Aku menjalani kehidupan yang baru setelah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku.
Beruntung ada seseorang yang menolongku dan memberikan kehidupan dengan identitas yang baru.
Akankah kehidupan ku kali ini akan lebih baik?
🌸🌸🌸🌸
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leticia Arawinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
"Halo bos, kondisi sudah aman terkendali"
"Kerja bagus Max, siapkan mobil aku akan keluar dalam 30 menit"
"Siap bos"
Setelah 3 hari di hotel akhirnya Rafael mengajakku pulang ke rumah.
Sesampainya nanti dirumah aku akan meminta pelayan untuk memijat tubuhku.
Semuanya terasa sakit karena Rafael sama sekali tidak berhenti dan melakukannya setiap hari.
"Sayang, apa kamu baik-baik aja?" ucapnya dengan santai
"Haaa.. sekarang kamu nanya? huwaaa.. badanku sakit semua" sambil merebahkan badanku di kasur
"Aku minta maaf sayang, lain kali aku akan menahan diriku dengan baik meskipun sangat sulit kalau ada kamu disampingku"
"Itu bahkan terdengar aneh! suamiku sepertinya aku nggak bisa berjalan, kaki ini terasa lemas"
"Sayang sudah cukup, jangan membuatku seperti orang yang jahat.. kita pulang sebentar lagi dan nggak usah khawatir karena suamimu ini masih punya banyak tenaga untuk menggendongmu"
Dimana dia bisa berlatih menjaga tubuhnya menjadi sangat kuat meskipun tidak cukup tidur tapi dia masih terlihat sangat segar dan bertenaga.
Sedangkan aku sebaliknya, sepertinya aku harus berolahraga lebih rutin.
"Sayang pakai ini" sambil memasangkan masker,kacamata,topi dan coat hitam panjang
"Kenapa kita memakai semua ini?" ucapku karena bingung
"Ini agar kamu nggak terkena flu"
"Eung"
Pakaian yang kami kenakan senada,berwarna hitam dan menutupi wajah kami serapat mungkin seperti seorang selebriti yang menghindari sorotan media saat sedang berkencan.
"Ayo, kita keluar sekarang" ucap Rafael sambil menggandeng tanganku
Kami keluar dari hotel dan sudah di sambut oleh beberapa pengawal dengan mobil yang berbeda.
Awalnya Rafael bersikeras untuk menggendongku saat keluar dari hotel tapi aku tidak mau menjadi pusat perhatian.
Akhirnya kami benar-benar pulang kerumah setelah mengalami hal yang menegangkan.
"Rafael, apa setelah ini kamu jadi lebih sibuk?"
"Hemm.. memangnya kenapa sayang?"
"Eum.. sepertinya sekarang sulit untukku kalau nggak ada suamiku"
"Aku akan usahakan sering pulang, jangan sedih istriku"
Mendengar perkataan Rafael membuatku tenang dan setiap berada di pelukannya aku merasa nyaman dan akhirnya aku pun tertidur di mobil.
Sampai akhirnya kami sampai di depan rumah tapi Rafael tidak membangunkanku.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya" ucap beberapa pelayan di depan rumah
"Ssstt.. pelankan suara kalian! Alexa sedang tidur" ucap Rafael kepada para pelayan yang menyambut kedatangannya
Dia mengangkat tubuhku yang terlihat ringan baginya, menggendongku sampai di kamar kami dan membaringkanku di ranjang yang sudah 3 hari tidak ku jumpai.
"Niken, kalau Alexa bertanya bilang saja, aku sedang ada pekerjaan yang sangat penting. Ingat jangan biarkan satu tikus pun yang masuk kerumah ini"
"Baik Tuan"
"Satu hal lagi, setelah dia bangun buatkan minuman hangat dan panggil pelayan yang biasa memijat"
"Siap Tuan!"
Setelah berpesan ke Niken akhirnya Rafael langsung pergi setelah mengantarku.
"Max, ayo kita pergi!"
"Baik bos"
Rafael beserta anak buahnya pergi ke suatu tempat di lahan kosong dimana disana ada beberapa orang yang berhasil di tangkap setelah membuat kekacauan di acara malam itu.
"Bangunkan dia!" ucap Rafael dengan suara yang tinggi
"Baik bos"
Beberapa orang menyiramkan air dengan kencang ke wajah pria tersebut.
"Bangun!!!" ucap anak buah Rafael
"Beraninya kamu merusak acara yang sangat penting, apa kamu bosan hidup?" kata Rafael sambil berdiri di depan pria itu
"Cih, kalian yang sudah menyinggung organisasi kami" jawabnya dengan ketus
"Hah?! dari mana kamu punya keberanian mengatakan omong kosong! katakan sebelum kamu merasakan hal yang menyakitkan" sambil menarik rambut orang itu
Pria itu terlihat sangat kacau dengan beberapa luka di wajahnya seperti bekas di hajar banyak orang.
