❌Dilarang promo, bukan areanya ❌
Follow ig author 👉 Yellow_bitz
Mungkin diluar sana tidak tau apa rasanya memang benar "mencintai" atau sekedar "nafsu"......
Ini dialami oleh gadis manis, Silvia Salmanira, ia yang awalnya bahagia dengan pernikahan tantenya, Mira.
Tetapi yang dibahagiakan menjadi bencana, om nya sendiri, Queretta Thomas, melakukan hal bejat yang mungkin akan membekas seumur hidup pada kehidupan Salma.
Akankah ada titik terang dari kelamnya hidup Salma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yellow_bitz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23: Mengetahui
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰
.
Pov author
Thomas menyusul Salma dan menahan tangannya, ia menatap tajam ke arah Salma.
"Bareng Om aja"
Salma melihat tatapan Thomas, ia tidak takut dan melawan balik, ia menghempaskan tangannya dari genggaman Thomas.
"Ngga usah, Brian yang jemput"
Salma keluar dan menutup pintunya dengan kasar, membuat Maggie berteriak karena suara pintu yang ditutup dengan kencang.
'Nyoba lari dari aku Salma? Ngga bakal bisa! Aku tau kau sedang hamil! '
Di kampus, Salma termenung saat bimbingan, ia sangat tidak bersemangat dengan masalah nya.
"Sal, jangan ngelamun.... " Bisik teman sebelah Salma, ia terfokus dan menghela nafas panjang.
Di lain ruangan, terlihat pak Doni tersenyum sambil mengobrol dengan Thomas.
"Jadi Salma adalah keponakan kamu? " .
"Ya benar, ada apa sebenarnya dengan keponakanku? Apa salahnya dia melamun bukan? "
"Tidak seenaknya mahasiswa melamun Thomas, apalagi sudah terpampang jelas keponakanmu melamun bukan karena belajar, tetapi karena hal lain. Itu juga dapat menganggu nilai ataupun bimbingan selama pembelajarannya"
Thomas memikirkan sesuatu, ia kemudian menaruh sebuah amplop di atas meja pak Doni.
"Apa ini Thomas? "
"Dasar kuno, aku akan memberikan ini untukmu, dengan syarat nilai keponakanku selalu tinggi"
"Kau mau menyuap ku?! "
"Jangan keras keras! "
Pak Doni duduk dan menatap amplop tersebut, ia menatap lagi ke arah Thomas.
"Aku tau, sekarang gajimu tidak sepenuhnya full bukan? Alangkah baiknya jika aku membantumu dengan ini, dan kau juga membantuku dengan amplop itu juga"
Pak Doni merasa bimbang, ia memilih antara pekerjaan dan pertemanan.
"Maaf Thomas, aku tidak bisa menerimanya, biarlah nilai mata kuliah itu menjadi tanggungjawab keponakanmu, dan uangmu menjadi tanggungjawab kau dan istrimu"
Pak Doni meninggalkan Thomas, ia pamit untuk mengajar di kelas lain.
'Sial, baru kali ini aku ditolak mentah-mentah! '
Thomas pergi, ia menjadi kesal dan meninggalkan sebuah amplop itu dimeja pak Doni.
.
Pov Salma
Aghh lagi lagi mual, membuatku sedikit tidak nyaman.
Aku keluar dari toilet, tetapi dari kejauhan lorong terlihat seseorang yang aku kenal.
Si bejat itu?! Aku tidak mau bertemu dengannya! Aku lari untuk menjauh dari si bejat itu, sesekali aku melihat ke belakang, syukurlah tidak terlihat!
"Bee"
Aku terkejut, Brian memanggilku, aku merasa sangat gugup.
"Dari toilet? Langganan betul"
Lagi lagi Brian bercandanya garing, huh!
"Ngejek? "
"Ya jangan gitulah bee, aku kan main main"
Aku tidak peduli, aku pamit dengannya untuk kembali ke kelas.
.
Pov author
Bel pulang berbunyi, Salma dengan wajah yang terlihat lelah membereskan semua barang barangnya, ia kemudian memakai tasnya dan keluar dari kelas.
"Baaa! "
Salma terkejut, ia menatap ke arah belakang.
"Kamu ini ngagetin terus! "
"Hehehehe maaf bee"
"Pulang bareng yuk"
Salma tersenyum dan menggandeng tangan Brian.
Saat diparkiran, tiba-tiba tangan Salma ditahan oleh seseorang, Salma mengarahkan pandangan nya dan terkejut, itu adalah Om nya.
"Om kenapa masih disini? "
"Om mau nunggu kamu pulang, ayo"
Salma memberontak, ia tidak ingin pulang bersama dengan Thomas.
"Lepasin aku ngga! "
"Ngga, kamu harus pulang sama Om! "
Salma tampak meringis karena tangannya digenggam dengan erat, membuat Brian turun tangan dan menepis tangan Thomas.
"Ngga usah kasar sama cewe, dia sendiri juga ngga mau pulang sama Om! Jadi, ngga usah maksa Salma! "
Thomas memalingkan wajahnya sambil tersenyum lebar, kemudian melayang kan tinjuannya ke arah wajah Brian (uhhh tinjuan 500 stack👊)
Para mahasiswa melihat keributan itu dan membentuk sebuah gerombolan, mereka mulai bergosip, Salma melihat itu terkejut.
"Oh, main tinju ya? "
Brian nampak menantang Thomas, ia juga melayangkan tinjuannya ke arah Thomas.
"Woooooo! Piuitt!! "
Riuh tepuk tangan beserta sorak semangat dari mahasiswa, membuat Salma memasang wajah cemas ingin memisahkan kedua pria itu.
Bugh! Brian tersungkur, ia tidak mampu melawan Thomas, ia memegang wajahnya yang terasa sakit akibat tinjuan tersebut.
"Dengarkan aku bocah bajingan, aku berhak mengajak keponakanku pulang bersamaku, karena aku adalah Om nya. Sedangkan kau, kau hanya sebatas pacarnya saja! Aku bisa memisahkanmu dari keponakanku kapan saja! Camkan itu! "
Thomas menarik tangan Salma dan membawanya pergi, sedangkan Salma memberontak meminta dilepaskan, tetapi tenaganya tidak sekuat Thomas.
Thomas membukakan pintu mobilnya, ia kemudian menyuruh Salma masuk dan menutup pintunya kemudian ikut masuk ke dalam mobil.
"Berhentilah merengut didepanku! Aku benci kau selalu saja menatap ku sinis! "
"Setelah apa yang Om lakukan dengan Salma apakah masih pantas Salma tersenyum dengan baik pada Om?! Mustahil! "
Thomas menghela nafas kasarnya, baginya Salma sangat sulit ia taklukkan kecuali saat disaat ia melakukan hal tidak etis itu.
"Mulailah berfokus dengan Om Salma! Tinggalkan saja bocah itu! "
"Apa hak Om memisahkan Salma dari Brian?! Bahkan sebelum Om datang dikeluarga kami, Brian itu sudah jadi pacarku! "
Thomas tersenyum bahkan tertawa, ia kemudian menatap Salma.
"Masih ingin menganggap nya pacar, sedangkan kamu sedang mengandung anakku? "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣
masak sudah diperkosa,si ceweknya anteng² aja gak mau ngelaporin si prianya,
MALAES X NGELANJUTIN BACA NOVEL INI,
gak realita banget