Selama lebih dari sepuluh tahun Jia Fei mencintai Shen Yuwen. Namun Shen Yuwen tidak pernah mencintainya, dia hanya mencintai kekasihnya Xin Qian.
Hingga suatu hari mereka berdua di jodohkan oleh kedua orang tua mereka.
Shen Yuwen tidak bisa menolak begitu juga Jia Fei. Perjalanan rumah tangga Jia Fei penuh dengan kepahitan. hingga suatu saat Shen Yuwen menceraikannya.
"Jia Fei, Kau harus sadar jika aku dan dirimu itu berbeda, aku bangsawan sedangkan kau rakyat jelata, aku sangat membencimu hingga ke pembuluh darahku.
Zhang Hongli mencintai Jia Fei namun dimasa lalu Jia Fei hanya mencintai Shen Yuwen.
Tiga tahun kemudian takdir mempertemukan mereka kembali.
"Ji-Er, Aku menyesal membiarkanmu menderita, juga menyesal karena aku tidak menjemputmu lebih awal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningrum arumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23- Pertemuan Dengan Zhang Hongli (2)
............
...Pria itu semakin tidak sabar, dan kembali mendorong Jia Fei....
... "Cepat angkat kepalamu, "Ucapnya....
...Jia Fei kemudian mengangkat kepalanya....
..."Deg..Deg..," Zhang Hongli merasa dunia nya terhenti. Wanita ini, wanita yang dia cari. Wanita yang selalu dia rindukan. Wanita itu kini berada di hadapannya....
...Zhang Hongli menatap wajah Jia Fei, wajahnya di penuhi air mata, bajunya sedikit berantakan. Wanita yang dia cintai sedang berlutut memohon di hadapan nya....
...Zhang Hongli merasa hatinya seperti ditusuk ribuan jarum....
...Namun suara pria itu kembali menginterupsi, "Tuan, kita akan mengusir wanita ini. Sebelum tangan pria itu berhasil menyentuh Jia Fei,...
...Zhang Hongli segera tersadar kemudian berkata....
..."Tunggu, singkirkan tanganmu,"...
...Pria itu sedikit heran pasalnya Zhang Hongli tidak pernah mengampuni siapapun yang membuat kesalahan....
..."Tapi Tuan dia sudah menyebabkan masalah, sebaiknya kita usir saja wanita ini,"...
..."Ku bilang singkirkan tanganmu, siapa yang ingin kau usir,"...
...Zhang Hongli menatap pria itu dengan tajam....
...Pria itu menjadi ketakutan dan melepaskan Jia Fei....
...Jia Fei sekali lagi menatap ke arah Shen Yuwen. Namun Shen Yuwen segera mengalihkan pandangannya. Tatapan nya masih saja sama, dingin dan acuh tak acuh....
...Jia Fei merasakan nyeri di hatinya. Sampai akhir dia bahkan tidak ingin repot-repot membuka mulut untuk membela istrinya. Dia hanya menontonnya saja, Jia Fei seperti badut yang di tertawa kan semua orang....
...Zhang Hongli menatap Jia Fei dengan perasaan yang rumit. Hatinya begitu ingin memeluk gadis yang terlihat rapuh ini. Wajahnya basah oleh air mata. Zhang Hongli merasakan amarah dihatinya. Dia marah pada dirinya sendiri. Dia membuat wanita yang di cintai nya berlutut dan memohon di hadapannya....
...Zhang Hongli memberikan jas yang di kenakan nya kepada Jia Fei. Kemudian dia melihat tangan Jia Fei sedikit berdarah akibat goresan dari pecahan gelas. Zhang Hongli merasa seakan hatinya tertimpa batu besar....
..."Jie-Er kau berdarah. "Ucap Zhang Hongli....
...Jia Fei merasa tercekat, Pria ini apa yang dilakukan nya, kenapa dia memanggilnya Jie-Er. Juga kenapa dia memberikan jas ke pundaknya....
...Jia Fei mengembalikan jasnya dan berkata,...
..."Tuan maaf, sepetinya ini sedikit tidak pantas,"...
...Zhang Hongli merasa sedikit asam di hatinya...
..."Jie-Er apa kamu sudah tidak mengingatku. "Ucap Zhang Hongli....
...Jia Fei tertegun, apa maksudnya....
...Jia Fei mendongakkan kepalanya, dia menatap pria di hadapannya. Dia tau jika ini adalah Tuan Muda Zhang Hongli namun dia tidak merasa mengenalnya. Dia hanya melihatnya di televisi dan ini kali pertamanya dia bertemu dengan Zhang Hongli....
...Pria tampan seperti ini jika dia mengenalnya mana mungkin melupakannya....
..."Maaf Tuan, aku tidak mengenalmu. Sepertinya anda salah orang, "Ucap Jia Fei....
...Tepat ketika Zhang Hongli akan mengatakan sesuatu tiba-tiba seseorang berlari dari arah belakang....
..."Jia Fei, apa yang terjadi. Apa kau baik-baik saja. Maaf aku tadi berada di luar aula. sampai Asisten ku mengatakan sesuatu telah terjadi padamu,"...
...Jia Fei menatapnya kemudian menggelengkan kepalanya, "Senior Jie aku baik-baik saja,"...
