NovelToon NovelToon
GARIS CAKRAWALA

GARIS CAKRAWALA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:44.1k
Nilai: 5
Nama Author: RindiAntini

Cakrawala, itulah namanya yang memiliki arti alam semesta.
Cakrawala yang memiliki sifat receh, mudah tersenyum dan ramah yang membuat dia di sukai, tapi berbeda dengan Mentari sang murid pindahan.

Cakra merupakan ketua genk yang bernama Semesta.

Mentari anak pindahan yang sekarang menjadi kutu buku karena hukuman dari orang tuanya. Karna dulunya mentari adalah seorang bad girl.

"Seberapa pun lu menjauh dari gue, lu pasti bakal ketemu sama gue mentari. Karena cakrawala dan mentari tidak boleh berpisah"
RADITYA GAVIN CAKRAWALA


"Kemanapun gue pergi, yang menyambut dan melihat gue adalah cakrawala. Sesuai dengan nama lu, lu adalah alam semesta yang selalu pertama kali melihat dan menyambut gue saat datang"
FREDELLE ANGELINA YARA MENTARI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RindiAntini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Mentari yang selesai memesan makanan pun langsung mencari cari tempat duduk. Saat mencari tempat duduk, semua orang yang ada di kantin memandangnya yang agak membuat mentari risih.

"Kenapa gue di lihatin kek artis ya"batin mentari.

"MENTARI SINI!!"teriak gayatri sambil melambai tangannya. Dia dan temannya berada di pojokan. Mentari pun langsung menuju ke tempat gayatri.

"Gue ikut satu ya"ujar mentari sambil duduk.

"Duduk aja kali..."

"Lu mentari kan?"tanya teman gayatri. Mentari langsung menoleh ke arahnya "Lu tau gue?"tanya mentari sambil menunjuk dirinya.

Ia mengangguk "Siapa yang gak kenal lu? Bukan kah lu pacar cakra?"tanya dengan menatap mentari. Mentari hanya mengendikkan bahunya dan memakan makanannya.

"Gak usah lihat dia kayak gitu kalik na"ujar temannya yang duduk di samping regina.

"Gue Azkia dan ini regina. Gue dari kelas XI IPS 1"ujarnya sambil memperkenalkan dirinya.

"Salam kenal. Semoga kita bisa berteman"ucap mentari sambil tersenyum. Mentari tersenyum kaku karena dirinya gak pernah berteman dengan cewek.

"Kayaknya lu canggung gitu. Santai aja kali sama kita"ujar regina sambil terkekeh.

Mentari hanya menggigit bibir bawahnya "Maaf. Soalnya baru pertama kali punya teman cewek"ujar mentari dengan pelan.

"Ha?! Apa? Lu bilang sesuatu?"tanya gayatri yang mendengar omongan mentari tapi kurang jelas.

"Sayangg"panggil cakra dari belakang mentari dengan temannya.

Mentari menoleh ke belakang "Lu ngapain di sini? Sana cari meja yang lain"ujar mentari mengusir cakra.

"Gue maunya sama pacar gue"goda cakra dengan alis yang ia naik turunkan.

"Iss"jengkel mentari. Mentari pun langsung duduk dengan muka cemberut.

Gayatri, Azkia dan Regina hanya diam. Cakra dan lainnya pun duduk. Cakra duduk di sebelah mentari dengan di sebelahnya ada fathan. Indra duduk di sebelah gayatri dengan gaya cool nya. Kanza bersebelahan dengan fathan dan di sampingnya lagi ada azkia.

"Gak usah cemberut gitu dong"ujar cakra sambil mengelus rambut mentari.

"Nanti cakra ajak ke toko kpop mau?"tanya cakra.

Mentari menggeleng "Tari mau ke mall nanti"

Cakra mengangguk "Apa pun untuk mentari"jawabnya sambil tersenyum.

"Tapi, fathan, kanza dan indra ikut juga"sambung mentari yang membuat cakra bingung.

"Lahh buat apaan?"tanya cakra dengan bingung.

"Buat di jadiin babu lahh..."

"Uhuk uhuk"indra tersedak karna mendengar ucapan mentari.

"Apa?! Gue bukan babu lu ya"jengkel indra sambil mengelap bibirnya.

