NovelToon NovelToon
Catatan Akhir Sekolah

Catatan Akhir Sekolah

Status: tamat
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:43.8k
Nilai: 4.1
Nama Author: Ridho pradana

"Catatan Akhir Sekolah” bercerita mengenai 4 orang yang merupakan sahabat, mereka selalu Membuat masalah di sekolah dan mereka selalu bersama-sama apa pun keadaannya, kisah yang mana suatu ketika salah satu dari mereka yang mempunyai wajah tampan.

Ia selalu memberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan perempuan- perempuan yang suka dengannya, dan ketika salah satu dari perempuan itu ada yang benar-benar tulus mencintainya, tapi ia tetap saja memberi harapan palsu dan mempermainkan perasaan perempuan itu, hingga pada akhirnya ia menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridho pradana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehidupan Setelah Lulus 23

Hatiku tersentuh saat Nisa membalas perkataanku, aku merasa bersalah, tapi aku tetap harus tegas.

"Kerja masih banyak yang halal dan gak mesti jadi perempuan penggoda kan?" tanya Ardi.

"Oke kalau alasan kalian seperti itu, Di ambil uang 20 juta sekarang, nih ATM nya!" tegasku.

"Oke Do," jawab Ardi.

Setelah Ardi selesai mengambil uang.

"Nih gua kasih 20 juta buat kalian ber 4, dan kalau sampai gua lihat kalian masih jadi perempuan penggoda, gua gak akan segan-segan buat habisin lu semua, meskipun kalian perempuan, gua peduli!" ancamku, kepada 4 perempuan penggoda.

"Iya, makasih Do," sahut ke 4 perempuan penggoda.

"Oke gua janji Do, dan bisa gua pasti in ini bakal jadi hari terakhir gua menjadi perempuan penggoda," kata Nisa.

"Oke, gua pegang omongan lu," jawabku.

Meskipun uang tabunganku habis, tapi mudah-mudahan ke 4 perempuan itu bisa menjadi lebih baik.

... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Saat aku berkumpul di malam hari bersama teman-temanku, tiba-tiba Arnes datang bersama Putri ke tempat tongkronganku.

Hatiku benar-benar sakit, aku lihat Putri seperti nya sangat senang, saat dia bersama Arnes, aku dan Putri tidak lagi saling menyapa, tapi kami hanya saling melihat dan cuek seperti tidak pernah mengenal sebelum nya.

Sakit rasa nya hatiku melihat Putri dan Arnes saling bergandeng tangan, aku juga tidak tahu dia sudah berpacaran atau belum, tapi yang aku lihat dia sangat dekat dan mesra.

"Pajak jadian lah Nes?" tanya Amel, sambil tersenyum.

 "Apaan sih lu," jawab Arnes, tersenyum.

"Emang gak punya perasaan si Arnes, sabar ya Do?" tanya Ardi, kepadaku.

"Sabar Do, Putri juga seharusnya dia tuh gak ke sini, kan dia tahu pasti ada lu di sini, dan lu bakal sakit hati," tegas Tiara.

"Itu hak dia Ra, biar in aja lah, dia juga kan bukan siapa-siapa gua lagi," lirihku.

Putri sering sekali melihat ke arahku, tapi aku mencoba untuk tidak melihat ke arah dia.

Perasaanku benar-benar sakit, aku tidak rela melihat Putri dengan Arnes, apalagi Arnes itu playboy, dan aku takut Putri kecewa.

"Guys gua pergi dulu ya," kataku, karena merasa tidak rela melihat Putri dan Arnes.

"Ke mana Do, gak asyik lu ah?" tanya Ilham.

"Ada urusan Am," jawabku.

"Urusan perempuan ya," kata Ilham, sambil tertawa.

"Gua teman in ya Do," bisik Ardi.

"Iya Do biar kita teman in ya, gua paham, apa yang lu rasain sekarang," bisik Bagus.

"Iya," kataku.

"Maaf in aku ya Do, pasti kamu cemburu liat aku sama Arnes, aku begini agar kamu bisa lupa in aku, maaf aku sudah jahat," gumam Putri, sambil melihat ke arahku.

Aku bersama Ardi dan Bagus pergi ke suatu tempat yang menurutku tempat itu sangat tepat untuk galau.

"Lu liat Nes kalau sampai lu bikin Putri menangis, gua bakal bikin lu mati!" Gumamku.

"Gua masih gak sangka, Arnes tega banget sama lu Do?" tanya Ardi.

"Iya teman makan teman," jawab Bagus.

 Aku terdiam.

Setelah aku sampai di rumah, aku masih terus mengingat Putri, pikiranku kacau.

... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Keesokan harinya Arnes dan Putri datang lagi ke tempat tongkronganku untuk memberitahukan informasi kalau dia dan Putri sudah resmi berpacaran.

Dan dia juga mentraktir semua teman-teman untuk makan sepuasnya di Warung Babeh.

Saat aku melihat Ardi dan Bagus berdebat dengan Arnes, aku langsung pergi, karena kesal dan cemburu.