..."Bagian mana yang kau sebut baik-baik saja. Lihat ini tanganmu terluka. Ayo ikut denganku kita obati dulu tanganmu,"...
...Jie Tian hendak memegang tangan Jia Fei dan membawanya, namun segera di hentikan oleh Zhang Hongli....
..."Apa kau suaminya,"...
...Jia Fei dan Jie Tian kemudian menoleh kearah Zhang Hongli....
...Jie Tian mengatakan, "Tuan Muda Zhang ini bukanlah urusanmu. Jia Fei terluka jadi aku harus membawanya,"...
...Zhang Hongli tetap tidak bereaksi. Kemudian sekali lagi bertanya, "Jadi kau suaminya,"...
...Jie Tian merasa benar-benar kesal, dia harus segera membawa Jia Fei, dia merasa marah terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi Jia Fei. Harusnya dia tidak keluar dari aula. Harusnya dia tetap bersama Jia Fei....
...Jie Tian kemudian berkata, "Benar aku suaminya. Jadi Tuan Zhang yang terhormat, tolong jangan menggangu istriku,"...
...Jia Fei menatap tidak percaya, kenapa Senior Jie berbohong. Kenapa dia mengatakan hal yang membuat orang salah paham. Terlebih suaminya Shen Yuwen berada disini....
...Jia Fei kembali melirik ke arah Shen Yuwen namun tatapan pria itu masih tetap sama. Dingin dan acuh tak acuh. Dia benar-benar tidak peduli pada Jia Fei....
...Zhang Hongli menaikkan sedikit sudut bibirnya, "Benarkah kau suaminya. Lalu bagaimana bisa istrimu berakhir menjadi pelayan. Bukankah kau Direktur baru di perusahaan "Zhang Group"...
...Jie Tian menjadi semakin kesal, "Tuan ini tidak ada urusannya denganmu,"...
...Jie Tian kemudian membawa Jia Fei pergi dari aula....
...Sementara Zhang Hongli menatap tajam kearah pasangan yang baru saja pergi dari hadapannya....
........
...Dan Shen Yuwen hanya bisa mengepalkan tangannya. Dia tidak tau kenapa dia harus marah. Dia tidak mencintai Jia Fei. tapi melihatnya dibawa pria lain. Dan mengatakan jika Jia Fei adalah istrinya membuatnya marah. Jia Fei adalah istrinya bagaimana bisa wanita itu di bawa pria lain. Terlebih Jia Fei tidak melakukan perlawanan sama sekali....
...Setelah keluar dari aula Jie Tian langsung menghujani Jia Fei dengan pertanyaan....
..."Jia Fei apa yang terjadi padamu, "Ucap Jie Tian....
..."Senior Jie aku baik-baik saja. "Ucap Jia Fei....
..."Jia Fei maafkan aku, seharusnya aku tidak meninggalkan mu di sana, harusnya aku tidak keluar dari aula. Harusnya aku bisa melindungi mu. Jia Fei aku benar-benar minta maaf,"...
...Jia Fei menggelengkan kepalanya, "Tidak Senior Jie, Senior tidak salah apapun. Ini bukan salah senior. Jangan menyalahkan diri sendiri. Akulah yang salah tidak bisa menjaga diri. Juga aku yang salah sudah membuat masalah dengan Tuan Muda Zhang,"...
...Kemudian Jia Fei berhenti sebentar dan mengatakan, "Senior kenapa tadi kau mengatakan jika aku istrimu,"...
...Jie Tian sedikit terhenyak, "Jia Fei maafkan aku, aku tadi tidak berpikir terlalu banyak. Aku hanya tidak sengaja mengatakannya, aku kesal karena Zhang Hongli terus saja menahan mu,"...
...Jia Fei merasa sangat berterima kasih alih-alih merasa kesal. Ini karena Jie Tian melindunginya. Di bandingkan dengan Shen Yuwen yang hanya berdiri menontonnya. Bahkan tidak ingin menatap wajahnya. Dia tidak ingin repot-repot membuka mulut membelanya. Jia Fei merasa hatinya seakan teremas....
...Jie Tian dengan sangat hati-hati mengobati tangan Jia Fei....
...tiba-tiba terdengar suara langkah kaki datang dari lorong....
..."Jia Fei, "Ucapnya....
...Jia Fei tersenyum melihat Lin Hua....
..."Jia Fei maafkan aku, aku tidak bisa melindungi mu. "Ucap Lin Hua...
...Jia Fei menggelengkan kepalanya, "Aku tidak apa-apa ini semua bukan salahmu Lin Hua....
...aku mengerti situasi mu, jadi tolong jangan merasa bersalah....
...Disini ada senior Jie, dia sudah mengobatiku,"...
...Lin Hua menatap ke arah Jie Tian kemudian berkata, "Apa benar kau suaminya,"...
...Sebelum Jie Tian menjawab, Jia Fei segera menyela. "Bukan, dia adalah Kaka Senior Jie. Dia Senior ku di kampus,"...
..."Ah.. Ku pikir kau benar suaminya. Aku berniat akan memukulmu. Bagaimana bisa seorang suami melihat istrinya bahkan sampai berlutut di hadapan orang lain,"...
...Jie Tian menatap Jia Fei kemudian berkata, "Aku juga berharap jika aku menjadi suaminya,"...
sapa jua yg mau mungut x lg ...
pastiii seruuu tuuh