Disarankan untuk membaca novel My Perfect Boss ya...ini skuel ke 3 SIK + kelanjutan kisah cinta anak Micha dan Axelle.
Hubungan Krisna dan Fiona berubah sejak insiden penculikan yang terjadi pada Krisna saat usianya mencapai 15 tahun.
Seorang Krisna yang hangat, ramah dan ceria kini menjadi sosok yang jarang bicara, dingin dan sangat acuh bahkan terhadap keluarganya sendiri.
Namun ambisi dalam mengelola perusahaan papanya, Krisna sangatlah sukses dan mampu membuat perusahaan sang papa berkembang pesat.
Hingga satu keputusan Krisna pergi ke Los Angeles untuk mengurus cabang perusahaan barunya. Akan tetapi hal itu tidak menghalangi Fiona untuk terus berusaha mengejar cinta Krisna kembali.
Akankah Fiona mampu mengembalikan diri Krisna yang dahulu? Akankah rahasia penculikan itu mampu Fiona bongkar dari mulut Krisna?
Dan apakah kisah cinta mereka akan berakhir bahagia?
Cus kepoin yuk novel Author yang satu ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon may leni andiarsi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teringat
Seketika Fiona menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Dia baru menyadari, bahwa dirinya tanpa sadar menyebut nama pria yang selama ini sudah coba dia lupakan.
“Bodoh! Mengapa aku menyebut namanya lagi?!” Rutuk Fiona pada dirinya sendiri.
Fiona lalu bergegas memasuki mobilnya dan melaju pergi menuju rumahnya. Kini Fiona tidak lagi serumah dengan orang tuanya. Karena Fiona tidak ingin orang tuanya terus mengatur hidupnya.
Setelah pulang dari Los Angeles 6 bulan yang lalu, kedua orang tuanya sangat khawatir pada Fiona hingga mereka melakukan hal-hal yang membuat Fiona tidak merasa bebas. Maksud dari kedua orang tuanya memang baik, supaya Fiona segera melupakan Krisna dan tidak sedih lagi.
Akan tetapi hal itu malah membuat Fiona jengkel, karena papa dan mamanya sering kali mempertemukan dia dengan anak dari bisnisnya. Fiona tidak suka untuk di jodohkan, meskipun itu demi kebaikannya.
Fiona sudah mampu mengatasi hatinya sendiri tanpa campur tangan dari orang tuanya. Sehingga hal inilah yang membuat Fiona memilih untuk membeli rumah sendiri.
Sesampainya di rumah Fiona melempar tas kerjanya di atas sofa kamarnya, dia segera melemparkan tubuhnya ke atas ranjang. Rasa penat dan lelah seketika menyergap keseluruh tubuhnya.
Ya setelah dia bertekad untuk melupakan Krisna, Fiona memilih untuk menyibukkan dirinya dengan berbagai pekerjaan di perusahaan papanya.
“Huhft!! Aku sangat benci saat seperti ini. Dan aku pasti akan selalu teringat tentangnya.” Ucap Fiona lirih.
Fiona teringat lagi saat terakhir dia bertemu dengan Krisna, dari saat itu Krisna pun tidak ada kabar lagi. Berita tentangnya yang biasanya selalu menjadi hot news kini pun seakan hilang.
Fiona ingin sekali menghubungi Krisna, dia tahu mungkin dia akan sakit hati lagi. Namun kerinduannya pada Krisna sungguh menyakitkan bagi Fiona.
Fiona kemudian bangkit dari ranjangnya dan berjalan ke arah balkon kamarnya. Lalu dia duduk di lantai balkon tanpa alas. Matanya menatap ke arah langit, melihat bintang-bintang seakan sedang tersenyum kepadanya.
“Wahai bintang di tengah gelapnya malam, kau menerangi langit yang gelap gulita, menyinarinya dengan sinarmu yang indah, andai aku bisa menitipkan rinduku ini padamu, sampaikanlah pada orang yang ku rindukan di sana. Rindu yang lama terpendam, namun tak bisa di ungkapkan, hati tersayat namun cinta ini terus berkembang tanpa sadar.” Tak teras setetes demi setetes air mata Fiona mulai membasahi pipinya.
Dalam hati Fiona ia mengucapkan rangkaian kata-kata itu berharap cintanya di sana masih merasakan rindu padanya meski hanya sebesar satu bulir nasi.
“Aku benci kamu Krisna! Tapi aku juga merindukanmu!” Isaknya.
Fiona lalu menangkupkan kedua tangannya pada lututnya dan merebahkan kepalanya di atas lengannya. Dia hanya bisa menangis, tak mampu berbuat apapun.
Kisah cinta memang tak selalu manis, tapi apakah Fiona bisa menemukan pengganti Krisna? Hati dan pikirannya sungguh telah di penuhi oleh Krisna, karena harapannya memang bisa hidup bersama Krisna selamanya.
Akan tetapi kini harapan tinggal harapan, Fiona merasa lelah akan hal percintaan. Hatinya tak sanggup lagi menampung orang lain selain Krisna. Meskipun mungkin Krisna sudah bahagia bersama wanita lain di sana, namun hati kecil Fiona sangat berharap Krisna masih bisa kembali padanya.
“My love Krisna, I miss you so much, I'm fragile without you, I really need you to always accompany me by my side.”
“Serasa aku tak sanggup menjalani hari-hariku terus seperti ini tanpa dirimu.”
Tangis Fiona kembali pecah, tak ada yang bisa mengganggunya malam ini. Fiona menangis sesuka hatinya, tanpa ada yang tahu saat ini dirinya begitu rapuh.
Nguiiiiiiinggggg!!!
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
...#Jeng jeng jeng!!!...
Bonus 1 hari ini, kelanjutannya belum ngetik + lagi mikir, jadi para readers setiaku di mohon bersabar ya. Othor lagi mikir keras biar cerita ini semakin menarik dan pastinya episode di novelku yang ini nggak akan panjang(kasih bocoran nih)
Hayooo siapa yang bisa tebak suara apa itu?? Silahkan komen di bawah ya👇 dan jangan lupa berikan like ❤️ untuk othor yang super sering gabut ini..😁 Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini..🙏😘