"Tapi tahukah kau, bahwa semua itu adalah tipuan Georges semata. Pernikahan mu hanyalah panggung sandiwara agar dia bisa menikmati tubuhmu tanpa perlawanan." ucap Angela dengan nada menghina.
"Kau bukan wanita pertama baginya. Georges sudah banyak berhubungan dengan bayak wanita dan sebagaimana dia lari dariku, dia akan selalu kembali ke dalam pelukanku. Kau tahu kenapa? karena dia milikku."
"Pergi sebelum Georges mempermalukanmu dan hati mu semakin sakit."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Nona Angela
Keesokan harinya, Felicia masih berusaha menghindari tuan muda Georges. Selain takut kalau tuan muda mengirimnya kembali ke siapapun yang mencarinya pada kecelakaan kapal, dia juga malu dengan kejadian semalam dimana ia terjatuh dan paha telanjang mereka bersentuhan. Belum lagi wajah tuan muda yang dekat dengan wajahnya. Mengingat itu tubuhnya menjadi panas. Eh! Ada satu hal yang masih mengganjal dipikirannya. Kenapa ada tongkat di tubuh tuan muda? Seingatku dia tidak keluar kamar mandi dengan menggunakan tongkat semalam. Trus tongkat apa yang mengganjal tepat di area kewanitaannya. Misteri!
Pagi hari itu, Felicia menghabiskan waktunya untuk membantu paman Chili di kebun belakang. Meski berulang kali paman Chili melarangnya dia tetap memaksa. Hari ini bahkan dia akan ikut dengan paman Chili ke kebun buah di dekat Mansion untuk memetik semangka.
Hari yang menyenangkan. Awan-awan seakan menjadi payung melindungi Felicia dari sengatan matahari. Dengan menggunakan pick up yang dikendarai Benito, ia dan paman Chili menuju ke kebun buah.
Mansion yang ditempati tuan muda Georges terletak di area perbukitan sekitar satu setengah jam dari pantai. Daerah ini memang luar biasa indah, tidak perlu waktu yang lama untuk dapat menikmati keindahan pantai ataupun perbukitan.
Dengan bercanda ria, ia belajar bagaimana memetik buah semangka, memisahkan semangka tua dan semangka muda. Panen hari ini luar biasa banyak. Tampak beberapa truk mengangkut semangka-semangka tersebut.
Felicia senang sekali ketika dia diijinkan untuk membawa pulang beberapa buah semangka. Dengan langkah riang sepulang dari kebun, dia memutuskan akan masuk lewat halaman depan dengan membawa dua buah semangka besar ditangannya. Jiwa polosnya sudah lupa akan kejadian semalam yang membuatnya malu. Dia hanya ingin menunjukan segarnya buah semangka yang baru saja petik.
Dia bernyanyi kecil dan berjalan setengah meloncat riang. Tiba-tiba ia berhenti, dia terpaku melihat dua orang dihadapannya yang sedang duduk di taman dan berbicara. Tampak akrab dimatanya. Tuan muda Georges sedang bersama dengan seorang wanita yang sangat cantik. Buah semangka yang dipegangnya tanpa disadari terlepas dari tangan dan menggelinding kebawah. Felicia terkejut ketika mengetahui kedua pasang mata tersebut melihat kearahnya. Dengan gugup ia membungkuk dan mengambil buah semangka hendak berlalu dari tempat itu. Tapi suara lembut seorang wanita menghentikan langkahnya.
"Hai.. kau pasti Felicia bukan?"
Felicia menatap heran kepada wanita tersebut, ini pertama kalinya dia melihat kehadiran wanita itu.
"Iya." jawabnya singkat.
"Kemarilah. Aku ingin berkenalan denganmu." wanita cantik itu melambaikan tangannya. Felicia ragu-ragu untuk melangkahkan kakinya dan dia melirik ke arah tuan muda Georges yang diam saja .
"Lihat Georges, kau membuatnya takut. Kemarilah Felicia, duduk disisiku." panggil wanita cantik tersebut. Felicia akhirnya meletakan semangka yang dia bawa dan menghampiri mereka.
