NovelToon NovelToon
Chasing Eléonore

Chasing Eléonore

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:289.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hana Reeves

Spin off Kings and Queens dan My Darling...

Disaat Eléonore Blair McGregor bertemu dengan Billy Gallagher Luna, dia masih berusia lima tahun. Elle dan Billy melakukan perjanjian 15 tahun kemudian, Elle akan meminta sesuatu pada Billy di hari ulangtahunnya ke 20.
Sayang, Billy mengalami kecelakaan di usianya ke 15 yang mengakibatkan amnesia berat dan hanya ingat keluarga intinya. Billy melupakan semua terutama Elle dan janjinya.
Elle berusah membuat Billy ingat tapi tidak berhasil hingga Billy berpacaran dengan seorang gadis. Elle akhirnya menyerah dan menerima cinta Eliot. Disaat Elle sudah bersama Eliot, Billy mengingat semuanya. Sekarang giliran Billy mengejar Elle tanpa perduli statusnya.

Generasi ketujuh klan Pratomo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Billy

London Museum

Paula ditunjuk sebagai guide bagi para siswa sekolah elite London selama mereka melakukan tour. Brayden sendiri diam-diam berjalan di paling belakang mendekati Tante Elle nya.

"Tante, pourquoi travailles-tu ici ( kok kerja disini sih )?" bisik Brayden dengan bahasa Perancis.

"Et alors ( memang kenapa )?" balas Eléonore sambil berbisik juga. Keduanya berjalan seolah mendengarkan penjelasan Paula.

"Nicht geeignet. Tante ist zu schön. Onkel Eliot, wissen Sie ( tidak cocok. Tante terlalu cantik. Oom Eliot memang tahu )?" bisik Brayden dengan bahasa Jerman.

"Eriotto ojisan ga kyoka o dashimashita ( Oom Eliot sudah kasih ijin ). Sorenishitemo, naze son'nani urusai nodesu ka ( lagian kamu kok usil banget sih )? Soko ni shūchū shite kudasai ( konsentrasi gih )!" desis Eléonore dengan bahasa Jepang membuat Brayden terbahak.

Semua orang menoleh ke arah pangeran dua kerajaan itu yang hanya tersenyum smirk.

"Sorry, tour guide yang ini memang lucu dalam menjelaskan," jawab Brayden dengan wajah polos tapi membuat Eléonore ingin menjitak kepala keponakannya.

Collin, pengawal Brayden, hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tahu pangeran satu ini usilnya minta ampun. Beruntung princess Anette seperti princess Alisha yang kalem.

***

Akhirnya acara melihat museum pun selesai dan guru dari sekolah pangeran Brayden pun mengucapkan terima kasih kepada Direktur Museum yang mau memberikan kesempatan meskipun agak mendadak.

Para pegawai museum memberikan hormat pada pangeran Brayden termasuk Eléonore. Lagi-lagi keponakannya yang tampan itu memberikan kedipan mata ke tantenya yang sudah gemas dengan keusilannya.

Ya ampun, kamu kebanyakan kumpul sama Oom Shinchan sih B. Jadi kacau deh ! Eh Opa Shinchan ding.

"Dua kali pangeran Brayden seperti itu. Apakah kamu mengenalnya? Kalian sangat akrab tadi di belakang," tanya Paula.

"Aku pernah bertemu di sebuah acara dan yeah, kamu tahu sendiri kan pangeran Brayden dikenal usil," senyum Eléonore meskipun dalam hati ingin menjitak kepala keponakannya.

"Pantas pangeran Brayden merasa kenal kamu."

Eléonore hanya tersenyum kikuk. Ya jelas kenal aku, banget ! Wong keponakan aku.

Akhirnya pintu museum pun dibuka untuk umum dan Eléonore bersama Paula mulai bekerja.

***

Billy melihat bagaimana Eléonore dengan telaten menerangkan pada turis Jepang yang tampak antusias dengan berbagai karya seni. Mata biru Billy memandangi gadis itu dengan perasaan kagum sebab tidak ada Eléonore yang manja, yang ada seorang gadis cantik dengan sikap profesional.

