NovelToon NovelToon
Syabilla

Syabilla

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Tamat
Popularitas:74.1k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

"Aku memang bukan cinta pertamamu, tapi aku akan menjadi cinta terakhirmu."

Syabilla, nama gadis yang bicara itu. Dan Dhuha, nama pria yang tertegun setelah mendengar apa yang dia katakan.

"Aku seorang duda."

"Iya aku tahu."

"Aku duda dua kali."

"Iya aku juga tahu hal itu."

"Aku sangat jahat, dahulu..."

"Iya, aku tahu semua tentangmu di masa lalu."

"Lantas, kau masih mau menjadi istriku?."

"Iya."

"Kenapa?."

"Karena kata ayah dan ibu kau pria yang baik."

Sejenak Dhuha terdiam, kemudian....

"Baiklah, karena kau sudah tahu siapa aku dan bagaimana masa laluku, mari kita menikah."

Di balik cadar putih itu Syabilla tersenyum. Sementara Dhuha, pria itu kembali diam. Dia tak tahu bagaimana ekspresi para keluarga setelah mendengar kesepakatan mereka, sebab dia buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan

...Novel ini adalah lanjutan dari novel Senja di pelupuk mata. Yang ingin tahu kisah masa lalu Dhuha/Dewa, silahkan mampir ke novel tersebut....

........

Waktu seolah berhenti saat cinta yang sempat merajai hati bertemu tuannya. Semilir angin membelai kerudung yang dikenakan Jena, dia sedang menggendong putranya saat Dhuha dan Syabilla sampai ke kediaman Wahab dan Juwita.

Karena Dhuha terdiam, Syabilla mulai melontarkan tanya"Cantik ya, bang."

"Enggak," sahut Dhuha. Tapi dia masih menatap pada Jenaira.

"Oh ya?. Tapi dia memang sangat cantik."

"Enggak!. Istriku lebih cantik. Terlebih kecantikan ini hanya aku yang dapat melihatnya" kini jemarinya mengusap pipi Syabilla. Tak segan Dhuha juga mendaratkan ciuman singkat di kening istrinya. Beruntung mereka masih berada di dalam mobil.

"Bang!" pekiknya malu.

"Benar kan, istriku lebih cantik dari wanita manapun. Aku sungguh beruntung bisa memiliki dirimu."

Menunduk, Syabilla dibuat salah tingkah.

"Ayo kita turun," ajak Dhuha.

"Aku mau menemui kak Jena dulu. Abang mau ikut?, setidaknya untuk menyapa."

Dhuha menggeleng"Jangan sekarang, nanti saja kalau kita sudah berkumpul bersama." Jawaban Dhuha ini ada betulnya. Sang hati memang sedang berdebar saat ini, tapi dia yakin ini bukan cinta!. Ini hanya debaran karena sudah lama nggak bertemu.

Dari kejauhan Agam melihat Dhuha membukakan pintu untuk Syabilla. Ditilik dari penampilan, Dhuha aka Dewa ini memang sudah jauh berbeda denganya yang dulu. Kalau dulu dia suka mengenakan pakaian formal dan rapi, sekarang dia lebih terlihat berpenampilan sederhana dan santai. Rambut yang dulu sering terlihat tertara rapi, sekarang rambut itu dibiarkan tanpa pemakaian minyak rambut dan sejenisnya. Rambut hitam legam Dhuha bahkan berayun saat sang angin menyapa.

Khair dan Wahab sudah mendirikan dua tenda, tinggal satu tenda yang belum mereka dirikan. Kedatangan Dhuha dengan salam dan disambut salam pula langsung membantu pekerjaan mereka.

Sekilas Khair melirik Dhuha"Dia memang tampan," bisik hatinya.

Agam dan yang lainnya terlihat sibuk membangun tenda untuk memasak, semacam dapur darurat. Mereka ini memang datang dengan keinginan menikmati liburan, alih-alih memesan makanan jadi, mereka masing-masing membawa lauk pauk sendiri untuk di makan bersama. Tapi hanya lauk saja, sementara nasi akan dimasak dadakan, juga ikan. Mereka harus memancing dulu untuk mendapatkan ikan. Ya... definisi kalau bisa susah, kenapa harus pilih yang mudah, namanya juga liburan.

Berkumpul bersama, masing-masing dari mereka kini saling menyapa.

"Lama nggak ketemu,"Agam lebih dulu bicara, tentu kata-kata itu tertuju pada Dhuha.

