Pangeran Wales Anwealda Arthur Sanders memiliki hubungan tersembunyi dengan seorang Gadis Cantik keturunan Rusia-Jerman karna suatu kesalahan satu malam.
Jissy Elegant Tyara, seorang Artis Pemeran Pengganti yang sangat mahir beradegan berbahaya.
bagaimana Kisah Cinta Mereka ? dan bagaimana Kisah Cinta Penguasa Maldev yang lain? silahkan Mampir ke Novel Nae yang lainnya...
Novel ini Lanjutan dari : Cinta Tersembunyi untuk Sang Penguasa, Gadis Bar-bar Tuan Muda Pendiam..
Happy Reading...??!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lahir
Wales menoleh ke Jissy yang terlihat kelelahan dengan deru nafas yang memburu.
"Tyara?" panggil Wales dengan tatapan sulit diartikan.
Jissy mengerjab lelah ke arah Wales, "Terimakasih Tuan?! setidaknya anak saya punya jaminan untuk hidup, jangan membunuh mereka Tuan."
Wales menggeleng tanpa ragu tangannya memegang tangan Jissy yang cukup tertegun tapi jujur Jissy tidak punya tenaga mau menepis tangan Wales.
"aku tidak akan menyia-nyiakan mereka dan aku harap kamu tidak akan menyakiti mereka, percayalah mereka lebih membutuhkanmu dari pada aku." ucap Wales serius.
membayangkan Jissy telah mempertaruhkan nyawa melahirkan benihnya yang awalnya memang tidak di duga itu, sungguh Wales tidak mau berpikir hal lain lagi selain memberi kasih sayang yang berlimpah pada anak-anak itu.
"mak--maksud Tuan?" tanya Jissy tidak mengerti.
"aku akan penuhi segala kebutuhanmu tapi jangan campakkan mereka, malam itu kita memang tidak sengaja melakukannya tapi aku mohon kamu jangan membahas hal ini diluar sana, aku tidak ingin anak-anak yang tidak bersalah menjadi bulian Orang." kata Wales panjang X lebar.
"lalu apa mau anda Tuan? apa anda akan berlepas tangan?" tanya Jissy berkaca-kaca jujur Ia tidak berharap di cintai oleh Wales tapi di jaga oleh Wales lebih Ia sukai apalagi Jissy sudah begitu nyaman tinggal di Pulau Pribadi milik Wales ini.
darah lebih kental dari air dan yakinlah seberapa baiknya Pria diluar sana menjadi Papa sambung bayi kembarnya tetap saja tidak akan ada yang bisa mengalahkan kasih sayang papa kandung dari bayi itu sendiri.
"tidak, aku akan ada bersama mereka." jawab Wales serius.
"kalau begitu kita bersama membesarkan mereka Tuan." ucap Jissy mulai merona bukan lagi pucat seperti sebelumnya.
Wales mengangguk sementara Fuji pura-pura tidak dengar walau Ia cukup terkejut mendengar pembicaraan Atasannya itu tetap saja mereka sudah menandatangi Kontrak untuk gaji yang fantastis tapi harganya itu adalah telinga tertutup, bibir bungkam dan kesetiaan sampai akhir artinya tidak boleh ada hal yang berada di lingkungan kerja terbongkar sampai ke luar sana (bergosip), kalau bisa telinga Kanan sudah mendengar maka telinga kiri tidak boleh diberitau.
"baiklah." jawab Wales mengangguk setuju.
Wales belum memberitau siapa dirinya pada Jissy sementara Jissy berulang kali bertanya pada Diandra dan yang lainnya mengapa memanggil Wales dengan sebutan Yang Mulia pun tidak kunjung dapat jawaban, tak ada yang memberitau Jissy karna sudah menjadi poin kontrak Diandra, Fuji, Nadira dan Siska terhadap Wales tidak boleh membocorkan Identitas Wales.
Wales terpaksa menunda kepulangannya menjadi lebih lama di Pulau itu, Ia tidak memperdulikan panggilan Vidio Adara atau Adrick kecuali panggilan telfon pasti diangkat namun tidak dengan VC.
.
sepasang bayi kembar tengah tertidur pulas di Inkubator bayi yang lahir sebelum waktunya, Wales tengah menatap kedua bayi mungilnya yang menggemaskan sungguh Ia tidak menyangka dalam waktu dekat ini telah resmi menjadi seorang Ayah.
"Tuan? kenapa Tuan lama disini? bagaimana dengan Keluarga Tuan?" tanya Jissy yang naik kursi Roda tiba dibelakang Wales.
Wales menoleh ke Jissy lalu menatap datar situasi Jissy, "siapa yang menyuruhmu keliaran? apa kamu lupa baru saja meregang nyawa melahirkan mereka?"
