NovelToon NovelToon
Menemukan Cinta

Menemukan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:74.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lidya Mega

Tuhan menciptakan setiap orang berpasang-pasangan. Tugas kita adalah Menemukan pasangan yang mencintai kita apa adanya.

Novel ini berisi cerita dari Hendra dan Fraya tentang bagaimana mereka Mememukan Cinta.

Seluruh cerita ini adalah wujud khayalan dengan bumbu kenyataan yang pernah ada disekitarku.

Selamat membaca dan semoga menikmati alur ceritanya sampai akhir ya

❤❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lidya Mega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan

# Happy Reading #

Asa dan rasa tak bisa melebur jadi satu.

Bingung, bimbang, risau dan galau berkecamuk di benakku.

Aku ragu saat ingin melangkah maju.

Tak tahu mana yang harus kutuju.

Seperti itulah perasaan Fraya sekarang. Di satu sisi Ia tak bisa Omar namun di sisi lain Dia tak tahan jika harus terus membahas pelaminan.

Apa yang harus dia lakukan, tak bisakah ia bernafas santai sebentar? Tak bisakah ia menikmati hidup yang sesuai keinginannya?

Tak mau terus memikirkan hal yang lain saat bekerja, Fraya mematikan telepon selularnya. Berharap dengan begitu ia bisa fokus dengan pekerjaannya. Apalagi profesinya ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi. Jika ia sampai berbuat salah, lahar amarah atasannya akan melalapnya sampai habis.

❤❤❤

Pukul 11.00 tiba. Waktunya jam istirahat bagi Fraya sampai pukul 12.00. Ia tak akan menyia-nyiakan waktu istirahat yang bergantian dengan temannya.

Sambil menikmati menu catering yang sudah dipesan kantornya, Fraya menghidupkan telepon genggam yang dia punya. Dengan sabar, Fraya menunggu hingga benda itu menyala sempurna.

Banyak notifikasi masuk saat handphone Fraya mendapatkan sinyal. Salah satunya dari Omar juga Hendra. Dengan teliti, Fraya membacanya satu persatu dari pesan yang dikirim Omar dulu.

Omar : Sayang, meski kamu sibuk jangan lupa makan siang ya.

Omar : Kalau kamu nggak jadi lembur, aku jemput. Jam berapapun kamu selesai bekerja, pasti aku datang.

Omar : Oh ya, keluargaku senang sekali kalo kita bisa menikah secepatnya. Terutama mamaku, beliau tak sabar punya menantu juga cucu.

*Omar : Sayang, segera kabari aku ya.

Omar : I love you and really miss you* 😘💋*

Membaca seluruh pesan dari kekasihnya membuatnya bergidik seakan jijik. Setelah selesai menelan suapan terakhirnya, Fraya memutuskan untuk membalas pesan dari Omar.

Fraya : Aku sudah selesai makan. Kamu juga jangan lupa lunch, ya.

Fraya : Hari ini Bank sedang ramai. Kayaknya nanti aku bakal lembur.

Fraya : Aku juga senang bisa menjadi calon menantu Keluarga Iskandar. Oh iya, aku sudah memberitahu keluargaku. Kata mereka, kapanpun mereka siap menerima kedatangan kamu sekeluarga, Sayang.

Fraya : Udahan dulu ya. Aku harus gantian istirahatnya dengan temanku. I do love you, darl.

Lebih baik aku menghindari Omar. Dengan alasan lembur, terus nanti aku pulang sendiri ke kosan. Daripada aku terus terusan bertemu dan dia semakin mengejarku.

Fraya harus berakting seolah dia tergila-gila dengan Omar. Dengan begitu, Pria yang sangat memujanya ini takkan curiga kalo Fraya mendekatinya hanya karena materi. Cukuplah ia bersikap manis seperti itu.

Sekarang dia beralih membaca seluruh pesan yang dikirim oleh sahabatnya sembari menikmati orange jus kemasan yang disediakan oleh pihak catering.

Hendra : Tom, gimana? Kamu bisa temani aku pergi ke nikahan Nurul?

Hendra : Oh ya, pengantin prianya ternyata teman SMA kita lho.