"Haha.. Cih! hanya pengecut yang takut dan melakukan sesuatu dari belakang"
"Buat dia bicara!"
"Baik bos"
Beberapa orang memukulnya dengan keras agar dia mau membuka mulutnya dan mengatakan tujuannya.
Rafael duduk dan memperhatikan anak buahnya berusaha membuat pria itu bicara sambil merokok.
"Max apa dia salah satu anak buah Leon?"
"Bukan bos, dia dari organisasi lain yang tidak sebanding dengan Leon"
"Haha.. beraninya membuat Alexa ketakutan" ucap Rafael sambil menginjak rokok yang sudah dia hisap karena sangat emosi
"Lalu sejak kapan Leon sudah berada di kota ini dan mencari Alexa?" Rafael bertanya kembali dengan santai namun tatapannya tajam
"Sekitar seminggu yang lalu bos" jawab Max sambil terus memperhatikan
Pria bernama Leon adalah salah satu orang yang menyukai Alexa, dimana dia sangat terobsesi dengan Alexa.
Dia merupakan salah satu bos mafia besar di kota A, sedangkan Rafael selain mempunyai perusahaan terbesar di kota B tapi dia juga mempunyai organisasi terbesar di kota B, dia mempunyai identitas lain sebagai mafia besar di kota B.
Awal mula Rafael mempunyai organisasi rahasia itu bermula dari Alexa.
Leon yang sudah berkecimpung di dunia mafia melakukan berbagai bisnis dan cara yang kejam bahkan dia menyembunyikan Alexa di rumah yang sangat mewah untuk bisa memilikinya sehingga tidak ada seorang pun yang bisa menemukan Alexa.
Rafael berusaha mencari Alexa kemanapun hingga mengeluarkan banyak uang dan tenaga untuk membayar informan terhebat di dunia tapi sangat sulit untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan Alexa.
Lalu akhirnya dia bertemu dengan salah satu orang yang bergelut dalam bidang yang sama dengan Leon yang mengarahkan Rafael untuk menjalani bisnis yang sama jika ingin menemukan Alexa.
Tak butuh waktu lama Rafael akhirnya mampu menguasai dunia mafia dikota B dan mampu menemukan Alexa dengan melalui pertempuran yang sengit melawan Leon.
Demi cintanya dengan Alexa dia rela melakukan apapun untuk bisa membawanya kembali dan menikahinya.
Selama ini Rafael tidak mengizinkan Alexa sering keluar rumah salah satunya karena alasan tersebut.
Meskipun Leon sudah mengetahui Rafael dan Alexa sudah menikah tapi dia tetap berusaha membawa Alexa untuk bersamanya.
Sementara itu akhirnya pria itu mau membuka mulutnya dan mengatakan tujuannya.
"Katakan yang jelas!!" ucap Rafael yang mulai semakin emosi
"Kalian telah menyingkirkan saudara kami sedangkan kami hanya menjalankan tugas merancang kecelakaan itu" jawab pria tersebut
"Haha.. bahkan mulutmu sangat ringan ya, setelah melakukan perbuatan yang kejam."
Rupanya orang ini salah satu orang bayaran yang menyebabkan kecelakaan yang menimpa Alexa dan Fiona.
"Kamu tidak layak disebut sebagai manusia setelah membuat orang kehilangan wanita yang paling dia cintai" ucap Rafael yang emosi dan bercampur sedih mengingat hari kematian Alexa
"Max, singkirkan mereka!!!"
"Siap bos"
Mereka melaksanakan perintah dari Rafael sedangkan Rafael masuk ke dalam mobilnya menahan emosi dan kesedihannya.
Ucapan orang itu mengingatkan rasa sakit di hari kematian Alexa.
Padahal Rafael sudah menangkap pelaku yang membuat Alexa dan Fiona mengalami kecelakaan tapi rupanya masih ada yang tersisa dan berniat balas dendam.
"Haaa.. Alexa..hiks.. hiks.."
"Selama ini aku terlalu egois hingga melupakanmu dengan cepat, aku memang b*jingan"
"Kamu pantas menghukumku seperti ini, tapi aku memohon padamu untuk tenang di surga dan memberikan kesempatan kepada Fiona untuk bahagia, sungguh hanya itu yang ku inginkan, dia tidak salah apapun. Aku yang salah telah melibatkan dia dalam bahaya..aku yang salah"
"Haaa.."
"Hiks.. hiks.."
Rafael menyalahkan dirinya sendiri yang tidak mampu menjaga istrinya dengan baik hingga meninggal sedangkan dia juga merasa telah di hukum karena melupakannya dengan cepat dan menggantikannya dengan Fiona yang lebih dia cintai saat ini.
Dia terhanyut dalam perasaan bersalah dan selalu terbayang hari disaat Alexa meninggal.
trus si istri hidup kembali mencoba untuk mencintai suami mafianya ituh.
ada yg tau gak judulnya apa.????
plis penasaran sama endingnya
sgt rapi, ga ada typo