NovelToon NovelToon
Story' Of Blue Sky

Story' Of Blue Sky

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Fanfic
Popularitas:172.3k
Nilai: 5
Nama Author: Marcelina Andrian Putri

Sinopsis

Ini bukan kisah gadis cantik yang kaya raya dijodohkan dengan pria tampan nan rupawan yang juga orang kaya raya

Ini bukan cerita seorang preman sekolah tukang bully jatuh cinta dengan seorang gadis cupu berkacamata hitam tebal dengan rambut di kuncir dua

Ini bukan cerita seorang most wanted pria bertemu dengan gadis pindahan yang cantik seperti Dewi Fortuna

Ini bukan cerita badboys bertemu dengan gadis baik dan lugu

Ini bukan cerita pria mesum bertemu dengan gadis polos

Ini bukan cerita Cinderella yang di pakaikan sepatu kaca oleh pangeran

Ataupun seorang gadis yang ambisius berusaha meluluhkan hati pria dingin.

Ini cerita biasa, tentang kehidupan seorang gadis remaja yang tumbuh di lingkungan baru.

Tentang gadis yang hidupnya berubah 180 derajat, gadis biasa yang tidak terkenal di sekolahnya. Tidak terlalu cantik, biasa saja tidak ada yang menarik dalam dirinya. Namun siapa sangka ada hal yang selama ini gadis itu sembunyikan, juga tentang cinta dan cita yang melekat dalam romansa persahabatan. Tentang aku dan kamu yang terikat namun beranggapan tidak bisa bersama. Ingat di bukan kisah putri seperti kartun Disney yang sering kalian tonton.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marcelina Andrian Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Story' Of Blue Sky 21

Terkadang Perhatianmu Membuatku Salah Dalam Mengartikannya.....

-Al Biru

.

.

happy reading:')

Yang di katakan Langit satu hari yang lalu benar. Ya Biru tidak di perbolehkan untuk bersekolah, saat gadis itu membujuk bundanya untuk pergi ke sekolah bundanya melarang karena Langit akan marah apalagi mengingat kondisi putrinya yang tak baik-baik saja kemarin.

Alhasil selama satu hari Biru tidak boleh kemana-mana ia selalu dirumah dan Langit pria itu tidak juga menjengguk dan menemani dirinya disini.

Gadis itu mengikat rambutnya tinggi-tinggi kemudian menyematkan kunciran hitam di rambutnya, tak lupa memoleskan sedikit make up dan liptint tipis agar wajanya tidak terlihat seperti mayat karena pucat.

Tok tok

Suara ketukan pintu membuat gadis itu menghentikan kegiatannya sejenak.

"Bi ada Langit di bawah turun sarapan nak" ucap suara dari balik pintu putih miliknya.

"Iya bun bentar".

......

Di meja makan, suara hening tercipta ya keluarga Biru menerapkan aturan bahwa saat sedang makan tidak boleh ada suara apalagi mengobrol karena itu merupakan pantangan. Entah kenapa Biru merasakan dari tadi Langit menatapnya dengan tatapan intens, Biru mencoba mengabaikannya.

"Kami permisi dulu tante om" ucap Langit ketika telah berada di depan teras rumah Biru.

"Hati-hati di jalan ya, sekalian bunda titip Biru tolong di jagain anak nya Lang".

"Iya tan, assalamualaikum" ucap Langit kemudian tangannya terulur untuk mencium telapak tangan kedua orang tua gadis itu.

"Biru pamit Ayah Bunda".

"Hati-hati di jalan" ucap mereka serempak melihat kepergian kedua muda mudi itu.

Motor Langit membelah jalanan kota Bandung dengan pelan tidak ngebut. Biru melingkarkan kedua tangannya di jaket kulit yang di kenakan Langit, tak butuh waktu lama motor itu sudah berhenti di pelataran parkiran motor sekolah baik Biru dan Langit turun dari motor.

Entah kenapa dari setelah gadis itu melepaskan helm bogonya, Langit tak henti-hentinya menatap dirinya.

"Ada apa? Lo liatin gue kayak gitu?".

"Lo dandan?" Bukannya membalas Langit malah balik bertanya.

"Hah?" Ucap Biru refleks.

"Lo dandan, kunciran buat apa?" Suara Langit meninggi satu oktaf entah kenapa dia tidak menyukai sahabatnya merubah sedikit penampilannya, ya sedikit.

"Emangnya kenapa? Salah?" Tanya Biru kebingungan.

Langit menyugar rambutnya frustasi, ia kemudian menarik kunciran rambut Biru yang memperlihatkan leher jenjang gadis itu. Ia tidak suka, tidak menyukainya karena sedari mereka memasuki area parkir anak-anak cowok di parkiran menatap Biru dengan tatapan memuja seolah-olah menginginkan gadis itu dan Langit tidak menyukainya catat Langit tidak menyukai itu.

"Loh kok di lepas?" Sebelum Biru menguluarkan protesannya Langit mengambil tisu basah yang ada di kantong jaketnya memberikan tisu itu kepada Biru.

"Hapus make up lo".

"Kenapa?".

"Lo kayak lenong" ucap Langit, membuat Biru membeo ia sontak melihat pantulan wajahnya di spion motor Langit.

"Gue gak kayak lenong, mata lo yang salah" ucapnya, kemudian memberikan tisu basah itu ke Langit lagi.

"Gue nggak suka, Di".

"Gak suka apa?".

