NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Menyerah!

Maaf, Aku Menyerah!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hijjatul Helna

Menikah kemudian bahagia adalah impian semua orang. Begitu juga dengan Soraya. Namun dapatkah dia bahagia saat menikah dengan seorang player?
Apakah harapan Soraya bahwa Ardan akan berubah bisa menjadi kenyataan?
Ataukah pernikahan mereka akan kandas karena wanita lain?

Lalu siapa Soraya sebenarnya? Benarkah dia hanya seorang wanita sebatang kara? Bagaimana jika seandainya waktu mengungkapkan jati dirinya?


Cerita ini penuh dengan intrik, dendam, perselingkuhan, perebutan kekuasaan dan kekuatan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijjatul Helna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkuaknya Jati Diri

Soraya terperangah mendengar perkataan wanita di depannya.

Apakah wanita ini gila? Bagaimana mungkin dia mengatakan kalau Soraya adalah cucunya? pikir Soraya ketakutan.

Seperti bisa membaca pikiran Soraya, Wanita itu melangkah mendekati Soraya.

"Kau mungkin tidak percaya tapi aku punya bukti kuat kalau kau adalah cucuku."

Wanita itu memberi kode kepada pelayan yang segera menyerahkan sebuah map kepada Soraya.

Soraya membuka map dengan gemetar. Sungguh dia tak pernah membayangkan akan mendapatkan fakta yang benar-benar mengejutkan seperti ini.

Semua rahasia yang selama ini mengganjal pikirannya terpampang jelas di depan matanya.

Dalam berkas itu ada akta kelahirannya dengan nama Soraya Palvin. Tempat lahir RS ***** Budapest. Tanggal lahir 29 September 19**. Nama Ayah Aslan ********. Nama ibu Imelda Palvin.

Selain itu sebuah pernyataan laboratorium bahwa DNA dirinya 98% cocok dengan Imelda Palvin.

Tanpa dijelaskan pun Soraya mengerti bahwa itu merupakan bukti yang sangat meyakinkan bahwa dirinya memang seorang Palvin.

Wanita itu memperhatikan Soraya yang masih sibuk dengan pikirannya sambil memperhatikan isi map di tangannya.

"Bagaimana? Apakah semua bukti itu sudah meyakinkanmu bahwa kau adalah seorang Palvin?"

Soraya mengangkat pandangannya dari berkas itu dan menatap tajam ke arah wanita itu yang menatapnya tak kalah tajam.

"Lalu apa yang Nyonya inginkan dari saya?"

"Aku ingin kau kembali ke keluarga ini. Kau adalah satu-satunya pewaris dan penerus kekuasaan Palvin. Satu lagi, jangan memanggilku nyonya! Karena aku adalah nenekmu. Panggil aku Granny!"

"Mengapa harus aku? Bukankah biasanya yang menjadi pewaris sekaligus penerus itu adalah pria?" tanya Soraya tak dapat menyembunyikan keheranannya.

Wanita itu mendengus, tampak tak suka mendengar perkataan Soraya.

"Pria? Makhluk egois yang selalu ingin menguasai dan mau menang sendiri? Yang selalu menjadi tirani bagi wanita lemah, menindas dan menyakiti wanita yang tak berdaya? Tidak! Keluarga Palvin adalah keluarga yang merdeka dari tekanan para pria. Sudah menjadi tradisi turun temurun dalam keluarga Palvin bahwa yang memegang tampuk kekuasaan adalah wanita. Pria yang mau mengakui kekuasaan kita akan bertahan dalam keluarga Palvin, tapi yang memiliki sikap sok kuasa akan didepak dari keluarga Palvin."

"Lalu apa yang terjadi dengan orang tuaku?"

Tampak kemarahan tersirat di mata wanita itu.

"Itu semua adalah salah ayahmu. Dia membawa lari ibumu dan dirimu. Dalam pelarian itu terjadi kecelakaan yang membuat kedua orang tuamu meninggal di TKP. Dan kau menghilang bersama dengan pengasuhmu yang ikut dalam pelarian itu. Dasar pria tak tahu diuntung!" Wanita itu memaki pria yang merupakan ayah kandung Soraya.

