Spin off If You Met Me First ...
Karina Ramadhan adalah petasan injak. Susah diatur, suka dugem, meskipun kuliah beres tapi tetap saja membuat Stefan dan Irina kesal karena putrinya sulit diatur. Teguran dari semua keluarga, diacuhkan oleh Karina. Hingga puncaknya, Karina hendak kawin lari dengan seorang DJ tapi ketahuan oleh Stefan. Demi membuat Karina anteng, Stefan dan Irina menjodohkan putrinya ke rekan kerja Irina yang bertugas sebagai atase kedutaan besar Inggris di Stockholm bernama Ravi Khan. Bagaimana kehidupan pernikahan perjodohan antara Karina yang meledak-ledak dengan Ravi yang dingin dan kaku ?
Generasi Ketujuh Klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dinner Berdua
"Ravi..." bisik Karina yang tanpa sadar menitikkan air mata karena merasa terharu dengan kejutan dari suaminya.
"Ayo, berdoa dan tiup lilinnya," senyum Ravi ke istrinya yang sudah emosional.
Karina meniup lilinnya yang bertuliskan 23 dan memejamkan matanya untuk berdoa. Setelahnya, Karina mencium bibir Ravi lembut.
"Terima kasih suamiku. Tapi kok Daddy dan mommy tidak mengucapkan aku ulang tahun pagi-pagi ya?" gumam Karina.
"Mereka sengaja karena aku yang memintanya apalagi kamu ada quiz kan?" ucap Ravi sambil meletakkan cake itu dan Karina langsung memasang wajah judes.
"Kamu kok gitu!"
Ravi berbalik. "Lha nanti kejutan aku nggak afdol dong... Addduuuhhh !" Ravi meringis saat Karina mencubit lengannya.
"Aku terlanjur terharu !" sungut Karina membuat Ravi tertawa, senang membuat istrinya manyun.
Suara ponsel Karina berbunyi dan gadis pun mengambil dari dalam tasnya. Rupanya Irina yang menelponnya dan Karina menerima panggilan ibunya.
"Assalamualaikum..." salam Karina.
"Wa'alaikum salam... Selamat ulang tahun ya anak mommy ... Sehat, panjang umur, sayang suami, disayang suami, kuliahnya lancar dan semoga segera dikasih momongan ..." senyum Irina membuat Karina tersipu soal momongan.
"Terima kasih mommy..." jawab Karina.
"Nih, Daddy kamu mau ngomong ..."
Ravi membiarkan istrinya mengobrol dengan kedua orangtuanya karena mereka juga ikut terlibat dengan rencananya yang tidak mengucapkan ulang tahun tadi pagi karena Karina sibuk memikirkan quiz-nya dan Ravi sudah menduga istrinya lupa hari lahirnya. Tadi pagi Karina sarapan sambil belajar membuat Ravi merasa kasihan melihat istrinya serius.
"Daddy mengajak makan malam besok malam Minggu. Sekalian merayakan ulang tahun aku... Gimana ?" tanya Karina usai menerima telepon dari kedua orangtuanya.
"Ya berangkat dong, Karina ..." jawab Ravi sambil memberikan potongan cake kepada istrinya. "Selamat ulang tahun istriku... Aku selalu mencintaimu..."
Karina tersenyum. "Biasanya ucapannya panjang umur et cetera tapi kamu berbeda."
"Karena aku selalu mendoakan kamu di atas sajadah..." jawab Ravi kalem.
Mata hijau kebiruan Karina terbelalak.
"Ayo dimakan kuenya ..."
***
Ravi menunggu Karina selesai mandi dan dirinya berencana mengajak istrinya makan malam berdua. Tak lama istrinya keluar dengan gaun bewarna putih, senada dengan pakaian Ravi.
"Kita akan makan dimana?" tanya Karina sambil menggandeng tangan Ravi berjalan keluar dari apartemen.
"Yang tidak ada seafoodnya ..." jawab Ravi kalem.
"Aku tidak apa-apa ada seafood tapi aku hanya bisa makan salmon ..." Karina masuk ke dalam lift bersama Ravi. Aroma harum parfum keduanya tercium di dalam lift. Karina dengan Marc Jacobs nya dan Ravi dengan Hugo Boss. Perpaduan feminin dan maskulin tercium disana.
Keduanya keluar dari lift dan berjalan menuju area parkir lalu masuk ke dalam mobil Ravi. Karina memilih tidak bertanya mereka mau kemana karena kata Ravi adalah surprise.