Felicia duduk di kursi yang ditunjukan oleh wanita cantik tersebut. Tepat berada ditengah diantara mereka berdua. Duduk disana membuat dia merasa seperti seorang anak didik yang harus menghadap guru. Kedua orang tersebut begitu dewasa dan bersahaja. Pasangan yang serasi.
"Perkenalkan namaku Angela." wanita yang ternyata bernama Angela itu mengulurkan tangannya kepada Felicia. Nama Angela membuat dada Felicia tiba-tiba merasa sesak. Dia adalah wanita cantik tunangan tuan muda Georges yang di ceritakan bibi Ruth. Dengan ragu Felicia menjabat tangannya. Senyum yang sangat cantik dan memamerkan deretan gigi putih bersih. Bibir menawan dipoles oleh lipstick merah marun yang menambah keindahannya. Felicia menggigit bibirnya. Bibir yang hanya dipoles oleh lipbalm.
"Bagaimana keadaanmu? Apakah kau menyukai tempat ini?" tanya Angela kembali.
"Iya nona."
"Apakah kau sudah menemukan seorang teman disini?" Felicia mengangkat matanya yang sedari tadi memandang lurus kedepan. Dia melihat lebih jelas sosok wanita di hadapannya. Benar-benar cantik dan anggun seperti yang dikatakan bibi Ruth. Rambut panjang berombak yang indah, mata yang jernih, hidung yang mancung dan kulit putih bagaikan pualam.
"Semua adalah teman saya." sahut Felicia yang masih merasa heran dengan pertanyaan Angela, seorang teman? Satu orang? Bagaimana mungkin.
"Hahahaha tentu saja." Angela tertawa mendengar jawaban Felicia. Tentu saja gadis ini akan berteman dengan siapapun.
"Apa yang kau lakukan dengan semangka-semangka itu." tanyanya lagi
Felicia melihat kearah celana lusuh dan sepatu kotor yang dia kenakan, bahkan tanganpun belum dia cuci dengan bersih. Sedangkan Angela tampak amat sangat bersahaja dengan pakaian bersih mewah yang dia kenakan. Benar-benar tampak seperti malaikat tak bersayap.
"Aku mendapatkannya setelah membantu petani memetik semangka. Apakah nona mau?" tanyanya dengan tulus.
"Hahhahahha lihatlah Georges dia benar-benar imut." Angela tampak menyukai Felicia. Tuan muda Georges diam saja tidak menanggapi perkataan dari Angela. Diamnya tuan muda membuat Felicia merasa bahwa kehadirannya mengganggu.
"Kau benar mau memberiku potongan buah semangka tersebut?" tanya Angela dengam anggun.
"Tunggu disini nona." Felicia beranjak mengambil kedua semangka tersebut dan beranjak menuju dapur.
Ekor mata tuan muda Georges sesungguhnya sedari tadi memperhatikan setiap gerak gerik Felicia, tetapi dia tetap diam tak bersuara.
"Georges kau menyukai gadis itu bukan?" Angela langsung berbicara terbuka pada tuan muda Georges ketika Felicia sudah meninggalkan mereka. Tuan muda Georges menjadi terkejut mendengarkan pertanyaan Angela.
"Kenapa kau bisa berkata seperti itu?"
"Aku mengenalmu bertahun-tahun Georges, bahkan kau tidak pernah memandang diriku seperti memandang dirinya." perkataan Angela sangat terbuka dan langsung mengenai sasarannya.
"Kau tidak mengakui atau belum menyadarinya?" selidik Angela.
"Sudah tidak perlu membahasnya." tuan muda Georges mengelak menjawab pertanyaan Angela yang menyelidik.
"Aku akan menginap malam ini." kata Angela tiba-tiba membuat tuan muda Georges mengernyitkan keningnya.
"Aku telah membiarkan gadis itu menempati kamarmu."
"Ah!" Angela sedikit terkejut dengan perkataan tuan muda Georges.
"Aku bisa menempati kamar lainnya." Angela bersikeras.
"Terserah padamu."
Lyla datang dengan membawa potongan buah semangka dan meletakan di meja.
"Kemana Felicia?" tanya Angela dengan heran.
"Ah, nona Felicia sedang ke kandang ayam nona Angela."
