NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23

Peluit panjang berbunyi, menggetarkan seluruh penjuru stadion. Skor akhir terpampang di papan digital dengan keunggulan telak untuk tim tuan rumah. Logan, sang pahlawan dengan nomor punggung 26, langsung dikerumuni oleh rekan setimnya.

Mereka melompat, saling memukul bahu, dan berteriak kegirangan. Namun, mata Logan hanya tertuju pada satu titik di tribun atas.

Vivian berdiri di sana, masih dengan senyum yang belum luntur. Ia tampak sedikit kewalahan saat beberapa mahasiswa di sekitarnya mulai menyadari bahwa wanita cantik yang meneriakkan "Honey" tadi adalah pusat perhatian sang kapten.

Logan tidak mempedulikan sekelilingnya. Ia berlari kecil melintasi lapangan, melewati barisan mantan kekasihnya yang sudah siap dengan botol minum di tangan.

Saat ia melewati Amora, gadis itu mencoba melangkah maju untuk memberikan handuk, namun Logan menghindar dengan gerakan cross over seolah Amora adalah bek lawan yang tidak berarti.

Ia berhenti tepat di bawah tribun tempat Vivian berdiri. Tubuh Logan basah kuyup oleh keringat, uap panas tampak menguap dari bahunya yang bidang.

"Kau datang!" teriak Logan, mendongak dengan wajah yang berseri-halu.

Vivian sedikit membungkuk di pagar pembatas. "Kau bilang jangan permalukan aku, kan? Jadi aku datang untuk memastikan kau tidak kalah," balas Vivian setengah berteriak agar suaranya tidak tenggelam dalam kebisingan.

"Turunlah ke sini," pinta Logan, mengulurkan tangannya yang besar.

"Tidak, Logan. Aku harus kembali ke kantor. Rapatku—"

"Satu menit. Atau aku yang akan naik ke sana dan menciummu di depan semua orang," ancam Logan dengan smirk nakalnya.

Vivian memutar bola mata, namun kaki jenjangnya mulai melangkah menuruni anak tangga tribun. Saat ia sampai di lantai lapangan, Logan tidak memberinya waktu untuk bernapas. Ia langsung menarik Vivian ke dalam pelukan erat, mengabaikan fakta bahwa tubuhnya sangat kotor dan berkeringat.

"Logan! Baju-ku! Ini outfit mahal!" protes Vivian, mencoba mendorong dada Logan, namun tangannya justru terjebak di antara otot-otot yang keras itu.

"Diamlah. Ini bau kemenangan, Sayang," bisik Logan, membenamkan wajahnya di leher Vivian sejenak. "Terima kasih sudah datang. Panggilan 'Honey' itu tadi... kau hampir membuatku kehilangan bola karena serangan jantung mendadak."

"Konyol," gumam Vivian, meski akhirnya tangannya melingkar pelan di pinggang Logan. Suasana itu begitu romantis di tengah hiruk pikuk stadion, sampai sebuah suara melengking menghancurkan momen tersebut.

"Logan! Apa-apaan ini?!"

Itu Amora. Ia berdiri dengan wajah merah padam, dikelilingi oleh beberapa temannya. "Kau memeluk wanita ini di depan umum? Kau tidak malu membawa 'Bibi' ini ke kampus kita?"

Logan melepaskan pelukannya, namun tetap merangkul bahu Vivian dengan posesif. Ia menatap Amora dengan tatapan yang sangat dingin. "Bibi? Amora, jika kau butuh kacamata baru, aku bisa membelikannya. Tapi jika kau butuh otak baru, sepertinya hartaku pun tidak akan cukup."

"Dia hanya memanfaatkanmu, Logan! Dia wanita tua yang haus perhatian!" teriak Amora lagi, mulai memancing perhatian kerumunan.

Vivian, yang biasanya selalu tenang, kali ini merasa gatal untuk membalas. Ia melangkah maju sedikit, masih dalam rangkulan Logan. "Dengar, Nona kecil. Jika kau menyebutku tua sekali lagi, aku akan memastikan seluruh butik di kota ini memajang fotomu dengan tulisan 'Dilarang Masuk'. Dan soal Logan... dia bukan anak kecil yang bisa kau atur. Dia pria yang tahu persis apa yang dia inginkan."

Vivian kemudian menoleh pada Logan. "Dan Logan, mandi sekarang. Baumu mulai membuatku pusing."

