Aluna harus rela pergi meninggalkan suami yang dicintai nya .Setelah kecelakaan yang menimpa suaminya.Dengan paksaan dari sang ibu mertua ,yang memang tidak pernah menyukai nya . Aluna hidup sebatang kara sejak kematian ibu nya .
Yang membuat ibu mertua nya memandang rendah nya . Hingga kecelakaan itu merubah hidup nya . Dimana Dia harus di paksa menandatangani surat perceraian .Hanya untuk menyelematkan nyawa suami nya.
Setelah sang suami menjalani operasi,Aluna meninggalkan nya tanpa menoleh .
"Maaf kan aku Daren ,Semoga kau bisa menjalani hidup dengan baik ." Bisik Aluna ditelinga suami nya sebelum sepenuhnya melangkah pergi .
Hanya saja tanpa sepengetahuan keluarga suami nya ,Daren .Aluna tengah hamil . Sanggup lah Aluna berpisah dengan Daren . Bagaimana dengan Daren setelah dia tersadar . Tidak mendapati istri yang dicintai nya berada di samping lagi .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyna Asma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan bertindak gegabah
Amber tersenyum puas dengan jawaban Sarah . Bagaimana selama ini dia lah yang mendidik nya. Sehingga dia tahu betul seberapa mampunya Sarah .Keduanya tersenyum kembali menikmati makan siang nya .
" Tapi aunty , bagaimana dengan anak itu.?" Tanya Sarah .
" Tenang saja ,aku yakin itu hanya dari wanita murahan sehingga kita bisa menyingkirkan bajingan kecil itu dengan baik ." Jawab Amber. Wanita itu begitu percaya diri .Seakan semua nya berada di bawah kendali nya. Hanya saja mereka tidak sadar akan ada bahaya yang semakin mendekat .
Tepat disebelah kedua wanita itu berbincang sambil makan . Ada beberapa orang pria yang tengah duduk bersama . Mereka terlihat sedang berdiskusi sesuatu yang serius .Mereka merupakan salah satu dari pemuda kaya .
" Aku mendengar kabar ,bahwa si cacat itu sedang pergi keluar kota. Kenapa tujuan nya tidak ada yang tahu .Menurut kalian apa yang dilakukan nya .?" Pria yang duduk sambil memegang gelas bertanya acuh tak acuh .
" Walker ,jangan merusak makan siang kita dengan membicarakan nya . Memang apa yang bisa di lakukan oleh orang cacat . Beberapa tahun lalu kita sanggup menghancurkan nya hingga cacat. Kenapa kita harus takut dengan nya . Hanya kerena dia bisa mengambil alih Collen Gruop ." Sahut rekan nya dengan senyum mengejek .
" Jangan meremehkan nya Walker, Jerry kamu selidiki apa yang sedang dilakukan nya. Jangan sampai kita lengah . Hanya dengan keadaannya saat ini." Pria yang sejak tadi dia akhirnya angkat bicara .
" Tenang saja, aku sudah melakukan nya . Tapi ada yang aneh hingga saat ini ,orang ku belum menemukan nya . Bahkan catatan penerbangan juga tidak ada . Sehingga aku merasa ada yang janggal ." Sahut Jerry dengan mengerutkan kening .
" Jadi maksud mu ,dia tidak menggunakan penerbangan . Atau bisa dibilang perjalanan bisnis ini tidak pernah ada .?" Tanya Walker menatap Jerry .Yang kini mengangkat bahu nya acuh tak acuh .
" Tidak dia memang tidak berada di kota ini. Dan yang pasti dia memang berada di sebuah kota,yang tidak jelas ." sahut Marcus . Kedua teman menatap pria itu dengan kebingungan .
" Jer ,cari tahu lebih lanjut .Aku yakin kita akan menemukan sesuatu yang menarik ." Marcus tersenyum tipis . Yang menarik perhatian kedua nya . " Apa berita perselingkuhan istrinya sudah hilang dari internet.?" Lanjut nya bertanya .
" Yah dan itu hanya beberapa menit berada di internet . Bahkan Orang tidak menyadari sama sekali ." Sahut Jerry .Pria itu juga merasa heran dengan hal ini .
" Sepertinya kekuatan nya semakin mengeras . Sehingga dia mulai kembali sombong . Aku ingin merobek wajah nya yang begitu angkuh dan sombong." Walker berkata dengan geram .
" Jangan terlalu berambisi ,dengan ada nya Collen Gruop kita tidak bisa bertindak gegabah ." Marcus mengerutkan kening nya dengan jengkel . Teman nya yang satu ini sangat membenci Darren .
" Aku tahu ,aku tahu, hanya saja aku tidak suka melihat wajahnya . Kau juga tahu bagaimana aku membenci nya . Jika bukan karena nya adik ku masih hidup ."Suara yang dipenuhi amarah keluar begitu saja dari mulut Walker
" Jer ,tenanglah cepat atau lambat kita pasti bisa membalas nya . " Sahut Jerry berusaha menenangkan teman nya .
