" Tidakkah kau malu?? Bermain kotor bersama dengan suami orang? Jika aku jadi kau, lebih baik aku mati daripada menjadi simpanan pria beristri. " Sindiran dari Belleza Rodriguez, istri sah Tyreece.
" Kenapa aku harus malu? Suami mu sendiri yang merangkak naik ke atas ranjang ku.. Seharusnya kau sadar diri, tidak mungkin suami mu mencari kepuasan diluar rumah, jika saja kau..... Bisa memuaskannya. " Balas Roseline tidak mau kalah.
Dengan gilanya Roseline menerima begitu saja ajakan seorang pria yang menginginkannya menjadi simpanan setelah Roseline menabrak mobil pria itu. Saking patah hatinya Roseline hingga dirinya bahkan tidak sadar jika suatu hari nanti keputusannya ini akan membawanya pada malapetaka.
Bagaimana nasib Roseline selanjutnya?
Apakah cinta pria itu bisa membawa Roseline menjadi istri sah?
Ataukah selamanya Roseline akan tetap menjadi simpanan pria itu?
Dan bagaimana jika hadir pria lain dalam hubungan gelap Roseline dan pria itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Wajah Rouge terlihat sangat masam. Hal ini membuat Nolan dan kedua tangan kanannya menjadi penasaran. Pasti ada sesuatu yang terjadi sehingga Rouge berubah menjadi badmood sesaat setelah menerima panggilan dari Marisha, sang istri.
" Sesuatu terjadi? " Tanya Nolan yang tidak lagi bisa menahan rasa penasaran nya.
" Ck.. " Rouge berdecak kesal.
" Shasha... Aku memintanya untuk menghibur Rose yang akhir-akhir ini terlihat lebih sering melamun. Dan dia justru kehilangan 10% sahamnya di de Beauty. " Cerita Rouge dengan wajah yang sudah sangat keruh.
" Bisa-bisanya mereka balapan dan berakhir Shasha yang kalah. Menyebalkan sekali. " Rouge mengumpat pelan.
Satu
Dua
Tiga
Hahahahahahahahahahahahaha.....
Gelak tawa menggema di ruangan yang berukuran 10x12 meter persegi itu. Siapa lagi tersangkanya, jelas Nolan dan kedua asisten pribadinya itu. Bukannya prihatin atas apa yang menimpa Rouge, ketiga pria ini justru tertawa begitu lepas. Rasanya, begitu bahagia sekali bisa tertawa puas di atas penderitaan Rouge.
Pantas saja pria ini berwajah masam setelah mendapat panggilan dari istrinya. Rupa-rupanya, Rouge telah kehilangan salah satu aset berharganya yang dipegang oleh sang istri. 10% saham de Beauty, setara dengan sepuluh kali lipat gaji seorang direktur utama JN GROUP. Jelas itu bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh begitu saja.
" Kau itu perhitungan sekali.. Toh yang mendapatkan saham itu kan Rose juga. Jangan terlalu pelit lah.. " Lihatlah, betapa senangnya Nolan menaburkan garam di atas luka Rouge yang masih basah itu.
" Mudah kau bicara begitu.. " Rouge melirik sinis.
" Aset mu kan banyak, Oge.. Kehilangan 10% saham mu di perusahaan Rose tidak akan membuat mu miskin dalam waktu sedetik. Ayolah... Belajarlah untuk bersedekah. Hahahaha.. "
" Terus.. Terus saja kau tertawa.. Suatu saat nanti, gantian kau yang akan rugi karena Roseline. " Rouge berujar sinis dengan senyum miring tercetak di bibir tipisnya.
Tidak tahu saja Rouge, jika Nolan bahkan sudah mengalami kerugian dalam jumlah yang sangat besar saat mendapatkan baru ruby merah yang diinginkan Roseline saat lelang beberapa waktu lalu. Memang Gavriel getol sekali ingin mengganti uang itu. Tapi Nolan terpaksa menolak karena ancaman dari Ceena. Anggap saja itu hadiah kepulangan Roseline, itulah yang dikatakan oleh Ceena padanya.
Apalah daya Nolan jika ibu negara sudah bertitah. Berani melanggar, maka kenikmatan yang biasa Nolan rasakan setiap malam akan terancam tidak akan dia dapatkan kembali. Daripada seperti itu, lebih baik Nolan kehilangan ratusan juta dolar. Setidaknya uang masih bisa dicari daripada harus menghadapi kemarahan dari sang istri.
*
*
Di sebuah vila besar yang menghadap ke laut, Joaquin duduk menatap indahnya langit malam dari balkon yang ada di lantai tiga. Tempat ini, adalah salah satu aset keluarga Cassano yang baru mulai Joaquin tinggali setelah kepergian putra pertamanya, Galen de Niels.
Dulu, dia selalu ingin membawa semua anak-anaknya untuk tinggal di tempat ini. Tapi karena pusat bisnis yang dimiliki keluarganya berada di Milan, Joaquin mengurungkan niatnya. Justru sekarang, di masa tuanya inilah, Joaquin berkesempatan untuk tinggal dan menghabiskan hari-hari tuanya bersama sang istri di tempat ini.
