NovelToon NovelToon
ELEANOR "The Sin Of Love"

ELEANOR "The Sin Of Love"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: SabdaAhessa

Ketika dosa, ego & cinta saling ingin unjuk diri di waktu yg sama, maka takdirlah yg akan menjadi hakimnya!!

Elleanor berkisah seorang gadis muda yang sudah mulai memasuki usia matang untuk sebuah pernikahan. Ayahnya mulai mencarikan jodoh untuk dirinya.

Namun, begitulah darah muda. Tak mau di atur, tak mau di kekang. Elleanor menolak & memilih seorang pria yg dia kenal di lapangan golf.

Tetapi, pilihannya salah, dia malah terjebak menjadi orang ketiga saat dia mengetahui jodoh pilihan ayahnya sudah kembali dari luar negeri.

Entah siapa yg akan Elleanor pilih kali ini. Terus terjebak dalam hubungan toxic yg menjanjikan kenikmatan tetapi di todong rasa bersalah atau memulai hubungan baru dengan si pria misterius yg nampak tak kenal kata ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SabdaAhessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan Lembut

Damian curiga dengan kematian Diana, dia merasa ada sesuatu yang janggal, ada yang di sembunyikan darinya. Selama prosesi pemakaman pikirannya kalut memikirkan semua kemungkinan yang terjadi di belakangnya.

Hingga kembali ke mansion pun dia merasa belum tenang. Damian menelpon Henry dan menyuruh tangan kanannya itu untuk menyelidiki kematian Diana. Pasti ada yang salah. Begitulah isi otak Damian saat ini.

Damian juga pergi ke kamar anak-anak adiknya itu. Dia melihat Andrew dan Noah sudah tertidur. Damian kasihan sekali melihat keduanya yang harus kehilangan ibunya di usia yang masih sangat kecil. Membuatnya teringat akan mendiang ibunya dulu.

Mendiang ibunya meninggal saat Damian masih berumur lima tahun dan Diana masih baru berumur satu bulan. Ibunya meninggal karena gagal ginjal, ayahnya saat itu gagal mencari pendonor ginjal sehingga ibunya tidak tertolong.

Damian memperhatikan keduanya, sungguh Damian juga merasa bersalah karena tak mampu menjaga Diana dengan baik seperti janjinya pada ayah dan ibunya dulu.

Damian duduk di tepi ranjang, hal itu malah membuat Noah terbangun dan menangis. Sontak Damian menggendongnya. Menenangkan bayi itu sambil menahan isak tangisnya. Sesekali menghapus air mata yang hampir terjatuh. Tanpa dia sadari, Ellea sedari tadi sudah memperhatikannya.

Dugaan Ellea ternyata salah selama ini, dia kira Damian akan keras pada anak-anak, ternyata tidak. Dia malah sangat menyayangi kedua keponakannya. Membuat hati Ellea tersentuh.

Saat Damian menyadari keberadaan Ellea, dia berjalan mendekati istrinya itu. "Kau belum tidur?" Tanyanya.

"Belum, aku mencari mu." Ucap Ellea.

Damian nampak sedikit heran dengan kalimat itu, bukankah Ellea selama ini memandangnya dengan penuh kebencian, seakan dia tak mau menerima perjodohan ini?

"Kenapa?" Tanya Damian.

"Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja." Jawab Ellea.

Belum sempat Damian menjawab. Noah sudah menangis lebih dulu. Anak lelaki itu menjulurkan tangannya lagi kepada Ellea. Sontak Ellea mengambil alih Noah. Menggendongnya dan menepuk-nepuk pelan punggung bayi itu.

"Hmm.. bolehkah dia tidur bersama kita malam ini?" Tanya Ellea meminta ijin dari Damian.

"Tentu, bawa dia masuk!" Jawab Damian.

Ellea segera membawa Noah masuk ke dalam kamarnya. Damian berganti pakaian dan duduk di sofa, menyandarkan punggung dan kepala yang terasa nyeri.

Setelah melihat Noah tertidur pulas, perlahan Ellea meletakkan bayi laki-laki itu di atas kasurnya. Memastikan bahwa Noah tidak terbangun. Lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah usai menangis.

"Ellea.." Panggil Damian dari dalam kamar, masih duduk di kursi sofanya.

Mendengar itu, Ellea segera keluar dari kamar mandi. Memandang Damian yang memejamkan kedua matanya.

"Duduklah!" Titah Damian.

Ellea menurut saja. Dia duduk di samping Damian. Membuat pria itu membuka matanya dan memandang Ellea begitu dalam.

"Ellea, aku sedang ingin." Ucap Damian to the point.

Membuat Ellea gelagapan dan gugup. Dia tak tau harus menjawab apa. Karena terakhir kali mereka melakukan itu sekitar seminggu yang lalu saat Damian menghukumnya.

"Tapi.. Tapi.." Ellea gugup.

"Aku akan melakukannya perlahan karena kau sudah mematuhi semua aturan ku." Ucap Damian.

"Tapi ada Noah!" Ucap Ellea.

"Kita bisa melakukannya disini!" Sanggah Damian tak mau kalah.

Ellea kehabisan kata-kata lagi. Bagaimana bisa dia menolak? Mana berani!

"Kemarilah!" Titah Damian sambil menepuk kedua pahanya. Mengisyaratkan agar Ellea duduk disana.

Wanita itu bangkit perlahan dan Damian menarik tangannya, memapahnya agar duduk di kedua paha dan menghadap ke dirinya. Ellea canggung sekali.

Damian yang masih duduk bersandar itu mulai meremas kedua pay*dara Ellea yang tersuguh di depannya. Melepas baju tidur istrinya itu agar lebih leluasa.

