NovelToon NovelToon
Pernikahan Di Atas Luka

Pernikahan Di Atas Luka

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:329.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sity Qhomariah

Hidup Luna hancur setelah di jebak dan di hamili oleh kekasihnya - Gandhi. Terlebih saat Mira, Ibu dari Gandhi menolak untuk bertanggung jawab atas kehamilan Luna. Suatu ketika Mira mengetahui Luna adalah anak tunggal dari Adiyatama Erlangga - Pemilik Perusahaan Erlangga Jaya. Ia menyesal telah menolak Luna dan berusaha mendekati Luna supaya Gandhi menjadi penerus Erlangga Jaya jika menikahi Luna.
Luna hancur saat ia diperalat sebagai boneka pemuas nafsu oleh Gandhi. Kemudian Luna mengetahui niat jahat Mira, ia segera melakukan sesuatu agar perusahaan Ayah tidak jatuh ke tangan orang-orang serakah seperti Mira dan Gandhi. Luna mengorbankan Aditya - Sahabat kecil Luna yang sejak dulu menyukainya. Luna melakukan hubungan intim dengan Aditya. Luna menikah dengan Aditya namun Gandhi mengakui bayi yang dikandung Luna adalah anaknya.

Siapakah ayah yang sebenarnya dari bayi yang dikandung Luna?
Apa rencana Gandhi dan Mira untuk mendapatkan Luna?
Bagaimana dengan pernikahan Luna dan Aditya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sity Qhomariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

“Emangnya Tante Mirna kemana, Dit?” tanya Luna yang duduk di tepi kasur milik Adit sambil melihat-lihat suasana kamar.

“Mama keluar kota selama 3 hari.” Jawab Adit. Kemudian ia duduk di sebelah Luna.

“Tumben kamu ke sini, Lun?” tanya Adit. Luna melirik ke arah sebuah foto yang tergeletak di meja kecil dekat tempat tidur. Luna mengambilnya.

“Kok muka Fandra di lipat, Dit?” tanya Luna. Adit menggaruk kepalanya.

“Aku juga punya foto ini di kamar.” Ujar Luna sambil tersenyum.

“Dit. Aku mau kok jadi pacar kamu.” Kata Luna.

“Hah!!” Adit terkejut. Luna mendekat dan menyentuh wajah Adit yang terpaku sambil menatap Luna.

“Kok kamu kaget. Bukannya kamu yang nembak aku sejak kita masih kecil. Kan aku hanya menjawab ungkapan hatimu, Dit.” Luna membelai wajah Adit. Adit terpaku sejenak karena mendapat sentuhan dari Luna yang secara mendadak. Luna mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Adit. Jantung Adit berdebar. Itu adalah ciuman pertamanya. Selama ini Adit belum pernah pacaran dengan siapapun dan Luna merupakan cinta pertama Adit sejak mereka masih kecil. Adit tak sanggup lagi menahan sentuhan-sentuhan yang menggoda dirinya. Ia pun merengkuh tubuh Luna dan mencium bibirnya. Luna menyambut ciuman Adit. Mereka pun berciuman dengan mesra.

Luna melepaskan kaus yang menempel di tubuh Adit. Adit mendadak lupa dengan keadaan sekitar karena terbawa suasana. Luna terlihat begitu menggodanya. Naluri kelelakiannya tidak bisa bertahan lama. Ia segera membaringkan tubuh Luna di ranjang dan melepaskan pakaian Luna. Ia pun mencumbu Luna.

Luna mengigit bibirnya, air matanya menetes perlahan, ia membalikkan badan memunggungi Adit yang sudah tertidur disebelahnya.

“Maafkan aku, Dit. Aku menyeretmu kedalam masalah hidupku,” bisik Luna dalam hati. Ia menangis. Luna terpaksa melakukan ini supaya ia tidak akan menjadi hak milik Gandhi. Ia tidak rela jika perusahaan milik Ayah jatuh ke tangan Gandhi. Ia harus punya alasan. Supaya Gandhi tidak akan bisa mengaku sebagai ayah dari bayi yang ia kandung kelak. Sebuah keputusan yang beresiko besar. Namun Luna terlanjur hancur. Maka ia harus kembali menghancurkan Gandhi meski mengorbankan orang lain.

“Kamu nangis, Lun?” bisik Adit sambil memeluk Luna dari belakang. Luna menghapus air matanya. Ia membalikkan badan menatap Adit dan tersenyum.

“Maafkan aku, Lun.” Bisik Adit. Luna menggeleng.

