NovelToon NovelToon
Nikah Muda SMA

Nikah Muda SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Contest / Tamat
Popularitas:123.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dek_Zhea♡《

Menikah saat masih SMA? Yang benar saja? Akankah kisah ku ber akhir dengan bahagia?

Ikuti kisah Alifea dan Azrel yang absurd dalam cerita Nikah muda SMA!

Salam Author-Jangan lupa follow, like and coment!✓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dek_Zhea♡《, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fanesha and Vina

"Mas."

"Hm ..."

Alifea terus menyikut lengan Azrel yang sedang mengancing baju sekolahnya. Kegiatan Azrel terhenti, ketika Alifea melingkarkan tangan pada pinggangnya.

"Kenapa? Aku mau ke sekolah nih, kamu nggak mau ikut? Hm?" tanya Azrel, mengecup sedikit kening Alifea dari depan. Lalu kembali mengaitkan kancingnya.

"Enggak, mau libur," jawab Alifea, menenggelamkan wajahnya pada punggung Azrel.

"Nanti abis sekolah, kamu mau kemana?"

"Mau ke kantor papa, ngurus kerjaan."

Azrel sekilas melihat raut wajah Alifea yang sedikit sedih, Alifea memonyongkan bibirnya. Azrel pun berbalik ke belakang, memeluk badan wanitanya itu.

"Kenapa? Nggak mau aku tinggal?" ujar Azrel mengusap kepala Alifea. Alifea hanya mendekap Azrel erat.

"Nggak gitu tau, takut aja kalo kamu pulangnya malem."

"Lagian sih, nggak mau ke rumah mama aja. Ngeyel banget."

Azrel mengesekan hidungnya dengan hidung Alifea, lalu mencium dan menggigit bibir Alifea dari bawah.

"Mas, ntar kalo aku keluar dari sekolah gimana?" ujar Alifea akhirnya, menatap Azrel yang membereskan baju dan peralatan ke dalam tas.

"Ya terserah kamu sih, lagian ntar mas 2 bulan lagi juga lulus. Terus kerja, kecuali ntar kalo kamu hamil muda. Yaudah, keluar aja."

"Enak aja!"

Alifea melemparkan bantal ke arah Azrel, tepat menganai hidungnya. Alifea tertawa senang, lalu kembali memainkan hpnya. Sudah lama keluarganya tak mengabari keadaannya, kayaknya Alifea benar-benar sudah dibuang. Haiks.

Sret.

"Eh?"

Alifea tersentak, ketika tangan Azrel melingkar pada pinggangnya. Lalu Alifea terangkat ketika Azrel menggangkat tubuhnya ke atas paha. Azrel mendudukan kepalanya di bahu Alifea, membuat gadis itu kegelian.

"Kamu mau apa nanti yang pas ulang tahun?"

"Hm? Ulang tahun? Oh! dua hari lagi kan? Aku mau apa aja!"

"Apa aja?" delik Azrel, menghentikan aksinya mencium leher Alifea. Menatap mata istrinya yang cantik.

"Iya! apa aja! hehe!" ucap Alifea, kembali memainkan hpnya. Tak peduli dengan Azrel seketika.

Karna kesal, Azrel pun mengambil hp istrinya itu dan mematikannya. Lalu melemparkannya ke sembarang arah.

"Hei, hei! awas! tuh kan, kebiasaan!"

"Abis ngeliatnya ke hp mulu sih, kubuang juga nih hpnya."

"HEIII!"

Kini posisi Alifea dan Azrel saling berhadapan, Azrel memeluk Alifea erat. Lalu makin ke bawah. Membuat Alifea harus menyingkirkan kepala Azrel untuk menghentikan aksinya.

"Kamu kapan berisinya sih? Sebel deh," bisik Azrel jelas, sambil menenggelamkan kepalanya di perut Alifea.

"Hah? Maksud kamu hamil gitu? Ngebet banget sih pen jadi orang tua," ujar Alifea heran, mengangkat kepala Azrel di bawah.

"Ya biarin, toh bentar lagi umurku 21 tahun. Nggak papa kan?" ucap Azrel tersenyum, tertawa melihat wajah Alifea yang sedang memerah.

"Tapi kan umurku masih 17 tau."

"Biarin, masa bodo. Ntar kasih ya, yang pas ulang tahun mas." Azrel tertawa ketika muka Alifea tambah merah. Dan kini memukul-mukul dadanya.

"Dah sana ke sekolah, jangan mesum mulu pikirannya napa," ucap Alifea sebal, menyingkir dari tubuh Azrel. Merapikan sedikit dasi seragam suaminya.

"Iya. Aku berangkat dulu ya."

Azrel berdiri beranjak pergi dari atas ranjang. Beralih mengecup Alifea mulai dari kening, pipi, lalu bibirnya.

"I love you."

"Love you too!"

****

Alifea berdiri di depan gerbang penthouse, menunggu seseorang. Sembari menyenderkan tubuhny, tak lupa dia memakai kacamata dan syal tebal navy miliknya. Seseorang pun datang ke arahnya dengan ceria, dan terlihat membawa sesuatu.

