NovelToon NovelToon
SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

SISTEM MEDIS SUPER DOKTER LEGENDARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dokter Ajaib
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Bima Aditya, seorang dokter magang yang diremehkan dan dicampakkan kekasihnya demi pria kaya, tiba-tiba mendapatkan keajaiban setelah mengalami kecelakaan tragis. Ia membangkitkan Sistem Medis Super yang memberinya kemampuan bedah tingkat dewa, mata-X, dan pengetahuan medis puluhan tahun, dengan syarat ia harus terus menyelamatkan nyawa pasien di lapangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Namun, di saat Bima baru saja merasa lega, peringatan sistem tiba-tiba berbunyi nyaring di kepalanya.

[Peringatan Kritis!]

[Terdeteksi reaksi penolakan sistem imun terhadap senyawa alkaloid asing.]

[Suhu tubuh pasien akan melonjak tajam dalam waktu sepuluh detik.]

Mata Bima langsung membelalak kaget.

"Ahhh!"

Kiara tiba-tiba menjerit tertahan dan memegangi kepalanya dengan kedua tangan.

"Panas... seluruh tubuhku terasa seperti terbakar, Kek!" teriak Kiara histeris.

Kakek Darma langsung panik dan mencoba memeluk cucunya.

"Kiara! Ada apa ini, Bima?!"

"Kenapa badannya tiba-tiba menjadi sangat panas seperti bara api?!" bentak Kakek Darma.

Bima dengan cepat memeriksa dahi dan leher Kiara.

Suhunya benar-benar melonjak secara tidak wajar.

"Ini adalah efek samping dari senyawa alkaloid tanaman liar, Kakek Darma."

"Obat itu berhasil menstabilkan jantungnya, tapi sistem imunnya menganggap cairan itu sebagai ancaman."

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?!"

Bima segera membuka tas medisnya yang dibawa oleh Leo.

"Bawakan es batu dan air dingin sebanyak mungkin, sekarang juga!" perintah Bima pada para pelayan.

Bima mengambil satu set jarum akupunktur medis dari dalam tasnya.

"Sistem, beritahu aku titik saraf mana yang bisa menurunkan suhu inti tubuh secara instan," batin Bima.

[Menampilkan rute akupunktur penurun panas darurat.]

[Fokuskan pada titik Dazhui di tengkuk dan Quchi di lipatan siku.]

Bima tidak menunggu lebih lama lagi.

Dia meminta Kakek Darma menahan tubuh Kiara yang mulai meronta karena kepanasan.

"Tahan bahunya, Kakek Darma."

"Saya harus menusukkan jarum ini dengan sangat presisi."

Jleb.

Jarum pertama masuk ke titik Dazhui di bagian belakang leher Kiara.

Kiara tersentak sedikit, namun suhu panas yang memancar dari kulitnya mulai terasa tertahan.

Jleb, jleb.

Dua jarum berikutnya ditusukkan Bima di kedua lipatan siku Kiara.

Para pelayan masuk membawa baskom berisi air es.

Bima menggunakan handuk kecil untuk mengompres dahi dan leher Kiara sambil membiarkan jarum-jarum itu bekerja.

Tiga puluh menit berlalu dengan penuh ketegangan di dalam kamar itu.

Suhu tubuh Kiara akhirnya perlahan turun kembali ke angka normal.

Kiara jatuh tertidur karena kelelahan yang luar biasa setelah menahan panas tadi.

Bima mencabut jarum akupunktur itu dan mengusap keringat di dahinya sendiri.

"Syukurlah masa kritis efek sampingnya sudah lewat," ucap Bima dengan suara lelah.

Kakek Darma duduk lemas di kursi samping ranjang.

"Apakah dia akan terus mengalami demam seperti ini setiap hari, Bima?"

Bima menggeleng pelan dengan ekspresi serius.

"Tidak, reaksi imun ini hanya terjadi pada dosis pertama."

"Tapi ekstrak akar ini ternyata memberikan beban kerja yang berat pada hati dan ginjalnya."

"Apa maksudmu?" tanya Kakek Darma cemas.

"Maksud saya, ekstrak ini tidak bisa digunakan terlalu lama."

