Comedy Romantis
Cerita gadis mantan model menikah dengan pemilik peternakan.
Pertemuan pertama biasanya membuat kesan tersendiri bagi dua pasangan, tapi tidak dengan Rania dan Galuh. Pertemuan pertama mereka terjadi pertengkaran, Rania marah pada Galuh yang memarahi anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan mama.
"Mama !"
"What..!"
"kapan aku melahirkan, apa aku amnesia ?"
Gurau Rania, saat dia mendengar panggilan anak kecil tersebut.
Siapakah anak kecil itu ??
Galuh Cendana: Sangat membenci dua orang wanita, yang disebutnya sebagai wanita licik seperti ular.
Tetapi saat bertemu dengan Runrun, kenapa Galuh melupakan rasa bencinya terhadap yang namanya wanita ?
Siapa dua wanita di masa lalu Galuh yang menghantui kehidupannya di masa depan ?
Apakah kisah cinta Rania akan bermula dari anak kecil tersebut.
Ikuti kisahnya: You are mine
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. kembalikan.
Maaf jika ada typo yang bertebaran,dan cerita yang sedikit halu kadang jauh dari kenyataan.Namanya juga cerita fiksi ya
Matahari pagi mulai muncul dari peraduannya,Runrun mendengar suara Nesum sudah terdengar disamping jendela kamarnya.
"Nesum,jangan terlalu tinggi meloncatnya.Nanti melorot sarungnya,tertawa sapi-sapi yang dipadang rumput itu." ucap Togar yang menggoda Nesum.
"Mana bisa melorot jariknya,dipakein ini." Nesum menunjukkan tali yang mengikatnya.
"Nesum...Nesum..." Togar tertawa melihat ikat jarik Nesum,tali plastik hitam.
"Kenapa pula diikat ?" tanya Togar.
"Biar tidak melorot.." kata Nesum yang kembali menggerakkan badannya,mengikuti irama lagu yang diputar Togar.
"Kenapa ayah ribut sekali,sampai terbangun Runrun?" Runrun datang dengan mata yang masih mengantuk.
"Anak gadis itu cepat bangun,biar rezekinya tidak dipatok ayam." kata Togar kepada Runrun.
"Ogah rebutan dengan ayam rezekinya yah." ujar Runrun dan mendudukkan bokongnya dikursi.
"Ayo olah raga,biar enteng jodoh." kata Togar.
"Apa hubungan olah raga dengan enteng jodoh ayah.?" tanya Runrun kepada Togar.
"Kalau jodohnya lari,biar bisa ngejarnya." ucap Togar sembari cengengesan.
"Tanda ayah dulu tidak suka olahraga,ayah tidak bisa ngejar jodoh ayah yang kabur." skakmat Runrun membuat Togar hampir mati kutu,tapi bukan Togar namanya jika tidak bisa membalas.
"Bukan dia kabur,tapi ayah yang tidak menyukainya." kata Togar.
"Idih ayah,pintar ngeles." ledek Runrun.
"Sudah Nesum cukup kita berolahraga." Togar duduk disamping Runrun.
"Ayah,besok papa dan mama datang ." kata Runrun.
"Ya,karena pembangunan pantinya sudah hampir selesai." kata Togar.
"Klinik kesehatannya belum kan yah?" tanya Runrun.
"Belum,tunggu Raditya datang." ujar Togar.
"Ayah mau mandi dulu,biar langsung ke proyek." Togar beranjak meninggalkan Runrun dan Nesum.
"Nesum,ayo minum susunya." Runrun menyodorkan susu untuk Nesum.
Nesum mendorong susu yang diberikan Runrun,dan ingin mengambil kopi.
"Nesum minum susu dulu,ini bagus untuk tulang.Biar Nesum bisa naik kuda lagi bareng Cindy." Runrun berusaha untuk membujuk Nesum agar mau meminum susunya.
"Mau ini.." Nesum berusaha terus untuk meminta kopi.
"Minum susu,nanti Runrun kasih kopi." kata Runrun,akhirnya Nesum mau meminum susunya.
"Mba Ani.." Runrun memanggil pekerja yang berasal dari penduduk yang ada didekat peternakan.
"Iya neng..." jawab mba Ani.
"Tolong temani dulu Nesum ya,saya mau mandi dulu." kata Runrun kepada mba Ani.
"Iya neng." mba Ani duduk disamping Nesum.
"Ayo Nesum makan dulu buburnya,biar nanti ke padang rumput lihat sapi.Atau kekebun mangga,buahnya sudah kuning-kuning lo ." bujuk mba Ani,karena diiming-imingin agar jalan-jalan.Nesum dengan cepat menghabiskan makannya.
"Habis...!" Nesum menunjukkan mangkoknya yang sudah kosong.
"Hebat..!" ucap mba Ani dengan gembiranya.
"Ayo kita pergi..!" dengan bersemangat Nesum menarik lengan mba Ani untuk pergi.
"Ntar dulu Nesum,ini masih pagi.Belum ada orang kekebun mangga." mba Ani mengulur waktu agar Nesum tidak pagi-pagi kekebun mangga.
"Pagi-pagi kekebun mangga,nongkrong nanti Nesum mangannin mangga.Oalah...marah besar nanti neng boss dan bang boss..." batin mba Ani.
Togar keluar dari dalam rumah sudah dalam keadaan sudah rapi dan segar.
"Ni,Parno sudah datang?" Togar menanyakan Parno suami Ani,seorang pekerja di peternakan juga.