"Feli! Feli! sini!"

Alifea tersenyum lebar ketika Theia, sahabatnya itu melambai-lambai kan tangannya ke arahnya.

"Theia!"

Dua sahabat itu saling berpelukan. Melepas rindu dan kekhawatiran. Lalu tertawa bersama.

"Cielah, yang nikah kagak bilang-bilang. Kecepetan lo pubernya," ucap Theia seringai tertawa. Ah, itulah Theia. Selalu membawa enteng setiap masalah. Walaupun terkadang nggak suka kebohongan sih.

"Haha, maaf ya Thei. Aku bohong sama kamu. Nggak ngasih tau dulu."

"Santai beb. Yang penting, sekarang lo udah jujur ama gue. Santai, jangan dibawa berat-berat."

Theia merangkul Alifea, mengajaknya pergi sehabis sekolah atas ajakan Theia. Theia ingin tau lebih jauh tentang Alifea dengan Azrel, sambil jalan-jalan.

"Eh by the way, lo udah berisi belum? Setahu gue, Azrel itu orangnya nggak sabaran. Jadi pasti lo 'nggak pake pengaman kan? Hayo, ngaku lo," ujar Theia menggoda, menyikut-nyikut lengan Alifea yang sedanv terbagong.

"Hah?! ber-berisi?! kalian sefrekuensi ato gimana sih?! berisi bae, berisi bae! ya belum lah!" teriak Alifea malu.

"Yeuh, lagian kan lo juga telat sekolah. Umur lo udah lebih tua tau, daripada gue," cibir Theia.

"Wek! biarin!"

"Ntar kalo dah berisi kasih tau gue ya Fel!"

"Palamu! nggak mau! dasar ember!"

"Fel! tungguin Fel!"

Theia berlari menyusul Alifea dari belakang, sembari terus menggodanya. Theia adalah sahabat yang selalu bisa mengerti keadaan sahabatnya, tak segan saat Alifea tak sengaja ingin menggoreskan pisau pada nadinya. Theia ikut-ikutan menggoreskan pisau pada nadinya lebih dulu.

Terlihat tak jauh dari mereka. Sebuah mobil van hitam kemarin, terlihat tak jauh beberapa meter dari mereka. Seseorang itu keluar dari mobil, melepas kacamata. Dan menyalakan handphone dan memotret mereka.

Tut .... tut ....

[Kau sudah ikuti mereka?]

"Kelihatannya hanya gadis itu yang pergi keluar, tapi dia sedang bersama seorang gadis lagi. Sepertinya tuan Azrel pergi ke sekolah lalu ke kantor hares. Gadis itu pasti sendirian sore ini, nyonya."

[Kemana dia akan pulang? Sudah kau selidiki?]

"Dia akan pulang ke penthouse nya malam ini, nyonya. Tuan Azrel sepertinya akan pulang larut malam, gadis itu akan sendirian sampai tuan Azrel pulang."

[Bagus, cari kesempatan agar kau bisa mendekatinya. Lalu bawa dia kesini tanpa seseorang yang melihat. Pastikan dia masih hidup.]

"Baik nyonya, saya akan pastikan gadis itu berhasil saya bawa. Tanpa seorang pun tahu."

[Bagus. Good you work, my secret agen."]

Tut.

Gadis di seberang telefon itu tersenyum. Beralih menoleh pada wanita di atas sofa yang sedang melamun.

"Lo udah dapet lokasi dia? Fanesha?" ujar wanita itu.

"Udah Vin, gue pastiin. Agen gue nggak akan ngecewain," ucap Fanesha bangga, menepuk-nepuk bahu Vina pelan.

"Gue pastiin, lo bisa siksa dia yang pas agen gue bawa dia kesini."

Vina hanya terdiam, dadanya penuh sudah dengan amarah dan emosi. Yang ingin segera menghabisi Alifea ketika dia kesini.

'Gue akan pastiin lo nyesel Alifea! liat aja nanti!'

[Bersambung°]

1
Cici_sleman
jauh bgt bahasanya sm kita2...trllu kasar..
Cici_sleman
emang kutu rasanya hambar yah?😅
V¡K@
pliss jangn meningsoy dulu Fell😭😭😭
V¡K@
Vani kah???!
erni aurelia
kasar bgt ngomongnya,authornya bukan orang Sunda asli ya jadi ga tau klo kata2 yg dipake itu kasar
EM1212
kug ndadak calon istri dan calon suami, semangat membuat karya,,
Erna Candra
iya bahasa nya kasar bgt sm agak lebay 😄
Khenisa Maulida Zulkarnaen
seharusnya ada bahagia dengan anaknya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
ga asik endingnya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
hedeh ga bngt nih novel masa penjahat hampir 5 taun ga ada yang nglaporin ga bnget
Idan Cedan
thor ko Bahasa mys KaSaR Bgt ya? ??
nur imamah
mana fisualnya thor
Khenisa Maulida Zulkarnaen: bayangin aja pemeranya anda sama pasangan anda
total 2 replies
Hesty agustin13
kak lanjutin dong🙏🥺
Dharaaaeiy: iya makasih😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!