Kisah ini menceritakan tentang dua orang putera seorang pendekar besar di dunia persilatan yang sudah lama pensiun ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Markas Si Pelukis Gila Dan Raja Perampok sadis.
" Yi Chun jangan di pegang!!", suara itu adalah Zhang Yi chen yang datang bersama Li Yin Hu dan para pasukan kerajaan Qing dan Nepal.
Zhang Yi Chun menoleh. "Yi chen, ah ada paman Yin Hu. "
Dia menjura ke Li Yin Hu.
Li Yin Hu segera berkata. "Kami adalah pasukan khusus dari kerajaan Qing dan Nepal untuk menolong pangeran A khetan dari kerajaan Nepal. Kalau kau sedang apa disini? dan nyaris saja kau kehilangan nyawa mu dengan menyentuh jenazah wanita itu ".
Putri Amira berkata. "Karena jenazah wanita itu adalah teman kami. "
Zhang Yi Chun memanggil. "Amira ,kamu harus sopan dan panggil Beliau sebagai Paman Li Yin Hu dan yang itu adalah saudara ku Zhang Yi chen. "
Li Yin Hu melihat ke Amira. "Ahh ,ternyata kau Sui Lian .Kenapa kau juga ada di sini ?",
Zhang Yi Chun menoleh, "Jadi, nama mu Li Sui Lian",dia menjewer daun telinga Amira.
"Adudduhhh,sakit. Iya kenapa ?", tanya Amira atau Li Sui Lian.
"Kenapa lagi kau tanya ?", gemas Zhang Yi Chun yang kemudian bicara ke Li Yin Hu dan Zhang Yi chen. "Paman dan Yi chen. Kenalkan ia juga istriku. Kami sudah menikah di hadapan mendiang paman Si Kong ", lalu ia cerita pengalaman nya dengan singkat berjumpa dengan Si Kong yang bertarung dengan si biarawati Wan Yun Ching dan sebelum meninggal dunia telah menikahkan ia dengan Amira.
Zhang Yi chen tersenyum. "Wah Selamat Yi Chun dan adik Sui Lian. ",ia menjura kepada keduanya.
Li Yin Hu terlihat sedih mendengar kakak tiri laki-laki nya telah meninggal dunia. Dia sudah tahu tentang Li Sui Lian ini karena pernah di ajak ke Pulau Surga Es setelah Li Yin Feng pergi ke kota raja untuk menjadi seorang pangeran di kota raja dan menikah dengan Putri Kalyana.
"Akh Ya sudah. Kalian harus taati perintah dan amanat terakhir dari kakak Si Kong. Ajak aku untuk berziarah ke makam kak Si Kong".
Maka, mereka kembali ke pintu masuk perbatasan kerajaan Nepal.
Li Yin Hu bersujud dan berdoa bersama Zhang Yi chen di pusara makam Pendekar Si Kong.
Amira memandangi mereka dan duduk di rumput di bawah pohon rindang.
Zhang Yi Chun menghampiri nya."Kau jangan sedih lagi. Aku akan menjagamu ", dia merangkul pundak Amira yang bersandar pada nya dan menangis.
Zhang Yi Chun membelai lembut rambut Amira yang berhias topi ala suku Hui dan menghirup aroma dari rambut dan tubuh Amira yang ber aroma cendana.
"Wangi mu enak",kata Zhang Yi Chun mencium rambut Amira.
Amira menoleh ke wajah Zhang Yi Chun. "Jangan mencium rambut ku",dia mau menghindari Zhang Yi Chun.
Tetapi Zhang Yi Chun lebih kuat merangkul nya dan berkata,"Tidak boleh mencium rambut mu ,maka aku akan mencium..", dia benar-benar mencium bibir Amira dengan lembut.
Amira meronta- ronta untuk melepaskan diri dari ciuman pada bibir nya oleh Zhang Yi Chun.
Zhang Yi Chun terkekeh. "Bibir mu enak",
"Ihh ,kau menjijikkan", kata Amira menendang -nendang kaki Zhang Yi Chun.