Padahal kata bang Alex, Elle baru dua hari bekerja tapi sudah bisa mengatasinya.

Billy memilih duduk di sudut dekat patung karya seorang seniman Inggris sambil memperhatikan Eléonore yang masih sabar menghadapi banyak turis asing.

***

Akhirnya museum pun break makan siang dan Eléonore bersama Paula bisa beristirahat sejenak untuk makan siang. Dua pegawai museum yang sudah makan siang, menggantikan keduanya. Eléonore hendak berjalan ke bagian khusus pegawai ketika melihat Billy duduk di sudut museum.

Paula melihat Eléonore tampak tertegun, melihat ke arah pria tampan khas Inggris itu. Paula bingung dengan sikap Eléonore yang seperti bimbang antara mau menghampiri atau tidak.

"Siapa itu Elle ?" tanya Paula.

"Kakak ku ..." bisik Eléonore. "Maaf Paula, kamu makan siang sendiri dulu ya. Aku mau bertemu dengan kakakku."

Paula mengangguk sambil menepuk pundak Eléonore. "It's okay. Jangan lupa makan tapi Elle."

Eléonore tersenyum. "Absolutely."

Paula pun masuk ke ruang pegawai sementara Eléonore menghampiri Billy.

"Hai kak Billy. Sudah lama?" senyum Eléonore.

"Lumayan. Yuk makan siang," ajak Billy.

"Maunya, tapi Mortimer sudah membawakan aku bekal..." senyum Eléonore.

"Bisa dimakan nanti kan? Ayo lah, makan siang sama aku, mumpung aku pulang ke London. Soalnya besok aku kembali lagi ke Oxford," rayu Billy.

Eléonore sedikit ragu tapi dia mengangguk. Billy menggandeng tangan gadis itu untuk menuruni tangga depan museum dan menuju restauran yang ada dekat tempat Eléonore bekerja.

***

"Mbak Lena hamil? Alhamdulillah ... Akhirnya anak gurita punya adik sotong..." senyum Eléonore senang. "Jaraknya sama jauhnya antara Brayden dan Anette ya."

"Brayden dan Anette hampir sepuluh tahun, Grayson dan adiknya beda enam tahun," jawab Billy.

"Setidaknya mbak Lena senang punya anak lagi tanpa harus memakai program macam-macam. Mintanya apa?" tanya Eléonore.

"Cewek. Katanya biar ada yang mewarisi cantiknya."

Eléonore terbahak. "Narsisnya tidak hilang-hilang. Bilang saja ada pewaris jiwa jagalnya."

Billy menatap Eléonore horor. "Elle, jangan bilang begitu. Daddy dan Mommy bisa jantungan ..."

Eléonore cekikikan. "Oom Gabriel dan Tante Garvita paling sudah tabah."

Billy tersenyum. "Senang bekerja di museum ?"

"Alhamdulillah senang. Apalagi aku baru dua hari kok tapi sudah ada banyak dramanya dan itu tantangan tersendiri bagi aku."

Billy menatap lembut ke Eléonore. "Aku yakin kamu bisa mengatasinya."

Eléonore mengangguk. Billy membaca id card Eléonore yang tertulis 'Eléonore Giandra' dan menatap gadis itu bingung.

"Kok Eléonore Giandra?" tanya Billy.

"Karena nama Blair dan McGregor sangat dikenal di London. Aku tidak mau dicap mendapatkan pekerjaan dengan nama Daddy dan Opa. Makanya aku pakai nama Ogan Abi," jawab Eléonore.

"Elle, aku mau bilang sesuatu..." Billy memandangi wajah cantik Eléonore.

"Apa itu ?"

"Aku sudah ingat semuanya."

Wajah Eléonore memucat.

"Apa?" bisiknya.

"Aku sudah mengingat semuanya. Termasuk janji kita di rumah sakit. Kamu meminta hadiahmu besok kan ?" jawab Billy.

