NovelToon NovelToon
Menjadi Suami Guruku

Menjadi Suami Guruku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: secrednaomi

Saran baca loncat sampai Eps. 21

SILAHKAN YANG MAU PROMOSI TIDAK USAH SUNGKAN. KITA SAMA-SAMA PENULIS, SAMA BERKARYA.


Genre: Romantis, School, Slice of life, Remaja.

[Semua ini hanya karangan semata, tidak nyata atau tidak benar-benar terjadi]

Menceritakan tentang keseharian seorang murid SMA bernama Raka yang telah menjadi suami bagi guru matematikanya.

Raka, yang masih berusia 16 tahun atau remaja labil selalu ingin menggoda istrinya baik itu di sekolah maupun di rumah. Walaupun pernikahan mereka di dasari oleh perjodohan, tapi Raka benar-benar sudah jatuh hati padanya.

Sedangkan Kalisa, nama istri Raka. Dia kadang harus bersabar ketika menghadapi suaminya yang terkadang bersikap kekanak-kanakan, bagaimanapun dia bukan lagi muridnya, melainkan seorang pemimpin bagi keluarganya kelak.

Kisah hubungan mereka di mulai tepat setelah beberapa hari mereka mengucapkan janji suci.


Note: Cerita ini di bersudut pandang dari Raka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secrednaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 23– Pacaran III

“Kita yang sekarang adalah kita yang terbentuk dari masa lalu, kita yang ada di masa depan adalah kita yang terbentuk di masa sekarang”.

Sebelum kami meninggalkan kafe, aku melihat seorang kakek-kakek yang tengah duduk di salah satu kursi tempat parkiran. Di depan tubuhnya ada sebuah sepeda tua dengan kotak besar yang terikat di atasnya.

Jika orang lain yang melihatnya, mereka bakalan tahu bahwa kakek tua itu sedang berjualan, karena tepat di kotak tersebut terlihat gambar es krim terpampang.

Aku memejamkan mata sesaat untuk berpikir, tidak terlalu lama, sampai akhirnya aku memutuskan untuk menghampiri kakek tersebut.

“Beli es krim mas?” Dia bertanya padaku dengan sopan hingga terlihat jelas wajahnya yang sudah keriputan.

Aku mengiyakan sambil menunjuk gambar es krim yang terdapat di kotak, setelah ia memberikannya padaku lantas aku membalas memberinya dengan uang kertas lembar berangka seratus ribuan.

“Duhh mas uangnya ada yang lebih kecil gak?”

“Ambil aja kek, itu rezeki kakek.”

Itu memang kesengajaan, dalam artian aku memang sengaja memberikan uang nominal besar padanya. Dengan begitu tidak ada alasan untuk dia menolaknya.

Kakek itu, dia berulang-ulang kali mengucapkan terimakasih padaku, aku menyungging senyum. Ah, kata orang tua ku benar, “Kita bisa bahagia dengan melihat orang lain bahagia.”

Sekembalinya, Bu Lisa senyum padaku dengan begitu hangat, aku tahu, tadi dia melihat semua kejadian ku dengan kakek tersebut. Tanpa mengucapkan apapun aku tersenyum dan meyerahkan es krim itu padanya.

“Mas, gak mau es krim ini?”

“Tentu mau dek, kan mas beli pasti mau lahh.”

“Terus kenapa es krimnya di kasih ke Lisa kalau mas mau?”

Aku tidak terlebih dulu menjawabnya, melainkan masuk ke dalam mobil tepat dari jok kursi belakang mobil.

“Dek sini!” Suruh ku sambil menepuk paha.

“Ngapain?” tanyanya heran.

“Sini dulu, kamu duduk di paha mas, nanti mas jelasin.”

Bu Lisa menggeleng cepat “Enggak mas, ini kan tempat umum, gimana kalau ada orang lain yang lihat.”

“Tidak akan, kamu kan tahu kaca mobil kamu itu tidak bisa di lihat dari luar,” Ucapku tersenyum lembut, “Ayo sini dek duduk!”

Dia menghembuskan nafasnya panjang, mungkin dia tahu bahwa permintaanku tidak bisa di bantah. Dengan terpaksa akhirnya dia menurut dan duduk di pahaku.