"Mau gue sayat lehernya,hm?"tanya mentari dengan santai.

"Eh eh enggak. Yaudah saya ikut kanjeng ratu"ujar indra agak melembut. Mentari hanya terkekeh. Padahal dirinya hanya bercanda kenapa indra sangat takut.

"Nanti gue gak bisa ikut"ujar kanza secara tiba tiba.

"Kenapa?"tanya mentari sambil nyuapin cakra. Cakra yang di suapin hanya menerima dengan senang hati.

"Mama gue lagi sakit"ujar kanza sambil menghela nafas.

"Gue doain supaya mama lu cepat sembuh"ucap azkia tanpa tidak sadar mengelus punggung kanza.

Kanza menatap tangan azkia. Azkia yang sadar pun langsung menjauhkan tangannya dari punggung kanza "Maaf"ujarnya.

"Gimana kalau nanti kita kerumah kanza aja?"usul mentari berbisik dengan cakra.

Cakra mengangguk dan mengacak rambut mentari "Iss lu mahh!"rengek mentari. Mentari memandang fathan yang sedang memandang hpnya.

"Fathan"panggil mentari. Fathan langsung menoleh dan menaruh hpnya "Kenapa?"tanyanya sambil memandang mentari.

"Tuhh makanannya mau dingin. Kenapa gak dimakan? Gak suka? Apa mau gue gantiin?"tanya mentari sambil berdiri.

Gayatri, regina dan azkia hanya trus menatap mentari yang sudah akrab dengan cakra dan teman temannya.

"Ehh gak usah tar. Tadi gue sengaja mendinginkan makanan gue. Karena terlalu panas"jawabnya sambil memakan makanannya.

"Ouhhh gitu" ucap mentari langsung duduk kembali.

"Kalian gak mau makan juga?"tanya mentari bertanya kepada gayatri, regina dan azkia.

"Udah kenyang gue"ucap gayatri sambil menepuk nepuk perutnya.

"Perut masih kecil gitu, dibilang sudah kenyang. Gak usah bohong dehh. Lu bilang kek gitu karena lu trus natap mentari bukan?"ujar indra dengan santai.

"Ehh gue benaran udah kenyang ya!"ucap gayatri dengan kesal.

Regina melanjutkan makannya sambil sesekali melirik mentari yang sedang makan "Dia cantik sekali. Pantes cakra mau sama dia. Gue yang selalu ngejar ngejar cakra selalu di tolak. Padahal mentari itu murid baru"batin regina.

Cakra yang tau regina trus menatap mentari, cakra menatap regina dengan tatapan menusuk. Regina yang tau cakra menatapnya, ia pun langsung menunduk.

"Udah selesai makannya?"tanya cakra ke mentari.

Mentari mengangguk "Lahh itu makanan lu belum habis"tunjuk mentari ke piring cakra.

"Bosen trus makan itu"ujar cakra yang membuat mentari bersedekap dada.

"Truss mau makan apa cakrawala?"tanya mentari.

"Makan sate..."

"Nanti pas pulang sekolah kita beli ya..."

Cakra mengangguk patuh. Mentari yang gemas dengan tingkah cakra pun langsung menarik pipi cakra "Lucu amat sihh"ujar mentari.

Semua menoleh ke arah mentari dan cakra. Mentari yang sadar jadi perhatian pun memandang balik ke temannya.

"Apa? Kenapa kalian memandang gue kayak gitu?"tanya mentari sambil melepaskan tangannya dari pipi cakra.

"Lu jangan pacaran di depan kita dong. Gak menghargai yang jomblo"ujar indra.

"Gak usah bawa bawa kita dra. Lu ya lu. Gue ya gue"ucap fathan agak kesal karna dirinya selalu di saut pautkan.

"Kita kan-..." Drttt drtttt. Suara hp mentari yang membuat omongan indra kepotong.

"Sorry. Gue angkat dulu"ujar mentari sambil mengangkat telponnya.

"Hallo"

"Yara, kamu dimana?"tanya ragil dari sebrang sana.

Mentari terdiam dan hanya menatap layar hp nya.

"Siapa?"tanya cakra dengan pelan.