"Sistem, berapa lama tubuh Nona Kiara bisa menahan ekstrak akar ini?" tanya Bima dalam hati.

[Kalkulasi toleransi organ dalam selesai.]

[Batas maksimal penggunaan penstabil sementara adalah lima belas hari.]

Bima mengepalkan tangannya kuat-kuat.

"Kakek Darma, waktu kita ternyata lebih sedikit dari yang saya perkirakan."

"Kita tidak lagi memiliki waktu sebulan."

"Jantung Nona Kiara hanya bisa bertahan dengan obat ini selama lima belas hari ke depan."

Kakek Darma menutupi wajahnya dengan kedua tangan, terlihat sangat putus asa.

"Lima belas hari?"

"Bagaimana mungkin kau bisa mencari cara menyembuhkannya secara total dalam waktu sesingkat itu?"

"Saya akan melakukannya."

"Saya janji akan mencari metode genetik itu sebelum hari kelima belas berakhir," ucap Bima dengan tekad membaja.

Bima tahu bahwa dia harus menggila di rumah sakit mulai besok untuk mendapatkan poin reputasi dari sistem.

Sementara itu, di sebuah gedung terbengkalai di pinggiran kota.

Brak!

Sebuah meja kayu hancur berantakan setelah ditendang oleh seorang pria bertubuh kekar.

Pria itu mengenakan setelan jas hitam dengan tato ular mengular di lehernya.

Dia adalah Naga, salah satu bos operasi lapangan dari Sindikat Ular Hitam.

Di depannya, Kevin dan Tuan X berdiri menunduk ketakutan dengan wajah penuh luka memar.

"Kalian berdua membiarkan seorang dokter magang mengacaukan lelang bulanan kita?!" bentak Naga dengan suara menggelegar.

"Bukan hanya itu, kalian juga membuat barang dagangan berharga kita dicuri!"

Kevin memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya sedikit.

"Maafkan kami, Bos Naga."

"Dokter itu sangat licik, dia menggunakan rahasia racun di akar itu untuk menghasut para tamu undangan."

Naga mencengkeram kerah baju Kevin dan mengangkatnya hingga kaki Kevin melayang dari lantai.

"Aku tidak peduli dengan alasanmu, Kevin!"

"Bos Besar sangat marah mendengar kekacauan ini."

Naga melempar Kevin kembali ke lantai dengan kasar.

"Apakah kalian berhasil melacak ke mana dokter keparat itu lari?" tanya Naga.

Tuan X segera maju dan menyodorkan sebuah tablet.

"Kamera lalu lintas kami berhasil menangkap pelat nomor mobil van yang mereka gunakan untuk kabur, Bos."

"Mobil itu terdaftar atas nama perusahaan cangkang milik Grup Pratama."

Naga menyipitkan matanya yang tajam seperti reptil.

"Grup Pratama lagi?"

"Ternyata Darma Pratama masih belum menyerah setelah selamat dari racun parasit kita."

"Dia bahkan menyewa dokter itu untuk mencuri obat dari kita."

Naga mencabut sebuah pisau berburu dari balik jasnya dan menancapkannya ke dinding.

"Kumpulkan semua agen pembunuh yang kita miliki di kota ini malam ini juga."

"Besok malam, kita akan menyerbu Rumah Sakit Medika Utama."

"Kita akan cincang dokter itu dan bakar rumah sakitnya sampai rata dengan tanah."

Kevin tersenyum sinis mendengar rencana balas dendam dari bosnya itu.

"Saya akan memimpin regu penyusup untuk memutus aliran listrik rumah sakit besok malam, Bos."

"Bagus."

"Pastikan tidak ada satu pun orang yang keluar dari rumah sakit itu hidup-hidup besok malam."

"Terutama si dokter magang sombong bernama Bima itu."

Ancaman dari Sindikat Ular Hitam kini tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Perang terbuka antara dunia medis dan mafia pasar gelap akan segera meletus dalam hitungan jam.

Bima Aditya tidak hanya harus berpacu dengan waktu penyembuhan Kiara.

Dia juga harus bertahan hidup dari badai mematikan yang akan menghantam rumah sakitnya besok malam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!