Hendra : Kalo kamu bisa, kabari aku ya.

"Nah, mungkin aku ikut sama Hendra aja kali, ya. Sekalian reuni dengan teman SMA-ku," lirih Fraya berkata.

Sementara itu, Hendra berada di ruang meeting bersama beberapa karyawannya sejak satu jam yang lalu. Di samping kanan dan kiri Hendra sedang duduk staf dan teamnya sedangkan di depan hendra, tampak seorang staf dari divisi desain sedang mempresentasikan apa yang dia ingin laporkan.

Mereka terlihat serius karena sedang menggarap tender besar. Sementara bos besarnya kini sedang bosan. Berulang kali, pria tampan itu menengok jam tangannya. Pikirannya tertuju pada Fraya sejak dia mengirim pesan pada gadis itu tadi pagi.

Sesudah membaca pesan dari Hendra, Fraya langsung menelepon sahabatnya tersebut agar bisa memberitakan jawabannya. Gadis yang tampak lelah itu berpindah dari tempatnya duduk. Ia beralih ke toilet. Sekalian ingin mencuci tangannya.

Siapa sih, yang sedang telepon ini. Mana aku sedang rapat.

Drrrt....ddrrrrt..

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Wajah Hendra yang tadinya suntuk ditekuk, tiba-tiba menyembulkan senyum kilat. Hatinya berbunga kala membaca nama penelpon yang sedang 'mengganggunya' saat rapat dengan para stafnya.

Drrrt....ddrrrrt..

Fraya? Tapi ada apa dia menelepon. Lebih baik aku angkat daripada bikin nggak fokus. Aku pura-pura aja kalo ini telepon penting.

Hendra meracau dalam benaknya. Ia tak peduli dengan seluruh staf yang ada di sekitarnya. Lelaki yang di rahangnya ditumbuhi bulu halus itu mengangkat telepon dari sahabatnya, Fraya.

"Halo!" sapa Hendra singkat.

"Lagi sibuk nggak? tanya Fraya sambil mencuci tangannya, sedangkan telepon genggamnya ia tekan menggunakan bahu kanannya agar bisa melekat di telinga.

"Eeehm," singkat Hendra menjawab dengan ambigu. "Ada apa?" imbuhnya lirih.

"Mau tanya, siapa pengantin pria dari temanmu? Fraya berkata diiringi suara mesin pengering tangan yang sedang bekerja.

"Lano," tutur singkat Hendra lagi.

Fraya mendengar suara orang seperti sedang presentasi di ujung sambungan panggilan suara saat mesin pengering itu terdiam. Lalu tangannya yang sudah kering segera mengambil telepon yang terjepit diantara telinga dan bahunya.

"Kamu nggak lagi sendirian ya? Sorry kalo ganggu," sambung Fraya sambil merasa bersalah karena menelepon di saat kurang tepat.

"5 menit lagi aku telepon balik," balas Hendra datar dan langsung menutup sambungan telepon tanpa basa-basi.

Setelah menutup telepon dari Fraya, Hendra segera mengambil alih rapat. Memperjelas kembali hasil meeting agar tidak bertele-tele dan segera direalisasikan. Lalu pria bermata elang tersebut mengakhiri pertemuan siang itu mengingat waktu istirahat sudah dekat.

Hendra kembali ke ruangan tempat ia bekerja. Setelah duduk di kursinya yang nyaman, jemarinya lincah menekan nomor telepon milik Fraya. Tak lama panggilan suara itu tersambung.

"Halo," sapa Fraya di ujung telepon. Gadis itu sedang berdiri di lorong yang menghubungkan pantry dan toilet di kantornya.

"Halo. Sorry tadi aku lagi meeting sama timku. Ada apa?" cerca Hendra.

"Gila kamu ya. Lagi ada di tengah rapat, gitu jawab teleponku," ucap spontan Fraya.

"Biar aja. Bosnya aku. Jadi suka-suka aku," ujar Hendra cuek sambil memainkan pulpen di tangan kirinya.

"Aku merasa kasian sama teammu karena punya bos yang egois," ledek Fraya.

