NovelToon NovelToon
Bahagia Di Ujung Jalan

Bahagia Di Ujung Jalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis
Popularitas:226.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Siska

Menceritakan perjuangan seorang gadis bernama Lissa dalam mencari kebahagiaan, dari segala masalah yang dialaminya sejak ia masih kecil.

Hingga takdir mempertemukannya pada pemuda tampan bernama Vino, yang membawa sejuta harapan padanya.

Keduanya saling mencintai meski harus melewati rintangan yang tak mudah.
Membuat mereka terkadang harus menyerah pada keadaan.

Sementara tanpa Lissa sadari ada pemuda lain bernama Rio yang selalu menaruh perhatian padanya.
Meski memiliki sikap acuh dan dingin, hal itu tak mengurangi pesona yang Rio miliki sejak lahir.
Walau terkadang sikapnya membuat Lissa semakin membencinya.

Bagaimanakah kisah hidup Lissa diantara kedua pria tampan ini?
Simak ceritanya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan Vino

Hidupku yang sebelumnya terasa sangat membosankan, tapi itu jauh sebelum aku mengenalmu Vino.

Hingga saat kamu hadir seolah membawa pelangi bersamamu.

Pelangi yang penuh warna, pelangi yang selalu memanjakan mata dan pelangi yang selalu kurindukan kehadirannya di balik hujan.

Begitulah arti dirimu saat ini Vino.

Kehadiranmu selalu membuat senyumku merekah.

Candamu menghiasi hari-hariku menjadi penuh warna.

Cinta dan sentuhanmu membuat aku dibakar rindu.

Aku ingin kita selamanya seperti ini.

Berbagi kasih dan kesedihan bersama.

Menunjukkan cinta dengan hal sederhana.

Hingga tua dan maut yang memisah.

Kami masih berdiri di balkon menikmati suasana malam ini.

Vino memelukku dari belakang dengan sangat erat dan seolah tak mau berpisah.

"Vino." gumamku lirih.

"Hmm." matanya yang terpejam hanya menjawabku tanpa membuka mulutnya.

"Aku mau,.." ucapku terpotong.

"Enggak Lissa, hanya dengan gini aja aku udah puas kok." ucapnya.

Dia semakin mengeratkan tangannya yang sejak tadi melingkar dipinggangku.

"Tapi aku udah enggak tahan." ucapku menjawabnya dengan mulut yang sedikit kutekuk.

Vino yang melihatku sedang cemberut merasa khawatir.

Kemudian Vino membalikkan badanku kearahnya.

"Lissa, apa kamu sebegitu inginnya sayang." kali ini Vino membuka lebar matanya.

Aku mengangguk.

"Aku udah berusaha nahan Vino, tapi, kayaknya aku udah enggak sanggup lagi deh." ujarku menggenggam tangannya.

Kulihat Vino masih menatapku dengan matanya yang lebar.

Bahkan terlihat berkali-kali dia menelan ludah di kerongkongannya yang terasa kering.

"Kamu yakin Lissa? apa kamu enggak akan nyesel?" tanyanya sedikit ragu.

"Aku yakin Vino, sangat yakin malah, dan aku maunya sekarang sama kamu." ucapku manja.

Vino kembali menelan ludah dan tak banyak bicara.

Sejenak dia terdiam seperti memikirkan sesuatu.

"Baiklah Lissa, aku enggak yakin soal ini, tapi kalau memang ini yang kamu mau aku juga sulit buat nolaknya." tuturnya dan kemudian dia membawaku masuk ke dalam kamar.

Vino menutup tirai di kaca jendela, kemudian dia berjalan ke arah pintu dan menguncinya.

Aku hanya terdiam ternganga melihatnya.

Kemudian dengan cepat Vino melepas jaket dan kaos putih yang dia kenakan.

Vino berjalan mendekatiku dan menggiringku ke tepi ranjang.

Aku masih diam dan merasa heran.

Kemudian dia meraih tubuhku, menempelkan pada tubuhnya yang sudah setengah terbuka.

Aku sudah bisa merasakan sesuatu yang aneh di bawah perutnya.

"Vino tapi aku mau,.." ucapku terpotong oleh pagutan Vino yang menahan bibirku untuk meneruskan kata.

Sementara tangannya mulai mencoba melepas satu persatu kancing kemejaku.

Aku yang masih merasa heran mencoba meraih tangannya.

"Vino." panggilku lirih saat bibirku lolos dari pagutannya.

"Hmm." suara Vino mulai berubah berat.

Aku yang mulai merasa kehabisan nafas karna terhimpit tubuh Vino yang saat ini ada di atasku kemudian mendorongnya.

"Vino, tapi aku benar-benar mau."

Lagi-lagi Vino kembali menyela ucapanku.