“Aku yang harusnya minta maaf.” Jawab Luna. adit tersenyum. Ia mengecup kening Luna. Luna kembali meneteskan air mata. Ia merasa bersalah kepada Adit yang begitu tulus kepadanya. Adit menghapus air mata Luna kemudian memeluknya erat.

Luna melirik ke arah jam yang terpasang didinding kamar Adit. Kemudian ia melepaskan pelukannya.

“Aku harus pulang, Dit. Nanti keburu kak Fandra datang.” Luna bangkit dan memakai kembali pakaiannya. Adit pun melakukan hal yang sama. Luna berdiri, ia mengambil tas dan bersiap keluar kamar. Adit menarik tangannya dan memeluknya.

“Aku gak akan pernah meninggalkanmu, Lun.” Bisik Adit. Hati Luna terasa sakit mendengarnya. Ia mencoba tersenyum dan menahan air mata. Luna melepaskan pelukan Adit. Lalu mengecup bibirnya.

“Aku pulang dulu ya?” Luna melangkah keluar meninggalkan Adit. Langkahnya terhenti di depan rumah. Ia berbalik menatap rumah Adit. Air matanya menetes.

“Maaf, Dit, maaf, maafin aku,” teriaknya dalam hati. Luna mengusap air matanya lalu berjalan menuju rumah dengan hati yang berantakan.

Baru saja masuk ke dalam rumah, Luna mendengar suara mobil Ayah yang memasuki halaman. Luna berlari untuk sembunyi. Ayah membuka pintu dan masuk dengan wajah yang terlihat lelah dan kusam. Luna melirik jam dinding. Sudah menunjukkan pukul 11 malam dan ayahnya baru saja pulang kerja padahal berangkat dari pagi sekali. Luna meneteskan air mata. Ayah berusaha keras membangun perusahaannya. Berangkat pagi sampai malam baru setiap hari. Luna tidak ikhlas jika hasil kerja keras ayah jatuh ketangan orang serakah seperti Mira dan Gandhi. Emosi didadanya kembali bergemuruh. Sorot matanya berapi-api.

“Luna akan mempertahankan hasil kerja keras Ayah. Luna gak akan membiarkan perusahaan ayah jatuh ke tangan orang-orang serakah!” bisik Luna dalam hati. Ia pun masuk ke dalam kamar.

Keesokan harinya, Luna keluar rumah dengan membawa buku kuliah seperti biasa. Sebuah motor memasuki halamannya. Luna melemparkan senyum.

“Ayok.” Ajak Adit sambil tersenyum. Luna melangkah dengan semangat ke arahnya. Mereka kembali ke kampus bersama-sama seperti biasa. Adit merasa senang terlebih saat ini Luna sudah menjadi kekasihnya. Luna melingkarkan tangannya di pinggang Adit. Adit menoleh.

“Kenapa?” tanya Luna di telinga Adit.

“Biar gak jatuh kan, Dit.” Bisik Luna. Adit tertawa. Ia kembali fokus menyetir. Luna memeluk erat tubuh Adit dan menempelkan pipinya di punggung Adit. Ia merasa saat ini hanya Adit lah yang menjadi tempatnya bergantung.

“Dit, kamu jangan jauh-jauh dari aku ya?” pinta Luna sambil bergelayut manja di tangan Adit. Adit tersenyum, ia menarik hidung Luna.

“Aku janji gak akan ninggalin kamu lagi.” Ucapnya. Luna tersenyum lebar. Mereka memasuki gedung kampus dengan bergandengan tangan.

Luna duduk di depan ruang kelas Adit. Ia sudah merasa gelisah karena Adit belum juga keluar. Dilihatnya Adit dari balik kaca jendela. Dosen yang mengajar Adit masih semangat menjelaskan pelajaran. Tiba-tiba ponsel Luna berdering. Panggilan dari Gandhi. Luna ketakutan. Gandhi memang selalu memanggil Luna saat Luna selesai kuliah dan Luna harus melayaninya sampai malam. Dan sekarang Luna harus kembali melayani Gandhi. Namun Luna berniat untuk menolak. Gandhi terus saja memanggilnya lewat telepon. Luna sengaja mengabaikan panggilan itu dengan tubuh yang gemetar.

“Berani kamu menolakku, kamu akan liat foto-foto kamu tersebar di media sosial,” kata Gandhi melalui sms. Tubuh Luna gemetar. Ia mencoba memberanikan diri untuk membalas sms Gandhi.

