dengan Dwini.

"Saya tidak menyesal mas. Hanya sedikit menyayangkan saja, ilmu yang ku miliki tidak dapat aku terapkan di sini." Dwini mulai berani mengungkapkan isi hatinya.

"Jadi kamu maunya bagaimana?"

"Apakah aku boleh mengatakan keinginanku selama ini...?" pertanyaan itu bagi Bimo bukan suatu pertanyaan, namun lebih ke arah pembelaan diri.

"Apa selama ini, pernah aku melarangmu berbicara?" Bimo bertanya balik.

"Tidak, memang tidak pernah. Hanya seolah aku tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengungkapkan yang ku inginkan. Apalah aku, hanya istri palsu, yang tidak lain hanyalah pelayan rumah tangga. Di beri uang sebulan sekali, untuk di kelola agar dapur selalu mengepul. Menjamin ada makanan yang dapat di santap 3 kali sehari. Memastikan selalu ada pakaian bersih untuk siap di pakai saat pergi bekerja, dan selalu menjaga kebersihan halaman juga rumah beserta isinya. Oh iya... satu lagi. Juga sebagai istri seorang komandan yang harus dapat memimpin ibu-ibu bhayangkari di luar sana dengan bijaksana. Yang selalu pasang wajah bahagia di depan semua orang, agar rumah tangga ini terlihat bahagia dan sempurna. Permisi mas. ini semua sudah selesai." Jawab Dwini sambil menyodorkan koper yang telah terkunci dengan rapat. Dan ia pun beranjak meninggalkan suaminya yang terhenyak dengan segala yang telah ia ungkapkan dengan jujur dalam keadaan yang tampak tegar.

POV Bimo

YaTuhan apa yang sudah kulakukan selama ini dengan wanita yang orang tuaku pilihkan untukku. Apa aku salah selama ini memperlakukanya...?

Aku tidak bermaksud menyakitinya.

Hanya saja aku belum merasa mencintainya. Aku sendiri pun tidak mengerti mengapa Anin masih begitu membayang dalam hidupku. Apa yang telah aku dan Anin lakukan selama bersama, sejujurnya tidak ada yang istimewa. Aku hanya baru menemukan ada wanita yang begitu menjaga dirinya saat bersama seorang lelaki bahkan kekasihnya sekalipun. Anin berbeda dari wanita yang selama ini mengerjarku, yang sekonyong-konyong tanpa rasa malunya bahkan minta aku tiduri tanpa rasa cinta, bahkan tanpa di bayar sekalipun. Anin satu-satunya wanita yang tidak pernah silau akan pangkat dan jabatanku.

Salahkah aku tetap ingin membingakai indah namanya di hatiku.

Waktu... aku hanya meminta waktu. Bukankah pisah ranjang ini hanya aku minta untuk sementara, sebab aku tidak ingin mengecewakan Dwini. Menidurinya tetapi Anin yang masih bergelayut dalam pikiranku. Mungkin itu akan lebih menyakitkannya lagi.

Aku tau, Dwini adalah wanita luar biasa yang telah orang tuaku pilihkan untukku, tetapi aku belum bisa move on dari Anin. Konyol.

Tetapi, dengan ketegarannya dalam mengungkpkan isi hatinya tadi, aku justru merasa bahwa ia dalah gadis yang rapuh.

Aku harus mulai dari mana untuk belajar mencintainya. 😐

POV Dwini

Akhirnya, ada sedikit kelegaan di hati seorang Dwini tatkala menyadari bahwa akhirnya ia dapat mengutarakan hal yang ada dalam hatinya.

Entah apa yang akan terjadi besok, setidaknya aku sudah jujur padanya. Sebab masalah rumah tangga kami tidak akan ada ujung penyelesaian jika masalah itu selalu di redam. Terkadang konflik memang harus di angkat kepermukaan, untuk memicu respon yang nantinya kan mehasilkan penyelesaian dan kesepakatan dari kedua belah pihak.

Ada secercah harapan baru bagi Dwini ketika bangun pagi. Berharap suaminya sedikit berubah, setelah mendengar ungkapan jujur dari Dwini.

