Bagaimana rasanya apabila kita bisa melihat kejadian masa lalu dan kejadian masa depan juga selalu di hantui mahluk halus yang menjadikan dirinya alat untuk balas dendam
Tiara Wulandari seorang siswa SMA mengalami keanehan pada dirinya setelah gadis itu selamat dari aksi pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN 23
Tiara menemukan sebagian besar bukti dari para pelayan yang dulu bekerja di rumahnya namun bukti itu belum bisa menjebloskan pamannya itu.
"Apa yang harus aku lakukan ka? Bagaimana caranya untuk merebut hak aku dan menjebloskan paman ke penjara?" tanya Tiara frustasi.
"Kamu sabar ya sekarang kita keluar dari rumah ini ! kakak sudah membeli rumah di sekitar sini untuk kita tempati" jawab Dimas.
"Kenapa gak tinggal di sini aja ka?" tanya Tiara lagi.
"Sayang rumah ini sudah lama kosong kalau tiba-tiba kita di sini pasti akan mengundang curiga orang banyak dan pamanmu akan tau keberadaan mu" jelas Dimas.
Tiara mengikuti apa yang di perintah Dimas dengan bantuan 3 hantu cantik mereka sudah keluar dari rumah itu, Tiara tinggal di rumah yang di beli Dimas. Walau rumah itu terlihat sederhana namun tetap berkesan mewah karena masih di komplek perumahan yang sama dengan rumah keluarga Prayoga.
Tiara mengorek informasi dari tetangga sekitar tentang keluarganya dan selalu mendapat jawaban jika orangtuanya itu bertengkar dan lalu bunuh diri,
"tapi kenapa rumah itu terlihat kosong Bu? kenapa tidak di jual aja sama sanak saudara yang lain?" tanya Tiara kepada tetangganya itu.
"Sudah banyak neng yang mau beli rumah itu, namun semua yang ingin membelinya tiba-tiba meninggal gak tau apa yang terjadi pada mereka." kata tetangganya itu.
"Benar-benar misterius kasus keluargaku" ucap Tiara dalam hati.
"Ibu tau siapa aja yang ingin membeli rumah itu?" tanya Tiara lagi.
"Gak tau neng, itu hanya kabar yang ibu dengar dari orang sekitar. Kenapa kamu penasaran neng kamu ingin beli rumah itu?" kata tetangga itu.
"Maunya sih Bu, tapi aku juga takut jika tiba-tiba meninggal tanpa sebab" jawab Tiara.
"Yang aku tau salah satu pembeli rumah itu adik dari pak Subono yang tinggal di blok belakang perumahan kita coba aja kamu kesana neng!" kata tetangga yang lain.
Tiara langsung mengajak Dimas kerumah pak Subono, tujuannya hanya satu rasa penasaran kenapa setiap yang ingin beli rumah itu meninggal,
Tiara tiba di depan sebuah rumah yang cukup familiar di matanya, wanita itu seakan pernah masuk di rumah itu tetapi lupa itu rumah siapa.
"Permisi....!" kata Tiara saat melihat seorang tukang kebun yang berada di rumah itu.
"Iya... Cari siapa nona?" jawab si tukang kebun.
"Pak Subono nya ada?" tanya Tiara lagi.
"Sebentar ya non!" jawab tukang kebun dan langsung masuk kedalam rumah itu.
Keluar seorang lelaki paru baya dan menghampiri Tiara dan Dimas.
"Nona mencari saya ?" kata Subono dan langsung membuka pagar rumahnya.
"Perkenalkan nama saya Tiara!" kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya.
Saat tangan Tiara menjabat tangan pak Subono terlintas sebuah bayangan di depannya, Tiara memejamkan matanya bahkan keringat dingin mulai membasahi kening dan lehernya.
Pak Subono merasa heran dengan tamunya yang tiba-tiba diam, Dimas memahami apa yang di pikirkan pak Subono dan mulai menjelaskan.
"Maaf ya pa..! Istri saya mungkin lagi pusing soalnya kita baru pindah ke blok sebelah." ucap Dimas menjelaskan dan mengaku sebagai suami dari Tiara.
"Ooh oke silakan masuk!" pak Subono mempersilakan Tiara dan Dimas masuk dan duduk di taman rumah itu.