Ellea diam saja, dia melihat Damian melakukan ini dengan perlahan membuatnya menikmati setiap sentuhan.

Damian mengulum pay*dara kiri dan tangannya meremas pay*dara kanan. Membuat Ellea melek merem menikmatinya. Pria itu melepas baju tidur Ellea dan melemparkannya ke sembarang arah. Membuat istrinya itu telanj*ng bulat.

"Kau yang pegang kendali!" Titah Damian pada Ellea.

Ellea terkejut, dia tak tau harus bagaimana. "Aku tidak tau, Damian." Ucapnya pelan.

"Lepaskan celana ku lalu kulum milik ku!" Titah Damian lagi.

Meski canggung, Ellea turun dari pangkuan Damian. Dia melepas resleting celana suaminya itu dan menarik turun agar celana itu terlepas. Dia sangat gugup saat akan melepas celana d*lamnya. Hingga Damian menarik tangannya agar menyentuh milik Damian yang sudah menegang.

"Buka sekarang!" Ucap Damian.

Ellea pun membukanya, membuat milik Damian berdiri tegak. Sungguh, Ellea bingung sekali harus bagaimana selanjutnya.

Damian mengerti raut wajah itu. Dia menyuruh Ellea untuk berjongkok di hadapannya lalu menarik kepala wanita itu dan memasukkan miliknya ke dalam mulut Ellea.

"Mmm!!" Pekik Ellea tak baru pertama kali melakukan ini. Rasanya dia ingin muntah di tambah lagi ukuran milik Damian yang besar membuat mulutnya terasa penuh.

Tetapi Damian suka ini. Dia membuat gerakan maju mundur dengan kepala Ellea. Matanya terpejam merasakan kenikmatan yang muncul. Setelah puas dengan hal itu. Damian meminta Ellea agar kembali duduk di pangkuan.

Ellea yang masih gelagapan itu berusaha menenangkan diri. Rahang mulutnya terasa pegal.

Saat wanita itu hendak duduk, di pangkuan Damian, Damian memasukkan miliknya perlahan ke dalam milik Ellea.

"Aahh.." Des*han itu akhirnya terdengar lagi.

Suara yang paling Damian suka. Dia suka sekali dengan posisi ini. Karena dengan posisi ini dia dapat melihat dengan jelas bagaimana ekspresi wajah Ellea menikmati setiap sentuhan yang dia berikan. Serta suguhan pay*dara yang kenyal di hadapannya semakin membuat hasrat melonjak.

"Goyangkan pantat mu!" Ucap Damian memegang kedua pant*t Ellea.

Ellea tak tau caranya, tetapi dia mencoba. Menggoyangkan pant*tnya perlahan. Milik Damian yang sudah masuk penuh hingga ke pangkal itu terasa menyentuh dinding rahimnya. Membuatnya tak dapat menahan diri. Dia malah mempercepat goyangan pant*tnya yang membuat kenikmatan semakin intens.

"Aahhh... Aaahhhh.."

Damian puas sekali melihat itu. Ellea mulai bisa melayaninya. Sehingga dia tak perlu mengambil alih kendali sepenuhnya.

"Aarrgg.. Ya sayang, seperti itu!" Pekik Damian merasakan kenikmatan di setiap gerakan pant*t Ellea.

"Lebih cepat, sayang!" Ucap Damian.

Mendengar itu Ellea semakin mempercepat gerakannya, seakan dia juga akan segera mencapai pelepasannya. Dan..

"Aahh... Aahhh.. Damiannn!" Lutut Ellea sudah tak mampu lagi.

Sontak Damian mengambil alih karena dirinya belum mencapai pelepasannya. Dia yang menggerakan pant*tnya sendiri turun naik menyerang Ellea yang berada di atas pangkuannya. Membuat perempuan itu menjerit-jerit keenakan.

"Aahh... Aahh.. Pelan-pelannn!! Aauuu!!" Pekik Ellea mencengkram punggung Damian dengan keras hingga meninggalkan bekas cakaran disana.

Damian makin mempercepat gerakannya dan.. Aahh mereka mencapai pelepasan bersama. Rasanya nikmat sekali. Lega. Hingga keduanya terduduk lemas sambil menunggu habis cairan kehidupan Damian yang menyembur hangat.

Damian mencium leher jenjang Ellea. Mencupangnya beberapa kali hingga meninggalkan banyak jejak cinta disana.

Bersambung..

.

1
Anna Queen
Lanjuttt pokoknya sampe punya anak cucu. krn ini enjoy bgt di bacanya. aku suka karakter ellea
David Co
lanjutttt
nimas
The best, suka bgt, lanjutkan thorrr!!
Olivia
Dari 3 novel autor nih ya, ini yg paling aku suka sih, karena enjoy to reading,santai to momentumnya dapet gt loh, karakter kuat dan jelas..
good luck authorrr
nanikpur
sippppp pinter
luluk
mind glowing sii
Mila Senna
omggggg🔥
luluk
keren sih ini, mantap, ceritanya seru dan bikin penasaran
Priaty
gengsi bgt dah🤣
Anna Queen
woiiii
Lucy Cinta
gila si Damian nih
Mila Senna
hadehhh Damian damiannnn
nanikpur
ceritanya bagus, alur juga jelas, aku suka ceritanya pas bgt di bawa sambil santai santai di rumah
luluk
wwwoooooo🔥🔥🔥
nimas
hamil kayaknya dh
Iwan nur
kasian Diana..
ahmadbputra
curiga nih gw hhh
Nadita
nantapp
nimas
lanjutttt
Ariii
wooo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!