Bukannya kembali menjawab Langit berjalan maju kemudian tangan kekarnya menghapus make up yang ada di wajah Biru dengan lembut. Jantung Biru berdegup ketika kedua netra mereka bertemu, mata zamrud milik langit dan mata cokelat miliknya, apalagi duru wangi mint dari nafas Langit membuat ia salah fokus karena wajah mereka sangat dekat.

"Gue gak suka lo dandan, bukan dalam artian gue benci lo dandan tapi---" Langit sedikit memberi jeda pada kalimatnya.

"Gue gak mau mereka liat lo dandan karena takutnya mereka bakal suka sama lo" ucap Langit menoleh ke arah sekumpulan anak-anak yang duduk di atas motor mereka sambil menatap ke arah mereka berdua.

"Lo paham, gue takut mereka macam-macam sama lo dan gue ga suka lo dandan di liatin orang lain. Kalo mau dandan cantik cukup tunjukin ke gue aja" ucap Langit kemudian menepuk-nepuk punca kepala Biru, kemudian berjalan meninggalkan gadis itu duluan karena telah membersihkan make up gadis itu.

Biru yang kesadarannya belum pulih dengan kalimat manis Langit sontak memegang dadanya dimana jantungnya berdegup kencang tadi.

"Langit sialan bisa buat gue mati muda" omelnya kemudian berjalan mengejar Langit yang sudah masuk ke koridor.

......

"Kemarin ada ulangan fisika dadakan Bi" ucap Ana.

"Lo udah mendingan kan?" Tanya gadis itu sekali lagi.

Biru menganggukan kepalanya menjawab. Ia mengambil buku pelajaran sejarah dan kotak pensil dari dalam tasnya.

"Trus kalo susulan gimana?" Tanya Biru menatap Ana setelah mengeluarkan kebutuhan belajarnya.

"Kata buk Wilna ke kantor aja istirahat pertama" Timpal Ana.

"Oh oke makasih Na" tak lama bu Rosi selaku guru sejarah masuk kedalam kelas dan memulai KBM selama dua jam.

Kringg

Bel istrahat berbunyi, setelah pelajaran sejarah, dan matematika yang cukup menguras otak itu Biru melangkahkan kakinya menuju ruang guru yang terletak di gedung utara. Dengan di tangannya mengendong dua buku yaitu buku cetak fisika dan sebuah buku tulis tak lupa kotak pensilnya.

Ia berjalan dengan santai, namun ia merasakan keanehan ketika banyak orang-orang yang berbisik-bisik saat ia berjalan seolah-olah membicarakannya.

Di simpang lorong, ia melihat sekumpulan anak sedang duduk dan membicarakan sesuatu yang menarik, ia memberhentikan langkahnya mencoba menguping.

"Jadi cewe yang di slamatin Langit kemarin anak 11 Mipa 1? Siapa namanya?".

"Hah Al Biru Verandita Rahman? Si murid baru?" Tanya siswi itu pada temannya.

"Bukannya, dia rival Langit? Waktu itu kan mukul Langit karena Langit mau bully Ana" tanya siswi satu lagi.

"Gue tahu, tapi memang yang di tolong si Biru, tadi aja mereka pergi boncengan dan gue liat si Langit protec banget ke si murid baru".

"Kayaknya pacar baru langit".

"Gak mungkin" elak salah satu gadis.

"Gak mungkin apanya, ya mungkinlah secara kemarin pas Biru tenggelam Langit marah-marah ke Fando trus marah ke pak Dian yang gak ada disana malah sibuk makan ke kantin".

"Kalo bukan pacarnya kenapa harus cium si Biru di kolam sok-sokan ngasih nafas buatkan tapi berkali-kali".

"Lagian kenapa dia se khawatir itu pas Biru gak sadar-sadar kemarin?".

"Pasti mereka ada hubungan lebih" ucap salah satu siswi itu mengakhiri obrolan singkat kemudian mereka pergi meninggalkan koridor.

Biru mendengar semuanya. Ternyata berita ini yang membuatnya di lirik murid-murid sepanjang jalan.

"Pacar baru Langit?" Batin Biru menggeleng mendengarkan penuturan gadis itu barusan.

"Mungkin gue sama dia cuma friendzone" ucapnya sambil tersenyum sendu kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang guru untuk ulangan susulan.

1
Anonim
cerita yg "biasa"...mlh asyik bacany
Daryanti Sulanjari
mpe lupa nama2 karakter di sini saking lama
kenzha
apalagi ini😭
ksian langit biru kapan bahagianya
kenzha
thor.. apa bnr yg dblg Farel klo langit sprt itu k adx ny Farel
jgn deh.... aq hrp itu hny slah pahamnya Farel atw hny akal2an Farel biar biru bnci langit
kenzha
aq mah ogak sama org kyak Farel wlpn dy ada slma 10th.....
Weli Ani
lanjut
Weli Ani
semangat thor ceritanya bagus
Anita Ria
semangat ya thor... pasti bisa 😊
kenzha
smngat thor
aq kawal langit biru smpai sah😁
Anita Ria
Semangat trus thor 👍👍
kenzha
lanjut thor.....
Nur Anisah Anto
awan mana
Dewi Yanti
nyesek sumpah thorrr bacanya😭😭😭😭
Dewi Yanti
nyesek banget njirrr bacanya😥😥
💞Aulia Adriani💕
semangat
kenzha
wih. yg dtunggu2...... lanjut thor aq setia mnunggu
Celinee
makasih ya readers peluk online dari anak Palembang;)
Mirdhawati mirdha
rindu dgn kelanjutan.y
Yhou Ann Yhoung Anninie
lanjut aja dikit" gpp thor 👍
Neno
g pa2 thor,yg penting ceritax lanjut,semangat💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!