Cerita tentang perjuangan gadis yang bernama Arini seorang Guru paud di ibu kota jauh dari keluarga dikampung.
Tapi kehidupannya seketika berubah ketika Umi Salamah memintanya untuk menikah dengan putranya yang bernama Muhammad Rifa'i. Tapi laki - laki itu masih menanti kekasihnya yang mengejar mimpinya dan telah 5 tahun meninggalkan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putri sulis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Tak sengaja bertemu Diana
" Haah, tidak ada apa - apa.! Ehmmt Rin..." Fa'i ragu untuk mengatakan sesuatu pada Arini.
" Apa, mau ngomong apa ug gugup gitu?" tanya Arini menatap Fa'i dengan senyum yang sangat manis, dan membuat Fa'i seolah terbius olehnya.
" Rin, kayaknya lama - lama aku bakal sakit diabet, kalau gini terus!" Kata Fa'i mencoba untuk sedikit romantis dan ngombalin Arini. Arini pun mengreyitkan alisnya bingung dengan perkataan Fa'i.
" Kalau gitu kenapa tadi pesen nasi gudeg mas, itukan rasanya cenderung manis. " tanya Arini sedikit panik.
" Bukan karena itu Arini sayang. Tapi, senyum kamu itu yang bisa bikin aku diabet."
Seketika wajah Arini merona, senyum malu - malunya kembali mengembang aduhhh manisnya. Pandangannya dialihkan kesegala arah, karena rasa malu menghampirinya.
" Udah donk senyumnya itu, nanti kalau laki - laki lain liat gimana? Aku tidak mau mereka ikut kena diabet, gara - gara senyum kamu itu. Biar aku saja yang sakit diabet gara - gara senyum manis kamu." goda Fa'i yang semakin menjadi sweet,
hingga Arini semakin tersipu malu, pipinya semakin merona seperti tomat. Dan itu membuat Arini malah tidak bisa berhenti tersenyum.
" Udah donk Rin, senyumnya itu !"
Arini pun mendehem dan mengendalikan dirinya, Fa'i benar - benar membuatnya tersipu kali ini.
" Kamu sih, aku kan jad_" kata - kata Arini terpotong ketika seorang Perempuan cantik berambut coklat memanggil nama Fa'i.
" Mas Fa'i.." Panggil perempuan itu sambil berjalan dengan elegan menghampiri meja mereka.
" Diana" kata Fa'i yang diikuti Arini menoleh pada sumber suara itu.
" Jadi dia yang namanya Diana , pantas mas Fa'i cinta banget. Dia cantik, Elegan dan modis" batin Arini setelah melihat Diana yang langsung memeluk Fa'i
" Aku kangen banget mas sama kamu." kata Diana yang tak menyadari disana ada Arini.
" Apaan sih, Di lepasin !" kata Fa'i melepas paksa pelukan Diana.
" Mas.." panggil Diana merajuk dan melingkarkan tangannya dilengan Fa'i. Arini yang melihatnya langsung membuang muka. Tak ingin melihat hal yang menyakiti hatinya.
" Jaga sikap kamu Di, Ooyaa kenalin dia Arini istriku" kata Fa'i melepaskan tangan Diana dari lenganya. Lantas melangkah mendekati Arini dan menarik lengan Arini supaya berdiri dari duduknya.
" Hai, aku Diana."
" Arini "
" Maaf yaa, tadi aku tidak sopan main peluk mas Fa'i. Apa boleh aku bicara sebentar dengan mas Fa'i?" Tanya Diana ramah sepertinya dia tidak seperti yang dibayangkan Arini. Yang akan murka dan memcaci maki dirinya. Sikap Diana cukup baik dan bersahabat.
" Oo, Tentu boleh. Mas aku tunggu dimobil aja yaa. " Kata Arini menepuk lengan Fa'i.
" Tapi, Rin kamu belum makan. Kamu tunggu disini biar aku cari tempat lain untuk bicara sama Diana."
" Tidak perlu mas, nanti aku makan dirumah. Mbak Diana saya permisi yaa." Kata Arini tersenyum lembut dan dibalas senyuman juga anggukan dari Diana. Arini pun berlalu setelah mengucapkan salam..
" Silahkan duduk " Kata Fa'i pada Diana dan saat ituu juga makanan yang tadi dipesan datang. Tapi, sekarang Fa'i enggan untuk memakannya selera makannya telah hilang.
" Kebetulan kita bertemu disini, Aku ingin bicara soal hubungan kita. Maaf Di, aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita. Aku harap kamu mengerti keadaanku, aku sudah menikah dan tidak seharusnya obsesiku untuk memiliki mu masih ada. Maafkan Aku Di, aku masih mencintaimu. Tapi, semua ini salah, Arini adalah istriku dia yang halal bagiku. Sekali lagi maafkan aku Di..." kata Fa'i yang sebenarnya merasa tersiksa dengan keadaan ini.
Dia harus memilih meninggalkan Diana yang sangat dicintainya, dan telah ditunggunya sekian lama demi seorang Arini yang kini adalah istrinya , jodohnya yang seharusnya dia cintai dan lindungi.
" Iyaa, mas aku mengerti. Seharusnya aku yang minta maaf. Karena telah hadir kembali dalam hidupmu, disaat kamu memulai kehidupan baru bersama istrimu. Aku sudah salah meninggalkan mu waktu itu." Jawab Diana menahan derai air mata yang seakan tak bisa dibendung dan membanjiri pipinya.
" Di, Maafkan Aku. mungkin memang kita tidak berjodoh. Semoga kamu mendapat laki - laki yang lebih baik dari aku."
Diana pun mengangguk dan berusaha tersenyum. lalu menghapus air matanya. Fa'i pun tak menyangka dirinya akan seberani ini mengatakan semuanya pada Diana , padahal saat membayangkan itu semua, membuatnya hampir frustasi. Mengingat perasaannya pada Diana begitu mendalam.
Hampir satu jam Fa'i dan Diana berbicara disana. saling menguatkan dan memberi dukungan. Meski berat tapi ini yang terbaik. Jalan terbaik yang akan diridhoi ALLAH SWT yang akan membawa kebahagiaan nantinya.
Maafnya babnya pendek- pendek. soalnya siautor lagi sibuk
.. dan terima kasih sudah mampir membaca jangan lupa votenya yaaa. Tunggu Bab berikutnya