NovelToon NovelToon
Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:567.4k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Saputri

Binar Amanda, seorang gadis yang secara mendadak memiliki banyak hutang setelah sang ayahnya meninggal dunia. dengan tekad untuk menyelamatkan ayahnya dari api neraka dan menghindari dakwaan sebagai anak durhaka Binar pun bertekad untuk melunasi hutang-hutang milik almarhum ayahnya yang kemudian malah mengantarkannya pada seorang Captain Pilot bernama Angkasa Baskoro. Bisakah Binar melunasi hutang ayahnya?
lalu masa lalu seperti apa yang telah terjadi diantara keduanya yang akhirnya menuntun mereka pada sebuah takdir.

Dapatkan jawabannya di Hutang Cinta Untuk Mr.Pilot.

Mari berteman, ig : Risasaputri790

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Binar menatap sebal ke arah Angkasa

yang sedang duduk di sofa sebelahnya. Posisi Binar masih seperti sebelumnya

yaitu berbaring di sofa dengan kaki kanan ditumpu oleh bantal.

“Kenapa? Aku tampan sekali ya?”

Tanya Angkasa saat menyadari Binar yang sedari tadi terus menetapnya.s

“Hehh pede sekali” gerutu Binar

menjawab pertanyaan Angkasa yang kepedean.

“Trus apa?”

“Apanya yang apa?” Binar balik

bertanya

“Kenapa trus menatapku?”

“Memangnya tidak boleh? Untuk apa

diciptakan mata kalo tidak boleh menatap?”

Angkasa tersenyum mendengar jawaban

Binar

“Ahh benar juga, kalo gitu

lanjutkan”

“Apa yang dilanjutkan?” Tanya Binar

bingung

Angkasa menghela napas pelan,

“Menatapku, tadi katanya untuk apa diciptakan mata jika tidak boleh menatap.

Sekarang lanjutkan, kamu bisa menatapku sepuasnya” jelas Angkasa diakhiri

dengan senyuman manis untuk Binar.

Binar menatap tidak percaya ke arah

Angkasa,

“Kenapa ada orang sepercaya diri

ini?” Binar bertanya –tanya dalam hati. Dengan cepat Binar memalingkan wajahnya

dari Angkasa.

Angkasa yang melihat pergerakan

Binar pun hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Mengerjai Binar

adalah kegiatan baru yang dia senangi sekarang, bagi Angkasa melihat wajah

Binar yang kesal seperti ini adalah suatu pencapaian.

 “Aku mau minta maaf” suara Angkasa

terdengar lagi setelah beberapa saat terjadi keheningan diantara keduanya.

“Maaf untuk apa?” Tanya Binar dengan

wajah yang masih enggan menoleh ke arah Angkasa.

 

“Untuk janji yang belum bisa ditepati”

Binar mengerutkan dahinya mendengar

ucapan Angkasa, mencoba mengingat – ingat janji apa yang belum ditepati

Angkasa.

“Janji apa?” tanyanya kemudian

setelah merasa tidak menemukan janji yang dibuat Angkasa.

 "Membawa ayahku menemui

pamanmu”

Mendengar itu mengingatkan kembali

Binar pada kejadian satu minggu yang lalu saat Angkasa datang ke rumah pamannya

dan meminta izin untuk menikahinya. Binar ingat saat itu Angkasa berjanji untuk

membawa orang tuanya datang ke rumah paman untuk membicarakan perihal

pernikahan mereka.

“Ohh itu, bukan masalah. Pamanku

juga pasti mengerti”

Binar menolehkan kembali wajahnya ke

arah Angkasa, diangkatnya kepala dan tubuhnya dari posisi berbaring di sofa

dengan bantuan kedua tanganya untuk menopang.

Angkasa yang melihat Binar berusaha

bangun pun segera meletakkan laptop yang sedari tadi berada dipangkuannya ke

meja dan mendekat ke Binar untuk membantunya duduk.

“Kenapa tidak minta tolong?” omel

Angkasa pada Binar

 “Aku hanya berusaha untuk duduk

bukannya menaiki tangga atau yang lainnya”

Angkasa menghela napas mendengar

jawaban Binar, “Dasar keras kepala” gumamnya

“Walaupun hanya duduk, kaki mu belum

benar-benar pulih jadi harus hati – hati.”

 “Iya – iya, setelah ini bakalan trus

hati – hati”

 Angkasa memegang kaki Binar lalu

memindahkannya ke bawah dengan perlahan.

“Sekarang sudah selesai RICEnya, jadi

boleh aku makan apelnya lagi?”

Pinta Binar dengan menujukkan wajah

memohonnya pada Angkasa yang masih berjongkok di depan Binar.

 Angkasa menghela napas, “Apel itu

lagi, kamu benar – benar menyukainya?” Tanya Angkasa masih tidak percaya dan

Binar hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.

 “Makanlah apel sepuasmu nak, ini

masih ada banyak apel” suara laki – laki tua mengagetkan Binar dan Angkasa lalu

menolehkan wajah mereka ke asal suara. Dan disanalah tampak ayah Angkasa

berdiri dengan tangan kanan mengangkat keatas menunjukkan sekantong apel merah

yang dibawanya.

 “Ayah?” Angkasa keheranan ketika

melihat sang ayah telah berada di dalam rumahnya.

 “Kenapa wajah kalian seperti melihat

hantu? Tidak ada yang salah kan ketika seorang ayah mengunjungi anak dan calon

mantunya” ucap ayah Angkasa yang sedang berjalan ke arah kedua sejoli yang

masih kaget.