"Ya, cukup lama. Bagaimana kabar kalian," terlihat biasa saja, semoga pertemuan kali ini berakhir tanpa adanya suatu masalah.

Agam menunjuk ke arah Jena dan Syabilla. Dhuha sedikit menelengkan kepala, meminta penjelasan dari maksud Agam menunjuk istrinya.

"Maksudku, kami baik-baik saja. Dan kami sudah memiliki satu orang putra, dia sedang bersama istrimu, Syabilla."

Wabah dan Juwita terlihat tegang, begitu juga dengan Khair dan Zafirah. Wahab baru tau bahwa lelaki dengan lesung pipi yang dalam itu adalah suami dari mantan istri Dhuha, pria yang dulu sering dia ceritakan padanya.

"Si bocah yang berhasil merebut istri tercintaku," begitu cara Dhuha menyebut gelar Agam, si bocah.

Ternyata benar kata orang, usia hanyalah angka. Toh ternyata Agam terlihat cukup dewasa, bersanding dengan Jena yang begitu cantik justru membuat mereka terlihat serasi.

"Jenaira..., selamat, kamu sudah memiliki seorang anak."

Jena sedikit terkejut, nada bicara Dhuha sudah berubah, nggak kayak dulu yang terdengar selalu ingin menekan dirinya.

"Alhamdulillah, aku diberi kepercayaan untuk memiliki seorang anak," sahut Jena.

Akh! suasananya canggung sekali, sebab yang lainnya jadi terdiam mendengarkan saja, alih-alih ikut mengobrol bersama.

"Sudah! sudah cukup mengenang masa lalu. Kapan kita memancing?. Aku sudah nggak sabar!" siapa lagi yang bicara kalau bukan Syabilla yang ceria.

Meski sang cinta pertama hadir di hadapan suaminya, pernyataan cinta dan ketulusan hati yang ditunjukkan Dhuha padanya sudah cukup meyakinkan dirinya, bahwa hari ini adalah akhir dari kisah masa lalu Dhuha dan Jena.

Dalam kehidupan bukan nggak perlu untuk menoleh kebelakang, tapi kalau menoleh kebelakang terus akan jadi seperti apa masa depan kita?. Inilah yang Syabilla pikirkan sekarang, baginya kisah itu telah usai, dan kini cintanya dan Dhuha akan kekal selamanya, semoga saja.

"Mancing bersama pasangan masing-masing atau kita bagi menjadi dua kelompok, tim perempuan dan tim laki-laki," ujar Wahab.

"Enggak!. Enda mau ikut onty Jena."

"Aku juga nggak mau beda tim dengan bang Dhuha," Syabilla menimpali sambil mengapit lengan Dhuha.

"Ehem!" Agam coba becanda. Dan candaan itu disambut canda pula oleh Dhuha.

"Makhlum, aku baru sembuh dari rabun, jadi dia takut jauh-jauh dari aku. Takut aku jalannya nabrak," tersenyum kecil Dhuha kala itu.

"Eh, abang hanya rabun?."

"Ya," sahut Dhuha disertai anggukan.

Kedua alis Syabilla berkerut, melihat itu cepat-cepat yang lainnya kabur dari tempat itu, dengan membawa pancing sendiri-sendiri pastinya.

Syabilla jadi bingung dengan sikap mereka"Lho, kalian mau kemana?."

"Mancing, siapa yang banyak dapat ikan akan dapat hadiah," sahut Juwita.

"Lho...! lho..! kalian curang!" lekas Syabilla menarik lengan Dhuha"Ayo bang, cepat!. Jangan sampai ketinggalan kita!."

Terkekeh geli"Bukannya tadi kamu mau marah?, karena abang nggak kasih tahu kalau abang hanya rabun?"

Langsung berbalik badan hingga mereka bertabrakan"Iya! Syabilla mau marah. Tapi nggak jadi deh, takut dosa!"

Pelukan dan ciuman singkat mendarat di keningnya lagi. Dhuha mempererat pelukannya hingga mampu mengangkat tubuh Syabilla yang kecil.

"Bang! malu dilihat orang," pekik Syabill.

"Orang?. Mana ada!"

"Itu di depan ada ustadzah Zafirah!"

Semakin mempererat pelukannya"Dia nggak lihat kita kok."

"Akh! abang!. Syabilla jangan digantung!"

Dhuha kembali terkekeh. Syabilla ini kalau merintih saat Dhuha bercanda, suaranya lucu, seperti bocah yang meronta minta dilepaskan.