"Hahahaa, aku tadi bosan di ruang meeting. Makanya telepon dari kamu itu penyelamatku. Istilahnya bagai ketemu sumber mata air di tengah-tengah gurun pasir," ungkap Hendra puitis.

"Eh iya, pengantin pria yang namanya Lano itu si kembar Vano-Lano maksud kamu?" tanya Fraya sambil mengingat teman lama yang pernah satu kelas dengannya juga Hendra.

"Iya, dari yang aku liat di undangannya sih gitu. Nih, aku bacakan ya. Delano Fajar menikah dengan Mutiara Jingga. Yang buat aku yakin, nama orang tua dari Delano, kamu masih ingat nggak? Dulu kan sering disebut sama anak-anak," beber Hendra sembari memegang undangan pernikahan yang ditulis dengan tinta emas.

"Bramanta Said," ujar Fraya dan Hendra bersamaan yang selanjutnya terdengar tawa dari keduanya. Setelah puas, mereka melanjutkan obrolan hangat sehangat sinar matahari di siang hari yang terik.

"Terus acara pernikahannya dimana dan jam berapa?" selidik Fraya.

"Di Ballroom Hotel Grand daerah Ancol. Dimulainya pukul tujuh sampai pukul sembilan malam. Ada after partynya juga khusus buat teman-teman pengantin." Hendra memberikan penjelasan panjang dan lebar.

Wah, jauh banget kalo dari sini. Kalo nanti aku jadi ikut, apa bisa datang kesana dan pulang lagi ke kosan sebelum jam sepuluh malam. Belum lagi persiapanku, pasti makan waktu yang nggak sedikit.

"Hei, Tom! Kamu masih disitu. Kenapa kok tanya-tanya? Apa kamu mau temani aku ke sana?" tanya Hendra menyadarkan Fraya yang tengah asyik dengan segala tanya di otaknya.

"Ehm, iya aku masih di sini," sahut Fraya santai. "Hen, kalo misal aku ikut apa bisa?" kata Fraya sambil melangkahkan kakinya ke meja pantry untuk memperbaiki riasan wajahnya.

"Bisa diatur," jawab Hendra dengan cepat.

Iyesss, Fraya mau pergi denganku. Itu artinya aku bisa punya alasan untuk berdua lagi sama dia.

Hendra meletakkan telepon selulernya. Lalu mengepalkan kedua tangan ke udara dan mengguncangkan. Seolah dia telah berhasil mencetak skor kemenangan.

"Jerr, kamu dengerin aku nggak? Jerry...jeeer...." Fraya terus berseru menunggu balasan dari pria yang diujung telepon.

Gadis langsing itu merapikan make up-nya satu persatu. Dari bedak, lipstik, mascara dan eyeliner serta eyeshadow-nya. Tangan kanannya cekatan melakukan aktivitas berhias sedangkan tangan kirinya memegang telepon.

"Iya, aku dengerin. Memangnya apa yang buat kamu bingung?" Hendra menanyakan alasannya. Pria itu sempat mendengar Fraya berkata bingung.

"Aku pengen ikut tapi apa cukup waktunya. Kalo aku pulang, ganti baju dan pakai make up di kosan. Trus kita pergi ke Ancol, selesai acara balik ke kosan sebelum jam sepuluh," urai Fraya mengutarakan seluruh keresahan di benaknya.

"Memangnya kosan kamu nggak ada pengecualian? Kolot banget dengan aturan kuno kayak gitu!" protes Hendra setelah tau alasan yang membatasi kebebasan Fraya.

"Ih, kamu marah-marah udah kayak ibu kosku tau nggak. Trus gimana solusinya?" Fraya menuntut jalan keluar dari Hendra.

"Gampang nanti aku atur. Kamu hanya tau beres aja. Tinggal duduk manis dan berangkat. Nanti aku jemput kamu, pulang kerja jam lima kan!" celoteh santai Hendra seraya menenangkan kegelisahan gadis pujaannya.

