Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal
Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya
Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih
Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami
Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
"Kamu punya buktinya? Atau kamu melihat seperti apa perempuan itu?" Tanya Hanna
Nindy menggeleng "Aku gak liat wajahnya perempuan itu, saat aku mau foto, hp aku lowbat terus mereka pergi dengan mobil suami kamu"
Hanna diam, saat ini pikirannya tengah penuh akan kemungkinan jika suaminya memiliki wanita lain
"Han? Kamu baik-baik aja?" Tanya Laras khawatir
"Aku gak tau"
"Kamu bisa cari tahu semuanya! Mungkin juga Nindy salah paham, bisa aja kan itu rekan kerja Rizal!" Jessica tidak ingin jika sahabatnya yang tengah hamil itu kepikiran
"Maaf Hanna, aku gak seharusnya membuat kamu kepikiran! Maafkan aku"
Nindy merasa bersalah sudah membuat sahabatnya kepikiran. Bagaimana jika masalah ini malah membuat hal buruk terjadi pada Hanna dan kandungannya
"Jessica benar, aku juga gak liat wajah wanita itu. Mungkin memang itu rekan kerjanya Rizal" Ucap Nindy
"Tidak masalah Nin, aku bersyukur karena kamu sudah peduli sama aku"
Sementara itu, Rizal tidak bekerja melainkan kembali kerumah demi menemui Arum
Pria itu ingin mengakhiri semuanya, rumah dan beberapa hadiah tetap akan menjadi milik Arum, namun dirinya akan mengakhiri hubungan terlarang ini dan memilih bersama Hanna
Biarlah kejadian ini terjadi karena dirinya khilaf saja, Rizal tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya dan ini akan menjadi yang terakhir
Begitu melihat Rizal datang, Arum yang tengah bersantai segera menghampirinya dengan wajah tersenyum
"Kamu kembali mas, dimana Mbak Hanna?" Tanya Arum karena tidak melihat Hanna
"Dia ada di salon" Jawab Rizal lalu mendekat "Aku mau bicara!"
Arum mengangguk antusias "Kita ke kamar!" Wanita cantik itu sudah menarik pergelangan tangan kekasihnya
"Kamu mau bicara apa?" Tanya Arum saat keduanya tiba dikamar
"Aku ingin mengakhiri hubungan ini! Anggap tidak ada yang terjadi diantara kita!"
Arum diam, apa maksud Rizal mengatakannya. Mereka sudah sejauh ini dan Rizal seenaknya mengatakan jika dirinya akan mengakhirinya
"Maksud kamu?"
"Aku tidak ingin kehilangan Hanna, aku juga tidak ingin hubungan ini akan menghancurkan pernikahan aku bersama Hanna"
Rizal menunduk, ia mendekat dan meraih tangan Arum "Maafkan aku, aku akan memberikan kamu rumah! Kamu juga bisa meminta apapun dari aku"
"Tapi kamu sudah berjanji bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan aku!" Arum sudah menitihkan air matanya
"Aku mohon mengertilah Arum! Aku hanya ingin menjadi suami yang baik untuk Hanna dan ayah terbaik untuk anak-anakku"
"Kamu egois mas, kamu mengambil semuanya dari aku! Kamu membuat aku jatuh cinta lalu kamu membuang aku begitu saja?"
Arum menatap tak percaya "Kamu jahat!" Rizal menerima saat wanita itu memukul tubuhnya
Tapi keputusan ini sudah ia pikirkan dengan baik. Tidak ada pilihan lain selain mengakhiri hubungan terlarang ini
"Aku tidak akan pernah mengakhiri hubungan kita!" Ujar Arum tegas
"Aku mohon Arum! Kamu bisa meminta apapun!" Rizal berusaha membujuk wanita selingkuhannya itu
"Aku tidak ingin apapun" Tolaknya "Jika kamu mengakhiri hubungan kita, aku akan membongkar semuanya pada mbak Hanna!"
Rizal geram, tangannya terkepal erat. Bagaimana bisa wanita mura___ seperti Arum ini berani mengancamnya
"Berani sekali kamu!"
