NovelToon NovelToon
Emily:Ketika Cinta Harus Memilih

Emily:Ketika Cinta Harus Memilih

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:376.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi Zoviza

Sekuel (Mommy untuk baby Arsha)

Pricillia Myliarno Ricardo gadis cantik berusia 24 tahun.Dibuang ibu kandung saat kecil dan di rawat oleh wanita yang ia anggap adalah ibu kandungnya.

Dan jatuh cinta pada seorang pria tampan namun semua yang ia rasakan harus sirna setelah kejadian satu malam yang merubah hidupnya.

Yuk simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23.Banyak anak

Yovan mengobati memar yang ada dipergelangan tangan Emily dengan begitu hati-hati. Kulit putih Emily membuat Memar itu terlihat begitu jelas. Ia berjanji dalam hati akan membuat perhitungan dengan pria bernama Diego itu. Memang sejak awal ia sudah bisa melihat pria itu menyukai Emily dan itu lah sebabnya ia membawa Emily kembali ke sini.

"Selesai...," ucap Yovan.

"Terimakasih Mas...," jawab Emily. Keduanya saat ini sedang berada di ruang tengah rumah mewah itu.

"Iya..."

"Ayo aku tunjukkan kamar kamu dan nantinya akan jadi kamar kita setelah menikah," ucap Yovan berdiri dari duduknya mengulurkan tangannya pada Emily.

Emily menyambut uluran tangan Yovan dan melangkah mengikuti langkah pria itu menuju lantai dua. Jujur ia merasa asing di rumah besar ini hanya berdua dengan Kafka. Ia tidak habis pikir dengan Yovan kenapa membeli rumah sebesar ini.

"Kenapa kamu beli rumah sebesar ini Mas?," tanya Emily menatap interior lantai dua itu yang terlihat mewah.

Yovan menghentikan langkahnya lalu berbalik badan menatap Emily."Aku rencananya ingin memiliki banyak anak dari kamu. Dan rumah ini akan ramai celotehan mereka," jawab Yovan membuat Emily tampak membola mendengar jawaban Yovan.

"Kau pikir aku induk kucing Mas," sungut Emily yang kesal dengan jawaban Yovan. Ia tidak bisa membayangkan melahirkan banyak anak untuk Yovan.

"Aku tahu bagaimana rasanya jadi anak tunggal Emily dan aku tidak ingin Kafka ikut merasakannya. Ya setidaknya Kafka memiliki dua atau tiga adik," jawab Yovan menaik turunkan alisnya menggoda Emily.

"Itu maunya kamu Mas, kamu tidak tahu bagaimana rasanya sakitnya melahirkan," ucap Emily melipat tangan di depan dada.

"Aku hanya bercanda sayang jika Kafka punya adik, dua bolehkan?," tanya Yovan.

"Jangan membicarakan sesuatu yang belum terjadi Mas, kita itu belum menikah. Ingat itu," jawab Emily memperlihatkan wajah galaknya membuat Yovan terkekeh geli melihat ekspresi Emily yang menurutnya sangat lucu.

"Kamu benar tapi setidaknya kita berencana dulu Emily," ucap Yovan lalu berjalan mendahului Emily.

Emily mengerucutkan bibirnya ke depan karena kesal dengan ucapan Yovan. Bisa bisanya pria itu berencana seperti itu. Tidakkah dia tahu bagaimana sakitnya melahirkan dan susahnya mendidik anak sebanyak itu. Apalagi saat ia melahirkan Kafka dulu, ia hanya sendirian tanpa ada yang menemani itu membuatnya merasa takut kembali hamil. Ia takut kembali merasakan hal yang sama.

Yovan membuka pintu kamar dan mempersilahkan Emily untuk masuk. Pria itu mengerutkan keningnya melihat Emily yang terlihat manyun saja. Pria itu tersenyum tipis karena ia tahu kenapa Emily bersikap seperti itu.

"Jangan memikirkan sesuatu hal yang belum terjadi sayang," bisik Yovan tepat di telinga Emily.

Emily menatap Yovan dengan tajam."Itu kata-kata ku Mas," jawab Emily yang terlihat kesal.

"Hahaha...jangan di pikirkan. Oh ya ini kamar kamu dan jika kamu tidak menyukai interiornya kamu bisa menukarnya bukankah kamu ahlinya," ucap Yovan mengalihkan pembicaraan mereka.

Emily menatap interior kamar yang terlihat cantik di matanya. Namun tatapan wanita itu berhenti di dinding kamar yang terdapat ada foto dirinya dan Kafka. Bagaimana bisa ada foto dirinya benar Kafka di kamar ini.

"Aku mengambil gambar kalian masih di rumah sakit dan foto ini terlihat natural makanya aku pajang di sini. Apakah kamu keberatan?," tanya Yovan yang mengerti tatapan Emily.

Emily menoleh pada Yovan lalu menggeleng dengan pelan." Tidak Mas...,"jawab Emily.

"Kalau begitu beristirahatlah ini sudah hampir larut malam. Pagi-pagi aku akan kembali ke sini ," ucap Yovan.

"Mas...di rumah ini memiliki banyak kamar. Kenapa kamu tidak beristirahat di sini saja untuk malam ini," jawab Emily. Ia tidak mungkin membiarkan Yovan berkendara malam malam begini bagaimana nantinya jika ada begal. Ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Yovan.

Yovan tersenyum mendengar ucapan Emily."Ini bukan Valencia Emily tapi Indonesia. Di Indonesia pria dan wanita tanpa ada ikatan pernikahan tidak diperbolehkan tinggal satu atap," ucap Yovan.

"Tapi ini sudah sangat larut Mas," jawab Emily.

