NovelToon NovelToon
First Love

First Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:317.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vie

Menceritakan dua kisah, antara Gibran anak broken home yang bertemu dengan Caramel. Dari pertemuan yang tak terduga, membuat Gibran merubah sikapnya secara perlahan demi mempertahankan hubungannya. Disisi lain dirinya juga harus mengalami penderitaan selama berada di rumahnya.

Selamat membaca:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Hujan

...Selamat Membaca📖...

...🎨🎨🎨...

Setelah ganti baju dan makan siang, Caramel kembali ke kamarnya, mengambil ponselnya yang dari tadi ia cas. Hari ini Alana sedang pergi bersama Rendy, jadi dirumah Ia hanya tinggal bersama Satria. Membosankan, pikirnya. Kakaknya itu tidak perduli dengan dirinya, jika sudah memegang ponsel.

Ia mengerutkan keningnya, setelah men-scroll beranda WhatsApp. Ia membuka room chat Gibran.

Gibran

Kenapa nggak dibales?

14:15

^^^Caramel^^^

^^^Suka-suka gue dong!^^^

^^^14:45^^^

Setelah membalas chat dari Gibran, Ia mengambil novel yang ada di atas meja belajarnya, kemudian membuka lembaran terakhir yang Ia baca.

...🎨🎨🎨...

Sekarang geng Antraxs sedang berada di rumah Rival. Gibran tersenyum kecil, membaca chat dari Caramel. Pasti dia sedang kesal, ah lucunya jika melihat wajahnya yang sedang kesal. Dia membayangkan wajah gadis itu, ketika berada di kelasnya. Pipinya memerah. Cantik, pikirnya.

"Biasanya kalo orang lagi, senyum-senyum sendiri sambil mandangin hanphone. Itu biasanya lagi kasmaran lo." ucap Revan

"Ada udang dibalik batu nih." sambung Asep

"Ada udang di balik kelabakang, oneng." Bram menjitak kepala Asep.

Gibran yang merasa dirinya sedang menjadi bahan pembicaraan, langsung melayangkan tatapan tajam kepada Asep dan Bram secara bergantian. Sedangkan Revan berpura-pura membaca buku dengan Rival.

"Kalian ngomongin gue, ya?"

"Nggak usah kepedean, bos. Kita lagi bicarain makan udang enak kali ya, Sep." ucap Bram, sambil menepuk pundak Asep.

"Kalian mau makan pake udang?"

"Banget bos," timpal Asep

Gibran mengambil lima lembar uang seratus ribu dari dalam dompetnya, kemudian memberikannya kepada Asep. "Beli sana!"

"Makasih bos." Asep menerima uang pemberian Gibran, kemudian mengajak Bram untuk pergi mencari makanan.

"Lo beneran lagi baca, Van?"

"Iya lah, masa bohongan."

Rival yang berada di sampingnya, memperhatikan posisi buku yang di bawa Revan, terbalik. "Kebalik begok."

"Ya...ya terserah gue lah."

...🎨🎨🎨...

Malam ini suasana begitu dingin, sebentar lagi pasti turun hujan. Terlihat diatas langit tidak ada satu pun bintang yang bersinar. Caramel dengan cepat membayar somay yang sudah Ia makan, kemudian buru buru pergi dan pulang sebelum hujan turun.

Baru saja lima menit Ia berjalan, gerimis mulai turun membasahi bumi. Caramel mencari tempat teduh, dengan berdiri di depan ruko yang sudah tutup.

Sialnya, ia tidak punya uang lagi buat naik angkutan umum. Tadi ia sengaja membawa uang pas, pikirnya dia ingin berjalan kaki sambil menikmati udara malam. Namun semesta sedang tak berpihak kepadanya.

Caramel mengerutkan keningnya saat melihat motor berhenti tepat di hadapannya. Cowok itu membuka helem dan turun dari kendaraannya.

...🎨🎨🎨...

Bram dan Asep baru saja pulang, setelah dari tadi sore dia pergi. Mereka masuk kedalam rumah Rival dengan nafas tidak teratur.

"BREAKING NEWS, bos." ucap Bram

Gibran yang sedang main game bersama ketiga anggotanya yang lain, menoleh ke arah Bram. "Apa?"

"Dari mana aja si lo, lama banget?!"

"Tadi gue sama, Asep. Liat Caramel lagi makan di deket taman."

Gibran menghisap rokoknya kembali. "Terua hubungannya sama gue apa?"

"Ya gue kira lo suka sama tu cewek." ujar Asep

"Mau hujan lo, bos."

"BodoAmat!"

Gibran melanjutkan bermain game, sambil mengisap rokok. Sedangkan Asep dan Bram mereka masih mengatur nafas, sambil meneguk minuman yang ada di meja.

Jika dipikir-pikir kasian gadis itu, jika harus kehujanan. Gibran mematikan ponselnya, mengambil jaket hitam miliknya. Kemudian mengambil kunci motor.

"Mau kemana, Gib?" tanya Revan

"Pergi."

"Terus gue pulang sama siapa?"

"Suruh Rival ngenterin lo, entar gue yang gantiin uang bengsinnya."

Pikirannya mungkin sudah bodoh, mungkin saja sekarang gadis itu sudah sampai rumah. Entah kenapa hatinya ingin saja pergi ke tempat yang di maksud Bram. Dia menyurusi jalanan, gerimis mulai turun. Tak lama Ia melihat gadia yang Ia cari, tengah berlari menuju depan ruko.