Logan terkekeh dan menggiring Vivian menuju area lorong pemain yang lebih sepi. "Ikut aku ke ruang ganti. Aku harus mengambil barang-barangku."

"Aku tidak mau masuk ke ruang ganti pria, Logan! Itu menjijikkan," tolak Vivian.

"Ini sudah kosong, yang lain sedang merayakan di kantin. Ayolah, hanya sebentar."

Dengan tarikan yang kuat namun lembut, Logan membawa Vivian masuk ke area loker pemain. Suasananya sedikit remang dan beraroma khas ruang olahraga. Begitu pintu tertutup, Logan langsung menyudutkan Vivian ke salah satu lemari loker logam.

Suasana romantis tadi mendadak berubah menjadi menegang dengan gairah yang kembali tersulut.

"Kau terlihat sangat berbeda dengan baju ini, Vivian," bisik Logan, tangannya bertumpu di samping kepala Vivian. "Kau tampak seperti gadis nakal yang baru saja membolos dari kelas sejarah."

"Dan kau tampak seperti atlet sombong yang butuh pelajaran sopan santun," balas Vivian, napasnya mulai tidak teratur saat melihat wajah Logan yang begitu dekat.

Logan menunduk, bibirnya hampir menyentuh telinga Vivian. "Kau tahu apa yang paling aku inginkan sekarang?"

"Kemenangan?"

"Bukan. Aku ingin mengulang ciuman semalam, tapi kali ini... tanpa alasan 'menstruasi' yang bisa menghentikanku."

Jantung Vivian berdegup kencang. Ia merasakan tangan Logan yang hangat mulai mengusap pipinya. Namun, tepat saat bibir mereka akan bertemu, terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru dan suara pintu utama ruang ganti yang dibuka dengan kasar.

"Logan! Kau di dalam?!" itu suara pelatih basketnya.

Vivian tersentak dan refleks mendorong Logan. "Sembunyikan aku!" bisiknya panik.

Logan dengan cepat menarik Vivian masuk ke dalam bilik loker besar miliknya yang kebetulan cukup luas untuk menampung dua orang jika mereka berdiri sangat rapat. Ia menutup pintunya dari dalam, menyisakan kegelapan total dan ruang yang sangat sempit.

Di dalam loker itu, tubuh mereka menempel tanpa celah. Vivian bisa merasakan detak jantung Logan yang berpacu cepat, sama seperti miliknya. Aroma keringat dan maskulin Logan memenuhi indra penciumannya.

"Pelatih akan membunuhku jika tahu aku membawa wanita ke sini," bisik Logan tepat di depan bibir Vivian.

"Ini salahmu, bocah gila," desis Vivian, mencoba menahan diri agar tidak mengeluarkan suara saat mendengar langkah kaki sang pelatih mendekati loker mereka.

Di dalam kegelapan yang sempit itu, ketegangan fisik di antara mereka mencapai puncaknya. Tangan Logan merayap di pinggang Vivian, menariknya lebih dekat hingga tidak ada udara lagi di antara mereka. Vivian bisa merasakan gairah Logan yang kembali memuncak, dan kali ini, ia merasa sulit untuk menolaknya.

"Logan... pelatihmu masih di sana," bisik Vivian memperingatkan, meski tangannya kini sudah meremas kemeja basket Logan.

"Biarkan saja. Aku hanya ingin melakukan ini..." Logan membungkam bibir Vivian dengan ciuman yang dalam dan penuh tuntutan.

Di luar, suara pelatih yang memanggil-manggil nama Logan perlahan menjauh, namun di dalam loker itu, sebuah pertandingan baru yang jauh lebih intim baru saja dimulai.

Vivian menyadari satu hal: di antara sorakan ribuan orang dan amarah para mantan, tempat paling berbahaya dan paling ia inginkan saat ini adalah di dalam dekapan Logan, bahkan jika itu berarti ia harus bersembunyi di dalam loker logam yang berbau sepatu basket.

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Keputusan Logan yg terbaik utk kluarga 👍👍👍
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤭🤭🤭
Amiiinnnnnnn 😇🤲🙏
Ade juga y, Sehat Slalu, GBU ❤️🤗😘
total 8 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor aku blm, ngantuk msh di tggu up selanjut ny
Ros 🍂: kak🫶🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd kacian liat nasib Flo 😔😔😔
Ros 🍂: huhu 🥹
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor buat donk cerita ank2 ny logan and vivian
Ros 🍂: udah ya kak 🤭🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!