Hastari Ananda adalah seorang karyawati yang sedang giatnya bekerja. Harus mengikuti aturan dari tempat kerjanya untuk mau dimutasi dimana saja.
Dan saat sedang LDR dengan sang pacar ternyata ia mendengar kabar kalau sang pacar akan menikah. Saat sedang dilanda galau datanglah Rama, lelaki yang ternyata menjadi teman hidupnya di masa depannya.
Bagaimana Tari menghadapi semua masalah peliknya, dari keputusan tempat kerjanya, sikap yang diambil saat tau kekasihnya akan menikah dan perasaannya terhadap Rama.
Saksikan semuanya disini ya...CINTAKU LDR TERUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nie Junie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 21 - KARAOKE BARENG
Setelah Tari selesai ganti baju ia langsung mengunci pintu kamar kostnya dan naik ke motor Rama.
"Rama nanti ikutan yuk karaokean sama teman-teman gw!" ajak Faiz
"Boleh deh" kata Rama sambil menyalakan motornya.
Kemudian mereka melaju dikeheningan malam karena saat ini sudah jam setengah 10 malam. Saat di jalan Rama pun memecah keheningan,
"Mau makan apa Tari?" tanya Rama
"Makan apa ya..." jawab Tari sambil berpikir
"Makan nasi goreng aja mau nggak?" Rama mengusulkan sambil menunjuk sebuah warung makan
"Boleh deh" jawab Tari
Rama dan Tari memesan nasi goreng 2 bungkus untuk mereka. Mereka tidak makan di tempat karena akan pergi karaoke nanti jadi agar cepat mereka makan di kost Tari saja.
Setelah selesai membayar mereka pun segera pulang. Di jalan pulang pun mereka hanya diam saja. Sampai Rama lagi yang bertanya,
"Tari kamu ikut nggak ke karaoke?" tanya Rama
"Nggak tau nih Ram, males sebenernya tapi lagi bosan" jawab Tari sambil memanyunkan bibirnya
Rama yang melihat tingkah Tari dari kaca spion motornya hanya tersenyum saja merasa gemas dengan Tari. Lalu Rama pun mengambil kedua tangan Tari dari pinggangnya dan mengeratkan pegangan Tari kemudian. Tari yang merasa terkejut hanya bisa menganga saja dibelakang. Dan saat melihat ekspresi Tari dari kaca spion lagi Rama pun kembali tersenyum.
"Ya udah ikut aja. Nanti aku yang traktir kamu ya" ajak Rama sambil menepuk punggung tangan Tari
Tari pun hanya melongo dan kemudian menganggukkan kepalanya. Bingung! Itu yang sekarang dirasakan Tari. Dan akhirnya mereka pun sampai di kost Tari.
"Iz yang lain pada belum datang?" tanya Tari kepada Faiz yang sedang merokok di depan kamar kostnya
"Belum" jawab Faiz sambil mengeluarkan kepulan asap dari mulutnya
"Iss bau tau Iz! Gw makan dulu ya. Nanti kasih tau kalau udah mau jalan" kata Tari lagi sambil menutup hidungnya. Tari memang tidak suka dengan bau rokok, karena ia akan pusing setelah mencium bau rokok.
"Iya Tar lu makan aja dulu berdua di dalem. Buka pintunya jangan lupa" ucap Faiz lagi sambil mengingatkan peraturan kost
"Iya-iya Iz"
"Yuk Rama makan dulu di dalem. Nanti kan yang lain biasanya kumpulnya di depan kost gw juga" Tari mengajak Rama untuk makan di kamar kostnya
"Iya Tar" jawab Rama
Kemudian mereka duduk berdua di kamar kost Tari. Tari pun menyiapkan dua piring dan dua sendok untuk mereka makan. Baru beberapa suap mereka makan sudah ada Andry dan Agung yang datang dari kost atas.
"Lu pada cepet banget udah turun aja!" kata Faiz
"Nggak apa Iz nanti keburu ditutup" kata Andry
"Lah nanti yang bukain pintu siapa Ndry?" tanya Tari sambil mengunyah makanannya
"Ada Adjie kok. Dia kan orangnya kurang suka karaoke Tar" jawab Andry
"Ya udah kita tinggal tunggu Fendi nih" Agung sekarang yang berbicara
Baru saja Tari dan Rama menyelesaikan makannya datang sebuah motor. Ternyata itulah Fendi. Akhirnya mereka pun segera berangkat menuju tempat karaoke dengan menggunakan tiga motor. Agung dengan Faiz, Fendi dengan Andry dan Tari dengan Rama.
Hanya 10 menit di perjalanan mereka pun sampai. Kost Tari memang letaknya cukup strategis mengingat kostnya berada di jalur utama daerah Jambi.
Mereka pun memesan 1 tempat untuk 6 orang, kemudian memesan camilan dan minumannya. Faiz yang tahu Tari sedang dalam masalah pun selalu menyuruh Tari bernyanyi setidaknya akan membuat Tari melupakan masalahnya sejenak.