***
Karina terkejut saat mereka tiba di sebuah restauran yang dikenal sangat sulit membuat janji makan disana. Restauran yang dikenal salah satu terbaik di Stockholm itu memang salah satu saingannya RR's Meals yang sama-sama mendapatkan bintang Michelin.
"Bagaimana kamu bisa masuk ?" tanya Karina saat dirinya dan Ravi diantarkan ke meja mereka.
"Terpaksa menggunakan nama ayahmu ..." jawab Ravi kalem.
Karina cekikikan. "Memang harus nepotisme ya?"
"Begitulah. Aku sempat terpikir untuk meminjam nama Pangeran Arsya atau pangeran Richard."
Karina mendelik. "Jangan macam-macam!"
"Sempat terlintas sih..."
Keduanya pun tiba di meja yang dipesan Ravi lalu memesan makanan ke pelayan yang melayani mereka.
***
"Bagaimana makanannya?" tanya Ravi yang menolak wine atau minuman beralkohol lainnya yang ditawarkan karena dia menyetir. Ravi hanya meminta club soda selain air mineral.
"Enak. Aku kan memang suka daging ..." jawab Karina sambil menyesap club soda nya. Wanita itu sudah lama tidak menenggak alkohol semenjak terakhir mereka datang ke club. Pola hidup sehat Ravi membuat Karina terbawa.
"Kamu cantik sekali malam ini ..." puji Ravi.
"Hanya malam ini ?" Karina memajukan bibirnya.
"Setiap hari juga cantik tapi hari ini lebih cantik karena berulang tahun..." senyum Ravi.
Karina sedikit tersipu mendengar gombalan suaminya. "Dasar tukang merayu."
"Merayu sama istri sendiri juga ..." kekeh Ravi.
Karina melihat gaya Ravi tampak Dandy dan tampan. Matanya juga melihat ke beberapa pengunjung restauran yang wanita, diam-diam banyak yang mencuri lihat ke suaminya.
Tentu saja Karina merasa cemburu tapi dia berusaha tidak memperlihatkan sebab akan merusak mood dan moment saat ini. Apalagi Ravi seolah tidak melihat mereka karena tatapannya hanya fokus ke dirinya.
"Mau tambah lagi ?" tanya Ravi.
"Mau !" jawab Karina.
Karina Ramadhan
Ravi Khan
***
Ravi dan Karina tiba di apartemen dengan perut kenyang serta hati senang. Karina melepaskan sepatunya dan menunggu Ravi melepaskan sepatunya juga. Ravi menyimpan sepatunya di lemari dan menoleh ke arah Karina yang menatap dirinya.
"Ada apa Karina ?" tanya Ravi.
Karina tidak menjawab lalu mencium bibir Ravi yang membalasnya sama panasnya. Ravi menggendong Karina seperti koala tanpa melepaskan bibirnya.
"Kamarku ... atau kamarmu ..." bisik Ravi sambil menciumi Karina.
"Mana saja ..." balas Karina.
Ravi lalu membawa Karina ke kamarnya.
***
Karina memeluk tubuh Ravi usai percintaan panas mereka dan berusaha bernafas dengan normal.
"I love you, Karina," ucap Ravi sambil mengelus punggung mulus istrinya dengan jarinya membuat Karina sedikit memggelenyar karena terasa sangat ... Mesra.
"I love you too ..." Karina mendongakkan wajahnya. "Apakah kamu tidak apa-apa mengeluarkan uang lumayan tadi ?"
Karina tahu tadi Ravi habis banyak dan pria itu menolak saat dirinya membantu.
"Setahun sekali dan membahagiakan istriku. Allah akan memberikan gantinya nanti asalkan kamu senang ..." jawab Ravi.
Karina lalu menindih tubuh Ravi dan duduk diatasnya. "Aku tidak apa-apa kok kalau keluar uang buat kita .."
"Sayang, selama aku masih mampu, aku tidak akan minta sama kamu. Kalau memang sudah kepepet dan terpaksa ... Baru." Ravi memegang wajah Karina. "Simpan saja uang kamu buat hal-hal tidak terduga ya. Jangan khawatir, aku masih bisa mencukupi semuanya."
Karina mengangguk lalu mencium bibir Ravi penuh perasaan. Hatinya sangat bersyukur mendapatkan suami seperti Ravi yang sangat bertanggung jawab dan sabar dengan semua sikap Karina. Tiba-tiba mata Karina terbelalak.
"Sorry, adik kecilku ... Ingin lagi," cengir Ravi kikuk.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️