NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta ABG

Terjerat Cinta ABG

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:76.2k
Nilai: 5
Nama Author: Azya Tanre

kisah ini bercerita tentang Nindy Nugraha Pale, seorang dosen muda nan cantik jelita yang terpaksa menikahi pelajar SMA dari kelas homogen.

Awalnya mereka berdua sangat menolak, namun pernikahan itu tetap saja berlangsung karena desakan keluarga dan orang-orang sekitar yang main hakim sendiri.

Bagaimana kehidupan mereka setelah menikah? Akankah pernikahan mereka bertahan? Yuk simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azya Tanre, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hadiah dari Mommy

Tiba dirumah, Darco membantu Nindy masuk, Nindy yang masih merasakan nyeri berjalan pelan dengan sedikit menunduk sambil memegang perutnya. Saat membuka pintu mereka terkejut karena orang tua Darco berada dirumah dan dengan santainya duduk diruang TV.

“Mommy?”

“Eh, anak Mommy sudah pulang, kalian dari mana? Mommy menunggu dari kemaren,” bu Sela menghampiri Darco.

“Nindy kenapa sayang? Apa sesuatu terjadi kepada kalian?” Bu sela memegang lengan Nindy yang terlihat lemas dan pucat.

“Perutnya sedikit nyeri Mom, paling besok sudah sembuh, maaf ya Mom, Mommy jadi terlalu lama menunggu kami,”

“Iya tidak masalah, hmmm apa kamu hamil sayang?" Tanya bu Sela dengan semangatnya.

“Uhuk-uhuk,” Nindy kaget mendengar pertanyaan yang terasa aneh ditelinganya.

“Tolong ambilkan minum sayang, kamu harus peka jadi suami,” kata bu Sela kepada Darco lalu membantu Nindy duduk dikursi.

“I-iya Mom,” Darco berjalan kearah dapur dengan wajah bingung.

“Tuhan dengan cepat membalas doa Mommy, kamu harus jaga kandungannya ya, harus banyak istirahat apalagi di tiga bulan pertama,”

“Tidak Mom, aku tidak hamil, bahkan kami belum merencanakannya,”Jawab Nindy pelan.

“Hmmm kenapa wajahmu memerah? Tidak perlu malu sayang, Mommy akan sangat senang jika kamu benar-benar hamil,” Kata bu Sela menyentuh lembut dibagian perut Nindy.

“Mommy jangan banya Tanya dulu, istriku mau istirahat,” Darco menyodorkan segelas air putih ketangan Nindy.

Nindy mencubit tangan Darco yang berbicara seakan mereka benar-benar menjalankan tugas layaknya sepasang suami istri.

“Istriku? So sweet sekali anak Mommy, tapi tunggu sebentar dong sayang, mommy kan baru datang, apa kalian tega meninggalkan Mommy duduk sendiri disini terus kalian bermesraan dikamar,” oceh bu Sela.

Nindy semakin malu mendengan kalimat mertuanya.

“Apa lagi sih mom? Aku mengantuk,”

Bu Sela berjalan kearah Darco, berdiri tepat dihadapannya.

“Mommy sangat merindukanmu sayang, selamat ulang tahun ya,” bu Sela memeluk dan mencium Darco berulang kali.

“Sudahlah Mom, aku bukan anak kecil lagi,”

“Iya Mommy tau, Mommy tidak akan mengajakmu tiup lilin kok,” bu Sela kembali mencium kening Darco.

“Cukup Mommy,” kata Darco yang kelihatan gelisah berusaha menghindari ibunya.

“Oh ya, Mommy punya kado buat kamu," bu Sela mengambil kotak segi empat berwarna kuning dan menyerahkannya ke darco.

“Aku tidak mau,”

“Terimalah, ini bukan jam tangan atau sepatu mahal, Mommy yakin kamu pasti suka,”

“Mommy tidak perlu buang-buang uang, kalau aku butuh sesuatu aku pasti minta ke Mommy,”

“Terima saja Darco, hargai dong pemberian Mommy,” tambah Nindy

“Istrimu benar sayang,” tambah bu Sela dengan tersenyum yang membuat wajah putih Nindy kembali memerah.

