kisah tentang seorang gadis berjilbab yang diangkat anak.hidup dengan penuh penderitaan,membiayai kuliah dengan bekerja part time sampai akhirnya selesai kuliah dan menjadi seoran guru di salah satu SMP begitu banyak cobaan hidup yang dialaminya
sehingga pada suatu hari bertemu dengan seorang pria yang akan mengubah hidupnya.
pria tersebut seorang duda mempunyai anak perempuan berusia 11 tahun.akankah Dinda bisa menerima duda tersebut dan menerima masa lalu Dinda yang tidak tau latar belakang keluarganya.
ini novel pertama ku jadi mohon maaf mungkin ada bahasa yang kurang bagus masih tahap belajar😁🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang receh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
manjanya luna
sampai lah Luna didepan kos dinda.kemudian Dinda membuka kunci pintu kos nya dan mempersilahkan Luna masuk kedalamnya.
" ayo masuk Luna,inilah tempat kos bunda seadanya dan agak sempit" sahut Dinda lembut kepada Luna.
" gak kok bunda,Luna suka tempat bersih dan rapi" sambil memperhatikan sekeliling kamar kos dinda yang memang sangat bersih dan tertata rapi untuk memisahkan dapur disekat dengan lemari pakaian sisanya ada ruangan untuk tempat tidur berupa kasur tipis.
Dinda pun membentang kan tikar untuk duduk dilantai.
" Luna apa ayah nya gak marah kalau Luna kerumah bunda" tanya Dinda pelan kepada Luna.
" gak kok buk,nanti ayah biasanya nelp juga mungkin bentar lagi juga ayah nelp,karena ayah pergi ke Australia" jawab Luna.
" bunda ganti baju dulu ya,Luna mau pake baju bunda kebetulan ada yang pas buat Luna" Luna pun menggangguk karena dia merasa gerah memakai baju sekolah nya yang berkeringat.
Dinda pun mencari baju untuk Luna dan menyuruh nya mengganti baju nya di kamar mandi.setelah keluar dari kamar mandi Dinda melihat baju nya sangat pas ditubuh Luna karena kebetulan dia masih menyimpan baju lama yang masih layak untuk di pakai.
Dinda pun langsung kekamar mandi setelah Luna keluar.luna kemudian mengambil hpnyo sambil melihat pesan yang masuk.
tak lama kemudian Dinda keluar dari kamar mandi dengan tidak memakai jilbab.
" wah...bunda cantik banget kalau gak pakai jilbab" seru Luna yang agak sedikit kaget karena kagum dengan kecantikan dinda dengan rambut hitam sebahunya.
Dinda hanya tersenyum mendengar pujian Luna.
" luna udah makan ? .. bunda tadi pagi udah masak kalau mau bunda ambilkan " kata Dinda lembut menawarkan kepada Luna
" mau Bun,Luna tadi makannya dikit di kantin" jawab Luna senang.
Dinda pun mengambil nasi berserta lauk dan sayur,Luna pun makan dengan lahapnya.dinds melihatnya merasa senang.
mereka bercerita sambil bersenda gurau seperti seorang ibu dan anaknya.
di tempat lain disebuah hotel mewah terlihat Aldi yang baru selesai meeting dan duduk di sofa kamar hotel,sambil menelpon pak Burhan menanyakan kabar Luna anaknya.karena tadi baru aja sampai ia langsung meeting dengan beberapa pemegang saham.
alangkah kagetnya Aldi ternyata anaknya tidak ada dirumah tapi ditempat buk Dinda gurunya.aldi pun segera menutup telponnya ia akan segera melakukan video call dengan anak gadisnya.
dikosnya Dinda terlihat Luna tidur dipangkuan Dinda sambil membelai rambut luna.entah kenapa ada perasaan sayang Dinda kepada Luna seperti anaknya . mereka pun tertawa bersama entah apa yang mereka ceritakan.
Tut...Tut...Tut...
terdengar suara hp Luna berbunyi ia pun bangun dari pangkuan Dinda mencari hpnya ternyata ayah nya yang melakukan panggilan video call.
tanpa banyak tanya Luna pun menjawab panggilan video call nya.
"assalamualaikum ayah" sahut Dinda sambil melihat kerah ayah nya.
" waalaikumsalam sayang,Luna kenapa gak pulang kerumah nak" tanya ayah.
" Luna dirumah buk Dinda kok ayah, rencana nya Luna mau nginap disini ayah" kata Luna sambil memohon kepada ayahnya dengan mata yang berkaca-kaca.
" gak boleh Luna,kasihan buk dinda nya nanti ngerepotin" kata ayah.
" kata buk Dinda gak kok yah,kalau gak percaya tanya aja sama buk dinda.sambil mengarahkan hp nya yang masih melakukan video call.