maaf, untuk sementara karya ini tidak di lanjutkan dulu dikarenakan authornya sedang sibuk, insyaallah, nanti akan saya lanjutkan kembali🙏🙏
apakah sebuah hubungan rumah tangga akan sakinah mawadah warahmah, jika suami dengan tega mengkhianati istri..??
.
kisah kehidupan yang menguras emosi dan air mata..🥀
Dinda harus menerima kenyataan kalau suaminya harus menikah lagi dengan sahabatnya sendiri karena hubungan terlarang yang mereka lakukan.
Dinda harus menjalani hari harinya dengan penuh kesedihan, ambisi Dewi untuk memiliki kekayaan suaminya membuat Dinda selalu disalahkan, Dewi melakukan segala cara untuk menyingkirkan Dinda dari rumah dia sendiri.
bagaimana ceritanya..?
baca yuk..!!
jngn lupa like, comen n votenya
rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar berduri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perubahan part 1
Dinda menjalankan mobilnya dengan tubuh lemas dengan mata yang berkaca-kaca. berat rasanya untuk Dinda pergi meninggalkan rumah ibu tercinta. Dinda merasa sangat sedih karena kebahagiaan rumah tangga yang sedari dulu dia idamkan berubah menjadi penderitaan yang tiada habisnya. membuat dia malas untuk pulang ke rumah.
Dinda menghentikan mobil di pinggir jalan yang sudah tak jauh dari rumahnya. Dinda istirahat sejenak untuk menenangkan hatinya agar dia bisa kuat menghadapi sahabat yang sekarang sudah menjadi madunya.
ketika Dinda menengok ke sebrang, Dinda melihat bi minah yang sedang menyebrang jalan menuju ke arah nya.
''loh ko itu kaya bi Minah. habis dari mana dia..? seperti bawa makanan..'' ujar Dinda yang melihat bi Minah lewat ke depan mobilnya
''bibi
BI Minah..'' teriak Dinda dari kaca mobilnya
BI Minah menengok kebelakang ''eehhh non Dinda. non teh udah pulang, ko malah berhenti disini atuh non..?'' tanya bi Minah heran
''iya bii, aku lagi nyari angin. bibi sendiri dari mana, ko bawa makanan sebanyak itu..?'' tanya Dinda ingin tahu ''ayo bi, masuk..'' ujar Dinda mengajak bi Minah masuk ke dalam mobilnya. Dinda merasa penasaran melihat si mbok yang berbelanja sebanyak itu
''maafin bibi ya non..'' ujar si mbok tiba tiba meminta maaf kepada bi minah
''lo ko mlh minta maaf bi, memang nya kenapa, apa salah bibi sama aku bi..?'' tanya Dinda tidak mengerti
''ini non, bibi teh pake uang bulanan dari non buat beli makanan mahal ini. non dewi atuh non yang nyuruh bibi beli kaya ginian, bibi bingung harus ganti uang sebanyak itu dari mana, bibi teh te boga duit pisan ..'' jawab bi minah dengan mata yang berkaca-kaca, dia merasa tidak enak kapada Dinda
''ya allah, memangnya di rumah tidak ada makanan ya bi? sampe harus beli makanan mahal kaya gini..?'' tanya Dinda merasa sedikit kesal
''ada non, tadi teh bibi kasih ayam goreng ke non dewi, tapi no Dewi na malah gak mau non. dasar olo olo..'' jawab bi Minah kesal
''ya sudah, biarin aja bi. biar nanti aku ganti uangnya. ayo ah kita pulang..'' ujar Dinda menjalankan mobilnya kembali
Dinda tidak mengerti dengan Dewi. baru 2 hari dia tinggal di rumahnya, Dinda sudah merasakan perubahan dengan sikap Dewi.
Dinda memarkirkan mobil di halaman rumah. karena tempat parkir yang biasa untuk menaruh mobilnya kini sudah di ambil alih oleh dewi.
Dindapun keluar dari mobilnya berjalan melewati satu demi satu anak tangga yang berada di depan rumahnya. ketika bi minah membuka pintu rumah.
deg.
Dinda terbelalak melihat seisi rumah nya yang tiba tiba berubah. terlihat 2 orang laki laki yang sedang memasang foto Dewi di dinding ruangan tamu. dan 2 orang laki laki memasang foto dewi di ruangan keluarga. Dinda tidak melihat satupun fotonya, sekarang semua ruangan sudah penuh dengan foto Dewi dan Hendra, suami mereka berdua.
