Ibrahim Adlan baru menyadari telah jatuh cinta pada Najwa aulia,di saat gadis itu sudah di persunting oleh kakak sepupunya sendiri yang bernama Irfan Zidni.
Mempercepat keberangkatannya untuk melanjutkan study ke Ummul-Quro adalah langkah yang di tempuh oleh Ibrahim Adlan untuk menghindari pernikahan gadis yang di cintainya begitu dalam itu.
Disaat,Ibrahim Adlan sudah memiliki kemantapan hati untuk melupakan perasaannya setelah dua tahun berlalu,ia mendapat kabar kalau Irfan Zidni meninggal karna sebuah kecelakaan.Bukannya pulang untuk meraih kembali cintanya,Ibrahim Adlan justru menyerahkan perjalanan cintanya pada kehendak Taqdir.
Saat ia pulang dua tahun kemudian,keluarganya menjodohkannya dengan Aisha,gadis cantik yang sepadan dengannya.yakni sama-sama anak Kyai pemilik pesantren.Di saat yang sama ia juga kembali bertemu dengan Najwa Aulia yang masih di cintainya tanpa jeda.
Siapakah kemudian yang akan di pilih oleh Ibrahim Adlan.Apakah Aisha yang telah di anggapnya sebagai adik,ataukah Najwa yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengannya,yang mungkin tidak akan di setujui orang tuanya..
Untuk tau jawabannya,simak ceritanya yukk..
ENGKAULAH TAQDIRKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Engkaulah Taqdirku 23
" Biar Ummi saja Mbak" Aisha mengangkat tangannya dan sedikit menelengkan kepalanya ketika Najwa kembali meletakkan kain kompres di dahinya.
" Gak apa-apa dik,Ummi juga lagi kurang sehat "
Najwa melihat ibu mertuanya itu berkali-kali memijit pelipisnya.Perubahan yang terjadi pada Aisha setelah
Ibrahim Adlan menolaknya cukup membuatnya sedih.Di tambah lagi,kini putrinya itu jatuh sakit.
Nyai Masturoh merasa semakin tertekan.
Najwa menatap wajah Aisha yang pucat.
" saya antar ke dokter ya dik "
" Nanti saja sama Mas Fathan "Aisha menjawab lirih dengan mata yang tetap terkatup rapat.
" Mas Fathan lagi ada pengajian kitab di musholla "
Aisha menghela nafas,perlahan membuka matanya menatap ke arah Najwa. " saya gak sakit,gak perlu ke dokter..".
" Dik Aisha demamnya tinggi sekali, "Najwa menatap prihatin.Bagaimana bisa Aisha mengatakan dirinya tidak sakit. Padahal wajahnya pucat,panasnya tinggi dan ia hampir gak mampu untuk membuka mata. Atau mungkin ia tidak mau pergi ke dokter di antar Najwa.
" Najwa benar Aisha." Nyai Masturoh menimpali
" kamu harus ke dokter,biar Najwa yang antar!"
Sembari menunggui Aisha di kamarnya.Najwa membuka-buka buku untuk menghilangkan suntuk.
Setelah minum obat dari dokter tadi ,Aisha langsung tertidur di tunggui Nyai Masturoh.
Najwa memasuki kamar itu setelah sholat isya' di dapatinya Nyai Masturoh hampir terlelap di kursi.Ia segera meminta umminya itu untuk istirahat.
" titip Aisha ya nak!"demikian kata nya sebelum keluar dari kamar.
Beberapa jam telah berlalu.Najwa tak jua dapat memejamkan mata. Akhirnya ia memilih membaca saja.
" Mbakk..!!"terdengar panggilan Aisha.
" Dik.sudah bangun?? " Najwa terlonjak senang.
" Kok Mbak disini?" Ummi mana?"
" Ummi baru saja istirahat dik. Dik Aisha perlu apa,biar saya ambilkan."
"..."Aisha menggeleng.Ia menatap Najwa cukup lama
" Kenapa dik?"
" Mbak istirahat saja.Saya gak usah di tunggui."
" Ia nanti,setelah dik Aisha tidur ..." Najwa senyum.
Aisha kembali memejamkan mata dan terdengar helaan nafas beratnya.Najwa tau ada yang tengah memberatkan gadis itu.Namun ia menunda untuk
bertanya karna keadaanya saat ini.
Setelah beberapa saat berlalu.Aisha membuka matanya kembali ,menatap Najwa sendu.
" Mbak masih di sini?"
