NovelToon NovelToon
Sweet Dragon

Sweet Dragon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Chicklit
Popularitas:110.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pena Bulu Merah

Dilarang Promo!!!

Menceritakan perjalanan Xue Rong, gadis cantik yang dicelakai oleh keluarganya. Sampai akhirnya dia ditolong oleh Xiao Yang, pria misterius yang tak asing baginya.


Pertemuan itu membuat keduanya menjadi guru dan murid. Seiring berjalannya waktu akhirnya Identitas Xiao Yang terungkap, hingga akhirnya Xue Rong memiliki perasaan pada gurunya.


Kisah Xue Rong yang mengarungi Benua Tujuh Bintang, menemui banyak rintangan demi mengikuti sang guru, Xiao Yang berkelana keliling dunia.


Ikuti kisah petualangan penuh romansa Xue Rong bersama Xiao Yang di Sweet Dragon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Bulu Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sweet 23 : Pagoda Bulan

Xue Rong mengamati Xiao Yang yang sedang memasuki markas Pagoda Bulan. Tak lama puluhan kultivator menghadang Xiao Yang.

“Mau menghadangku? Panggil seluruh anggota kalian!” Xiao Yang langsung memulai pertarungan dengan penjaga gerbang markas Pagoda Bulan.

Xue Rong menghela napas panjang melihat Xiao Yang langsung memulai penyerangan, perlahan dia membentuk pedang tak kasat mata menggunakan Ilmu Pedang Tanpa Wujud. Kemudian dia bergerak mengikuti Xiao Yang untuk memulai pertempuran melawan kultivator Pagoda Bulan.

Puluhan kultivator berdatangan dari markas Pagoda Bulan. Mereka terkejut ketika melihat Xue Rong dan Xiao Yang telah menghabisi semua penjaga.

“Siapa yang berani menyerang markas kita?!” Seorang pria dengan penampilan yang kasar datang dari arah istana dan menatap geram Xiao Yang.

“Bai Chong dari Pagoda Bulan. Ini adalah tangkapan yang besar. Bagaimana jika kita mulai?” Xiao Yang mengangkat jari telunjuknya dan memberi tanda pada kultivator dihadapannya agar maju.

“Majulah! Aku akan membinasakan kalian semua hari ini!” Perkataan Xiao Yang membuat kultivator Pagoda Bulan yang berkumpul di halaman markas tertawa terbahak-bahak.

Xue Rong hanya diam dan mengamati salah satu kultivator yang menatapnya tajam, ‘Sepertinya semua anggota Pagoda Bulan tidak berkumpul di markas mereka. Ini adalah kesempatan.’ Batin Xue Rong selepas mengamati keadaan disekitarnya.

“Hei, berandalan! Wanita yang bersamamu itu sepertinya tidak pantas untukmu. Bagaimana jika dia menjadi santapan kami?” Pria berpenampilan kasar yang bernama Bai Chong tersenyum menyeringai menatap Xue Rong.

“Kalian yang tidak pantas untukku. Jika sebegitunya ingin menyentuhku, kenapa kalian tidak maju dan menyerangku? Aku akan memberikan kalian pengalaman tentang bagaimana menakutkannya dibunuh oleh seorang wanita!” Xue Rong membalas perkataan Bai Chong dengan sinis.

Xiao Yang tertawa lirih dan menatap Xue Rong karena tidak menyangka gadis yang menjadi pujaan hatinya akan mengatakan hal tersebut.

“Kalian dengar? Calon istriku tidak pantas untuk kalian, orang yang pantas untuknya hanyalah aku! Beruntung aku sedang dalam suasana hati yang bagus, jika tidak mungkin lidahmu itu akan putus, Bai Chong!” Xiao Yang melepaskan aura pembunuh ke aras kultivator yang berada disekitar Bai Chong.

“Kalian semua serang berandalan itu! Biar aku yang melawan wanita ini!” Bai Chong menarik pedangnya dan bergerak perlahan mendekati Xue Rong.

“Masih ada waktu untuk meminta maaf. Jika kau berlutut padaku, mungkin aku akan memaafkanmu, gadis muda.” Bai Chong sangat meremehkan Xue Rong.

“Ternyata hewan ini cukup percaya diri...” Xue Rong sengaja mengejek Bai Chong lewat kata-kata. Dia mengetahui Bai Chong memiliki tingkatan kultivasi yang sama dengannya. Sehingga Xue Rong memperhatikan pergerakan Bai Chong dengan seksama.

Wajah Bai Chong merah padam menahan amarahnya yang meluap-luap akibat ejekan Xue Rong. Ketika jarak antara dirinya dan Xue Rong semakin dekat, Bai Chong langsung menebaskan pedangnya mengincar hanfu yang dikenakan Xue Rong.

“Putri bangsawan sepertimu menjadi seorang kultivator? Lebih baik kau melayaniku dan tunduk padaku!”

Xue Rong tidak menggubris perkataan Bai Chong. Melihat tebasan pedang Bai Chong yang agresif, Xue Rong langsung menahannya dan memperhatikan baik-baik raut wajah Bai Chong yang terkejut. Setelah itu dia tertawa lirih.

“Apakah ini kemampuanmu? Aku juga telah mencapai Alam Suci. Kau pikir aku hanyalah seorang gadis lemah yang tidak dapat bertarung?” Setelah berkata demikian, Xue Rong memutarkan tubuhnya dan melancarkan serangan beruntun pada Bai Chong.

Pedang tak kasat mata yang digenggam Xue Rong tentu membuat Bai Chong terkejut. Bahkan di seberang sana terlihat Xiao Yang dapat mengatasi kultivator lainnya dengan mudah.

