NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22 Istirahat Total untuk Varo

Keesokan harinya di dalam kamar rawat inap milik Alvaro suasana di dalam kamar tersebut masih sangat hening karena Alvaro belum bangun dari tidurnya.

"Kalian gak mau pulang dulu? Terutama kamu El?" tanya sang papah.

"Enggak lah pah" tolak Elvano.

"Pulang lah El bajumu aja belum ganti loh" ujar Erlan dan Elvano pun langsung melihat kearah bajunya.

"Ya sudah aku pulang dulu" ucap Elvano.

"Ayo bareng abang aja sekalian abang mau ambil baju juga" ajak Arlan.

"Lah montorku gimana?" tanya Elvano.

"Tinggal aja El, kakak kan ke sininya gak bawa kendaran kemarinkan kakak ke kampusnya di antar supir dan kesininya kakakkan juga pesen gocar" jawab Erlan kepada Elvano.

"Ya sudah kalau gitu, El bawa tasnya El sama Al ya kuncinya El tinggal" ucap Elvano kepada sang kakak dan hanya mendapatkan anggukan dari Erlan sebagai jawaban.

"Ya sudah kami pergi dulu, Assalamualaikum" ujar Arlan dan Elvano pun mengekori sang abang dari belakang.

"Waalaikumsalam" jawab sang papah dan juga sang kakak.

Beberapa menit kemudian, Alvaro pun bangun dari tidurnya dan tiba-tiba ia memanggil sang papah yang tadi masih duduk di sofa yang ada di ruang rawat Alvaro.

"Pah papah" panggil Alvaro yang cukup keras.

"Iya Al, ada yang sakit?" tanya sang papah yang sudah berada di samping brakar Alvaro.

"El mana pah?" tanya Alvaro.

"El ambil baju Al, dari kemrin dia belum ganti baju" jawab sang papah kepada Alvaro.

Tiba-tiba sang kakak yang tadinya berada di sofa ruang rawat Alvaro berjalan berlahan-lahan menuju ke samping kanan brakar Alvaro.

"Al minum dulu ya biar tenggorokannya gak sakit" ucap Erlan dan di angguki oleh Alvaro.

Erlan pun mengambilkan minum Alvaro dan tidak lupa memberikan minum itu sedotan supaya Alvaro tidak kesusahaan saat ia minum. Dengan perlahan-lahan Erlan pun mengarahkan sedotannya ke arah bibir Alvaro yang masih sangat pucat itu.

"Minumnya pelan-pelan, Al" ucap Erlan dan hanya mendapatkan anggukan kecil dari Alvaro sebagai jawaban.

Alvaro pun menyedotnya air minumnya sedikit demi sedikit, setelah beberapa teguguk ia pun menjauhkan kepalanya dari air minumnya sebagai tanda ia sudah selesai meminum minumannya.

Dan sementara di dalam mobil Arlan suasana yang ada di dalam mobil itu sangan sunyi dan juga dingin, tidak ada yang membuka pembicaraan dan yang terdengar hanya suara mesin mobil dari mobil tersebut.

Arlan pun sesekali melirik dari sudut matanya yang berada di samping tempat duduknya, ia melihat sang adik bungsunya yang masih mengenakan seragamnya yang sekarang telah kusut. Elvano tampak melamun sepanjang perjalanan menuju ke mansion, dan sementara tas miliknya dan milik Al masih ia pegangan dengan sangat erat.

"El" panggil Arlan kepada Elvano.

"Iya bang, kenapa?" tanya Elvano.

"Kamu jangan melamun terus dong, oh iya katanya ujian sekolah kalian sudah selesai bukan minggu lalu. Jadi jangan terlalu di pikirin nanti abang izin ke wali kamu sama Al untuk persiapan berikutnya" ucap Arlan mencoba menenangkan Elvano.

"Aku gak terlalu memikirkan itu bang. Aku juga gak mikirin soal ujian maupun nilai dulu yang aku pikirin itu kondisinya Al" ujar Elvano.

"Huh, abang paham padahal papah sudah mikirin tentang liburan singkat loh apa lagikan kalian libur dua minggu setelah ujian sekolah, ya tapi gimana lagi kondisinya Al malah drop sekarang" ucap Arlan.

Elvano hanya bisa menghela napas sekaligus meraba tas miliknya dan juga milik Alvaro yang ia peluk erat-erat.

"Aku gak masalah kok bang tentang liburannya gagal apa lagikan kondisinya Al juga kayak gini, jika liburan pun aku juga gak bakal tenang. Kan juga ada jeda dua minggu buat nemenin Al sama belajar tipis-tipis buat persiapan utbk" jawab Elvano kepada sang abang.

Arlan pun hanya bisa tersenyum simpul ke arah sang adik bungsunya itu dan ia juga sekaligus memarkirkan mobilnya ke dalam garasi mansion.

"Jangan terlalu berlarut-larut ini juga bukan salahmu, emang sih masuk universitas itu penting tapi yang lebih penting itu kesehatan kalian yang paling utama. Besok-besok jangan maksain diri biar gak sakit yang penting jaga kesehatan, ya sudah ayo mandi sekalian bawa baju ganti buat papah sama kak Erlan juga" ajak Arlan kepada Elvano dan ia hanya menganggukan kepalanya sebagai jawabannya.