Najwa tersenyum lembut.
" Saya gak mau merepotkan Mbak.." Aisha berkata dalam ." Mbak istirahat saja!."
" Dik Aisha..gak mau saya disini?" Najwa bertanya pelan.
" Maaf Mbak..,tapi saya justru gak bisa tenang kalau di sini ada Mbak Najwa.."
degg
Jelas kini,kalau Aisha menolak keberadaannya.
Tentu saja Najwa merasa tidak nyaman.Aisha yang biasanya selalu ceria.Ramah dan akrab kepadanya kini seakan menjaga jarak.
" Ada apa sebenarnya dik?" Najwa tak paham menatap Aisha.ia tau gadis itu tengah terluka tapi apa hubungannya dengan dirinya.
" Maaf Mbak..tapi memang itu yang saya rasakan.."suara Aisha terdengar bergetar,sepasang matanya berkaca,dan titik bening itupun jatuh.
Meski tanda tanya di hatinya semakin kuat,namun Najwa tak ingin memaksa.Najwa bangkit dari duduknya.
" baiklah dik,saya keluar.kalau butuh apa-apa saya ada di depan kamar..panggil saja ya.."
Najwa Aulia menghela nafas.Kini ia bukan hanya tak bisa tidur,tapi bahkan tak mau tidur.Ucapan Aisha sukses menggelisahkan perasaannya.
Selama lebih dari dua tahun ia berada dalam keluarga ini.Keluarga yang sudah di anggapnya keluarganya sendiri.Pun sebaliknya.selama itu pula ia selalu mengedepankan kepentingan seluruh keluarga ini di bandingkan dirinya sendiri.Karna ia sadar keberadaaanya di sini adalah sebentuk pengabdian.Oengabdiannya kepada mendiang suami, yang sangat mencintainya selama ini.
Pernikahannya dengan Irfan Zidni memang baru berjalan dua tahun.Ketika kematian memisahkan mereka.Dan bukan hanya Najwa yang sangat terpukul dengan kepergian Irfan Zidni yang terlalu cepat,terlebih juga Nyai Masturoh ibundanya.
Sejak kecil ia tak dapat mengasuh sendiri putranya,di karenakan tak mampu melawan kehendak ibu mertuanya,yakni nenek Irfan Zidni yang bersikeras untuk mengasuh cucunya sendiri.Hanya beberapa kali saja Irfan Zidni mengunjunginya ke Al-Bustan
setelah ia beranjak dewasa. Dan lagi-lagi karna sang nenek yang terlalu mengekangnya untuk bersama
ibunya karna takut akan kehilangan cucu tersayangnya itu.
Betapa terlukanya Nyai Masturoh dengan kepergian putranya itu. Betapa ia sangat merasa berhutang kasih sayang kepada putra yang tak selalu ada bersamanya itu..iapun meminta ijin kepada Kyai Faqih Zayyad suaminya untuk mengajak Najwa tinggal bersamanya,demi menebus rasa bersalahnya pada
Irfan Zidni.
Namun tak seratus persen keinginan itu bisa terpenuhi.Dan kali inipun berlawanan dengan mantan ibu mertuanya juga yang juga ingin hidup bersama Najwa Aulia .
Maka dengan bijak Najwa membagi waktunya.Ia tetap tinggal di rumah suaminya bersama sang nenek,dan ada beberapa hari pula dalam seminggu ia mengajar ke Al-bBustan,tempat ibu mertuany, dan menginap di sana barang satu atau dua hari.
Selama lebih dua tahun ia menjalani semuanya.
Hidup bersama keluarga mendiang suaminya.Selama ini semuanya selalu baik baik saja.Tapi kini entah apa yang terjadi..sesuatu yang sangat tidak mengenakkan itu jelas terasa.Hatinya menjadi kebas.
" Najwa..Najwa..!!"
Nyai Masturoh menepuk lembut pundaknya.
Najwa yang baru saja terlelap itu segera membuka mata." Ummi..!"
" Kenapa tidur di sini nak?"
" Dik Aisha gak mau saya tunggui,tapi karna hawatir terjadi apa-apa jadi saya menjaganya dari sini.."
" Maafkan Aisha ya..nak,ia mungkin masih belum bisa menerima.."
" Menerima apa Ummi??" Najwa menatap Nyai Masturoh penuh tanya.
wanita baya itu senyum."Istirahatlah di kamarmu,ini sudah hampir subuh.Ummi yang akan jaga Aisha!!"
nangiss bombay malam2 😭😭