" Apa yang dikatakan jerry ada benar nya. Kita harus tenang,jangan sampai musuh waspada kepada kita . Selama ini kita sudah sedikit demi sedikit membalas nya." Marcus juga mencoba menenangkan teman nya .
" Aku tahu , seandainya saja aku tahu dia memiliki istri . Aku sudah pasti membalas nya memalui istrinya .Tapi sayang wanita selingkuh itu sudah mati ." Gerutu Walker kesal." Tunggu siapa istrinya ....?" tanya nya lagi setelah menyadari sesuatu .
" Aku juga tidak tahu pasti ,dia bahkan rela meninggalkan rumah dan memulai karir nya sendiri . Tapi setelah kecelakaan terjadi ,istrinya pergi dengan selingkuhannya dan mereka terlibat kecelakaan." Jawab Jerry dengan menggelengkan kepala .Selama ini Darren menyembunyikan keberadaan Aluna . Dia tidak ingin musuh nya memanfaatkan Aluna untuk menekan nya .
Sehingga informasi tentang Aluna sangat minim .Darren juga jarang hadir di perjamuan bisnis . meski dari datang hanya sebentar untuk bertemu dengan klien nya . Darren hanya datang dengan teman Michael .
Ruangan kembali hening ,tidak ada lagi yang berbicara dari ketiga . Suasana hening hingga dering ponsel dari Marcus terdengar nyaring. Marcus melihat layar ponselnya yang menyala . Yang memperlihatkan nama orang yang melakukan panggilan .
" Katakan..." Jawab Marcus datar .
" Tuan,ada kabar dari keluarga Lincoln .Mereka baru baru ini muncul di sekitar perusahaan Collen ." Lapor orang itu dengan cepat.
" Dapat kan mereka ,aku tidak bisa menuggu terlalu lama. Aku tidak ini ada kesalahan untuk saat ini." perintah Marcus . Kedua teman saling pandang .
" Ada apa...?" Tanya Jerry .Sambil melihat raut wajah Marcus yang berubah .
" Tidak ada ,lanjut kan saja .Aku harus pergi mengurus sesuatu." Jawab Marcus sebelum meninggal ruangan itu .
" Ada apa dengan nya ...?" Tanya Jerry melihat kepergian teman nya .
" Mana aku tahu ,selama ini kan kamu yang selalu bersama nya ." Jawab Walker acuh tak acuh.
Kedua nya juga pergi meninggalkan ruangan itu ,bersamaan dengan Amber dan Sarah . Walker tersenyum memandang kedua penuh arti .
" Wah ,wah , suatu kebetulan sekali bisa bertemu dengan para wanita hebat .Senang sekali bertemu dengan anda nyonya Collen ." Walker tersenyum . Kedua wanita itu merasa senyum Walker sangat menjijikkan.
" Senang bertemu dengan mu juga Walker, " Balas Sarah . Dia mengenal siapa Walker. Wajahnya hampir mirip dengan gadis yang bunuh diri saat dia masih SMA .
" Kamu mengenal nya...?" tanya Amber dengan raut tidak suka .
" Dia merupakan senior saat kita masih di SMA ." Jawab Sarah dengan wajah kaku .
" Oohh .... itu bagus aunty akan kembali terlebih dulu kalian bisa mengobrol ." Amber segera pergi setelah mengatakan nya . Sebelum pergi dia mengedipkan mata nya kepada Sarah . Dan seperti nya Sarah mengerti arti kedipan mata itu .
"Heh,aku tidak menyangka jika kau akan tetap bertahan dengan pria cacat itu.?" Walker mencemooh Sarah. Yang masih berdiri disana .
" Kakak Senior , bagaimana kita berbicara dalam saja . Lagi pula tidak baik berbicara disini, dan menjadi perhatian banyak orang ."Jawab Sarah dengan senyum lembut . Baru lah kedua pria itu melirik sekeliling . Memang benar ada beberapa orang yang melihat mereka saat ini.
Walker masuk kedalam ruangan yang sebelumnya di gunakan oleh Amber dan Sarah .Saat mereka duduk Sarah meminta pelayan menuangkan anggur .
" Silahkan minum ,, apa perlu saya memesankan makanan.?" Sarah tersenyum manis .
" Tidak perlu kami sudah kenyang ." Jawab Jerry tenang .Walker menatap Sarah dengan senyum cabul .
" Jadi apa yang kau dapatkan dari nya selama ini.?" Walker tersenyum tipis.
" Kakak senior ,apa maksud mu . Aku bersama dengan Darren kerena aku mencintai nya ." Jawab Sarah menunduk malu .
" Apa kau yakin , Apa aku sudah lupa bagaimana Cha Cha ku jatuh dari atas gedung saat itu.?" Walker bertanya dengan senyum merendahkan .
" Kak, jangan bicara begitu. Aku juga merasa tidak berdaya saat itu . Aku juga sangat sedih dengan kehilangan kepergian Cha Cha . Aku ,aku ,juga sangat terluka.Kami mencintai orang yang sama . Tapi aku bertahan dan Tidak menyerah ." Sarah berkata dengan tubuh bergetar .
😃🤣🤣🤣