Enggan mengingat kenangan buruk yang menimpa putra pertamanya di mansion utama de Niels, membuat Joaquin dan Noura memutuskan untuk tinggal di vila ini. Sebuah vila yang bergaya Eropa kuno, terletak di kota Catania, Sisilia. Sebuah kota yang dekat dengan laut dan pegunungan Etna.
Joaquin sengaja duduk di balkon lantai tiga karena tidak bisa tidur. Ada beberapa hal yang mengganggu pikirannya. Tentang masalah keluarga, perusahaan, dan juga tentang kesehatannya sendiri. Joaquin memiliki ketakutan bila mana nantinya dirinya lah yang terlebih dahulu berpulang, dan meninggalkan wanita yang teramat dia cintai selama hidupnya, Noura Robinson de Niels.
Di tengah banyaknya beban pikiran Joaquin, hal yang paling bisa menghiburnya adalah keberadaan semua cucunya di vila ini. Awalnya, tujuan Joaquin membawa serta semua cucunya hanya untuk menarik Syon menghindar dari masalah yang menimpa Roseline. Tapi lama kelamaan, keberadaan semua cucunya di tempat ini justru membuatnya terhibur. Joaquin, senang berada di tengah cucu-cucunya. Umurnya terasa lebih muda dua puluh tahun ketika bersama semua cucunya.
" Nonno Joaquin.. " Joaquin lekas menoleh dan mendapati Syon berdiri di pintu yang mengarah ke balkon.
" Kenapa belum tidur? " Tanya Joaquin sembari melambai memanggil cucunya itu untuk mendekat.
" Aku terbangun karena haus, dan melihat nonno berada disini sendirian. Jadi aku berinisiatif untuk menghampiri nonno. " Joaquin terkekeh. Cucunya yang satu ini memiliki kepekaan yang tinggi terhadap orang-orang di sekitarnya.
" Aku tidak bisa tidur.. Jadi, duduk di sini menikmati malam. Siapa tahu nanti mengantuk sendiri karena terkena angin malam. " Joaquin kembali menatap lautan di depannya.
" Angin malam tidak baik untuk kesehatan, nonno.. " Tegur Syon penuh perhatian.
Joaquin tahu itu, tapi berada di ranjang dan gelisah hanya akan mengganggu Noura beristirahat. Joaquin tidak tega mengganggu tidur Noura, istrinya sangat lelah setiap harinya mengurus semua cucu mereka. Meski dibantu oleh maid dan pengasuh para cucunya, tetap saja fisik Noura sudah tidak lagi muda. Istri tercintanya itu jadi mudah lelah karena faktor usia.
" Ketika kau memutuskan menghampiri ku, pasti ada sesuatu yang mengganggu mu. Coba, katakan pada ku, apa itu? " Joaquin bisa melihat jika selama beberapa hari ini, Syon terlihat menahan sesuatu.
" Bolehkah? " Joaquin mengangguk mantap.
" Ini... Tentang pria yang... Ehm... Bertemu dengan momma saat pesta peluncuran produk de Beauty.. " Syon berucap lirih.
" Kenapa? Katakan saja!! "
" Apa dia.. Kemungkinan besar adalah poppa kandung ku? "
Joaquin menatap Syon tak terbaca. Hal ini membuat harapan Syon menjadi luntur karena menganggap jika tebakannya salah. Pria itu, pasti bukan ayah kandungnya karena tidak mungkin seorang dengan latar belakang seperti pria itu tidak berusaha mencari anaknya jika memang dia kehilangan.
" Aku tahu apa yang kau pikirkan.. Untuk saat ini, aku belum bisa mengatakan yang sebenarnya. Hanya saja, jangan terlalu banyak berharap. "
" Masalah ini cukup rumit.. Banyak sekali kejanggalan yang menutupi kebenarannya. Jadi, bersabarlah terlebih dahulu. Ketika semua terkuak, kau akan mendapatkan jawabannya. " Joaquin mengusap puncak kepala Syon yang tertunduk sedih.
Jelas saja Syon merasa sedih, kecewa, dan juga patah semangat. Selama ini dirinya berusaha tidak terlalu memperlihatkan betapa sebenarnya Syon peduli tentang keberadaan sang ayah kandungnya di depan Roseline. Hanya agar Roseline tidak bersedih, Syon menekan semua perasaan rindu nya akan sosok seorang ayah.
Kemunculan pria pada malam itu, membuat semua pertahanan Syon selama ini goyah. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, tapi Syon merasakan adanya sebuah ikatan dengan pria itu. Sesuatu yang tidak Syon dapatkan saat bertemu dengan pria-pria lain yang selama ini berada di sekitar Roseline.
Hanya saja, jawaban Joaquin atas pertanyaannya barusan membuatnya harus menerima kekecewaan jika harapannya itu hanya sebuah harapan. Pria itu, besar kemungkinan bukan ayah kandungnya dan Syon kecewa. Hatinya sakit, menyadari pincangnya hidup Syon tanpa seorang ayah di sampingnya.
' Apa aku... Tidak diizinkan untuk merasakan apa yang dirasakan anak-anak lainnya. Memiliki orang tua lengkap.. '
semangat thor