Katrina yang dipanggil Kat! seorang kelulusan universitas kanada, ia tidak ingin kembali pulang karena masih menganggur, sulitnya mendapat pekerjaan membuat hidup Kat, berjuang menjadi tulang punggung, sebab ia masih punya 2 adik yang sekolah Sma.
Kat, wanita pengangguran yang bertekad membahagiakan keluarga, ia tidak akan pulang sampai dirinya berhasil menjadi kaya, suatu hari Kat yang frustasi mencari pekerjaan, ia kembali ke kos an kecil dengan basah kuyup, tak sangka ponselnya tersambar petir menyambar tubuhnya yang membuat kehidupan Kat berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkelahi Karena Hantu
Langkah demi langkah, membuat Katrina kembali tenang, ia langsung tertuju pada sebuah cincin keberuntungannya, dimana mengira jika cincin itu lah yang membantunya saat menyamar menjadi bos Wili.
"Ini dia, kamar 008. Kamu bisa tinggal disini, untuk esok kamu boleh ambil cuti, sebab saya harus ke paris sendiri. Selamat hari cuti libur bersama, semoga betah di tempat yang baru."
Ramahnya Wili, membuat Katrina senyum berterimakasih, sebab ia meminta pindah dadakan di setujui langsung pemiliknya. Dan karena orang orang dan pengawal dari sang bos, membuat seluruh barang barang Katrina malam itu benar benar langsung di angkut tanpa tersisa satu pun barang yang ditinggalkan.
"Saya yang berterimakasih bos, karena saya pindah secara terburu buru dan .."
"Tidak merepotkan! Kalau begitu saya pamit. Jika ada sesuatu kabarkan saya secepatnya ya!" potong Wili menyambar pembicaraan.
"Maksud bos, kabarkan jika ada sesuatu .. Soal .. Apa ya?" panik Katrina.
"Jika ada sesuatu di kamar ini, ada yang rusak atau apapun kabari saja. Saya akan langsung menyuruh anak buah untuk mengurusnya." jelas Wili, yang hampir membuat Katrina salah sangka sudah di atas awan, namun tidak jadi.
"Ah .. Begitu, baiklah. Siap bos .. Sekali lagi terimakasih."
Langkah Wili pergi, meninggalkan Katrina yang masuk ke kamar 008, membuat ia menempelkan card khusus. Dimana Katrina harus memulai adaptasi baru, namun sebelum masuk ada bau yang aneh di depan pintu, yang awalnya Katrina tidak menghiraukan apa itu.
'Apa kamar ini kosong sangat lama, pengap terasa dingin lagi.' batin.
Katrina menoleh ruangan kamar yang hampir 2 x lipat dari kediaman kost nya itu, apalagi ini hanya ukuran ruang tamu saja, hal ini membuat langkah Katrina mencari kamarnya, dimana satu pintu ia buka, dan itu adalah kamar mandi yang letaknya hampir di ujung ruang dapur yang di lengkapi kitchen set lumayan keren.
Kembali pada pintu satu lagi, hal ini membuat Katrina yakin ini adalah kamarnya. Benar saja, ukuran kamar yang amat luas, menurut Katrina saat ini, apalagi kasur king size layaknya untuk pasutri atau bulan madu pada umumnya di hotel hotel.
"Serius, lima juta perbulan ini membuatku sangat nyaman tinggal disini, tapi kenapa murah ya. Hanya kamar ini saja, sebab kata pengantar barang dan supir jadi saksi, jika kamar 008 ini penuh dengan misteri dan angker, tidak ada yang bertahan lama. Dan yang menempati sebelumnya paling lama hanya tiga hari." gumam Katrina, yang berbicara sendiri.
Katrina pun menaruh tasnya, ia pun mencari sebuah laptop pemberian sang bos, dimana tersambung pada sebuah wifi khusus di ruangan ini. Namun, bukan tanpa alasan saat Katrina duduk, bulu kuduknya berdiri membuat Katrina menoleh ke samping, dan melihat samar samar jelas, namun semakin jelas layaknya zombie bertaring vampir dengan rambut berantakan mendekatinya tepat lima jengkal saja, membuat dirinya berteriak kencang.
Argh ..
Wuuuuarrh!! Suara seram sosok pria zombie tapi bertaring bak punya gigi mirip Dracula.
Argh ..
Teriakan Katrina, kali ini melempar laptop ke sembarang, mata Katrina ia kucek kucek berkali, namun tidak ada sosok yang ia lihat tadi menyeramkan. Anehnya, ini membuat mata Katrina dan debaran jantungnya tidak sinkron, entah harus apa lagi. Melihat lampu kamar gantung bergerak tanpa di serang angin, membuat Katrina meraih ponselnya untuk menghubungi Wili.
