NovelToon NovelToon
Pembalasan Si Buruk Rupa

Pembalasan Si Buruk Rupa

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:179.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: nita kinanti

Gia tidak menyangka jika rekan kerjanya tega menaburkan bubuk beracun ke dalam perlengkapan make up-nya sehingga membuat wajahnya yang cantik berubah menjadi penuh koreng busuk dan menjijikkan. Karena hal itu pula Gia dihina dan dijauhi teman-temannya bahkan sampai dipecat dari pekerjaannya.

Setahun kemudian Gia kembali ke perusahaan itu untuk mengembalikan nama baiknya sekaligus membalas orang yang telah menghancurkan wajahnya.

Bagaimana cara Gia memberikan pembalasan yang setimpal kepada orang-orang yang telah menyakitinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Bangun dari Mimpi

"Apa-apaan kamu Emir?!! Bisa-bisanya kamu datang bersama perempuan lain?!! Kenapa kamu tidak mengatakan ini padaku sebelumnya?! Kamu sengaja ingin mempermalukan aku?!!" cecar Erika begitu ada kesempatan dia hanya berdua dengan Emir.

"Pelankan suaramu, Erika!" ucap Emir sambil memperhatikan sekelilingnya untuk memastikan tidak ada yang melihat mereka sedang berdebat. "Dia datang mewakili Tuan Tirta, dan aku disuruh menemaninya. Aku bisa apa?!!"

Jawaban Emir membuat Erika tercengang. Enteng sekali Emir mengatakan dia bisa apa seolah tidak ada pilihan lain selain menyetujui permintaan Tuan Tirta.

"Kamu bisa menolaknya dan mengatakan jika kamu sudah memiliki pasangan, yaitu aku! Aku kekasihmu Emir! Hargai aku, hargai perasaanku!!! Seharusnya aku yang menemani kamu, bukan dia!!!" Erika hampir berteriak saking marahnya.

"Sudahlah, kita bicarakan ini nanti!" tukas Emir lalu pergi begitu saja meninggalkan Erika.

"Tunggu, Emir!!! Aku belum selesai bicara!!!"

Emir tidak peduli, dia justru semakin mempercepat langkahnya menjauh dari Erika sebelum ada yang melihat. Hal ini membuat Erika semakin sakit hati karena Emir terkesan pasrah dan tidak peduli dengan dirinya.

Emir sendiri heran ketika tiba-tiba Tuan Tirta memintanya untuk menemani putrinya, Kania menghadiri pesta. Dia tidak tahu jika hal ini terjadi bukan tanpa rekayasa. Ada Gia yang telah merencanakan semua ini di belakangnya.

Gia menahan senyum ketika melihat Erika kembali ke venue pesta dengan mata yang terlihat sembab. Ya, itulah yang dia rasakan dulu. Pergi ke toilet hanya untuk menangis setelah itu kembali bersikap biasa lagi.

Ini belum seberapa, batin Gia terus memperhatikan Erika dari sudut matanya.

Erika menghampiri Gia dan teman-temannya, memangnya mau kemana lagi? Seharusnya dia bergabung bersama para petinggi-petinggi perusahaan tetapi di sana ada Emir dan juga Kania, Erika tidak mau bersama mereka karena akan membuatnya semakin sakit hati. Hasilnya, Erika hanya bisa memperhatikan Emir dan Kania dari kejauhan sambil menahan rasa marah dan sakit hatinya.

"Kamu sudah bicara dengan Pak Emir, Erika? Apa dia sudah menjelaskan kenapa dia datang bersama putrinya Tuan Tirta?"

"Tentu saja, Emir baru saja menjelaskannya padaku. Tuan Tirta sengaja meminta Emir untuk menemani putrinya karena putrinya sangat pemalu dan tidak mengenal siapapun di perusahaan ini selain Emir. Tahu sendiri, kan? Emir itu tangan kanannya Tuan Tirta," terang Erika masih dengan nada sombongnya, lupa kalau mata sembabnya berbicara sebaliknya.

"Wah, jangan-jangan Tuan Tirta sengaja ingin menjodohkan Emir dengan anaknya," gumam seseorang yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Erika.

"Sebenarnya anak tuan Tirta tidak jelek-jelek amat, tetapi kalau dibandingkan dengan kamu masih lebih cantikan kamu, Erika. Apalagi kalau dibandingkan dengan Gia, jauh banget. Tapi dia lebih kaya, jadi kamu tetap harus waspada," imbuh Diana dengan entengnya yang langsung membuat wajah Erika sangat masam.

Gia hampir tidak bisa menahan tawanya ketika mendengar ini. Orang-orang ini bukannya menghibur Erika tetapi justru membuat suasana hati Erika semakin buruk saja.

Mulut rekan-rekan kerjanya ini memang tidak diragukan lagi ke-julid-an nya. Mereka bisa langsung mengatakan apa yang mereka pikirkan di depan orangnya langsung tanpa menyaringnya terlebih dahulu, dan kata-kata mereka terkadang bisa sangat pedas.

Tiba saatnya, Emir berdiri di podium mewakili perusahaan untuk memberikan sambutan. Semua mata tertuju ke podium. Entah kenapa Emir malam ini terlihat sangat bahagia. Senyum terus mengembang di bibirnya seakan ada hal baik yang terjadi kepadanya.

Setelah itu giliran Kania naik ke atas podium, mewakili ayahnya sebagai pemilik perusahaan sebelumnya untuk serah terima jabatan direktur utama. "Malam ini saya akan mengumumkan siapa yang akan menjabat sebagai direktur utama yang akan menjabat menggantikan papa saya. Kami telah melakukan rapat tertutup dan memilih orang ini berdasarkan banyak pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak dan tentu saja atas persetujuan pemegang saham Be Beauty sekarang."