“Baiklah,” Darco membuka kotak itu, ia kaget melihat hadiah yang tidak biasa dari Mommy-nya, Ia menatap Nindy dengan wajah bingung.

2 lembar pakaian, mainan dan foto orangtuanya yang sedang menggendong bayi.

"Ini untuk apa Mom?" Tanya Darco heran.

"Itu foto kamu waktu bayi yang masih Mommy simpan sampai sekarang, dan ini adalah mainan kesukaanmu, yang kamu bawa kemanapun kamu pergi. Baju itu pemberian nenekmu, setiap dia datang, dia selalu meminta Mommy memakaikannya untukmu. Mommy sangat merindukan saat-saat itu,makanya Mommy akan sangat senang jika istrimu benar-benar hamil," Bu Sela beralih menatap Nindy.

"Kenapa tidak Mommy buatkan saja adik untukku? Mommy bisa menimangnya setiap hari,"

"Hahaha. Mommy sudah tua sayang, percayalah memiliki baby akan membuat hidupmu penuh warna, jadi jangan menunda memiliki anak,"

"Iya, Mommy tunggu saja, karena aku yakin istriku sepertinya juga tidak sabar memberi cucu untukmu, iya kan sayang?" goda Darco menatap Nindy.

"Apa? Awas ya kamu," kata Nindy pelan, ia kesal karena Darco selalu menunjukkan seakan mereka benar-benar menjalankan tugas sebagai suami istri.

"Huhu, Mommy terharu," bu Sela beralih memeluk Nindy. Nindy hanya terdiam karena tidak tau harus berbicara apa.

"Melihat Mommy seperti ini aku benar-benar ingin menggagalkan rencana perceraianku,"

"Sudahlah Mom, kami mau mandi," kata Darco hendak membantu Nindy ke kamarnya, ia kembali menggendong Nindy tanpa permisi.

"Turunkan Aku," kata Nindy mencubit leher Darco, Ia malu diperlakukan seperti itu dihadapan bu Sela.

"Tidak perlu malu sayang, Mommy bisa memaklumi karena kalian pengantin baru," bu Sela tersenyum bahagia melihat ulah anaknya.

Nindy tersenyum malu menatap mertuanya.

"Ternyata istriku benar-benar pemalu," kata Darco saat sudah menaiki anak tangga.

"Kamu mulai lupa kalau kita bukan suami istri yang sesungguhnya," kata Nindy menatap Darco yang mulai berkeringat.

“Bukankah sudah pernah aku bilang, Aku tidak pernah menganggap pernikahan ini sebagai mainan,”

Tiba dilantai 2 Darco menurunkan Nindy dan memapahnya hingga ke kamar.

“Aku tinggal dulu ya, panggil aku jika butuh sesuatu,”

“Terimakasih,” Nindy menata Darco yang berjalan meninggalkan kamarnya.

"Sepertinya tulangmu terbuat dari baja, dengan mudahnya menangkapku kepangkuanmu,"

****

Keesokan harinya Nindy tetap memaksakan diri untuk menjalankan tugasnya sebagai dosen, tidak peduli bagaimanapun Darco melarangnya. Saat turun dari mobil, Nindy bergegas menuju ruangannya. Ia tidak menyadari kalau dari kejauhan Reta melihatnya turun dari mobil, dengan tangan kanannya memegang perut sebelah kanan,

Setelah Nindy memasuki ruangannya, Reta menghampiri mobil Nindy yang menuju area parkiran,

Dari kaca mobil terlihat sekilas wajah pak Wardani.

“Apa gara-gara ini Nindy tidak mau menerima Anjas?” kata Reta dalam hati, ia ingin sekali menemui pengemudi itu, namun ia berusaha mengendalikan diri dan akan menanyakan langsung kepada Nindy.