"Iya sayang, ini juga mau dimulai, kamu cukup diam dan lihat aku, kemudian ikuti dan nikmati aja ya." pintanya yang mulai menyusuri leherku dengan bibirnya.

Aku makin heran mendengar ocehan Vino.

Kulipat dahiku mencoba mengerti ke mana arahnya bicaranya sambil menahan gejolak yang tercipta dari tiap sentuhan lembut bibirnya.

Kali ini kudorong tubuh Vino lebih kuat hingga kami terduduk di pinggir ranjang.

Aku menatapnya, kemudian tertawa terbahak hingga Vino pun heran melihatku.

"Vino jangan bilang kamu," aku kembali tertawa sambil mengaitkan lagi kancing kemejaku yang sudah setengah terbuka.

Vino yang duduk di sampingku dengan nafas tersengal masih diam dan merasa bingung melihatku.

"Aku mau makan sayang, aku benar-benar udah enggak tahan lagi, aku lapar Vino."

Kemudian tawaku kembali pecah memenuhi isi kamar.

"Jadi maksud kamu." Vino sepertinya sudah salah paham dengan perkataanku tadi.

"Arrrgh Lissa!"

Kemudian dia menjatuhkan tubuhnya ke atas

ranjang.

Kedua tangannya di letakkan di atas wajahnya.

Vino harap bisa menutupi wajahnya yang memerah menahan malu,tapi aku sudah lebih dulu melihatnya.

Kubaringkan tubuhku disampingnya, kemudian kepalaku aku tumpukan di atas tangan kananku.

"Kamu marah Vino?" aku bertanya sambil mencoba meraih tangannya.

"Enggak." ucapnya lemah.

Dibukanya kedua tangan yang menutupi wajahnya, kini dia menoleh ke arahku.

"Lissa, sebenarnya tadi aku sangat takut, aku benar-benar takut kehilangan kontrol dan ngelukain kamu, aku takut enggak bisa jaga kesucian kamu Lissa, maaf." ucapnya.

"Aku pikir tadi kamu," Vino menghentikan ucapannya.

"Pikir apa hayo." potongku.

"Aku pikir kamu benar-benar udah enggak tahan dan minta aku ngelakuin itu ke kamu." sambungnya.

"Huh dasar mesum." aku pun bangkit dan menarik tangannya sambil terus tertawa. "

"Turun yuk, aku beneran laper nih." pintaku masih menarik tangannya.

"Ya udah deh ayo, kelamaan disini juga bikin adikku makin sakit." ucapnya.

"Adik kamu yang mana Vino?" aku menyatukan alisku bingung.

"Yang ini." tunjuknya ke area bawah tubuhnya.

"Vino kamu apaan sih!" teriakku kemudian berlari meninggalkan Vino dengan wajah genitnya yang masih menahan malu karena sudah salah mengartikan ucapanku.

"Lissa tunggu, awas kamu ya." teriaknya dari dalam kamar.

Aku berjalan menuruni anak tangga.

"Pada kemana semua orang?" gumamku.

Aku mencari disekeliling villa dan mendengar suara nyanyian dari halaman depan.

Kulangkahkan kaki ini menghampiri teman-temanku yang berkumpul disana.

Ternyata mereka sedang menyiapkan makan malam dengan hidangan ayam bakar.

"Sudah selesai?" tanya Agus sambil tersenyum meledek ke arahku.

Sementara yang lain menatapku dengan wajah yang tak kalah aneh seperti sedang menahan tawa.

Aku hanya duduk dan tak memperdulikan ekspresi mereka yang masih menatapku penuh selidik.

"Vino mana Liss?" tanya Rina kemudian.

"Biasalah Rin, pasti lagi capek berat lah dia, kamu bayangkan aja, berapa jam dia nyetir untuk sampai kesini, sampainya disini dia langsung tempur, alamat letoy." celetuk Tomo yang mengundang gelak tawa dari anak-anak yang lain.

Aku sendiri tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan, saat ini aku hanya ingin makan dan segera tidur karena tubuhku benar-benar merasa lelah.

"Gus disini cari telur ayam kampung dimana ya?" tiba-tiba Vino muncul dari arah belakang dan menepuk pundak Agus.

"Untuk apa Vin?" tanya Agus heran.

"Mau dicampur madu." ucap Vino sambil melirikku.

Kulihat mereka tambah bingung dan saling berpandangan.

"Yang tadi cuma 3 ronde Gus, aku sih maunya lebih banyak besok malam, jadi aku rasa aku perlu tambahan stamina."

ucapnya asal.

Mereka yang mendengar Vino bicara begitu langsung tertawa terpingkal-pingkal.

"Wah wah wah, teman kita yang satu ini udah berpengalaman rupanya Gus." Tomo mengacungkan jempolnya ke arah Vino.