"Kandang ayam?"
"Iya. Dia membantu mengambil telur-telur untuk makan malam nanti." Lyla menjelaskan.
"Hahahhaha dia bahkan lebih mementingkan telur ayam daripada aku."
*******
Felicia menolak ajakan Angela untuk makan malam bersama. Dia merasa tidak nyaman berada diantara mereka. Memandang nona Angela dan melihay dirinya sendiri amat sangat jauh berbeda, tapi yang lebih menyakitkan adalah bagaimana tuan muda memandang nona Angela. Begitu bersahabat, hangat.
Setelah makan malam kedua orang tersebut masih lanjut berbincang di ruang kerja tuan muda. Dengan sedikit sebal Felicia membawa teko teh hangat menuju ke ruang kerja. Sebelumnya dia sudah menolak permintaan bibi Ruth tapi wanita itu bersikeras memintanya mengantarkan teh tersebut. Jangankan berada diantara mereka, dengan memandang wajah nona Angela saja dadanya terasa sesak. Mengapa? Mungkin karena dia penyebab tuan muda Georges cacat.
"Permisi saya membawa teh untuk anda nona dan tuan."
"Hei Felicia, kemari dan berbicaralah denganku." sapa Angela dengan hangat.
"Maaf nona, saya permisi saja. Tentunya banyak yang akan kalin perbincangkan saya tidak mau mengganggu." tolak Felicia dengan santun.
"Sudah duduk saja. Kami sedang membicarakan dirimu." Angela menarik tangan Felicia memaksanya duduk.
"Kau menyukai tempat ini bukan? Akankah kau tinggal ditempat ini lebih lama?" tanya Angela.
"Saya tidak tahu." sahut Felicia perlahan.
"Aha. Georges seharusnya kau menahan dia." ucap Angela kepada tuan muda Georges.
"Maaf saya permisi dulu." pamit Felicia yang merasa jengah melihat keakraban tuan muda.
"Kau mau kemana?" tanya Angela.
"Ke kamar."
"Aku ikut. Malam ini aku akan menginap disini. Good night Georges." Angela berjalan dan mengecup pipi tuan muda Georges kemudian melangkah mendahului Felicia. Felicia hanya bisa menatap adegan itu dengan perasaan yang dia tak mengerti. Kemudia dia berjalan mengikuti Angela.
**************
"Kau menempati kamar yang biasa kau pakai. Georges membiarkan aku merancang kamar ini." kata Angela.
"Maafkan saya nona karena sudah menempati kamar ini dan memakao baju anda." suara Felicia terdengar lirih. Dia merasa tidak nyaman berdampingan dengan Angela. wanita ini benar-benar bagaikan supermodel.
"Tak masalah, aku sudah tidak menginginkan pakaian itu. lagipula aku membelinya dengan uang Georges, dia bebas menyumbangkan kepada siapapun."
Deg! menyumbangkan.
Ah kenapa kalimat itu begitu menyakitkan ketika keluar dari mulut nona Angela. Padahal selama ini aku selalu mengenakan pakaian bekas.
"Nona silahkan memakai kamar ini. Saya akan keluar dulu."
"Kau bisa tidur dikamar ini bila kau mau, masih ada sofa disana." tunjuk Angela pada sofa panjang dekat jendela.
"Saya tidak ingin menganggu ketenangan nona. Permisi." tanpa menunggu jawaban dari Angela, Felicia meninggalkan kamar.
Di depan pintu kamar dia sejenak merasa bingung. Tidak mungkin baginya menganggu bibi Ruth di rumah belakang hanya karena dia ingin menginap, sedangkan semua kamar tamu masih terkunci. Tidur di sofa tentu tuan muda Georges akan marah. Hanya tinggal satu kamar yang kosong dan tidak pernah dikunci. Kamar lama tuan muda di lantai atas sudah lama tidak pernah dipakai. Dengan ragu dan takut ketahuan Felicia melangkah naik dan masuk ke kamar di lantai atas.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Apa yang akan terjadi yaaaa, jangan lewatkan ya kisah Georges dan Felicia.
Semangat !!!
Tapi langsung ambyar ketika relate sama makanan Thor .ini Eropa apa asia?😁