Emir tersenyum semakin lebar mendengar Kania berbicara. Dia tidak sabar menunggu namanya disebutkan sebagai direktur utama yang baru, ah ... Senangnya.

Emir berpikir jika mungkin jabatan direktur utama akan diberikan kepadanya sejak Tuan Tirta memintanya menemani Kania pergi ke pesta. Emir mengganggap itu sebagai sebuah kode karena tampaknya Tuan Tirta ingin mendekatkan Kania dengan dirinya. Dia sudah cukup lama mengabdi di perusahaan dan selama ini, Emir lah yang menghandle segalanya. Bukannya tidak mungkin jabatan itu diberikan kepadanya.

"Mohon beri sambutan yang meriah untuk Nona Gianni Larasati, direktur utama Be Beauty yang baru," seru Kania sambil bertepuk tangan. Hampir semua orang terkejut mendengar pengumuman ini lalu mengarahkan pandangannya kepada Gia. "Silahkan naik ke atas podium, Nona Gia."

Gia mengangguk kepada Kania. "Permisi teman-teman. Sepertinya namaku dipanggil untuk ke depan," ucap Gia dengan santainya meninggalkan teman-temannya dalam keadaan mematung tidak percaya.

"Aku tidak salah dengar, kan?"

"Bagaimana bisa dia yang dipilih?"

"Aku pikir Pak Emir lah yang akan ditunjuk sebagai pengganti Tuan Tirta,"

"Aku pikir malah Putri Tuan Tirta sendiri yang akan menggantikannya!"

Itu hanya sedikit dari sekian banyak bisik-bisik yang terdengar. Gia mengacuhkannya. Dia terus berjalan meninggalkan dengan anggun menuju podium.

"Selamat malam semuanya. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin perusahaan ini. Saya akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memajukan perusahaan. Kepada Bapak Emir, saya mohon bimbingannya karena selama ini beliau lah yang memimpin perusahaan, pastinya beliau memiliki lebih banyak pengalaman dibanding saya." Gia menatap Emir dari tempatnya berpidato untuk melihat ekspresi laki-laki itu, sekaligus ingin menekankan posisinya sekarang.

"Dan saya juga mewakili Tuan Arnold Vinson sebagai pemegang saham terbesar di Be Beauty, ingin memohon maaf pada malam hari ini beliau tidak hadir karena masih di Irlandia. Terima kasih, selamat malam." Gia menutup pidatonya lalu turun dari podium.

Pidato singkat Gia berhasil membangunkan Emir dari mimpinya. Senyum yang sejak tadi mengembang di bibirnya hilang seketika berganti dengan raut bingung, tidak percaya dan tentu saja tidak terima. Dia menoleh ke sekelilingnya mencari seseorang yang bisa dia mintai penjelasan tetapi dia tidak tahu harus bertanya kepada siapa.

Turun dari podium, Gia disambut dengan ucapan selamat baik dari pegawai Be Beauty sendiri maupun dari luar Be Beauty, termasuk Kania yang terus mengikutinya dan memperkenalkan Gia kepada orang-orang penting yang memiliki hubungan dengan perusahaan. Emir hanya bisa melihat ini dengan perasaan yang tidak bisa dia jelaskan. Dia ingin marah, tetapi tidak bisa karena ada banyak orang. Tetapi dia juga tidak bisa diam saja mengetahui Gia lah menjadi direktur utama, bukan dirinya.

"Brengsek!!!" Emir hanya bisa mengumpat dalam hatinya dan mengepalkan tangannya. Sementara wajahnya dipaksa untuk terus tersenyum menghadapi para tamu perusahaan yang hendak pamit pulang.

1
Endang Sulistia
Luar biasa
Tri Andy
bagus n seru ceritanya, tksh
AXYs
Direktur ato manager siy jabatannya?

Direktur biasanya atasannya manager bukan?
Dulu waktu aku bekerja gitu siy..
Direktur Pemasaran membawahi bbrp manager.

🙏🏼🙏🏼
Omar Diba Alkatiri
bodohnya tokoh utama , ga ijinin Ade nya masuk kamar tapi kamar ga di kunci .... gia ada otaknya ga Thor
susanti Tri
ko udh end aja thor..hrusny mpe gia punya anak dan hidup bahagia..extra part 2 eps aja gpp..
Ahsin
gia gia hadeh gobloknya gak ketulungan
Siscka Sari
sumpah greget banget sama gia bodoh banget perannya tolol banget udah pernah digituin harusnya lebih hati hati balas dengan anggun tapi mematikan bukan lemah dan grusakgrusuk
Osafa
sukaaabma karya autor...simple...ga bertele2..
sukses utk karya2 selanjut nya tor...
VaNiLaLuLaBo
Diana sok mulu... nyampah
VaNiLaLuLaBo
kannnnn...
VaNiLaLuLaBo
busuk betul hati... sampai bernanah berdarah hati tu membusuk si Erika ni...
VaNiLaLuLaBo
apa hak diorg ni main usir²... mcm Yahudi... marah betul aku .. apa punya manusia yang tidak berperikemanusiaan?? Grrrrrrrrr
arniya
luar biasa kak
shahia azalea
mana balas dendamnya.yang ada lanjut di bulli
Shinta Dewiana
mantap...
Shinta Dewiana
tu rasa hasil buah yg kalian tanam..
Shinta Dewiana
yaaa....lolos...pula
Shinta Dewiana
jahat banget kalian ya,his bukannya tobat..
Shinta Dewiana
hedehhh..kacau...blm sadar2 juga
Shinta Dewiana
kasihan juga tu bu sumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!