Akhirnya 1 jam pun sudah terlewati, dan mereka pun bergegas untuk pulang. Namun Agung dan Andry meminta untuk makan terlebih dahulu sebelum sampai di kost. Karena di kost mereka tidak ada persiapan bahan makanan kalau-kalau mereka kelaparan tengah malam.
Akhirnya mereka pun mampir di warung pinggir jalan yang bernuansa lesehan terbuka. Menyediakan berbagai minuman dan untuk makanan tempat ini hanya menyediakan nasi goreng, mie goreng dan mie rebus juga camilan berupa gorengan. Akhirnya mereka memesan makanan berupa mie, kecuali Tari yang hanya minum saja karena merasa masih kenyang.
30 menit mereka duduk di warung itu dan sudah selesai makan serta remeh temehnya. Mereka pun segera pulang karena sudah larut malam.
"Tari mampir sebentar ya ke mini market" Rama meminta izin kepada Tari agar bisa mampir sebentar
"Iya Ram" kata Tari sambil mengangguk
Tari dan Rama pun turun dari motor dan langsung masuk ke mini market tersebut. Tari kemudian mengambil minuman dan beberapa camilan untuk di kostnya, kemudian berjalan ke kasir dan membayarnya. Sedangkan Rama baru datang ke kasir dengan membawa 1 keranjang belanjaan.
Tari yang heranpun bertanya kepada Rama,
"Banyak banget Rama, mau buat di kost kamu?" tanya Tari yang mulai membedakan cara bicaranya saat dengan Rama karena tidak enak hati jika harus bicara gw lu dengannya.
"Iya Tar" jawab Rama singkat padat
Tari pun hanya menganggukkan kepalanya saja. Kemudian bergegas keluar mini market karena Rama pun sudah selesai membayar.
Saat mereka sampai di kost teman-teman Tari sudah sampai semua dan mereka sedang menunggu Tari. Takut terjadi apa-apa dengan perempuan semata wayang mereka.
"Kemana dulu Tar?" tanya Agung
"Nih anter Rama ke mini market beli camilan" jawab Tari sambil menunjuk kantong belanjaan di motor Rama
"Oh gitu. Ya udah gw sama Andry masuk dulu ya. Adjie udah bukain pintu tuh. Oh iya makasih ya Ram traktirannya"
"Iya sama-sama Gung" jawab Rama
"Iya gw juga masuk dulu ya. Makasih ya Ram traktirannya. Sering-sering aja nih hahaha" ucap Andry sambil setengah berlari menuju tangga.
Dan kemudian saat Tari akan masuk kamar kost, Rama memanggilnya
"Tari tunggu" kata Rama
"Kenapa Rama? Ada yang ketinggalan?" tanya Tari
"Iya, nih belanjaan kamu ketinggalan" jawab Rama sambil meyerahkan kantong plastik belanjaan tadi kepada Tari
"Loh ini kan belanjaan kamu Ram! Kok dikasih ke aku?" Tari bingung dan belum mau menerima pemberian Rama tersebut
"Iya ini belanjaan aku, tapi buat kamu. Soalnya kamu nggak ada makan tadi. Takutnya kamu lapar pas malem" Rama menjelaskan dan kemudian mengambil tangan Tari untuk menjinjing kantong belanjaan tersebut
"Iss tau gitu aku yang milih Ram hehe" jawab Tari sambil bercanda
"Cie bolehlah gw bagi Tar!" ledek Faiz
"Boleh nggak bagi Faiz nih?" Tari bertanya sambil melihat ke arah Rama
"Terserah kamu lah, itu kan udah punya kamu" jawab Rama
Akhirnya Tari memberikan satu buah makanan ringan untuk Faiz dan satu buah biskuit.
"Makasih ya Ram" ucap Tari sambil tersenyum
"Makasih ya Tari, Rama" ucap Faiz juga
Dan Rama pun hanya tersenyum melihat tingkah Tari malam ini.
Karena malam sudah sangat larut akhirnya Rama pun pamit untuk pulang ke kostnya. Dan saat di jalan menuju pulang Rama hanya tersenyum-senyum saja mengingat kedekatannya dengan Tari. Dia pun tidak menyangka kenapa hatinya sangat berbeda saat pertama kali melihat Tari dan saat berdekatan dengan Tari. Namun ia tidak mau menyimpulkan terlalu cepat, masih harus ia dalami dulu rasa apa yang kini ada di hatinya.
____________________________________
Maaf yaa buat para readersku tersayang aku baru update dikarenakan aku ada kegiatan yang ga bisa ditinggalkan.
Mohon umtuk tetap tinggalkan jejak yaa buat para pembaca setiaku...LIKE, VOTE dan KOMEN yaaa...
Maaf juga kalau masih suka ada typo nya yaa...kasih saran dan kritik juga boleh karena itu untuk kemajuan karyaku ke depannya. Terima kasih. Semoga suka yaa...
tetap semangat ya.💪💪💪
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
nanti aku lanjut baca lagi