"Aku tidak ingin hanya dijadikan sebagai pemuas kamu saja mas! Aku ingin punya status! Bukan seenaknya kamu buang setelah kamu puas!" Ucap Arum penuh kemarahan
"Jangan melewati batas! Kamu memang hanya sebagai pemuas, lalu kenapa kamu bisa berharap lebih!" Rizal tertawa sumbang
"Bagaimana bisa aku kehilangan istri ku, hanya untuk wanita yang dengan mudah memberikan tubuhnya pada pria lain!"
Arum jelas marah mendengar ucapan Rizal padanya, bagaimana bisa Rizal mengatakan semua itu setelah apa yang mereka lakukan selama ini
"Kamu lupa? Kamu yang datang sendiri dan menyentuh ku. Kamu yang tidak puas dengan istri kamu dan memilih bersama aku!"
Plak
Arum memegangi pipinya yang terasa perih. Bagaimana bisa Rizal begitu kasar padanya setelah semua yang mereka lalui bersama
"Mas kamu!"
"Jangan pernah mengatakan itu tentang Hanna! Jika kamu berani menyebutkan namanya maka ini yang akan kamu dapatkan!" Ujar Rizal tegas dengan jari telunjuk tepat didepan wajah Arum
"Dengar! Kita akan segera berakhir! Kamu tetap akan memiliki rumah itu, tapi jangan pernah mengatakan apapun pada Hanna!" Rizal mencengkram kedua pipi wanita itu
"Jika kamu ingin hidup tenang maka diam saja! Kamu harus tahu apa yang bisa aku lakukan!"
"Aku akan melepaskan kamu dengan satu syarat!" Ujar Arum dengan suara menahan tangis
"Apa?"
"Sebelum aku pergi, kita akan melakukannya untuk terakhir kali" Rizal tampak diam, jika ini bisa menyelamatkan rumah tangga nya bersama Hanna maka akan ia lakukan
"Baiklah! Tapi setelah itu jangan pernah menampakkan diri lagi di depanku apalagi didepan istri ku!"
Rizal pergi setelah mengatakan itu, tidak ada ruginya, ini mungkin akan berat karena dirinya yang telah candu akan tubuh Arum
Namun Rizal tidak ingin mempertaruhkan rumah tangganya, dirinya hanya ingin terus bersama istrinya. Ia akan melakukan apapun agar Hanna tetap bersamanya
Harusnya ia bisa menahan diri, tidak berpikir untuk mengkhianati pernikahan yang sudah berjalan sepuluh tahun lamanya
"Hanna tidak akan mengetahui semuanya. Arum hanya akan menjadi kenangan yang akan aku lupakan!" Batinnya lalu masuk kedalam mobil dan berlalu dari rumah
Sementara itu Hanna tidak bisa berhenti memikirkan ucapan Nindy, bagaimana jika suaminya benar-benar selingkuh
Tapi hatinya masih menolak, Rizal begitu mencintainya rasanya tidak mungkin dia berpikir untuk mendua
"Aku harus bicara sama mas Rizal!"
Sejak tadi Hanna diam saja, hal ini jelas membuat Rizal bertanya-tanya. Apa yang membuat istrinya ini diam saja, bahkan Hanna tidak menyambutnya seperti biasanya
"Sayang" Rizal menggenggam tangan istrinya membuat Hanna tersadar dari lamunannya
"Iya mas?"
"Ada apa? Kamu melamun?"
Hanna menggeleng, namun setelah itu ia menatap suaminya dengan lekat membuat Rizal terlihat khawatir
"Ada apa? Kamu kok liatin mas gitu banget?" Rizal berusaha menormalkan raut wajahnya
"Bisa aku tanya sesuatu?"
"Tentu saja, kamu mau tanya apa?"
"Kamu bersama siapa dua hari yang lalu?" Rizal diam, apa maksud dari pertanyaan Hanna. Dua hari yang lalu ia bersama Arum seharian, mereka makan siang bersama lalu menghabiskan waktu dirumah baru, tapi bagaimana Hanna bisa tau?
"Mas kerja, sayang! Memangnya mas mau dimana lagi?" Rizal dengan susah payah membuat wajahnya tetap normal
"Dua hari yang lalu, Nindy melihat kamu bersama seorang wanita di restoran" Rizal menatap istrinya dengan tatapan penuh ketakutan "Kamu bersama siapa?"
"Huh?" Rizal diam beberapa saat, mencoba menemukan alasan yang paling tepat agar istrinya berhenti curiga
"Restoran?" Jawabannya gugup
semoga byk yg baca