 “Bagaimana keadaanmu Binar?”

tanyanya setelah duduk di sofa

 “Alhamdulillah sudah cukup membaik

paman” jawab Binar sementara Angkasa sudah beralih dari posisi sebelumnya dan

ikut duduk di sofa tepat sebelah Binar.

 “Syukurlah, kamu harus menjaga

kesehatan agar lekas sembuh kembali.”

 Binar tersenyum dan mengangguk,

“Bagaimana keadaan paman?”

 “Kabar baik, paman sudah cukup sehat

dan sudah siap untuk hadir di acara pernikahan kalian nanti” jawab ayah Angkasa

 “Bagaimana jantung ayah?” Tanya Angkasa

“Ayah sudah bilang tadi, semuanya

baik.” Jawab ayah Angkasa lagi meyakinkan anaknya.

“Ahh iya, hampir saja ayah lupa.

Ayah sudah datang ke rumah paman Binar dan membicarakan pernikahan kalian”

 “Kapan?!” Tanya Angkasa terkejut,

karena sebelumnya Angkasa belum membicarakan masalah ini dengan ayahnya.

Angkasa juga belum memberitahukan kepada ayahnya untuk datang ke rumah paman

Binar. Bagaimana mungkin ayahnya bisa berinisiatif datang tanpa memberitahunya

terlebih dahulu.

“Kemarin” jawab ayah Angkasa enteng

tanpa beban,

Sedang Binar hanya diam tidak tau

mau bereaksi seperti apa “Ayah dan anak yang unik” pikir Binar dalam hati.

 “Kenapa tidak memberitahuku terlebih

dahulu?” protes Angkasa

“Kenapa? Aku ayah dari mempelai laki

–laki, jadi memang sudah tugasku untuk datang dan membicarakan pernikahan ke

rumah calon besan. Lagi pula kamu juga masih sibuk harus menjaga Binar di

rumah. Ahh sudahlah tidak perlu di perbesarkan yang penting urusan pernikahan

kalian sudah ayah bereskan”

 “Apa yang ayah bereskan?”

Ayah Angkasa tersenyum simpul, “Kami

sudah memilih tanggal pernikahan kalian”

 “Apa?!!” Angkasa dan Binar terkaget

“Kenapa ayah selalu melakukan apapun

semau ayah tanpa mempertimbangkannya dengan kami. Ayah, yang mau menikah itu

kami bukan ayah!”

“Ayah tahu, tapi disini ayah hanya

ingin membantu meringankan kalian”

“Tidakkah ayah tau Binar belum

sepenuhnya membaik”

“Iya tahu, karena itu ayah dan paman

Binar memilih bulan depan sebagai bulan pernikahan kalian.”

“Bulan depan? Itu terlalu cepat. Bagaimana

kalo sampai saat itu Binar belum benar – benar membaik?”

“Hei – hei tenanglah Angkasa, kenapa

kamu begitu khawatir Binar saja masih tampak tenang. Iya kan nak?” Tanya ayah

Angkasa sembari menatap ke arah Binar. Dan Binar hanya bisa menjawab dengan

senyum yang sedikit terpaksa.

 Angkasa menangkupkan kedua telapak

tangannya ke wajah lalu menghela napas berat,

“Baiklah, tapi jika sampai pada

waktunya dan Binar belum pulih sepenuhnya aku tidak akan segan untuk

membatalkan pernikahan”

Ayah Angkasa mengangkat kedua bahu

dan tangannya “Baiklah” jawabnya enteng.

Dan Binar pun merasa semakin pusing

mendengar percakapan ayah dan anak ini.

“Ya ampun, like father like a son. Semuanya

bisa bikin gila” gumamnya

Tbc.

Hallo apa kabar semuanya, jangan lupa like, komen dan votenya ya ^^

1
Danny Muliawati
kejujuran itu sangat penting dlm rumah tangga
Sofia Dewi
bagus ceritanya
Sofia Dewi
smangat author aku sdh tekan subribe
Sofia Dewi
hallo k author.... senang bs bc karya anda
Danny Muliawati
wah apa yg akan terjadi thor ....
ayu
keren ceritanya 😍😍
ayu
bagus binarmending kamu nikah aja sm angkasa biar gak di ganggu lg ama sepupu mu
Baihaqi Sabani
-heee...binar berhrp d cium x....😄😄😄
Siti Nurjanah
tamara apa binar nih yg menunggu Hadrian
Siti Nurjanah
tanya angkasa
Siti Nurjanah
gumam hadrian
Vivi Bidadari
Binar kamu tuh knapa juga pake peluk2 Hardian, pastinya Angkasa kesel toh..

Sebel deh lihat nya
Vivi Bidadari
Binar mestinya kamu ga usaha dekat dgn adek tiri Angkasa bisa salah paham kan ... gimana sih kamu Binar
Vivi Bidadari
Knapa Binar dipertemukan dulu dgb Pak Burhan Thour
Rahmat Wijaya
kapan up
Ely Sawaliah
akhirnya othor benar2 menghilang. meninggalkan emak2 dlm kegalauan karna diphp in.kumenangiiiiiis......😭😭😭😭😭
Siti Umroh Anwar
Thor,kapan up lagi.udah ganti tahun gk up up terus.ceritanya jadi ngambang pdhl nunggu banget cerita selanjutnya
Rahmat Wijaya
ini tamat apa gimana ya, kok gak pernah up
🥀🥀🥀🥀
visual thorrrrrr
🥀🥀🥀🥀
visual thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!