"Lu tega Nes, sama teman lu sendiri!" bentak Ardi.

"Tega apa anjing!" jawab Arnes.

"Lu tega Nes, udah tahu Putri itu mantannya Ridho, tapi lu tega!" bentak Bagus.

Putri terdiam saat melihat Arnes, Ardi dan Bagus berdebat.

"Tega apa, sekarang gua tanya sama lu, dia masih pacaran gak sama Putri, enggak kan, jadi bebas buat gua!" bentas Arnes, kepada Ardi dan Bagus.

"Bacot lu, mendingan lu ribut sama gua ayo!" bentak Bagus.

"Ayo mau di mana, culun aja belagu lu!" jawab Arnes.

"Lu pada semua kan teman, gak bae pada ribut, kalau lu masih mau ribut mendingan pergi dah jauh-jauh, jangan berantem di depan warung gua, paham lu!" bentak Babeh Warung.

"Lu juga Put, gak punya perasaan!" sindir Tiara.

Putri menangis dan pergi.

Ardi menceritakan hal itu kepadaku, dan aku kesal mendengarnya, apalagi saat aku mendengar kalau Putri itu menangis, amarahku semakin tidak terkontrol.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Saat kami berkumpul, Arnes datang dan dia mengundurkan diri dari The Killer.

"Gua keluar dari The Killer!" ungkap Arnes.

"Kenapa Nes, kita kan berteman udah lama, lu kalau ada masalah sama gua, kita selesai in secara baik-baik, gak gini caranya Nes," jawabku.

"Udah biarin Do, gak guna juga dia di sini, kerjanya nyusain doang!" sindir Ardi.

"Diam lu anjing, lu semua bakal gua habisin, gua bakal buat gangster yang lebih kuat dari kalian semua, dan yang pasti gak lemah kaya The Killer!" ancam Arnes.

Aku dan teman-teman saat mendengar Arnes berkata seperti itu, langsung emosi dan mau mengeroyok Arnes.

Tapi aku larang, aku tahu dia menyebalkan,  tapi mau bagaimana pun, dia tetap teman kita yang sedang hilap, dan tugas kita sebagai teman hanya saling mengingatkan, agar dia bisa kembali ke jalan yang lebih baik.

"Udah kita habisin aja nih anak!" bentak Ilham.

"Sini ayo lawan gua, gak takut gua sama lu semua!" jawab Arnes.

"Mending sekarang lu pergi Nes, lu kan udah bukan anggota The Killer lagi, jadi buat apa lu di sini!" tegasku.

"Gua juga malas di sini!" bentak Arnes, dan pergi.

"Seharusnya kita habisin dulu Do, biar tahu rasa tuh anak!" kata Bagus.

"Dia tuh lagi hilap Gus, kita sebagai teman harusnya membimbing dia dan mengingatkan dia, agar dia bisa menjadi lebih baik, kalau Arnes tadi kita kerasin, dia bukannya menjadi lebih baik tapi malah semakin melunjak!" tegasku.

"Iya benar Do, kita semua beruntung punya ketua seperti lu, yang bijak dan cerdas," jawab Kobar.

Arnes membuat gangster baru dengan nama Black Devil dan yang menjadi panglima tempurnya adalah dia sendiri, dan ketuanya adalah mantan ketua gang Demon yaitu Albar, Demon adalah gangster penguasa yang tak terkalahkan.

Tapi kami The Killer sama sekali tidak takut dengan geng baru yang di buat Arnes itu, karena kami masih punya tuhan dan kami yakin tuhan pasti akan melindungi kami.

Saat itu aku melihat Arnes dan Putri mereka selalu berboncengan dan kelihatannya mereka sangat mesra.

Saat aku konvoi bersama anggota The Killer, aku berpapasan dengan anggota Black Devil, aku juga berpapasan dengan Putri yang sedang di bonceng Arnes, putri selalu memandang ke arahku, dan aku pun sebaliknya.

Aku tidak menyangka kalau aku sudah berpisah dengannya.

Aku tahu kita memang tidak mungkin lagi bisa bersama, karena aku ingat dengan perkataanmu, yang tidak mau lagi kenal denganku.

1
Wijaya Andre
Buruk
Anonim
good
Anonim
semoga bisa cepet naik level
Anonim
😘😘😘😘😘😘😁
Anonim
bagus bangat lanjut thor
Anonim
😘😘😘⚘⚘⚘
Anonim
good
Anonim
baguss nice
Anonim
hhh
Anonim
😗😗😗😗😗😗😗
Anonim
😘😘😘😘😘😘😘
Anonim
😗🤔😗😘😘😘🤗🤗🤗🤗😎😎
Anonim
😚😚😚😚😚😚😚😚😚☺😚😚
Anonim
😘😘😘😘😘😘😍😍😍
Anonim
😎😎😎😎😎😎😎😎😎
Anonim
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Anonim
😁😁😁😁😁😁
Anonim
😍😍😘😗😗😘😙😚😚
Anonim
😘😗😗😍😍😗😗😍😘😗😗
Anonim
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!