Pada jam istirahat, Nindy menemui Reta di tempat biasa mereka makan siang.

“Lo kenapa menatap gue terus dari tadi?” kata Nindy singkat, Ia tahu temannya yang pernah juara Taekwondo itu akan akan selalu mengkritiknya dalam banyak hal.

“Lo dapat harta karun ya?"

“Maksud lo?” Tanya Nindy heran.

“atau Lo dipacari orang kaya?” Reta tidak melepaskan pandangannya sedikitpun dari Nindy.

“Iya, bahkan lebih kaya dari Jack Ma,” jawab Nindy dengan santainya.

“Jadi karena uang lo mau berkencan dengan bapak tua yang menunggu lo itu?” kata Reta menunjuk kearah parkiran.

“Ma-maksudnya?”

“Lo jangan pura-pura tidak mengerti, Pak tua yang mengantar lo tadi pagi itu pacar lo kan?”

“Apa!?” Nindy tanpa sengaja menyemburkan minumannya.

“Lebih baik lo jujur, gue akan marah jika lo masih membantah, gue banyak curiga sama lo akhir-akhir ini,”

Nindy menarik dalam nafasnya, sejujurnya ia juga tidak nyaman terus menghindari kedua sahabatnya. Menutupi pernikahan dengan banyak kebohongan, hal itu sungguh membebani pikirannya, semakin hari terasa kian rumit.

“Kenapa lo diam? Cepat ceritakan jika lo masih menganggap gue sahabat lo,”

“Iya iya, heran deh gue, lo sama Anjas terlalu berlebihan sekarang,”

“Karena lo jauh berubah setelah diterima menjadi dosen,”

“Ga kok Reta sayang, lo jangan menyalahkan gue terus dong,”

“Tolong jawab dulu pertanyaan gue yang tadi,”

“Itu supir langganan gue, namanya pak Wardani, tetangga gue juga, sudah 3 bulan yang lalu gue diantar jemput, lo kan tahu kalau gue alergi dingin, apalagi sekarang musim hujan,” kata Nindy meyakin sahabatnya, Ia merasa lega karena Reta kelihatan percaya.

1
Herman Rinaldi
cerita nya bagus Thor tapi jgn sampai berlarut larut, jd kurang sreg ahirnya.., jd sy nyimak dulu kelanjutannya, semangat thor
I'm Pink
udah ngak up lagi ya thor, kalo gitu mending beri tahu aja biar saya ngak terlalu berharap dapat notif dari anda.

BAGI YANG MAU BACA, MENDING JANGAN NOVELNYA GAK ADA LANJUTANNYA.
Agoeng's Yakuzha
lanjut thor
Similikii
up langung bnyak GK bisa
Azka
kenapa ngak lanjut"
Muhammad Rotib
up lah
Boh Lali
Woi ayolah upp
Fathimah Zahra
mana nih
Fathimah Zahra
lanjut donk
Fathimah Zahra
mana lagi
Bude Sumi
lanjut tp jgn bikin nindinya terus diem dgn hinaan dr org lain tanpa ada perlawanan dari dia, hanya menangis ketika dihina kurang greget jd yg baca kurang puas.
Rafif rafi'i
harusnya dr dl km cerita sama sahabat mu nin... kan jadi plong nggak terlalu berat dipikiran kamu.. ada tmn yg ngasih semangat..
Mun
Lanjut Kak...
Makin penasaran...
Boh Lali
P
Mun
Kemana nih Othornya...?
Nungguin NindyDarco bucin..😍
Semangat Up-nya Kak...
Boh Lali
Semangat nulisnya thor jangan lupa rajin rajin up ya thor
Boh Lali
Thor up tiap akhir dong plisss
Herda Lia
padahal bagus critanya tapi thormen nya males up sih
Rafif rafi'i
akhirnya up jg... hampir lupa aku thor..
duuhh mkin ruwet...
Rb Kristanto
next next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!