"Ragil"jawabnya dengan pandangan kosong.

"Sini, biar cakra yang bicara"ujar cakra sambil mengambil hp mentari.

"Halo bang. Kenapa?"

"Cak, yara nya kemana? Apa dia baik baik saja?"

"Mentari baik kok"

"Syukur lahh. Bilangin ke dia kalau nanti gue yang akan jemput dia"

"Oke siap bang"

Tuttt

Cakra langsung mematikan telponnya. Ia mengembalikan hp mentari. Semua yang di meja masih menatap tanpa bicara. Mentari menyimpan hpnya kembali. Mentari berdiri dan langsung pergi.

Cakra yang peka, langsung menyusul mentari. Yang di meja hanya diam dan diam lagi.

"Itu kenapa?"tanya regina dengan bingung.

"Gue juga gak tau"ujar gayatri yang masih menatap lurus pintu kantin.

"Gak usah ikut campur"ucap fathan dengan dingin.

"Gue sebagai temannya harus tau dong, mentari kenapa"ujar regina dengan tangan terkepal.

"Gak semua teman harus tau, apa yang temannya alami bukan? Bisa saja lu bertanya itu nanti belakangan lu akan buat mentari sakit"ucap kanza memandang regina.

"Lu nuduh gue?!"bentak regina sambil berdiri. Semua yang di kantin menoleh dengan bingung. Kanza masih menatap regina bahkan tatapannya dingin "Gue gak nuduh lu. Gue kan baru bilang siapa tau. Belum juga terbukti kan? Kenapa lu tersinggung?"ujarnya dengan santai.

Regina mengambil es tehnya dan langsung menyiramnya ke muka kanza. Kanza terkejut apa yang di lakukan oleh regina. Bukan hanya kanza tapi semua yang ada di kantin.

"KENAPA LU NYIRAM GUE?!"teriak kanza sambil berdiri. Ia gak habis pikir dengan regina.

"Harusnya lu juga gak harus berkata kek gitu ke gue!! Cowok sialan!"ujar regina dengan nafas memburu.

"Na sabar na. Kanza kan gak nuduh lu na"ujar azkia sambil memegang pundak regina.

"Jadi lu membela dia?"tanya regina sambil nunjuk kanza yang sedang ngelap mukanya dengan tisu.

"Enggak bukan gitu na..."

"Alahh! Lu sama aja sama cowok itu! Bilang aja lu suka sama dia kan?!..."

"Pergi"ujar kanza sambil berjalan duluan dan langsung di ikuti oleh fathan dan indra.

"Na"panggil gayatri tapi regina tidak menjawab. Regina langsung pergi.

Semua orang yang di kantin hanya berbisik bisik karena kelakuan regina.

1
Aksara
astaga tiap baca part nya selalu ngakak.
walau awal ny bingung alur cerita nya Giman cuma seru kalo d baca...
ngalir aja asik pokok nya
De..
👍🏻👍🏻👍🏻
Chauli Maulidiah
bgg sama ceritanya. tokoh utama pria nya spa sih sbnrnya?
StrawCakes🍰
lanjut thor
StrawCakes🍰
mampir 🌸 dari Teduhnya Wanita
Chauli Maulidiah
msh bgg sama si mentari.. dan sdkt bgg jg sama ceritanya
Fitaloka Damanik
lanjut ka
iis_putria
mampir lagi kak
Sitihasanah Titi
oh mentari, cakra orang bali ya
Nonha Seram
iya kak plisss lanjutin ceritanya kak😭😭
*Nona*
Next thor semangat ngetiknya
Vronc
semangatt up nya thor
Fitaloka Damanik
lanjut ka plis 😭😭😭
iis_putria
Romansa Kala Senja, mampir kak.. 🤗
Fiah
👍🏻
liyuna
min up yh banyak ya semagat
heyy bill
kembliin mentari sama kluarganya ya thor biar bisa kumpul lgi tpi sikap mntari yg skrng tetep ya tpi ke orng yg ud sakitin dia aja
heyy bill
lnjuttt thorrrrrrrrr
Fitaloka Damanik
lanjut ya ka plis 😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🤧🤧😭😭 mentari nya sama kevin aja ya ka
Mil Na
next min😅✌️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!