Fb : Wulandari
Ig : mommy_mikayla
Bijaklah dalam membaca.
Takdir yang mengharuskan gadis cantik yang berusia 19 tahun yaitu Andin Arindra. Andin dengan terpaksa menerima tawaran Bianca Kaliza istri pertama Kenan Mahendra untuk menjadikan dirinya isrti kontrak (Istri kedua).
Bianca dan Andin sama-sama terdesak. Bianca terdesak, karena mertuanya meminta dirinya agar secepatnya hamil. Namun, rahim Bianca sudah di angkat jadi Bianca tidak bisa hamil. Andin terpaksa menerima tawaran Bianca karena untuk membayar hutang-hutang paman dan bibinya kepada lintah darat.
Andin menjadi istri kedua hanya sampai hamil dan melahirkan. Di saat Andin hamil, di saat itu juga Bianca akan berpura-pura hamil.
Kenan sebagai suami yang sangat mencintai sang istri hanya bisa mengikuti permainan yang di buat istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
"Apa? Jadi Kenan sekarang sudah mempunyai 2 istri." Mama Anita begitu terkejut saat Bianca putrinya mengatakan kebenaraannya.
"Iya mam. Itu atas permintaan Bianca. Semua ini ide Bianca. Pokoknya mama harus bantuin Bianca. Pokoknya Bianca akan tetap berpura-pura hamil. Bianca tetap ingin Mas Kenan mengucapkan talak saat Andin sudah menyerahkan bayinya," ucapnya.
"Baik sayang kamu tenang saja. Mama ada ide," kata mama Nita dengan senyuman liciknya.
"Apa itu mam?" seru Bianca.
Bianca sangat penasaran dengan rencana yang akan di buat oleh mamanya.
"Sudah kamu serahkan saja semuanya sama mama," kata mama Nita dan di anggukan oleh Bianca.
🌹🌹
Kenan sudah kembali membawa pesanan yang Andin minta.
"Ini pesanan kamu Ndin," ucapnya dengan lembut. Kenan duduk di sebelah Andin.
"Ayo dimakana," titah Kenan.
Andin meraih siomay itu dari tangan Kenan.
"Di makan sampai habis. Saya mau ada meeting dulu," ucapnya seraya mengacak-ngacak lembut puncak rambut kepalanya Andin.
"Jangan pergi. Tunggu di sini saja. Saya sudah mengatakan kepada rekan kerja kamu kalau kamu izin pulang karena ada urusan mendadak. Dan ini pakaian untuk kamu, pakailah... " kata Kena dan hanya di anggukan saja oleh Andin.
Kenan pun keluar dari kamar tersebut. Sementara Andin menghabiskan siomay nya lalu setelah itu Andin akan kabur.
Setelah selesai makan, Andin mengganti pakaiannya. Pakaian itu semakin terlihat aura kecantikannya Andin.
"Mas Kenan apaan sih! Masa Andin harus pake baju dres kayak gini," gumamnya. Andin terlihat modis menggunakan pakaian itu.
"Tapi gimana caranya untuk kabur dari sini," gumamnya lagi.
"Mana dompet, handphone masih di locker. Duh... "
Andin akhirnya memutuskan untuk diam saja. Rasa kantuk mulai melanda. Akhirnya Andin memutuskan untuk tidur saja.
Sore telah tiba, Kenan sudah selesai meeting. Ketika Kenan masuk ke kamar yang terletak di dalam ruanganya. Kenan tersenyum karena Andin masih ada, bahkan Andin sudah menggunakan pakaian yang Kenan belikan.
Kenan duduk di tepi ranjang. Saai ini Andin tengah tidur miring menghadapnya.
"Kamu masih terbilang masih usia remaja, 19 tahun. Tapi pemikiran kamu sudah dewasa Ndin. Itu yang mdmbuat saya tertarik,"ucap Kenan sedikit mengecilkan volume suaranya. Karena tidak mau sampai Andin terbangun.