Zhang Yi Chun melepaskan nya dan menemui Li Yin Hu dan Zhang Yi chen bersama para prajurit sedang membahas penyerangan ke markas si pelukis gila dan Raja perampok.
Li Yin Hu sudah menjelaskan kalau Zhi Lan tewas karena racun ulat sutra hitam dari serangan gelap orang -orang pelukis gila dan Raja perampok. Bila di sentuh oleh Zhang Yi Chun tadi pasti pemuda itu juga bisa tewas seketika.
Li Yin Hu mengatur strategi. "Yi Chun kau dan Sui Lian datang dari timur dengan pasukan kerajaan Nepal. Aku dan Yi chen dari arah barat dengan pasukan kerajaan Qing. Kita harus bisa menggempur dan menghancurkan mereka dan menyelamatkan Pangeran A khetan".
Kedua kakak beradik Zhang mengangguk lalu mereka berpencar.
Li Yin Hu dan Zhang Yi chen memimpin di depan para pasukan kerajaan Qing dari barat perbatasan.
Zhang Yi Chun dan Amira memimpin di depan para pasukan kerajaan Nepal dari timur perbatasan.
Kedua pasukan terbagi dalam misi yang sama yaitu menghancurkan markas pelukis gila dan Raja perampok.
Dalam penyerbuan tersebut ada empat orang wanita cantik yang sedang menyamar dan ikut perang.
Mereka adalah Putri Kalyana ,Xi Hong Xiu, Zhao Ling Erl dan Xiao Xiao. Mereka ber empat mengamuk dengan kepandaian mereka masing -masing.
Hyaaat Trangggg Syuutttttttt Jlebbbb
Singgg syutt plakk
Serrtt plak jleb
Wuttt wutt syutt cring
Putri Kalyana berhasil membunuh sepuluh orang anak buah pelukis gila, Xi Hong Xiu berhasil membunuh lima belas orang anak buah Raja perampok.
Sedangkan Zhao Ling Erl dan Xiao Xiao mereka masing -masing telah membunuh sekitar tiga puluh orang dari kedua kelompok penjahat itu.
Li Yin Hu berhasil mendobrak pintu masuk markas pelukis gila dan berhadapan langsung dengan si Pelukis gila.
Sedangkan Zhang Yi chen memimpin pasukan membasmi para prajurit kedua penjahat itu.
Zhang Yi Chun bertarung dengan Raja perampok setelah para anak buah raja penjahat itu banyak yang tewas di tangan ke empat orang selir Li Yin Feng yang di bantu oleh Putri Amira.
Putri Amira melesat masuk ke dalam markas bersama Zhao Ling Erl.
Bruss plakk
Mereka masuk ke dalam sebuah kamar yang diminta pangeran A khetan di sandera .
A khetan melihat Amira. Ia berteriak. "Amira jangan ke sini".
Baru saja Pangeran memperingati Amira. Sebuah jala turun dari langit -langit kamar dan mengurung Amira.
Zhao Ling Erl segera membabat jala dan membebaskan Amira. "Kau tidak apa - apa ?", tanya Zhao Ling Erl.
Amira menggeleng kepala. "Tidak. Terima kasih".
Keduanya melompat dan tiba di ranjang A khetan terikat. A khetan berkata. "Awas".
Keduanya ke jeblos ke sebuah lubang batu lantai dan mereka nyaris jatuh ke lubang berisi pisau -pisau tajam runcing yang bisa membuat tubuh mereka berlubang seketika dan tewas.
Zhao Ling Erl menggunakan kepandaian ginkang mencelat sambil memeluk Amira yang nyaris tengkurap dan tertusuk pisau -pisau runcing itu.
Sebuah tali sutra kuning melilit tubuh keduanya dan menarik mereka keluar dari lubang dan duduk di lantai gemetar dan pucat. Lubang tertutup kembali.
Xiao Xiao lah yang sudah menyelamatkan keduanya. Ia juga yang menolong A khetan yang terpesona oleh ilmu silat cantik Xiao Xiao dan A khetan tercengang melihat kecantikan Xiao Xiao yang telah terbuka samaran nya.