'Astaga .. Kenapa bos Wili tidak angkat sih, jangan bilang dia beri aku apartemen ini untuk di sewa yang harga murah, karena kamar ruangan ini angker dan keramat.' batin Kat, bergerutu kesal.
Dan saat ini, ia mulai menyibukkan diri. Apalagi sudah pertengahan malam, membuat Katrina kali ini ingin tidur saja, sebab remuk badannya sudah tak tertahan dan hawa ngantuk sudah melampaui batas, dari rasa takutnya beberapa puluh menit siaga tak bisa lelap.
"Aku tidur saja, baiknya tidur. Semoga tadi hanya ke haluan ku saja."
Slep ..
Tidur beberapa menit, benar saja saat Katrina menarik selimutnya, selimutnya berkali kali turun. Di naikan, kini kembali turun hingga membuat mata Katrina melek kembali dan duduk. Sungguh, aneh tempat mewah tapi Katrina benar benar tidak bisa tidur lagi karena ada suara bising.
Katrina menarik nafas, ia melakukan meditasi kemampuan dewa. Mengusap cincin keberuntungannya, lalu di sematkan di pelipis kedua matanya, seolah ia benar benar melihat hal yang aneh saat ini juga, sebab Katrina hanya ingin tidur dan hidup dengan tenang serta damai.
'Cincin keberuntungan, dengan menyatu kekuatan Dewa Kuno .. Pernapasan dewa Tingkat 2, kembalikan keberuntungan dan dimana letak hal tidak baik di kamar ini.' lirih Katrina terdiam.
Dan saat itu juga, Katrina terbentur bahu nya. Seolah ada yang masuk dari balik punggung mengenainya, namun tidak ada satu pun orang menyuruh.
Ding ..
Deng ..
Mata Katrina tertuju pada bau asap putih mirip awan tebal, dimana sedang berada di kamarnya, matanya terbelalak akan pria seram dengan mata hitam bak burung hantu, dan mata wajah mirip Zombie.
'Argh .. Kau siapa, kenapa ada di dalam kamar ini?' teriak Katrina ketakutan.
Wah .. "Kau sendiri telah mencuri wilayahku, pergilah!" teriaknya.
Tanpa patah kata lagi, sosok seram itu segera melawan Katrina. Dimana Katrina hampir diam ia jadi melompat untuk membunuh hantu tersebut.
Hiyak ..
Prang ..
Prang ..
Trang ..
Krek .. Krek .. Krek! Dan dalam puluhan menit, Katrina di bantu cincin keberuntungan, ia berterimakasih dengan berbisik pada cincin milik sang Dewa, yang membuatnya menang melawannya.
Katrina meringkus tangan hantu itu memelintir dengan gerak cepat sambil berkata.
"Kenapa kau ada di tempat ini? Kenapa ganggu manusia hah?" teriak Kat, membuat hantu itu terdiam beberapa saat.
"Maaf .. Saya kira kamu adalah orang jahat, tolong bantu saya! Saya merasa ini tidak benar, tapi mereka berkeliaran begitu saja. Membuat diri saya terkunci di kediaman ini bagai tanpa arah." jelas hantu itu membuat Katrina melunak lembut.
"Katakan saja, kamu mau bicara apa!"
"Aku akan jujur, tapi tolong bantu aku untuk melawan mereka, menghukum mereka agar aku tenang. Aku janji, tidak akan menggangu kamu di tempat ini lagi." balas sosok hantu penunggu apartemen memasang wajah sedih.
"Dasar hantu jelek, sudah tidak jelas pake acara nangis lagi." balas Katrina dan kembali duduk manis.
Katrina pun memejamkan mata, dimana hidup sosok seram itu adalah seorang pemuda, ia pun menggosok cincin keberuntungan demi bisa melihat masa lalu dan tragis yang menimpanya itu ada apa, sehingga kamar apartemen Lux Garden salah satunya kramat di hargai dengan murah.
Katrina pun melihat sosok lima orang memukul pria dari arah lain, dengan sebuah balok batu dan kayu. Dimana saat itu hantu itu menoleh pada siapa penolongnya dan Katrina pun meminta si sosok seram ini untuk duduk bersabar akan ingatan sosok itu terakhir kalinya pada sang ibu.
"Argh .." teriak Katrina, ia memegang kepalanya benar benar berat dan sakit.
"Bagaimana .. Kamu sudah tahu penyebabnya?" tanya sosok hantu seram itu yang membuat Mira semakin syok.
TBC.
"LO MAMPU GAK BOS!?"😈
iri tanda tidak mampu BODOH😒😏