Merasa dirinya dalam keadaan terdesak, Bai Chong melepaskan nafsu membunuh tanpa disembunyikan sedikitpun. Sekarang Bai Chong sudah tidak peduli dengan gadis cantik yang menjadi lawannya. Pikirannya sekarang adalah bagaimana caranya membunuh Xue Rong dan melarikan diri dari markas Pagoda Bulan.

Xue Rong tersenyum tipis melihat raut wajah Bai Chong yang berubah, “Sepertinya kau sudah sadar akan posisimu. Jika seperti ini, maka urusannya akan mudah.”

Selang beberapa saat setelah pertarungan berlangsung, terlihat Xiao Yang telah membunuh semua kultivator. Yang tersisa sekarang hanyalah Bai Chong.

“Rong‘er, aku tinggal sebentar. Sepertinya mereka memiliki harta dan sumber daya. Aku akan mengambilnya.” Dengan santainya Xiao Yang datang di samping Xue Rong dan mengencup pipi kanan gadis cantik itu.

“Ini adalah hadiah dariku. Kamu bisa mengatasinya sendirian bukan?” Xiao Yang melirik Bai Chong yang terlihat begitu murka.

Xue Rong memerah wajahnya sesaat, kemudian dia menendang perut Xiao Yang dengan telak, “Beraninya kamu menciumku? Bukankah kamu sudah berjanji tidak akan menyentuhku sebelum...”

“Aku tidak menyentuhmu. Barusan aku hanya mencium pipimu.” Xiao Yang memegang perutnya dan memotong perkataan Xue Rong dengan cepat.

“Hah? Sama saja!” Xue Rong terlihat kesal bahkan dia hampir mengayunkan pedangnya pada Xiao Yang.

“Beda. Cium dan sentuh itu adalah hal yang berbeda. Mau membuktikannya?” Xiao Yang tersenyum jahil. Melihat itu, Xue Rong langsung melepaskan hawa dingin ke arah Xiao Yang.

Seketika Xiao Yang menghilang dari pandangan Xue Rong dan berpindah di tempat penyimpanan harta milik Pagoda Bulan.

“Baru pertama kali ini aku diremehkan seperti ini! Akan kupastikan kepalamu terlepas dari tubuhmu, wanita sialan!” Bai Chong mengaliri pedangnya dengan qi dan mengarahkannya pada Xue Rong dengan sekuat tenaga.

Xue Rong mengolah pernapasan dan mengamati arah tebasan Bai Chong dengan baik. Kemudian dia menyambut tebasan Bai Chong sebelum mendaratkan tendangan pada perut pria berpenampilan kasar tersebut.

Xue Rong tidak berhenti sampai disitu, setelah melihat Bai Chong menjaga jarak. Dengan cepat Xue Rong bergerak ke depan sambil terus mengayunkan pedangnya.

Pertukaran serangan antara Xue Rong dan Bai Chong berlangsung sengit. Selepas bertukar belasan jurus, akhirnya Xue Rong menjaga jarak dari Bai Chong untuk membiasakan menggunakan pedang tak kasat mata.

“Tidak ada pilihan lain!” Bai Chong menelan pil berwarna merah darah. Seketika tubuhnya membesar dan kedua bola matanya dipenuhi urat-urat mata berwarna merah.

Xue Rong merasakan qi dan aura dalam tubuh Bai Chong meningkat drastis sehingga dia menjaga jarak kembali.

“Zirah Dewi Es!”

Xue Rong membungkus tubuhnya dengan aura berwarna putih. Ketika melihat Bai Chong melesat cepat ke arahnya, Xue Rong hanya tersenyum tipis dan menyambut serangannya.

“Tarian Dewi Es!”

Pertukaran serangan yang hebat terjadi. Bai Chong tidak tumbang walau terkena tebasan di dadanya. Justru kekuatannya semakin besar dan terus bertambah.

Xue Rong mengangkat alisnya, ‘Saatnya mencoba jurus baruku. Aku akan lebih serius melawannya!’ Xue Rong melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar sehingga hawa dingin disekitarnya terasa mencekam.

1
Yoni Hartati
lanjut semangat


kpn.lanjut cerita ini
Queensha
Ceritanya bagus, menarik banget buat dibaca
javasoft
waaaw
z_On'J
Luar biasa.. terus semangat!
Laksamanasakai Sakai
kuras harta walikotanya
Nureti
Hai kak 👋
Sukses iya buat karyanya.

Jangan lupa mampir di karya pertamaku. Yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

terimakasih 🙏
🎐꧁༺𝒜𝒾𝓈𝓎𝒶𝒽༻꧂🦋
aku akan tetap bersabar menunggu Sweet Dragon thor
🎐꧁༺𝒜𝒾𝓈𝓎𝒶𝒽༻꧂🦋: oke oke
total 2 replies
Yoni Hartati
padahal saya udah nugguin sweet dragon😅😅


semangat nunggu sweet dragon😘😘
Erny
Semangat thor,,di tunggu up-nya 👍👍👍
Ciao ji
lanjut....
Ciao ji
lanjut.......,
Ciao ji
semangat Thor ....
Ciao ji
lanjut
Ciao ji
lanjut Thor......!!!
Erma
up dong thor
Santoso Agung
tambah lagi karyanya Thor,semoga sukses.ada pesan dikit "semoga tdk berhenti ditengah jalan semua karyanya"..........semangat selalu!!!!!!
Helmi
kelanjutannya
Erma
next thor🙏🙏🙏🙏🙏
yolooo
lanjut
Sofandsyah
manthaaab.....👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!