"kau hanya anak sial"
kata -kata itu selalu terngiang dalam pikiranku.
aku yg diusir dari rumah bude ku dan juga rumah papaku. Terlebih kekasihku yang hampir membuat aku celaka.
Apakah aku akan bahagia?dan menemukan kebahagianku
ikutin terus ya
ini novel pertama aku mudah2an pada suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angel Lina Markus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
Setelah mereka keluar ruangan, mereka memutuskan berbicara di taman rumah sakit. Mama tidak mau mengambil resiko kalau qia mendengar apa yang akan mereka bicarakan.
" katakan pada mama, sebenarnya apa yang terjadi dengan deeva? sepertinya ada yang kau sembunyikan??!"
Akhirnya Rendy mengatakan semua yang teejadi dari kayla yang jatuh, deeva yang mencoba bunuh diri karena semua keluarga menolaknya dan ucapannya yang agar menjauh dari qia
"APA??!!" mama gina sangat marah mendengar apa yang rendy ceritakan
" kenapa kau juga ikut dengan dengan kelakuan mertuamu?? kau tidak boleh ikut campur dalam urusan keluarga qia, seharusnya kau melindungi deeva bukan ikut mengusirnya"
",,,,,,,,,," rendy mencoba memikirkan ucapan mamanya dan meminta maaf karena dia sudah mengusir deeva.
" mama tidak pernah mengajarkan padamu sikap seperti itu, tidak ada anak yang dapat memilih apakah dia lahir di keluarga yang kaya atau miskin. Rezeki tiap anak itu berbeda - beda, kita ukan Tuhan yang dapat mengatakan deeva anak sial atau tidak. Mungkin s'aja yang terjadi karena kebetulan saja ada deeva di lokasi sehingga orang langsung menyangkutpautkannya"
" maafkan rendy ma" ucap rendy dengan sangat bersalah
mama mengangguk " cepat atau lambat kau harus bicara dengan qia, bagaimna pun qia yang merawat deeva saat smua keluarga mengusirnya dan kau juga harus mendampingi qia untuk mendampingi deeva agar dia juga mendapatka kebahagian seperti kalian"
" sekarang cepat kau suruh orang untuk mencari deev"
setelah berbicara sebentar , mereka langsung kembali ke kmar qia
poor off
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Deeva bingung kenapa bara langsung mematikan panggillannya ,padahal saat itu dia mau tahu kemana bara akan mengajaknya.
tingtong ...tingtong ...
deeva segera membuka pintu saat mendengar suara bel, " ahh mungkin itu orang yang mengantar gaun" batin deeva
"siang mba" tanya deeva
" siang nona ,saya nisa " ujar nisa dengan sopan
" saya di suruh tuan bara untuk mengantarkan gaun ini dan membantu anda bersiap" lanjut nisa dan hanya deeva mengangguk dan mempersilahkan nisa untuk masuk
" masuklah nisa"
" baik nona"
" nona saya bantu mandi sebentar baru kita akan bersiap" lanjut nisa
"hah??!!" ucap deeva sambil melototkan matanya
" aku bisa mandi sendiri,kau tunggulah disini. Aku akan mandi sebentar." ucap deeva yang lalu bergegas kekamarnya
setelah mandi, nisa membantu deeva untuk bersiap. Nisa membantu memakaikan sedikit make up yang senada dengan gaun warna hijau tosca,
Setelah 2 jam bersiap, deeva menelepon bara. Dia ingin memberitahu bahwa dia sudah selesai bersiap dan sedang menunggu bara.
Tapi belum sempat deeva menelepon bara,sebuah pesan masuk dari bara
bara📩
aku sudah dalam perjalanan pulang
5 menit lagi aku sampai
deeva
ok
5 menit kemudian deeva mendengar suara mobil bara, dia langsung membuka pintu dan berjalan ke arah mobil bara.
Bara segera keluar mobil dan mendekat ke arah deeva, saat melihat deeva bara terpana dia seperti melihat bidadari turun dari kahyangan.
deeva mendekat ke arah bara dan memukul tangan bara dengan pouch yang dia pegang.
" hei sampai kapan kakak akan melihatku? kita mau kemana kak? trus kenapa aku memakai gaunn dan kakak memakai jas itu? "
bara tertawa sambil menggelengkan kepalanya mengingat kekonyolannya yang terpesona oleh kecantikan deeva.
" kecantikanmu sirna kalau kau tidak isa diam sayang" ucap bara lalu mencium bibir deeva sekilas. Deeva diam terpaku saat bara menciumnya, lalu memukul bara kembali setelah kesadarannya pulih
" kau selalu saja mencium bibir, mengambi kesempatan dalam kesempitan" dengus deeva
Kalau ada kritik dan saran bisa di sampaikan melalui kolom komentar, agar saya bisa bisa mengetahui kesalahan saya. Karenansaya hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan. sekian dan terima kasih
oh ya thor tolong dong jangan buat deeva mabuk, takut deeva knp"