Tiara yang masih memejamkan matanya di rangkul Dimas dan di tuntun masuk dan duduk. Pak Subono meminta pembantunya untuk membuatkan minum dan memperhatikan Tiara yang masih terpejam itu.
"Mirip... Sangat mirip siapa wanita ini apa anaknya Lastri?" ucapnya dalam hati.
Tiara sadar pas bayangan itu pergi, wanita itu melihat seorang pria yang cukup tampan sedang berjalan-jalan dengan seorang wanita yang mirip dengannya, bagai sepasang kekasih yang saling mencintai.
Namun bayangan itu juga terlintas sebuah kecelakaan yang cukup parah dimana sebuah mobil hancur dan menewaskan seluruh penumpangnya yang terdiri dari satu keluarga.
Di tatapnya wajah pria yang ada di depannya itu lalu Tiara mulai berkata.
"Maaf pak tadi saya tiba-tiba pusing"
"Tidak apa nak, apa kamu putrinya Lastri karena kamu sangat mirip dengannya?" tanya pak Subono sambil memandang wajah Tiara.
"Lastri... Siapa dia pak?" Tiara balik bertanya.
"Dulu dia kekasih saya kita bahkan hampir menikah namun tiba-tiba sesuatu terjadi dengan saya dan keluarga saya." kata pak Subono memotong perkataannya.
Pak Subono menunduk sedih mengingat apa yang di takdirkan dengannya, dia teringat beberapa kali orang ingin membunuhnya dan keluarganya di mulai dari tabrakan yang menewaskan saudaranya sampai kecelakaan yang akhirnya menewaskan keluarganya.
Sebagai putra pertama Subono yang paling di incar karena dia pewaris kekayaan keluarganya, namun papanya sudah lebih awal menyelamatkannya berdua dengan adiknya Tasman.
Subono kembali dengan identitas nama berbeda dan mengunakan nama Subono dan Tasman supaya mereka tidak mengenali dirinya juga adiknya.
Saat kembali betapa terkejutnya mendengar Lastri sudah menikah dengan pria lain dan lebih terkejut lagi Lastri dan suaminya meninggal di rumahnya sendiri, awalnya Subono ingin membeli rumah Prayoga karena dia masih curiga mengenai kematian kekasihnya yang menurutnya tidak wajar namun tanpa sengaja adiknya mendengar obrolan tersangka pembunuhan itu dan ketahuan sang pelaku sehingga adiknya di bunuh supaya tidak membocorkan kepada orang lain.
"Saya hanya menerima pesan chat ini, sebelum Tasman meninggal dia sempat menuliskan bahwa pemilik rumah ini meninggal di bunuh sama mereka, Tasman belum menyebutkan namanya namun dia sudah meninggal tertembak di jantungnya" ucap Subono sedih sambil menunjukan chat what up kepada Tiara.
"Saya tau pak siapa pembunuh orangtua saya, tapi saya tidak punya bukti untuk menjebloskannya kepenjara" kata Tiara.
"Bukti chat ini bisa kita kumpulkan sambil menemukan bukti lain, makasih pak sudah mau menceritakan peristiwa itu kepada kami" kata Dimas dan ingin segera pamit dari rumah Subono.
Pria setengah baya itu memeluk Tiara, bahkan menjanjikan ingin membantu mengungkap kasus pembunuhan itu tetapi dia harus hati-hati karena mata-mata pelaku ada di mana-mana.
"Hati-hati nak, bapak akan membantu kalian tapi kita jangan gegabah karena mereka pasti tidak sendirian" kata Subono kepada Tiara.
Tiara sempat menyerah karena tidak menemukan bukti yang akurat untuk menjebloskan pamannya itu, Dimas takut identitas Tiara sebagai anak Prayoga ketahuan publik selalu menasehati kekasihnya supaya bisa bersabar dan jangan sampai identitas mereka ketahuan pamannya.
Saat di perjalanan pulang Tiara tanpa sengaja menyenggol seorang remaja namun saat tubuhnya bersentuhan dengan remaja itu terlintas sebuah bayangan dimana gadis SMU yang di senggolnya adalah anak dari salah seorang pelaku yang menembak mamanya di desa tempat Tiara di temukan.