Jissy tidak tersinggung sama sekali, "saya baru saja memberi makan Yola-Bola, Tuan."
Wales memejamkan matanya, saking harunya memiliki Anak kembar yang lucu malah melupakan kedua peliharaannya beruntung Jissy mengingat mereka.
"terimakasih." ucap Wales membuang muka.
Jissy tersenyum mendengarnya, "saya juga berterimakasih pada Tuan yang sudah mau menampung saya disini terlebih bagaimanapun hubungan ini terjalin."
Wales mengangguk melihat bayi kembarnya hal itu tak luput dari pandangan Jissy, Jissy jadi merasa bersalah telah menilai buruk Wales walau terlihat jahat dan bersikap seperti tidak punya hati tapi sebenarnya Wales punya rasa simpati, seganas-ganasnya Serigala tetap saja seekor Serigala sangat menyayangi anaknya.
"istirahatlah..?!" pinta Wales tanpa menoleh ke Jissy.
"saya ingin bertanya bagaimana dengan Fuji? Nadira dan Siska, Tuan?" tanya Jissy penasaran.
Wales melihat ke Jissy sekilas langsung paham kalau Jissy ingin mereka tetap di tempat ini, "mereka terikat kontrak, asalkan kamu tetap disini maka mereka tetap milikmu."
senyum Jissy merekah sempurna, "saya akan beristirahat Tuan."
"hmm!" jawab Wales balas dengan deheman saja.
Jissy melajukan kursi rodanya sambil senyam-senyum, setidaknya Ia tidak akan kehilangan teman.
Wales melihat situasi lalu jemari tangannya menyatu di kaca Inkubator sikembar, "bertahanlah..?!" bisik Wales tersenyum kecil.
jujur ada kebanggaan dalam hati Wales karna memiliki 2 anak sekaligus berbeda dengan Kenan hanya masih memiliki 1 anak.
.
malam hari,
"Kak? Kakak dimana sih?" tanya Adara dengan mata melotot saat Wales mengangkat panggilan Vidionya setelah sekian bulan purnama.
Wales memutar kedua bola matanya dengan malas, "tempat kakak iparmu."
Adara melebarkan matanya lalu berbinar seketika, "benarkah? mana Kakak ipar kami?" tanya Adara semangat '45.
Wales menggeleng kepalanya membuat senyum Adara hilang berubah datar.
"berikan pada Kakak ipar." pinta Adara dengan serius.
Wales tersenyum smirk, "tidak bisa.!"
"Kakaaakkk?? aku sudah menolongmu dari Putri Frisya, mana kakak ipar?" rengek Adara.
Wales terkekeh, "suatu saat akan kakak beritau, semoga apa yang kalian cari tidak bisa kalian temukan." ucap Wales penuh makna lalu mematikan panggilan Vidionya secara sepihak.
Adara pasti mengomel dan marah-marah tidak jelas disana hingga berulang kali menghubungi Wales yang tersenyum miring mematikan Ponselnya, senang sekali Wales mengerjai Putri Adara yang seorang Ratu Drama.
.
ke esokan harinya,
Wales mengaktifkan Ponselnya banyak notif panggilan tidak terjawab dari Adara, Adrick, Ratu Ana bahkan dari Sean pun ada membuatnya berdecak karna tau Adara pasti memberitau semua Orang hingga Wales tertegun melihat 5 panggilan tidak terjawab yaitu dari Sophia.
"akhh??! iya juga." Wales baru ingat kalau Sophia baru saja tiba di Negara Wales tapi belum sempat Wales temui malah langsung ke Pulau Pribadinya.
Wales menghubungi Sophia yang langsung diangkat oleh Sophia.
"sayang? kamu dimana nak?" tanya Sophia dengan lembut bercampur cemas.
Wales tersenyum kecil, "Aku baik-baik saja Mi." jawab Wales.
Sophia tersenyum lega lalu menanyakan apa yang Adara katakan hingga Wales mendengarnya hanya menarik nafas dalam-dalam.
"dasar ember bocor?!" umpat Wales.
Sophia mengomel sayang ke Wales yang mengatai Adara seperti itu, walaupun Wales seorang Putra Mahkota tentu hanya Sophia seorang Pelayan yang didengarkan oleh Wales serta begitu dekat dengan ketiga anaknya Ana, mungkin karna kesetiaan mereka sampai anak mereka meninggal demi menyelamatkan Putra-Putri Penguasa itu.
"iya Mi, percayalah aku sekarang baik-baik saja.!? saat keadaannya aman, aku akan mengenalkannya pada Mami." kata Wales dengan senyuman.
Sophia mencoba memahami Wales yang memang banyak musuhnya apalagi para Negara tetangga yang memiliki Tuan Putri rela melakukan apa saja demi bersanding dengan Wales.