"Udah kalah langkah dong kita Mo." sambung Agus lagi.

"Maaf ya sayang, yang tadi itu aku kurang maksimal, habisnya aku capek banget, maaf ya," ucap Vino menatapku.

"Tapi aku janji besok aku akan nebus lebih banyak dan prima seperti yang kamu mau, eh tunggu dulu, yang di kamar mandi tadi belum aku hitung, aku lupa, jadi totalnya 4 ronde dong ya." tambahnya semakin asal.

Vino menghampiri dan mencium keningku di depan yang lainnya.

"Ngomong apaan sih kamu Vino?" aku melotot kearah Vino sambil menggigit bibir bawahku.

Aku tidak tau kalau Vino masih kesal karena berpikir tadi aku memang sengaja ngerjain dia.

Dan sekarang sepertinya Vino sedang membalasku dengan meledekku di depan anak-anak yang lain.

Dan benar saja, semua ucapannya benar benar buat aku malu.

Aku takut mereka akan berpikir semua ocehan Vino barusan serius.

Kemudian aku ingin mencoba menjelaskan pada mereka, bahwa semua itu cuma karangan Vino, namun dia langsung mencegahku.

"Satu sama kan sayang." Vino tersenyum puas karna bisa meledekku.

Sementara yang lainnya tersenyum menatap tajam kearah kami seolah ingin tau kelanjutan ceritanya.

"Jadi yang di balkon tadi." Melly menghentikan ucapannya karena tangan Rina dengan cepat menutup mulutnya.

"Deg." aku kaget mendengar melly menyinggung soal balkon.

"Aduh, apa jangan- jangan mereka melihat kami berdua saat sedang di balkon tadi?" aku meletakkan wajahku yang malu di balik punggung Vino.

"Oh jadi kalian ngelihat rupanya, tapi sayangnya itu cuma bagian dari pemanasan, soalnya adegan sesungguhnya pasti kalian enggak bisa lihat kan." ocehnya makin menjadi-jadi.

Kucubit pinggangnya dengan keras.

"Aw ! sakit sayang, pelan pelan dong, lagian jangan di sini ahh, ntar mereka pada pengen lagi." ucap Vino balik mencubit lembut pipiku.

"Vino jangan ngaco deh kamu." aku sudah tidak tahan mendengarnya.

Aku benar-benar di buat malu saat ini.

Sementara Vino mengedipkan sebelah matanya dengan nakal dan tersenyum puas karena sudah berhasil meledekku didepan temen-temen yang lain.

1
Maura
visual lissa dong thor
Reanza
lanjut baca
Isu💟THY
lanjutt
April Lia
lanjutt kakakkk....
jngan lama² dong klo ngilang😔😔kan kngen ma rioo😘😘
April Lia
duhh tiap baca part Rio adrenalin qu terpacu hebat🤭🤭🤭
Noorhafifah
sehat slalu author...di tunggu yaa... kelanjutannya...
Noorhafifah
kemana lagi thor,kok ngadat lagi up nya???
Rozh
Semoga aja rumah tangga mereka baik-baik aja
Noorhafifah
up lagi yaa.... author sayang...🤗🤗
Liska: Oke kk❤
total 1 replies
Noorhafifah
mantap dah...liska..up lgi 👍👍🤗🤗
Ama Lorina Raju
senang nya klo bgni up tiap hari
Liska: Aku kembali demi kalian...❤
total 1 replies
April Lia
aisss....aisss......apaan sihh tu 🙈🙈
Liska: Aku jg enggak tau mereka ngapain kk, aku kan ms polos...😅😅😅
total 1 replies
Noorhafifah
nah ini mantap 👍👍👍 nih... author nya balik lgi...ngga nunggu brp purnama.. udah up lagi....😁🤗...luv se gedong buat author
Liska: ❤❤❤😘😘😘
total 1 replies
❤️ Inglane 🌹🌹
lanjut 💪
April Lia
Alhamdulillah 🤲🤲sehat² thor yaa biar bisa up trus kyak gini jadi seneng dehh😘😘
Liska: Aamiin...😊
total 1 replies
Ama Lorina Raju
Alhamdulillah Up juga, hampir aku hapus dari daftar favorit pas buka hari ini ada notifikasi nya lgsg aja duluan baca yg ini ❤️❤️
Liska: Makasih ya kk😊
total 1 replies
April Lia
Alhamdulillah 🤲🤲akirnya up juga
thoer kpn ni rencana up lgi,??
msak nunggu 3xpuasa ma 3x lebaran lgi😁😁✌️
Liska: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Noorhafifah
ini author kemana aja, stelah sekian purnama baru. muncul...kapan kelar nya ni.cerita,,kalo author nya jarang update..🤭🤭😀
Liska: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
double like😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!