Sementara itu di ruang rawat Alvaro, ia masih lemas kepalanya di bantal dari tadi ia merasakan pusing yang tak tertahankan menurutnya. Matanya juga sayu melihat ke arah sang papah dan juga kak Erlan yang dari tadi menatapnya dari sofa dan dari sisi kanannya.

"Pah..hmm El pulang sendirian?" tanya Alvaro kepada yang sang papah yang berada di sisi kanannya dan tak lupa suara seraknya khas orang sakit.

"Enggak Al, El pulangnya sama abang" jawab sang papah kepada Alvaro dan ia pun hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan.

Erlan pun mendekati tempat tidur Al sambil membawa kursi untuk ia duduk di sisinya supaya ia juga bisa menjaga sang adik dari dekat.

"Kenapa Al kangen ya? Padahal baru di tinggal sebentar loh belum juga ada 1 jam" ucap Erlan sambil menyindir sang adik dan Alvaro pun hanya bisa menatap sang kakak dengan wajah malas.

"Pah, uncle gak kesini kah?" tanya Alvaro kepada sang papah.

"Mungkin besok Al, kenapa emang?" tanya sang papah kepada Alvaro.

"Kangen uncle pah" jawab Alvaro apa adanya kepada sang papah, sang papah yang mengerti pun hanya menganggukkan kepalanya.

"Besok papah suruh uncle Sam kesini ya" ucap sang papah dan di balas anggukan oleh Alvaro sebagai tanda ia menyetujui ucapan sang papah.

"Kamu itu loh Al aneh-aneh aja maksain diri buat sekolah, pasti sakitnya dari kemarin pagi mau berangkat sekolahkan?" tanya Erlan kepada Alvaro dan Alvaro pun hanya bisa tersenyum tak bersalah ke arah sang kakak.

"Ya aku kirakan bisa di tahan kak pusingnya dan kemarin pagi juga gak terlalu panas, eh malah istirahatnya aku muntah-muntah deh" ucap Alvaro tak bersalah kepada sang kakak.

"Hadehh kamu itu loh keras kepala" ujar Erlan kepada Alvaro dan hanya di balas senyuman tak bersalah dan sang papah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya itu.

"Al untuk dua minggu ke depan kamu harus istirahat full, karena kesehatanmu itu yang terpenting dan gak ada belajar dan juga berpergian" ucap sang papah mutlak.

Dan Alvaro pun hanya bisa menggukkan kepalanya pasrah, karena ia tidak bisa belajar dan juga berjalan-jalan seperti biasanya menurutnya itu menyebalkan tapi bagaimana lagi papahnya sudah berbicara tidak bisa di bantah.

Di tempat lain, Elvano turun dari mobil Arlan yang sudah terparkir rapi di dalam garasi mansion. Ia pun masuk ke dalam mansion yang sangat sepi yang ada cuma pelayan dan juga penjaga yang selalu menjaga mansion. Menurutnya mansion seperti terbengkalai karena tidak ada suara tawa maupun perdebatan antara ia dan juga Alvaro yang selalu terdengar.

"El jangan melamun terus, ayo cepat mandi dan juga pakai air hangat biar segar" ucap Arlan yang melihat dang adik bungsu yang masih melamun di depan pintu mansion.

"Ehh iya bang" ujar Elvano yang baru sadar dari lamunannya.

"Ya sudah, abang mau nyuruh bibi ambil baju ganti papah dan Erlan dulu sama baju Alvaro buat jaga-jaga" ucap Arlan kepada Elvano.

"Ya sudah aku mandi dulu ya bang" ujar Elvano dan mendapatkan anggukan dari Arlan.

Sesudah Elvano menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua menggunakan lift, Arlan pun menyuruh salah satu pelayan untuk mengambilkan baju ganti untuk sang papah, Erlan dan juga Alvaro.

"Bibi" panggil Arlan dengan nada yang lumayan keras kepada salah satu pelayan.

"Iya den, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan paruh baya itu.

"Bi, saya minta tolong siapkan baju ganti buat papah, Erlan dan juga Alva ya bi. Alva masuk rumah sakit soalnya" jawab Arlan.

"Astaga den Varo masuk rumah sakit den? Oh baik den akan saya siapkan" ucap pelayan paruh baya tersebut yang bernama bi Sari yang sudah berkerja di mansion dari Arlan dan Erlan masih di dalam kandungan mendiang sang mamah.

"Iya bi tolong ya, saya mau mandi sebentar" ujar Arlan kepada bi Sari.

15 menit kemudian, Arlan dan Elvano pun sudah selesai membersihkan diri mereka dan turun menuju lantai satu yang sudah ada bi Sari dan tas yang berisi baju ganti papah, Erlan dan juga Alvaro.

"Den ini baju gantinya tuan besar dan tuan muda Erlan dan Varo, den" ucap bi Sari kepada Arlan.

"Makasih ya bi" ujar Arlan.

"Sama-sama den" jawab bi Sari.

"Ya sudah kami pergi dulu ya bi" ucap Arlan kepada bi Sari.

"Iya den hati-hati" ujar bi Sari.

Mereka berdua pun berjalan keluar dari dalam mansion menuju ke arah garasi mobil, dan mereka berdua pun pergi ke rumah sakit untuk mengantarkan baju ganti milik sang papah dan juga kedua saudara mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!