Kisah cinta manis antara Figuran dan Antagonis. Mungkin akan mengalami beberapa rintangan kecil dan kesulitan, tetapi selalu menemukan kebahagiaan satu sama lain, dan hubungan mereka semakin dalam.
Seorang perempuan yang hidupnya selalu berada di Rumah sakit karena penyakit jantung lalu saat sudah waktunya untuk pergi dunia malah tersesat di portal novel yang terakhir dia baca. Menjadi seorang Figuran yang akan mati di siksa oleh Antagonis pria karena mengerjai wanita dicintai seorang Protagonis wanita.
Bagaimana kisah mereka?
#CintaRomantis
#SweetMarriage
Cover by @arts.pio
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayyidamita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[ 22 ]
"Dok, pasien atas nama Adista tiba - tiba kejang - kejang."
Ucapan dengan tergesa - gesa dari mulut pria memakai jas putih yang menanda kan profesi Dokter berlari menghampiri Aland bersama Ino yang masih berada di taman.
Dapat Ino lihat kalau tatapan terkejut dari Aland terlihat membuat dia mengepal kan kedua tangan men sembunyi kan agar tidak di ketahui sang suami kalau dia sangat kesal, Aland langsung berdiri lalu tidak lupa mengusap puncak kepala sehingga rambut Ino sedikit berantakan dari awal nya dan habis itu Aland pergi tanpa mengucap kan sepatah kata pun meninggal kan Ino di taman tersebut.
Ino melihat punggung tegap itu yang mulai menjauh dan menghilang dari pandangan nya membuat dia menghembus kan nafas nya kesal lalu menatap lurus ke arah depan mengingat kalau mereka ke daerah ini untuk pengobatan sang Protagonis wanita itu, Ino semakin kesal saat mengingat alasan mereka ke daerah ini.
Ino berdiri dari duduk nya lalu melangkah ke arah ruang rawat milik Mario yang sudah ada Dewi di tempat duduk yang berada di depan kamar ruangan pria itu sambil memain kan ponsel nya, Ino langsung duduk di samping Dewi yang membuat perempuan itu menoleh lalu menyimpan ponsel nya ke saku menatap heran saat mendengar suara hembusan nafas kesal dari sang sahabat di sebelah nya.
"Kenapa?" tanya Dewi memusat kan tatapan nya ke arah Ino yang menjawab dengan geleng - geleng kepala.
"Lo bakal disini terus Dewi?" balik tanya Ino karena merasa heran dengan sang sahabat yang betah di rumah sakit karena biasa nya perempuan itu tidak menyukai dengan bau nya obat - obat yang membuat nya mual.
"Terpaksa gue, karena Bunda nyuruh buat jaga Mario dulu karena Bunda belum dapat cuti." jawab Dewi sambil terkekeh kecil ke arah Ino yang ikut tertawa juga karena melihat raut wajah dari Dewi.
"Selamat menikmati." ujar Ino sambil tertawa cukup kencang lalu banyak yang menatap mereka membuat Dewi langsung membungkam mulut sahabat nya dengan sebelah tangan sambil menatap kesal lalu beralih ke arah orang - orang yang melihat sambil meminta maaf.
"Lo ya... hih!" kesal Dewi yang membuat Ino tersenyum malu - malu lalu meminta maaf ke orang - orang sekitar mereka.
Saat Ino akan beralih pandangan nya, tanpa sengaja dia melihat seorang pria sangat tampan bagi nya dan tubuh yang sangat - sangat bagus untuk seorang pria. Tetapi dia terkejut saat melihat name tag jas putih nya bernama sang Protagonis pria membuat nya melotot terkejut tidak percaya kalau pemeran utama pria ternyata berprofesi sebagai Dokter seperti Aland dan juga berada di rumah sakit yang sama di antara mereka.
Ino langsung mengalih kan pandangan nya ke arah lain agar tidak di tatap oleh protagonis pria tersebut.
"Gue ke Mario dulu sebelum pulang." pamit Ino yang di angguk ki oleh Dewi yang langsung memain kan ponsel nya lagi sehingga Ino memilih untuk masuk ke ruangan Mario dengan cepat.
Saat pintu terbuka Ino melihat kalau Mario sedang menoleh ke arah jendela kotak yang memperlihat kan ruangan luar dengan pandangan kosong yang membuat Ino saat masuk tidak di sadari oleh pria itu, Ino langsung duduk di sebelah brangkar milik Mario yang membuat pria itu memejam kan kedua mata sebentar lalu menoleh ke arah nya yang langsung memperlihat senyuman tipis nya yang di balas senyuman lebar dari Ino.
"Sudah bisa bergerak apa belum?" tanya Ino dengan nada lembut yang memang seperti ini kalau mereka sedang berdua saja akan memperlihat kan perasaan sayang sebagai sahabat muncul.
"Sedikit, tapi belum bisa duduk." jawab Mario dengan bada lembut seperti biasa.
"Kalau tidur menyamping bisa gak?" tanya lagi Ino membuat Mario tersenyum lebar dan mengangguk menjawab nya yang membuat perempuan di samping nya tersenyum senang dan haru.
"Gue mau pulang dulu, besok kesini lagi." ucap Ino sambil menggenggam sebelah tangan Mario yang tidak di infus.
"Kenapa gak nginap?" ujar Mario dengan nada pertanyaan sambil raut wajah nya kesal ke arah Ino yang di balas dengan senyuman lebar nya.
"No no no!" jawab Ino sambil geleng - geleng kepala dengan nada menggoda nya lalu melepas kan genggaman tangan tersebut.
Berdiri dari duduk nya menatap Mario dan juga sebalik nya, tangan mungil Ino mengacak rambut Mario dengan raut wajah tengil nya membuat Mario makin kesal kepada Ino.
"Dah..." pamit Ino berlalu pergi membuka pintu ruangan itu yang masih di tatap oleh Mario sampai perempuan itu menghilang dari pintu tertutup.
Mario menghela nafas panjang menatap lurus ke depan.