Rahim Bayaran Sang CEO
Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.
Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.
Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.
Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?
yuk simak novel ini!
Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengantin Baru
"Duh suamiku perhatian benget deh" pujinya menatap alat make up di paperbag itu.
Risa segera merias dirinya sedangkan Dev langsung mengganti bajunya dengan pakaian yang baru saja ia beli.
"Astaga, aku aja nggak pernah punya pikiran buat beli barang mahal kayak gini. Mimpi apa aku semalem bisa dapet make up mahal gini" matanya berbinar bahagia melihat merk make up yang dibeli Dev.
"Astaga, aku aja nggak pernah punya pikiran buat beli barang mahal kayak gini. Mimpi apa aku semalem bisa dapet make up mahal gini" matanya berbinar bahagia melihat merk make up yang dibeli Dev.
Setelah semua bekas kemerahan tertutup sempurna, Risa baru berani keluar dari ruangan itu.
Ia segera duduk dimeja kerjanya.
Drttt
Drtt
Telpon mejanya berdering.
"Iya halo, ada yang bisa saya bantu?"
"Siapkan materi meeting dengan perusahaan x 30 menit lagi"
"Kak? Yang bener aja"
Tutt
Panggilan diakhiri
"Astaga, tega sekali" gerutunya kesal.
Risa fokus dengan laptopnya tanpa menghiraukan keadaan sekitarnya.
"Fokus banget?" Tegur seseorang yang baru saja datang.
"Astaga, ngagetin aja"
"Serius banget? Ngapain?" Tanya asisten Gio kepo.
"Nih, bos suruh buat materi meeting dalam waktu 30 menit" sungut Risa.
"Trus? Udah selesai?"
"Syukur udah sih ini. Kata bos kamu keluar kota? Kok udah pulang?"
"Ah cuma pertemuan sama kolega sebentar terus langsung balik"
"Oh gitu"
"Ya udah sana buruan ke ruang meeting, nanti bos marah"
"Oh iya sampe lupa"
Rusa segera berdiri dari duduknya.
Wanita itu berlari pelan ke ruang meeting.
Ia mendapatkan tatapan tajam dari Dev yang sudah ada diruangan itu bersama kolega bisnisnya.
"Maaf saya terlambat" Risa menunduk sopan.
"Lebih baik cepat kita mulai"
Risa mengangguk
Ia menjelaskan tentang produk luncuran baru perusahaan suaminya.
Dev menatap tajam istrinya saat melihat beberapa bekas di dada atasnya belum tertutup sempurna.
"E emmm pak Dev ada yang mau ditambahkan?" Risa gugup menyadari tatapan tajam pria itu.
"Hmm"
Dev ikut berdiri menjelaskan kembali ucapan Risa serta menambah beberapa point penting yang belum disebutkan.
Beberapa kolega Dev sedikit menahan senyum menyadari hal aneh dari sepasang manusia didepannya itu.
Kebetulan mereka adalah salah satu kolega yang diundang Dev saat pernikahannya dengan Risa.
Setelah meeting selesai, Dev menyuruh Risa agar segera keluar dari ruangan itu.
"Pak Dev, mentang mentang pengantin baru sampai lupa tutupin bekas perangnya" godanya pada koleganya itu.
"Maksudnya?" Dev mengernyit bingung.
"Itu dileher anda masih banyak bekas yang belum ditutup"
Dev kaget namun berusaha tenang.
"Ini gigitan nyamuk, semalam saya tidur dikantor" jawabnya asal.
"Nggak usah sungkan gitu pak Dev, dulu saya sama istri saya juga gitu. Itu tadi masih banyak bekas dilehernya bu Risa"
Dev langsung melotot tajam menyadari paruh baya itu memperhatikan istrinya sedetail itu.
"Jangan membicarakan istri saya. Saya tidak suka" desisnya.
"Maaf pak Dev, saya tidak bermaksud.."
"Sudahlah, lebih baik anda segera pergi. Saya masih banyak pekerjaan" usirnya tanpa basa basi.
Paruh baya itu pamit begitu saja menyadari kemarahan Dev.
"Kak Dev kenapa?" Tanya Risa ketika menyadari tatapan tajam suaminya.
"Kau masih tanya kenapa?!"
Risa mengernyit
"Kenapa sih kak, baru juga nikah 4 hari udah marah marah aja" Gerutu Risa cemberut.
"Ngapain kamu buat kayak gini?!" Tunjuknya pada lehernya yang banyak tanda merah.
Risa mengernyit
"Loh, kan kak Dev sendiri yang minta" kesalnya balik karna memang awalnya Dev yang memintanya.
"Tapi tidak sebanyak ini juga!" Desisnya kesal.
"Apasih ni orang, dia yang minta dia yang marah" batinnya menggerutu.
semangat KA..