''ada apa ini, kamu kemanakah foto saya..?'' tanya Dinda kepada Dewi. Dinda merasa sangat kesal
''aku sudah simpan di gudang Din, lagian fotonya udah gak pantes di pasang di dinding. terlalu kampungan..'' jawab Dewi berbisik di telinga Dinda. dewi langsung masuk ke dalam kamarnya membawa makanan yg bi Minah bawa tanpa menawarkannya kepada Dinda
''ya allah non. ada aja ya perempuan kaya gitu, non yang sabar ya ..'' ujar bi minah mengelus pundak majikannya
Dinda hanya diam menahan kekesalan di hatinya. Dinda mencoba untuk kuat dan sabar menghadapi sikap Dewi yang semena mena terhadap nya. bukan tidak mau melawan, hanya saja Dinda tidak ingin mengotori tangannya hanya karena perempuan seperti Dewi.
''bi, ini uang untuk ganti uang yang tadi. aku mau ke kamar dulu, mau istirahat. aku cape..'' ujar Dinda memberikan uang kepada bi minah lalu dia berjalan ke ruang atas masuk ke dalam kamarnya
rasa kesal bersarang di hati Dinda saat ini. tapi Dinda tidak terlalu memikirkannya, bagi Dinda itu hanya sebuah foto yang tak berarti apa-apa, yang terpenting bagi Dinda hanyalah cinta dan kasih sayang hendra yang tidak akan pernah berubah.
Dinda merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sembari menunggu BI Minah pulang dari pasar, karena nanti Dinda akan memasak makanan kesukaan suaminya.
🌺 di kamar Dewi 🌺
dengan santai Dewi merebahkan tubuhnya duduk di sofa sambil melihat tontonan televisi kesukaan nya, adegan demi adegan Romantis dia resapi agar dia bisa meluapkan semuanya kepada Hendra yang sudah sah menjadi suaminya.
Dewi terangsang melihat adegan mesra yang dia lihat di televisi. hawa nafsu bergejolak. rasa ingin dalam dirinya kian menjadi hingga tak tertahankan lagi.
Dewi mengambil kunci mobil yang terongok di meja lalu berjalan keluar kamarnya pergi dari rumah itu. Dewi Berniat untuk pergi ke kantor Hendra, Dewi merasa kangen dengan hendra, dia ingin selalu dekat dengan suami barunya itu.
suara mobil Dewi membangunkan Dinda yang sedang tertidur pulas. Dinda bangkit dari tidurnya berjalan melihat mobil Dewi dari balik jendela kamarnya.
''dewi mau kemana ya..'' ujar Dinda penasaran ''bodo amat ah mending aku masak buat mas Hendra, pulang kerja mas Hendra pasti lapar..'' ujar Dinda yang tidak ingin tau urusan Dewi.
Dinda tidak mengetahui kalau Dewi ingin pergi menemui hendra. dengan perasaan tenang, dindapun berjalan ke ruang bawah menuju dapur untuk memasak makanan kesukaan suaminya .
''bi, bibi..'' teriak Dinda memanggil bi Minah
''iya non. ada apa..?'' tanya bi Minah berlari dari kamarnya
''bibi udah belanjanya..? aku mau masak bi, pulang kerja mas Hendra pasti lapar..'' tanya Dinda. Dinda bersemangat membuka lemari es
''sudah atuh non, baru saja bibi beresin sayuran nya ke lemari es. bibi bantuin ya non..'' ujar bi Minah membantu Dinda memasak
merekapun memasak menyiapkan makanan untuk Hendra sepulang kerja, Dinda sedang berusaha untuk menjadi istri yang lebih baik dari sebelumnya. dia ingin menjadi istri yang sholeha seperti apa yang di contohkan Bu Laras kepadanya.
🌺 di kantor 🌺
Hendra sedang duduk memikirkan bagaimana nasib rumah tangganya kedepan. Hendra tidak menginginkan pernikahan yang ke 2. tapi semua sudah terjadi, Hendra tidak mungkin bisa bersikap adil kepada Dewi dan Dinda..
''arrrrrgggghhhhhhh ...'' teriak Hendra pusing
''assalamualaikum mas..'' Dewi mengucap salam membuka pintu ruangannya.
bukan jawaban salam, hendra malah kaget melihat Dewi yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan nya.
''ngapain kamu kesini..?'' tanya Hendra kesal. Hendra belum bisa menerima Dewi dalam kehidupannya,
''aku kangen sama kamu mas, anak ini butuh kasih sayang dari kamu..'' jawab Dewi mendekat ke pangkuan Hendra
''pergi kamu dari hadapan saya. pergi..!!'' ujar Hendra mendorong Dewi hingga tersungkur ke lantai.
''awwww sakiiiiiitt, arrrhhhhh ..'' teriak Dewi pura pura kesakitan di hadapan Hendra.
''kamu kenapa Dew..?'' tanya Hendra khawatir. Hendra merasa bersalah karena sudah mendorong Dewi hingga dia tersungkur ke lantai.
**bersambung**
....itu pembantunya hendra...suruh peka dikit lah.....jgn oon2 amat....
yg ambilnperhiasan Dinda blum tau emg rumah org kaya gk da cctv