Xiao Xiao tidak memedulikan A khetan. Ia menghampiri Zhao Ling Erl dan Amira. "Kalian tidak apa -apa ?".
Amira menangis ketakutan. "Huhu".
Zhao Ling Erl pucat tapi berkata. "Aman".
Di luar terdengar suara seorang wanita cantik berkelebat berhadapan dengan si pelukis gila. "Serahkan nyawa mu kepada ku !!".
Wanita itu adalah Amei yang segera memainkan ilmu pedang gurun gobi. Ia datang bersama suaminya Chu Wu Ji.
Ia dalam perantauan sudah mendengar tentang penculikan pangeran A khetan oleh pelukis gila dan Raja perampok.
Dan ,ia memang mencari dalang pemerkosaan atas diri nya yang dilakukan oleh pelukis gila sekitar dua tahun lalu.
Amei segera turun tangan menyerang si pelukis gila yang berusaha untuk menghindari serangan maut wanita itu.
Li Yin Hu kehilangan musuhnya yang di ambil oleh Amei.
Maka, ia membiarkan yang lain bertarung di luar dan ia masuk ke dalam markas.
Terkejut dengan tangisan Amira ."Sui Lian. Kau tak apa -apa?",tanyanya.
Ia sudah lihat Zhao Ling Erl sedang bersama Xiao Xiao dan Pangeran A khetan selamat tapi tubuh penuh luka.
Sui Lian menjawab. "Tidak apa-apa, paman. Hanya ketakutan karena tadi sempat jatuh ke lubang penuh mata pisau tajam dan nyaris menusuk ke tubuh Sui Lian".
Li Yin Hu ingin menghibur Sui Lian tetapi lebih dulu Zhang Yi Chun yang langsung memeluk istrinya.
"Cup,cup,cup.Aku datang", kata Zhang Yi Chun membelai lembut rambut istrinya.
Li Yin Hu geleng -geleng kepala dan tersenyum pengertian.
Kemudian mereka semua duduk di pintu masuk ke markas besar pelukis gila dan Raja perampok.
Para musuh kini tinggal dua yang masing -masing dihadapi oleh Amei dan Chu Wu Ji.
Ke empat selir Li Yin Feng sudah berkumpul di dekat Li Yin Hu bersama Zhang Yi chen yang sedang mengantar Pangeran A khetan ke pasukan kerajaan Nepal.
Zhang Yi Chun melihat Amei.
Ia merasa aneh kini ia tidak begitu semangat berjumpa dengan Amei padahal dulu ia sang ter gila -gila pada wanita Nepal.Kini, ia merasa Amei itu biasa saja hanya rasa pertemanan.
Zhang Yi Chun menoleh ke Amira di samping nya."Akh, Kenapa aku lebih tertarik kepada Sui Lian. Ia manis sekali dan enak wangi nya",katanya dalam hati.
Amei menebas pelukis gila dengan pedang runcing yang berbentuk ular dan mematuk tepat di tenggorokan pelukis gila.
Tuss
Chu Wu Ji pun sudah membunuh Raja Perampok dengan pukulan tanpa naga berdiam diri.
Plakkkkkk
Tepat di dada Raja Perampok yang berlubang dan tewas.
Keduanya kini menghadapi Li Yin Hu dan rombongan.
Mereka menjura ke Li Yin Hu. "Pendekar Li"
Li Yin Hu membalas menjura yang di ikuti oleh yang lain. "Pendekar Chu dan Pendekar Amei",
Kemudian mereka bergabung untuk mengantar Pangeran A khetan ke kerajaan Nepal.
Zhang Yi Chen sudah membuat kotak besi yang berisi kepala kedua orang musuh itu untuk di sembah kan ke Raja Nepal sebagai bukti mereka telah berhasil membunuh kedua penjahat kerajaan Nepal itu.
cucu lelaki kembar yg ber umur sebelas dua belas tahun
seharus nya khan gampang buat nemukan ke 2 anak nkal itu
Apakah di pulau ada goa nya??