Dan ternyata, tidak. Keesokan harinya Bimo masih saja bertindak dan memasang wajah datarnya pada Dwini.

Jumat pagi, Bimo dan Dwini tampak telah berada dalam mobil. Berdua saja. Kali ini Bimo tidak menggunakan jasa supir. Ia sengaja ingin sedikit demi sedikit memberi ruang dan waktu berdua dalam waktu yang lama dengan Dwini.

"Mas... jika lelah.. Kita bisa bergantian menyetir. Sebab, jarak yang kita tempuh tidak dekat. Jangan sungkan." Ucap Dwini yang mengkhawatirkan suaminya kelelahan di jalan.

"Ya... setelah kamu ku manfaatkan menjadi pelayan rumah tangga, kini akan lebih merambah menjadi supir pribadiku. Apalagi yang ada dalam pikiranmu tentang aku. Suami kejam...? suami tak berahlak?" Sindir Bimo denga nada yang terdengar kasar.

"Terserah mas saja, berpikir dan menanggapi maksudku. Yang penting niatku baik dan semua yang kulakukan selama ini kulakukan dengan ikhlas." Jawab Dwini terdengar tak kalah tegas.

Setelah itu tidak ada pembicaraan di antara mereka, bahkan saat mereka singgah di sebuah rumah makan pun mereka tampak sedang perang dingin. Namun, Dwini tetap sebagai istri yang profesional. Ia tetap melayani suaminya saat makan. Ia tetap mengambilkan makanan untuk suaminya, menyendokkan lauk dan menyilahkan suaminya untuk makan.

Bimo pun tak mau kalah gengsi, tetap menunjukkan bahwa dia adalah suami yang pantang menyerah. Sehingga, jarak tempuh yang kurang lebih 7 jam itu pun, tetap dialah yang di balik kemudi sebagai supir.

Sebab, jalan itu mengingatkannya. Akan perjalanannya bersama Anin, saat dulu yang ternyata menjadi kenangan pertama dan terakhirnya, mengantar Anin menggunakan mobil Anin. Ah lagi-lagi tentang Anin.

Bersambung ....

1
bunda n3
merajuk lah suamimu Dwi
Virgo Girl
Lupa niat awal ya Panda🤦‍♀️🤣
bunda n3
/Facepalm//Facepalm/
Shifa Burhan
contoh novel munafik adalah
*semua kesalahan suami diperjelas salah dan dibuat dicap kesalahan fatal dan harus dapat balasan dulu

tapi kesalahan istri malah dibenarkan dan dianggap bukan kesalahan

ini lah contoh pemikiran munafik wanita yang dibawa kedalam karya novel
Shifa Burhan
Bima dengan masalah lalu sudah dianggap kesalahan fatal

dsini dengan pria lain ketemuan, berintrkasi sebagai teman yang fakta sudah sangat keterlaluan dianggap hal biasa

emang susah kalau pemikiran wanita egois dibawa kedalam novel
bunda n3
malah Ayahnya Dwini yg peka
bunda n3
kenapa harus banting pintu segala Bu?
Virgo Girl
Hahaha.... Pak Poll klo ketemu kesayangan bs ngegombal gtu yaaa...😃😃
bunda n3
Bimo ga mau rugi
Virgo Girl
Huahahaha.... lucu banget deh... bikin reader senyam senyum, cekikika sndri kyk aku. Keren karyamu ini Kak 👍👍
Virgo Girl
Uwuuuu banget sih ahli tambang kita🤣🤣
Virgo Girl
Baru ketemu novel ini. Author lucu juga, bs tuh jajal. kontes SUCI...😃😃
bunda n3
Dwini hamidun
bunda n3
Bimo romantis juga
Virgo Girl
Pak irwan dah kayak marketing kartu kredit nihh...kejer target🤣🤣
Virgo Girl
Wadawwww.. . pak Irwan ternyata sang secret admirer Dwini🤣🤣
bunda n3
kan butuh tenaga mas Bimo
bunda n3
Hareudang
bunda n3
ternyata prank
bunda n3
Lagian Bimo juga tidak jujur dari awal, tau pernikahannya sedang tidak baik baik saja, knp tidak mengajak serta istrinya saat bertemu Renata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!