"Sudah bang,tadi katanya ngasih makan anak kan sapi." kata Ani kepada Togar.
"Ada perlu dengan Parno bang,biar Ani panggilkan?" tanya Ani.
"Biar saya kesana saja,sekalian ke proyek." ucap Togar,kemudian beranjak pergi.Belum benar-benar jauh Togar berhenti dan kembali kepada Ani.
"Ni,awasi Nesum ya." perintah Togar kepada Ani.
"Siap bang." jawab Ani.
"Dengar Nesum,Ani disuruh mengawasi. Biar Nesum tidak nakal lagi..." ujar Ani,dan Nesum yang diajaknya bicara hanya asik dengan buku bergambar yang ada didepannya.
🌻🌻
Matahari sudah berada diatas kepala,tapi Runrun dan Nesum masih berada diantara rumput liar dan mempunyai bunga yang indah.
Inilah keasikan baru Nesum dan Runrun jika bosan dirumah,mereka memetik bunga liar dan menaruhnya di vas bunga untuk menghiasi ruang tamu.
Perasaan Runrun masih kesal kepada Galuh,karena sudah mencuri cium pipinya.Dan makin bertambah kesal lagi karena kedatangan mama dan papanya diundurkan,karena mamanya mendapatkan ordernya roti dalam partai besar.Sehingga tidak bisa ditinggalkan Zul seorang menghandlenya.
"Oalah...telur burung,untuk tak kena injak..!?" tiba-tiba Ani berseru,dan pandangannya menatap kebawah.
"Mana mba..?" Runrun menghampiri mba Ani,dan Nesum juga mengikutinya.
"Ini..untung tak kena injak."kata Ani.
"Ayo kita ambil,enak digoreng." kata Nesum.
"Jangan....!" suara Runrun dan Ani bersamaan,untuk mencegah Nesum mengambil telur burung kecil tersebut.
"Nesum,telur sekecil gitu masakan mau digoreng.Ada-ada wae ." kata mba Ani.
Runrun mengandeng tangan Nesum untuk menjauhi tempat sarang burung berada.
"Dulu sering goreng telur burung kecil gitu." kata Nesum.
"Dulu,sekarang tidak boleh..!" kata Runrun.
"Bukan telur burung itu juga kali." kata Ani kepada Nesum.
Langkah kaki kuda terdengar,dan dari kejauhan terlihat seorang datang dengan mengendarai kudanya.
"Sapinya besar..?" ujar Nesum.
"Bukan sapi Nesum itu kuda." kata Runrun.
"Podo wae.." kata Nesum lagi.
"Bedalah Nesum.." kata mba Ani.
"Mana bedanya,kakinya ada empat." kata Nesum.
"Pokok e..e beda Nesum." mba Ani tidak mau kalah.
"Mba Ani,ngalah saja." Runrun menghentikan perdebatan beda generasi itu.
Dua orang beda generasi langsung terdiam mendengar perkataan Runrun.
"Nesum,balik dulu dengan mba Ani ya." kata Runrun,dan menyerahkan bunga liar yang dipetiknya kepada Ani.
"Iya neng.." mba Ani mengandeng Nesum,yang masih melihat kuda yang makin mendekat.
Runrun menunggu kuda dan penunggangnya makin mendekat,tangannya bersedekap didadanya.Seperti menunggu anak yang pulang lama dari berpergian.
Setelah dekat,kudanya itu berhenti tepat didekat Runrun.Sehingga Runrun menjauh.
"Jangan dekat-dekat,hus...hus..pergi." Runrun mengusir kuda seperti mengusir anjing atau kucing mendekat.
"Halo girl.." Galuh menaikkan sedikit topi cowboy yang selalu dipakainya.
Mata Runrun tertegun melihat Galuh diatas kuda saat menyapanya.
"Oh..betapa kerennya mas Galuh diatas kudanya...sadar Runrun,kau ingin mengambil balik ciumanmu." batin Runrun bermonolog,dan Runrun menepuk-nepuk pipinya agar dia konsen keinginan awalnya.
Galuh meloncat dari kudanya dengan gagahnya,membuat Runrun terpesona kembali.
"Oh mama..bisa pingsan ini anak mama ini..!" Runrun memegang jantungnya yang seperti sedang berlarian didalam dadanya.
"Hei..Rania.." Galuh menjentikkan jarinya didepan wajah Runrun sehingga dia tersadar dari khayalannya.
"Kenapa melamun?" tanya Galuh dan matanya,menatap dengan dalam kewajah Runrun.
"Runrun mau protes..!" Runrun berkacak pinggang didepan Galuh dengan wajah yang jutek.
"Mau protes apa cantik?" tanya Galuh sembari tersenyum memandang Runrun yang masih berkacak pinggang dihadapannya.
"Kembalikan..!" ucap Runrun kepada Galuh.
"Kembalikan,apa yang mas ambil?" Galuh mengeryitkan keningnya untuk berpikir.
Tiba-tiba Runrun mendekat ke Galuh,dan sedikit menjinjit.Runrun mendaratkan bibirnya ke pipi Galuh,dan mengecupnya.
"Sudah Runrun ambil ciuman yang mas ambil semalam." ucap Runrun dan kemudian membalik badan meninggalkan Galuh yang memegang pipinya bekas bibir Runrun.
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang menyaksikannya,dari balik pohon.Sampai-sampai yang sepasang mata terjungkal keduduk ditanah melihat perbuatan Runrun.
**Bersambung**
keren dan mantap
sukses....semanangat
mksh