"Ya Allah ... " Eléonore memegang keningnya dengan kedua tangannya.

"Elle..."

"Maaf kak Billy. Hadiahnya dibatalkan... Aku sudah mendapatkan hadiah dari Eliot..." potong Eléonore yang tanpa sadar menangis. "Maafkan aku kak tapi hatiku sudah aku berikan pada Eliot."

"Tapi Elle ..."

"Kak Billy. Aku sudah berusaha membuat kakak mengingat tapi tidak berhasil dan kakak saat itu bersama Haniyah jadi aku berpikir... Jika kakak bisa berpaling kenapa aku harus menunggu kakak ? Toh aku tidak tahu kapan kakak ingat. Aku harus realistis dan Eliot memberikan semua perhatiannya yang aku dambakan dari kakak." Eléonore mengusap air matanya. "I'm sorry ..."

"Apakah kamu tetap bertunangan besok saat kamu ulang tahun?" tanya Billy sedih.

Eléonore mengangguk. "Kami pacaran sudah lama kak dan kami memang sepakat menikah muda. Apalagi aku dan Eliot sudah siap menjadi pasangan suami istri dan mungkin menjadi orang tua ..."

Billy tertegun. "Kamu sudah semakin dewasa .. "

"Eliot yang membimbing aku menjadi dewasa. Eliot memang masih muda, hanya beda setahun dari aku, tapi dia memiliki pola pikir yang berbeda dengan pemuda seusianya," jawab Eléonore.

"Kamu sudah tidak sayang sama aku ?"

"Aku selalu sayang dengan kak Billy tapi sekarang porsinya berbeda. Sayangku pada kak Billy sama seperti aku ke mas Edward atau ke mas Risyan." Eléonore memegang tangan Billy. "Maaf kak, mungkin kita memang tidak berjodoh."

***

Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa gaeeesss

Thank you for reading and support author

don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
Bapau hijau Bapau hijau
mbak...maksudnya pindah ceritanya?
Hana Reeves: nggak. blm ada wangsit aja
total 1 replies
~AruN~
kak Hana yg ini blm ada ya?
Hana Reeves: belum ada
total 1 replies
lia rahma
kok gantung? Masih ada lanjutannya kah ini?
Hana Reeves: nunggu wangsit 🙏🙏🙏
total 1 replies
istri darmayanty
OOO JD alasan ini erham dipanggil labubu. lebih baik daripada chucky. serem
istri darmayanty
bukannya om Ken dan Tante Kalila ya bukan mas atau mba
muhammad ibnuarfan
😭😭😭😭😭.... innalilahi wainnailaihi rojiun...
muhammad ibnuarfan
duuuhhh...ada bawang lagi....😭😭😭
muhammad ibnuarfan
ya mau gimana...wong nama nya amnesia...El nya juga ke buru mov on...kan Lom ada 20 taun umur nya...kalau dah lewat 20 tuh...baru tinggalin...wesss...sabar ae mas Billy....
ǝs
ujian hidup elle berat juga ya
ǝs
Luar biasa
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Ani
Billy kok suwi suwi njelehi akut yo
Ani
lah jangankan yang ini yang lama aja lo gak inget inget piye toh. pengen tak getok pake centong sirahmu...😤😤
Lucy Ndutz
😭😭😭😭
Lucy Ndutz
aissss masa harus meninggal😭😭😭
R@tna
😭😭😭😭😭😭rip Eliot
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻
INDRA
kenapa thor banyak cerita yg gantung trus banyak juga ada judul tapi ceritanya gx ada setiap di tanya gx prnah di jwb sayang banget thor
Hana Reeves: belum launching juga bisa. karena nunggu antrian
total 1 replies
Rita Indah
kapan adik labubu lahir ini
Siti Choiriyah
😭😭😭😭 kan kan kan..... mewek aq🥺🥺🥺
Siti Choiriyah
mulai enek bawange/Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!