"Kami terus berusaha mencarimu. Tapi pengasuhmu itu membawamu ke negeri yang tidak kami kenal. Negeri yang masih tertinggal. Dan kami tak pernah menyangka langkah seperti itu yang diambilnya. Namun kami hampir mendapatkan informasi keberadaan pengasuhmu tapi lagi-lagi kami kalah cepat. Karena pengasuhmu meninggalkanmu saat dia mencurigai ada seseorang yang sedang mengintainya."

Soraya memang ingat kalau Tante Diana tak pernah memiliki pekerjaan tetap. Dia juga selalu berpindah tempat kerja. Meski begitu, mereka tidak pernah berpindah rumah.

Mungkin karena itulah Tante Diana pergi meninggalkan dirinya.

"Kapan kecelakaan itu terjadi? Mengapa aku tidak ingat apapun?"

"Tentu saja kau tak ingat, karena waktu itu usiamu baru 20 bulan. Apa yang bisa diingat seorang anak pada usia itu?"

"Lalu mengapa ayah membawaku dan ibu lari dari sini?"

"Karena dia menentang tradisi dalam keluarga Palvin. Dia menolak harus berada di bawah kekuasaan wanita. Pria memang penuh dengan harga diri yang terlalu tinggi. Mereka acapkali tak sadar bahwa karena arogansi mereka sering menyakiti wanita. Lihat sendiri bagaimana keputusannya membawa kalian lari? Keluarga Palvin mengalami kehilangan yang sangat besar. Arghhh ... Betapa aku benci pria itu!"

Amarah membuat wajah wanita tua itu memerah, matanya berkilat, napasnya turun naik dengan cepat.

"Sabar, Nyonya! Nanti tekanan darah Anda bisa naik lagi." kata seorang pria yang merupakan asisten wanita itu.

Wanita itu memejamkan matanya berusaha meredam kemarahan yang bergejolak di dadanya.

Soraya memperhatikan sambil mencerna semua yang disampaikan wanita itu.

"Tapi aku sudah menikah. Aku tak mungkin menjadi pewaris dan penerus keluarga ini."

Kilatan tak suka terlihat dalam tatapan wanita tua itu.

"Pria ******** itu? Apa yang bisa dia berikan selain penderitaan dan rasa sakit?" Nada ketus terdengar kentara dari suaranya.

Perkataan wanita itu membuat Soraya terhenyak. Terbersit dalam pikirannya bagaimana neneknya tahu tentang suaminya.

"Tapi dia sudah berubah Granny. Aku sekarang bahagia bersamanya. Bahkan aku sedang mengandung anak kami."

"Aku tahu kau sedang hamil." Tukas wanita itu.

"Lalu apakah Granny masih berkeras memisahkan kami?"

"Keputusanku tak akan berubah. Kau harus kembali ke keluarga Palvin. Tinggalkan pria ******** itu! Juga, gugurkan kandunganmu! Aku tak sudi keturunan Palvin berasal dari pria tak bermoral seperti suamimu. Heh, bagaimana kau bisa bertahan bertahun-tahun bersamanya? Jika aku jadi dirimu, sudah habis pria itu aku cabik-cabik."

Gemeretuk gigi terdengar seolah menambah keyakinan Soraya akan kebencian neneknya pada Ardan, suaminya.

"Tidak Granny! Jangan lakukan itu! Kumohon, biarkan aku kembali pada suamiku!"

Soraya memelas berharap neneknya akan luluh. Ternyata dugaannya salah. Tindakannya malah membuat neneknya tambah berang.

"Jangan pernah memohon pada orang lain! Keluarga Palvin tak pernah memohon. Kita mengambil apa yang kita inginkan. Kita membuang apa yang sudah tidak berguna. Jangan jatuhkan harga diri seorang Palvin karena memohon! Apalagi untuk seorang ******** seperti dirinya! Itu sangat memuakkan!"

"Tapi Granny ... Dalam perutku ada anak kami. Tidakkah ada belas kasihmu untuknya? Agar tidak memisahkan dia dengan ayahnya."

"Aku tak peduli! Aku bahkan menyuruhmu mengugurkan janin itu."

"Tidak Granny! Jangan memintaku untuk mengugurkan janin ini ... Hiks ... Hiks ... " Soraya memohon untuk bayinya.

Wanita itu mendengus kesal.

"Baiklah ... Aku tak akan menekanmu terlalu keras. Aku akan membiarkan kau melahirkan bayi itu. Tapi kau harus berpisah dari pria ******** itu. Dan keputusanku sudah final." kata wanita itu sedikit melemah. Padahal itu hanya siasatnya agar Soraya menuruti kemauannya.