"Ini baru jam 00.30 malam Emily. Aku pernah berendara sampai jam 05.00 pagi karena mencari keberadaanmu setelah ingatanku kembali," ucap Yovan.

"Beristirahatlah!," sambung Yovan lalu keluar dari kamar itu meninggalkan Emily yang terpaku menatapnya.

Emily tersentak dari lamunannya saat teringat akan Kafka. Dia tidak melihat keberadaan Kafka di kamar ini dan entah di mana Yovan menidurkannya. Emily segera keluar dari kamar untuk mengejar Yovan untuk menanyakan Kafka.

"Mas tunggu!," teriak Emily mengejar Emily yang sudah berada di tengah anak tangga.

Yovan terlihat menghentikan langkahnya lalu menoleh pada Emily."Ada apa Emily?," tanya Yovan.

"Dimana Kafka, Mas?," jawab Emily kembali bertanya.

"Kamar Kafka berada di tempat sebelah sebelah kiri kamar kamu. Dia sudah pada tidur pulas," jawab Yovan.

Emily mengangguk pelan lalu balik badan melangkah menuju kamar yang di maksud Yovan. Dan benar saja Kafka tampak tertidur pulas, Emily yang melihat pemandangan itu tersenyum tipis lalu melabuhkan kecupan di kening sang anak.

Emily menatap interior kamar Kafka yang terlihat begitu sangat indah. Ternyata Yovan benar-benar menyiapkan semuanya untuk mereka. Emily keluar dari kamar itu dan kembali menutup pintu kamar Kafka.

Emily kembali masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu. Wanita itu menatap ruangan itu dan sungguh merasa takjub dengan desain kamar ini. Emily membuka pintu yang ada di kamar itu dan ternyata ruangan itu adalah kamar ganti. Di ruangan itu sudah dilengkapi dengan beberapa pakaian yang berjejer di lemari itu dan tatapan Emily beralih pada patung manekin mengenakan gaun pengantin yang begitu sangat indah. Emily menyentuh gaun itu dan menatapnya dengan mata berbinar.

Ting

Mas Yovan

📩: Masuklah ke ruang ganti. Disana aku sudah menyiapkan gaun pengantin untukmu. Cobalah dan aku yakin kamu pasti sangat cantik. Itu gaun pernikahan yang kamu impikan dulu.

Emily tersenyum membaca pesan dari Yovan. Ia ingat sekali jika gaun ini adalah gaun impiannya dulu. Ia tidak mencoba gaun itu karena ia tidak sanggup membukanya karena gaun itu cukup berat. Dan ia tidak bisa memakainya sendiri karena kancing dari gaun itu terdapat di belakang.

Emily keluar dari ruang ganti itu setelah mengganti pakaiannya dengan gaun tidur sudah siapkan Yovan di ruangan itu karena kopernya sepertinya belum diturunkan dari mobil Yovan.

***

Emily menuruni anak tangga rumah mewah yang disiapkan yovan untuknya. Rumah itu terlihat sepi karena hanya ada beberapa pelayan yang bekerja. Sedangkan Kafka masih tidur dan belum bangun, karena hari ini adalah hari libur Emily membiarkan anaknya itu untuk tetap tidur dan tidak membangunkannya.

Saat Emily sampai di lantai dasar tiba-tiba wanita itu teringat akan anak asuhnya dulu yaitu Arsha. Ia yakin bocah itu saat ini sudah tidak lagi mengingatnya. Mungkin untuk beberapa hari ke depan ia akan menemui Arsha di kediaman Dirgantara. Namun sebelum itu ia akan mengurus sekolah Kafka di sini dan mencari sekolah terbaik untuk anaknya itu.

...****************...

1
Sri Wulandari
max itu butuh wanita yg lemah lembut, pengertian, penyayang tp jg cerdas thour utk mengimbangi sikat petualangannya nti dia akan jd pria yg bucin sprti yovan🤭
Sri Wulandari
selamat yovan-emily bahagia sllu selamanya ❤️❤️💖💞🎉🎉🎉
Sri Wulandari
maxime ternyata kakak yg baik utk emily
Sri Wulandari
perusahaan tempat emily bekerja pasti punya yovan
lia rahma
lanjut thor
Nivia Olive
typonya banyak banget loh, Thor.
Fie Lian
Luar biasa
altanum
cerita yang diangkat sudah bagus dan ada bahan untuk melanjutkan daro novel sebelumnya...
cm ada beberapa bab yang ceritanya agak dipaksakan.jd alur e agak aneh
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
Runik Runma
bagus max
Runik Runma
mampus kau
Runik Runma
mantap
Runik Runma
Huu egois kmu Yovan
Cherly_Lenda Akay
Lumayan
Dwi ratna
udh kesana kak,Tek bca jg
Wiwin Zahira
aku udah mampir kak😊
🍒🍒 Aisyah 🍒🍒
ko kisah ana dan Victor engga di selsai Thor,,nanggung bnget berhenti di tengga jalan

padahal aku sangat suka novel mu Krn engga terllu berbelit"

y udah lah cari novel lain yg bacanya engga setenga"
Desi Alabrar
terima kasih Thor, ttp semangat 💪😘😘
Ade Syafira Suhardin
di tunggu yah kak kisah selanjutnya n makasih buat kisah yg ini
Novi Zoviza: iya kak.dan terimakasih juga untuk dukungannya
total 1 replies
Jessica Xie
koq ngak ada anak cewek sih
pengen lihat yovan posesif sama anak ceweknya thor
semoga d lapaknya Maxime Emily melahirkan anak cewek 1 ya thor
Novi Zoviza: terimakasih masukannya KK,
total 1 replies
lilikmamavioagym mama
spil judulnya thor..😁🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!