Dia juga merengek, pokoknya bagi Dhuha sikap manja sang istri membuatnya semakin gemas padanya.

Jena dan dan Juwita nggak lama berada di kolam pemancingan. Sebab Jena sedang membawa Arjuna, dia takut banyak serangga yang akan menggigit putranya. Sebagai tuan rumah, Juwita mengajaknya bersantai saja di kediamannya yang tak jauh dari tenda mereka, sambil menunggu para pemancing ikan pulang pastinya.

Sedangkan Zafirah, dia senang bukan kepalang. Ternyata Khair jago memancing ikan. Mereka paling banyak dapat ikannya. Sedangkan Syabilla dan Dhuha...ember mereka masih kosong. Agam dan Wahab nggak berhenti mentertawakan ember kosong mereka. Dhuha sangat nggak menyangka bahwa pada akhirnya dia dan Agam bisa bercanda seperti sekarang ini. Kembali lagi, rasa syukur dia haturkan pada Allah sang maha kuasa. Kisah kelam dan keresahan pada masa silam akhirnya usai sudah. Berkat Syabilla yang mengajak mereka berkumpul bersama akhirnya penderitaan dalam hati Dhuha sirna sudah. Pundaknya seolah kehilangan beban derita yang selama ini menyiksa, hatinya terasa lega.

To be continued...

salam anak Borneo.

1
ZasNov
Ending yang memuaskan & membahagiakan. Suka banget 🥰🤍
Keren banget Kakak Author, novel yang luar biasa bikin perasaan campur aduk..
Tokoh2nya, alurnya & semua2nya bagus pokoknya 🥰
ZasNov
Manisnya interaksi suami istri yang sama2 bersyukur & penuh cinta ini 🥰🤍
ZasNov
Justru ikut sifat pamannya, bukan kedua ortunya nih Arjuna 😄
ZasNov
Alhamdulillah Tio sama Rania udah sah sebagai suami istri 🥰
ZasNov
Alhamdulillah, akhirnya Tio bisa nikah sama Rania. Dito kayaknya ga mau Tio senasib sama dia 🥺
ZasNov
Kalau akur, Jena ga mungkin akhirnya berjodoh sama Agam.. Dhuha sama Syabilla. Jadi udah takdir yang ditulis Kakak Author 😆
ZasNov
Gimana kalau beneran dianggap serius sama Tuan Chester, tar dikejar lho 😆
ZasNov
Hmm, bener ga ya.. Apa akhirnya Aara dan Azzam bakalan saling mencintai? tadinya sempet berharap Aara jodoh sama Dito, Azzam sama Yasmine.. tapi Aara & Azzam udah menikah sekarang..
ZasNov
Syabilla gantian jadi pusat perhatian, setelah anak2nya 😆
ZasNov
Iya, biasanya gitu ya. Setelah dibotakin suka tumbuh lebih bagus & lebat..
ZasNov
Bagus banget nama-namanya 🥰🤍
ZasNov
Jadi penasaran nih sama nama-namanya 😄
ZasNov
Bersyukur Mama Jelita sekarang jadi baik Syabilla juga bahagia punya mertua yang baik & membuatnya makin bahagia 🥰
ZasNov
Kok kayak ngeliat kisahku, cuma waktunya kebalik. Anakku lahir beberapa minggu sebelum Bapakku meninggal.. 🥺 ada yang datang ada yang pergi...
ZasNov: Iya bener kak.. 🥺
bahkan ga pduli tua muda, sehat sakit, ga ada yg tau kapan ajal menjemput..
total 2 replies
ZasNov
Hah, beneran ada budaya begini? pernikahan sedarah dong 😖
Untung zaman sekarang, orang2 udah pd berpikir logis..
ZasNov
Semoga prosesnya lancar, bayi & ibunya sehat & selamat... 🤲
ZasNov
Akhirnya Dhuha kembali pada kesibukannya dulu...
ZasNov
Sedih banget, Papa Bagas akhirnya meninggal.. sosok yang baik & bijak banget 😭
ZasNov
Kasian, Azzam cuma cinta sama Yasmine. Aara juga cintanya sama Dito. Semoga ada jalan buat mereka berjodoh sama orang yang mereka inginkan 🥺
ZasNov
Semoga Papa Bagas segera sembuh ya 🥺
Walaupun dulu Dhuha sama Mama Jelita kejam, tapi sekarang mereka sudah bertobat dan berubah jauh lbh baik..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!