“Bukan gitu yang duduknya, kaki kamu di buka.” Kataku membenarkan, secara ia malah duduk menyamping.

Walaupun permintaanku terasa berat olehnya di banding yang lalu-lalu, dia tetap mempatuhiku dan mengangguk. Posisi kami sekarang berubah menjadi saling berhadapan, untungnya saat ini, rok yang ia pakai tidak ketat, jadi dia tidak terlalu kesusahan.

Dengan ruang mobil yang sempit, posisi wajah kami hanya berkisar jarak beberapa jengkal saja, di tambah dengan posisi kami yang sangat intim, ini bukanlah posisi yang nyaman.

Lantas aku menjelaskan ke inginkan ku cara bagaimana memakan es krimnya. Tidak terlalu sulit jika di ucapkan tapi jika di lakukan olehnya maka ceritanya berbeda lagi.

Aku menyuruhnya untuk memakan es krim itu terlebih dahulu, hingga membuat bibir dan lidahnya belepotan. Lantas setalah nya aku akan mencium bibirnya untuk merasakan es krim tersebut.

Apakah ia terkejut dengan tutur kataku tadi? Jawabannya sangat terkejut. Butuh beberapa menit merujuknya sampai akhirnya ia mengalah.

Sepuluh menit.. tidak, sekitar lima belas menit kami berciuman, itu waktu yang lumayan lama. Ketika selesai nafas kami memburu, tidak teratur, jantung kami berdetak kencang. Jangan tanya rona wajahnya, jangankan dia, wajahku saja sudah memerah.

“Mas berhenti dulu, Lisa capek.”

Dia berkata dengan terbata-bata sekaligus nadanya terdengar lemah, nafasnya ngos-ngosan tidak teratur.

Aku mengerti dan membiarkannya beristirahat terlebih dahulu, es krim yang berada di tangannya tinggal sedikit lagi, aku berinisiatif langsung mengambil dan memakannya sekaligus.

“Mau turun?” tanyaku.

Dia langsung mengangguk dan berpindah dari lahunanku menuju jok kursi yang kosong. Ahh, tadi benar-benar terlalu intim, untuk seseorang yang masih remaja sepertiku mengendalikan nafsu bukanlah hal yang gampang.

\*\*\*

Libur sehari, untuk sebagian orang adalah momen yang sangat di tunggu, terlepas dari tumpukan pekerjaan yang tiada habisnya, terlepas dari inflasi yang kian meninggi, terlepas dari semua banyak masalah, manusia butuh yang namanya liburan.

Itu benar dan sangat terbukti, di sebelah utara sebelum kami menuju pantai, tepatnya di taman. Ada begitu banyak orang yang sedang berlibur, tidak pandang usia, entah itu tua muda, laki-laki perempuan, manajer karyawan, semuanya ada di sini.

Jangan salah paham, aku bukan bermaksud tidak menyukai mereka, aku hanya tidak mau momen kami berdua terganggu. Dengan tangan kami yang saling bergandengan, aku membawa ia ke salah satu kursi taman yang kosong.

“Indah ya mas?”

Dia berucap sambil menatap ke arah lautan yang luas, cahaya dari matahari membuat laut tersebut tambah berwarna biru, dan itu kian membuatnya menjadi lebih indah.

“Kamu tidak ingin langsung ke pantai?” Tanyaku.

“Mm.. nanti aja, disini enak, sejuk.”

Aku mengangguk setuju, di sini memang sejuk. Karena tepat di atas kami duduk ada pohon besar yang menutupi tubuh kami dari sengatan matahari, di tambah lagi dengan angin pantai yang terus menerus menerpa kami sehingga membuatnya nyaman.

Beberapa kali aku mencuri pandang melihat wajahnya yang sedang terpaku ke arah lain. Dia sekarang tengah memakai sebuah topi lebar sepeti khalayak nya turis, rambutnya yang panjang berkibar ke belakang di terpa angin.

“Ada apa mas?”

Dia menangkap basah bola mataku yang sedang menatapnya, seharusnya jika seperti itu aku harus malu, tapi.. kalau di pikir-pikir kenapa harus malu? Toh dia juga istriku.

Sambil membetulkan rambut dia yang terulur ke wajah dan membenarkannya ke telinga aku berkata dengan lembut “Wajah kamu tambah manis dek.”