"Iya, aku tunggu jam lima. Aku percayakan semua padamu. Udahan ya. Jam istirahatku habis. Ingat, jangan mengharap balasan pesan karena handphone-ku selalu off kalo aku lagi kerja. Kamu jangan lupa lunch ya, bye Jerry!" sahut Fraya mengakhiri sambungan telepon.

Fraya dan Hendra selesai bertelepon ria. Kemudian Fraya mengirim pesan ke Omar. Ia ingin memperjelas agar pria atletis itu tak perlu menjemputnya.

Fraya : Honey, tadi atasanku bilang, aku disuruh lembur. Maaf ya, kamu nggak usah jemput aku. Nanti aku pulang sama atasanku, Bu Voni. Bye, honey. 💋

Fraya hanya berani berkata mesra berupa tulisan. Ia tak punya nyali jika harus mengungkapkan perasaannya di depan Omar secara langsung.

❤ To Be Continued ❤

Don't forget to Like, Comment, Share, Vote and give tips for Author.

May God have bless to you all

1
aku fav dlu ya, masih up juga aku soalnya 😅
Lily Poet
luar biasa
Nureti
Hai kak 👋
sukes iya kak untuk karyanya

jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan lelaki letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

terimakasih 🙏
ig@taurusdi_author
hadir kakak. bawa boom like

baca kisahku juga ya

I lOVE YOU

&

HIDUPKU BERSAMA CEO
Zura: Sukses selalu 💕
izin promosi ya sobat 😘


jika berkenan yuk mampir ke karya ku ya
Caranya gampang kok,
tinggal klik aja 👉 profil ku

jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, komen [berupa saran],
dan Jangan lupa untuk di 👉 Favoritkan


terimakasih 🥰
total 1 replies
Ariska Putri
kok jadi gini ceritanya 🙄
Lily Poet: Baca sampai akhir deh, jangan loncat-loncat biar bisa mengikuti alurnya. Nanti malah tambah gregetan sama .....

Happy reading ya.
total 3 replies
Ariska Putri
kemarin di tolak, sekarang kecarian hadehh fraya frayaa,,sya mampir nih Thor 🥰
Lily Poet: semoga betah baca sampai end ya, kak.
total 1 replies
W.Willyandarin
next up kak untuk novel sebelahnya 😊
@ndy_1066
Halo semuanya ^-^
Semangat for author 😀! Mampir yuk ke novelku📒"Sicupu and Bad Girl"😍😘
Likes👍,Coment💨💥and Vote💪🙇! Terima Kasih😘😆😀.
Kutunggu...
@ndy_1066
semangat kk mampir jg ke karya ku..
mimi akifah mahirah adni
end?
ᴘɪᴘɪᴡ ❶ ࿐ཽ༵ ᴮᴼˢˢ
HAI HAI HAI
Author tercinta aku kembali ~~💗😘
5LIKE & RAT5 seperti biasa

Mampir kembali yu
🌸~REINKARNASI~🌸
MANGATS 😘🌈
ᴘɪᴘɪᴡ ❶ ࿐ཽ༵ ᴮᴼˢˢ
Like like like like
ᴘɪᴘɪᴡ ❶ ࿐ཽ༵ ᴮᴼˢˢ
Aku mampir disini bolehkan thor?? wkwk
Retno Marsudi
kasihan omar,,, sama aku aja deh omar nya hehehe
Lily Poet: beneran mau sama Omar? 🤔
total 1 replies
Retno Marsudi
kasian omar,, dpt cewek matre
Lily Poet: nasib orang ganteng kak 😔
total 1 replies
Retno Marsudi
Yaelah si frasa ternyata wanita rubah jg 😡👿😡👿
Melga Syahputra
hmm
W.Willyandarin
aku mampir kak
🎯Pak Guru📝📶
Assalamualaikum Teman²
yuk dukung karyaku, baru lulus kontrak looo,

ILMU YANG BERMANFAAT

LIKE dan KOMEN serta VOTE
sangat membatu loo...

Rate 5 bintang pula yaaaa..

terima kasih
Cektih
Hai Kaka aku udah boom like 😊

Jangan lupa mampir ya ke ceritaku I LIKE YOU dan Awas Jatuh Cinta 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!