“Hari ini aku gak bisa. Aku sedang halangan dan aku sakit perut.” Tulis Luna. Ia sengaja berbohong. Gandhi percaya, ia pun tidak memaksa Luna. Luna merasa lega.

“Maaf, lama.” Kata Adit mengagetkan Luna. Luna terperanjat. Ponsel yang di pegangnya terjatuh. Adit memungut ponsel Luna. Luna segera merebut ponsel itu dari tangan Adit.

“Ya ya lama banget, Dit.” Katanya sambil memasukkan ponsel ke dalam tas. Adit menaikkan sebelah alisnya melihat gelagat Luna. Luna tersenyum kemudian menggandeng tangan Adit.

“Kita langsung pulang ya, Dit.” Ajak Luna. Adit mengangguk.

Sesampainya didepan rumah, Luna turun dari motor dan berjalan menuju rumah Adit. Adit kebingungan.

“Kamu gak pulang ke rumah?” tanya Adit sambil memarkirkan motornya didepan rumah.

“Kamu gak suka aku main ke sini?” Luna balik bertanya.

“Ya, suka.” Adit menggaruk kepalanya.

“Kak Fandra kemana, Dit?” tanya Luna sambil melirik ke arah garasi. Mobil Fandra tidak ada di sana.

“Mungkin mengerjakan skripsi dengan teman-temannya.” Jawab Adit.

“Ayo masuk, Dit,” ajak Luna. Adit memicingkan matanya. Ia membuka pintu rumah dengan kunci cadangan. Luna menutup pintu membuat Adit kebingungan.

“Kamu mencurigakan, Lun.” Kata Adit sambil menatap Luna.

“Emangnya kamu ga suka, Dit??” tanya Luna sambil bergelayut di tubuh Adit. Adit sedikit tergoda.

“Kamu lagi goda aku, Lun?” tanya Adit. Luna mengedipkan sebelah matanya kemudian menarik Adit ke kamar. Adit menurut, ia tergoda dengan sikap manis Luna.

1
echa purin
👍🏻
Putri Anggel
di dalam cinta ad kesabaran dan dalam kesabaran ad cinta tapi ketika hati sudah di kecewa kn maka jangan pernah percaya lagi ap kata lelaki buaya
Indah Kustiyarini
pasti anaknya adit
emi arpina
maaf y thor tapi utk mentari stop dulu bacanya masi greget ada org lemah gini
Aryani Dinda
tiap percakapan dispasi dong Thor seperti paragraf baru. jd lebih enak bacanya
Aryani Dinda
di bikin jarak dong Thor tulisannya
Rose Smith
sudah berbohong
egois pula
baguslah adit gag ngemis²
langsung di ceraiin
Rose Smith
hamile cuma seminggu trus brojol ?
Rose Smith
pemeran utamanya malah antagonis ini mah
udah gag suci
gag tau malu pula
RN
l
8 like favorite😍 untuk mu😍
intip playboy mengejar cinta❤😘 yuk
Mami Vanya Kaban
akhir yg bahagia...
Ida Blado
cihh tadinya aq mau baca, tpi setelah baca sinopsis bagian bawahnya,,, amit2 dah, di awal aq rada empat tpi ternyata dia bertingkah seperti pelacur. maaf ya aq komen jht,tp aq sbg perempuan sungguh ilfeel
Jeni Safitri
Itukan derita mu luna siapa suruh ngk jujur sama ortu bahkan sama adith bukankah adit sudah tau keadaanmu dan siapa gandhi. Seharusnya kamu jujur aja dan minta tolong sama dia dgn baik2 pasti dia akan bantu.
Jeni Safitri
Kenapa luna ngk junir aja ya
CallMeLyla
aku gereget mentari nya lemahh😂😂
vanillarose
Baca novel terbaru author bertema pelakor, judulnya Imperfect Marriage. Dijamin menguras emosi. Thanks :)
Ara
si luna hamil anaknya gandhi pasti, karena kan luna baru bbrp hari berhubungan sm adit
mega keyna
mkanya sy bilang perempuan ngk pnya harga diri,kd erosi aku baca kisahnya luna,ada perempuan yg kayak gni
mega keyna
aku perempuan tp ko ngrasa jd sakit hati sm luna,ngk punya harga diri,gampang banget mainin perasaan hati,ngapain msh mau brtu dgn gandi kan udh tau ada magsudnya,bodoh banget kan,,,
mega keyna
udh tau gandi jahat,luna jg bidoh,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!