“Hah, apasihh mas, tiba-tiba bilang begitu.” Dia menunduk malu.

“Kamu tambah manis dek, serius! Apalagi kalau pake topi kayak gitu, lebih imut,” aku tersenyum.

“Mas ihh.”

“Kamu cantik sayang.”

“Iya iya udah dong jangan muji mulu, kita kan kesini buat lihat pantai bukan lihat adek.” Dia memonyongkan bibir kecilnya.

Aku meneguk ludah, dia benar-benar terlalu manis. Dengan insting bawah sadar perlahan demi perlahan aku mendekatkan wajahku padanya.

“Mas mau ngapain?” dia tersentak kaget.

“Apalagi, ya cium kamu yang.”

“Lihat sekeliling mas, ada banyak orang di sini,”

“Iya tapi gak ada yang merhatiin kita.” Kataku tidak peduli dan terus mengikis jarak.

“Gak boleh mas, kita harus tahu adab.”

Mendengar perkataanya sontak membuatku terhenti, “Tapi dek, mas pengen bibir kamu.”

“Hah?”

“Mas pengen cium kamu.”

“Kan udah tadi di mobil, masa belum cukup.”

Seperti tersambar ide yang cemerlang aku berkata “Yaudah kita ke mobil lagi?”

“Enggak ah, baru juga kita keluar masa harus ke dalam mobil lagi, kita belum jalan-jalan mas.”

“Sekali.. ini aja, mas gak akan minta aneh-aneh lagi.”

Entah mirip atau tidak, aku sedang memasang wajah yang memelas. Ketahuilah, aku masih remaja labil, masih bertindak dengan emosi dan nafsu, saat ini aku memang menginginkan dirinya.

Lalu bagaiamana akhirnya? Dia mengangguk pelan, dan tanpa ragu aku menarik tanganya kembali ke mobil.

\*\****Maaf telat.. Jangan lupa like dan votenya***..!!

***Terimakasih***\*\*\*..

1
Siti Fatima
novel ya gk dilanjut kak
Siti Fatima
lanjut thor
Prima Naladeva
ini gmna ceritanya sih...katanya puasa? kok makan bakso disekolah...? apa aku kelewatan bacanya yak?/Hey/
Jinker_Jiiner: mungkin author lupa, positif aja dlu
total 2 replies
Fatah Yasin
monoton ceritanya
Seizurann
Thor ini cewenya 5 jam ngapain aja Thor? lama amat, kehotel kali? harusnya jangan langsung dimaafin udah nunggu lama plus jadi sakit kocak Thor kalo langsung dimaafin, tolong dijawab
Mukmini Salasiyanti
🤝😁
Rizky Dafit
baru kali ini baca si mc umur 16thn😂
Sulis Tyowati
Thor masih lanjut ngak kok lamaaaaaaa upnya
G.I
Thor lagi cerita kisah pribadinya...seharusnya jangan pake " Aku " seolah-olah thor lagi berkisah tentang kisah sendiri
nadib
ini baru novel yang terbaik yang pernah aku baca 👍 semoga saja ada novel kayak gini lagi semangat terus dan terus berkarya dan sehat selalu 👍👏
nadib
semangat selalu dan sehat selalu ini novel yang sangat bagus yang pernah kubaca
nadib
ceritanya bagus aku sangat suka
꧁༒☬༺๖ۣۜℜ𝓎สภ༻☬༒꧂
apa ni novek udh gak di lanjut ya?
Tester XXX
padahal cerita nya seru abis tapi kenapa belum ada kelanjutannya sampai sekarang... semoga bisa segera lanjut ceritanya..😁
Bambang Surya
sanggat di sayangkan aurturnya udah lama gx updet apakah ada kendala turr
Melina Sidabutar
kpn
Melina Sidabutar
kpn lagi
Ilham Risa: Hai kak mampir juga yuk kak ke novel aku "gairah cinta mafia karatan" makasih kak🙏
total 1 replies
Bambang Surya
kak udah 6 bulan lebih kok belom apdet kak....
Ahmadtumidi
tamatkah sudah ini novel tor
De'Ran7
wkwk pelakor..emang tuh orang dah jadi waria ya😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!