"Lo ngapain di sini?" tanya Caramel

"Suka-suka gue dong, emang ini tempat punya lo?"

"Nggak juga si." Caramel mengalihkan pandangannya ke arah jalan. Dia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya, cuaca sangat dingin. Kebetulan dia menggunakan baju pendek sekarang.

Caramel menatap Gibran, jika dia liat dari serial drama, jika seseorang cewek dan cowok sedang berduaan dan terjebak hujan. Pasti cowoknya akan meminjamkannya jaket. Caramel mendengus kesal, kenapa dia berharap Gibran akan meminjamkannya jaket. Bodoh, pikirnya. Dia kembali menatap kubangan air di depannya, sembari melamun tidak jelas.

Gibran yang hendak mengeluarkan rokok dari dalam saku jaketnya, Ia urungkan niatnya. Saat melihat sebuah mobil tengah melaju dengan kencang, dari arah kiri jalan. Ketika mobil itu melintas, detik itu juga Gibran melindungi tubuh Caramel dari cipratan kubang air dihadapannya.

Gibran mengurung gadis itu dengan badannya yang kekar. Dia menatap lekat kedua manik mata gadis itu sejenak. Seakan sekarang semesta sedang berhenti berputar. Ada yang mengganjal dalam hatinya saat melihat wajah polos gadis ini.

"EHEM." Caramel yang mulai merasa risih karna tatapan dan juga jaraknya dengan Gibran sangat dekat. Langsung mengalihkan pandangannya. "Modus ya lo?!"

Gibran menjauhkan tubuhnya dari hadapan gadis ini, kemudian melepas jaketnya. "Ini, cuciin ya!"

"Kok gue si?"

"Kan gue nolongin lo!"

Caramel menerima jaket milik Gibran, yang sudah basah. "Jidat lo udah baikan?" Caramel membelai rambut Gibran yang menutupi keningnya.

Plester yang kemarin sudah tidak ada, mungkin sudah di lepas. Namun bekas lukanya masih terlihat jelas.

"Masih sakit ya?"

Gibran melepaskan tangan Caramel. "Nggak kok...lo mau gue anter pulang nggak?!"

Hujan sudah reda, kebetulan dirinya juga sudah ngantuk. Jika jalan kaki bisa tambah lama dia sampai rumahnya.

Caramel mengangguk. "Boleh."

Pasti cowok ini sedang kedinginan, gayanya aja pura-pura kuat. Cuaca saat ini sangat dingin ditambah lagi dengan angin malam. Caramel memeluk Gibran dari belakang, kepalanya bersandar di punggungnya. Sontak Gibran menjadi kaget, kenapa? apakah gadis ini tidur?

"Gue kedinginan, boleh kan?"

Gibran menarik tangan Caramel, sehingga pelukannya makin erat.

"Boleh, asal lo jangan tidur?"

Caramel mengganti posisi kepalanya, menjadi bersender di pundak Gibran. "Kenapa?"

"Nanti lo terbang."

"Kan aku pegangan."

"Kuran kenceng, pegangannya."

"Mudus ya lo?!" Caramel mencubit perut Gibran, keras.

"Aduh, sakit tau. Mau gue turunin lo disini?!"

"Jangan dong, gue nggak bawa uang."

"Derita lo itu ma."

"Dasar nyebelin."

Gibran tersenyum kecil, melihat wajah gadia itu terlihat kesal.

Bersambung......

1
Dini Angraini
Wah2 jahat banget sih pacaran sama caramel kok tunangannya sama mona thor.Caramel semoga bila kamu tahu gibran segeralah pergi sejauh mungkin dan cepat move on ya jangan nangis.
Eneng Sutirah
matak tong buka hpnya kasep hahaaa
Eneng Sutirah
aduh gelis...yg baca serasa muda lagi..hatur nuhun neng vie novelmu keren" semua.
baru netass nih
lanjut dongg thorrr, lmaa bngd ga up
Ai laelasari
Hai kak aku mampir membawa like jangan lupa mampir di novel aku ya "MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND"
Fingky Yufimila
udah gak lanjut lagi kah??
SyaSyi
mampir aku thor
salam my Kids My Hero
kisah Aluna
kanjengprewty_
Baperrr
kanjengprewty_
Cemburu ya babang gibran
kanjengprewty_
Kamu manisss banget si gibran jadi tambah syg
Dhina ♑
Ya Allah Vie, apa kabar, niat hati ingin dukung tuntas, tapi aku tersesat
NURHAYATI NUR
gagalin pertunangannya toorr aaahhh ga seru dh
Sumariyasih
q baca novel ini ko kasihan sama caramelnya ya, dibohongin, tpi, tetap semangat n sehat selalu.
Buana
Apa yg terjadi dgnmu, Thor...😩
Aq msh setia..
Tiara
kok g dilanjutin thor
Buana
kok blm up sich Thor...
aq msh setia lh nungguin....
Linda Yogya
kok blm up Thor..msh setia nungguin kelanjutannya
Rina SahaRa Budiarti
mampir lagi
Ernis Widayanti
like
Umi Zahwa
cerita tentang remaja gini emang sedikit pembacanya di platform ini krn kebanyakan pembaca tu emak2 yg sukanya cerita yg ada adegan iya2nya 😅😅😅
semangat terus berkarya ya thor.. ceritamu bagus.. aku suka 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!