Dia juga tidak serius menyuruh Soraya untuk aborsi. Karena itu sama saja membunuh Soraya. Gen Palvin sangat kuat. Takkan pernah ada keguguran karena apa yang sudah tertanam akan tumbuh subur dan lahir dengan selamat.

Kalau dipaksakan untuk dikeluarkan, akan berpengaruh buruk pada sang ibu. Dan tentu saja dia takkan melakukan hal yang akan membahayakan Soraya.

"Dan kau perlu tahu bahwa kita keturunan Palvin memiliki gen istimewa. Kau tentu heran kenapa sekarang tubuhmu tak lagi merasakan mual dan muntah?"

Soraya menegakkan tubuhnya mendengar perkataan neneknya. Dia memang heran ketika bangun tadi merasa tubuhnya segar.

"Gen Palvin istimewa karena kita bisa menguasai semua pengetahuan dan kemampuan dengan cepat. Karena itulah Palvin menjadi keluarga terkuat di Budapest ini. Kita mengendalikan apa yang ingin kita kendalikan. Kekuasaan kita tak terbatas. Semua di bawah kekuasaan kita."

"Dan Kau tahu kenapa sekarang tubuhmu sudah stabil? Itu karena biskuit yang telah kau makan mengandung obat yang menetralkan aliran darahmu. Kau harus tahu, kalau antibodi gen Palvin sangat kuat sehingga dia akan menolak dengan keras benda asing yang masuk ke tubuhmu. Karena itulah saat kau hamil kau akan merasa hampir mati. Antibodi dalam tubuhmu mendeteksi kalau janin dalam rahimmu merupakan zat asing yang berbahaya bagimu. Makanya antibodi itu menolaknya. Untung kau segera menelan obat peredanya. Sekarang kehamilanmu tidak akan ada masalah. Selain perutmu yang semakin membengkak, tak akan ada keluhan lain."

Soraya terdiam. Dia berpikir untuk tidak melawan neneknya dulu saat ini. Dia perlu memikirkan tindakan yang akan dia ambil agar tidak merugikan dirinya dan bayinya.

"Sekarang kau harus menuruti semua perintah Granny. Tak ada bantahan!" kata neneknya sambil berdiri dan melangkah keluar kamar diiringi oleh asistennya yang berdiri di sampingnya.

Soraya hanya mengangguk lemah.

Tunggu saja ... Ini bukan akhir! batin Soraya. Dia hanya perlu bersabar.

Bersambung...

**Jangan lupa like dan krisan ya!

Terima kasih dah mampir di cerita ku. 🥰**

1
Ghiffari Zaka
iZhin mampir Thor🙏🙏🙏
Nelly oktavia
siapa yng bersma soraya
Nelly oktavia
banyak cerita yang belom terungkap
Nelly oktavia
ada pa ini semua rencana Soraya
Nelly oktavia
perpisahan itu membuat kamu bahgi lakukan
Siti Masitah
terlalu mudah luluh
Siti Masitah
trauma sih trauma tapi doyan ngelonte...
Siti Masitah
gitu aja....
Siti Masitah
q rasa soraya wanita yg sangaaat botol
Rehan Rehan
👍👍
Yenisia Afila
Datang2 ngaku nenek mau ambil hal selama ini gk ada konstribusi dlm hidupnya, dasar wanita edan
Wasdiah Mahfud
Kecewa
Raden Roro Natasya
aku punya temen persis dlm cerita ini, tp terbalik, papi nya asli brazil, maminya Tionghoa kelahiran Indonesia... wajah nya lbh ke Amerika latin dr pd ke Tionghoa... cakep kok dia muslim sekeluarga...
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Dewi Kesumawati
tapi kamu tetap masih terlalu baik. karena siksaan itu tidak lama dirasakan marsha. hehe, sayang sekali
NAZERA ZIAN
aku mampir ya Thor. mampir juga di karya ku. "GADIS MASA LALU" Siapa tahu suka.. 😊😊🙏🙏
cocoms
bagus alur ceritanya
Fe☕
Done 💃
mksh cerita nya kk 🤗
kerennnn 👌👍
tetap semangat berkarya ✍️✊
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor lnjjt
Sri Wahyuni
yg slah anak y yg d hancurkn perusahaan ortu y ga etis lah sm az jhat y mlah soraya kya iblis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!