Kenan memutuskan untuk tidur juga karena ia merasa capek. Pekerjaan juga sudah beres.
Waktu sudah petang.
Andin terbangun dari tidurnya. Tangan Kenan melingkar di perut Andin.
"Mas Kenan," gumamnya.
Perlahan-lahan Andin mengangkat tangan Kenan yang melingkar di perutnya.
"Aku harus pergi, ini kesempatan bagus. Karyawan pasti sudah pulang," gumamnya lagi.
Andin menatap lekat wajahnya Kenan,"Maafkan Andin Mas. Ini pertemuan kita yang terakhir. Andin harus pergi," lirihnya.
~
Samsul sedari tadi sudah menunggu Andin di depan teras rumah Andin. Karena sebelumnya Andin dan Sam sudah janjian.
"Sam, maaf sudah menunggu lama!" sahut Andin yang baru datang.
"Kamu beneran Andin?" Sam bangkit dari duduknya. Sam begitu terpesona dengan penampilan Andin.
"Kenapa emang Sam?" tanya Andin menyepitkan sebelah matanya.
Sam memutar tubuhnya Andin perlahan-lahan.
"Sumpah Ndin... kamu cantik banget," seru Sam memuji Andin.
"Aish... sudah jangan banyak bicara Sam, kita sudah tidak ada waktu lagi. Sam pokoknya Andin tidak mau tempat persembunyian Andin itu tercium oleh Mas Kenan atau yang lainnya," harap Andin.
Sam meraih kedua tangan Andin,"Kamu tenag saja Ndin. Tempat itu sangat aman."
"Iya Sam. Aku percaya!"
~
Bianca dan mama Anita akan datang berkunjung ke rumah Andin. Rencananya untuk melabrak Andin. Setibanya di sana dan saat Bianca dan sang mama masuk kedalam rumah ternyata sosok Andin sudah tidak ada. Bianca menempukan selembar surat yang terlegetak di atas meja ruang tamu. Andin sangat yakin kalau Bianca akan datang. Andin juga sebelum pergi dari kamar itu, Andin sudah meninggalkan surat untuk Kenan.
Bianca membaca isi suratnya.
~Mba... untuk saat ini biarkan Andin pergi. Mba Bianca tenang saja. Saat usia kandungan Andin memasuki 8 bulan, Andin akan kembali lagi. Andin akan tetap menyerahkan anak ini sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati. ~
Salam hangat dari saya :
...Andin Arindra^~...
Bianca meremas surat itu. Bianca sangat senang sekaligus takut.
"Kenapa sayang?" tanya sang mama.
"Andin pergi mam. Dan katanya dia akan kembali lagi saat usia kandungannya memasuki usia 8 bulan. Andin akan tetap menyerahkan anak itu," jelasnya.
"Bagus dong Bi! Kamu tahu? Niat mama itu tadinya mau menjauhkan Andin dari Kenan dengan cara membawa Andin ke tempat yang jauh. Tapi, bagus deh kalau si Andin sadar diri," kata mama Nita.
"Tapi mam! Kalau Andin ingkar janji gimana? Kalau Andin tidak kembali bagaimana mam?" kata Bianca panik.
"Hmmm... benar juga sayang! Ya sudah kita cari dia. Si Andin pasti masih ada di sekitaran kota Jakarta," kata mama Nita.
"Iya mam. Semoga saja si Andin belum jauh."
~
Kenan terbangun dari tidurnya. Kenan sedikit syok karena tidak mendapati Andin di sebelahnya.
"Ndin?"
Kenan beranjak bangun dan mulai mencari-cari Andin. Tapi sayang, Andin emang sudah tidak ada.
"Hmmm... dia pasti sudah pulang," gumamnya dengan seulum senyum.
Kenan kembali duduk di tepi ranjang. Kenan melihat ada selembar kertas yang tergeletak di atas nakas. Kenan mengambil kertas itu.
(Bersambung)
Baca juga gaes..