NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Inara

Takdir Cinta Inara

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:221.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhifa Syafana

"Apakah aku akan tetap seperti ini? Jika saja dulu aku tidak mengajaknya masuk kedalam rumah ini, mungkin ini tidak akan terjadi. Menyesal pun aku sudah tidak bisa" (Nara 25th)
"Maafkan aku mencintaimu dan juga dia. Jangan memintaku untuk memilih. Karena kalian adalah pilihanku" (Kendra 26th)
"Aku tau aku salah. Maafkan aku. Tapi, cinta ini telah tumbuh. Aku ingin pergi jauh dari kehidupan kalian. Apakah aku bisa?" ( Yuna 25th)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhifa Syafana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Kendra

Sebelumnya maaf atas kesalahan penulisan nama. Yang seharusnya KANIYA berubah menjadi KANAYA. Saya kurang menyadari typonya. Maaf sekali lagi 🙏🙏🙏🙏

_______

"Bagaimana persiapan untuk menyambut pimpinan Land Company?" Julian sedang briefing bersama beberapa staff yang akan menemaninya bertemu dengan rekan bisnisnya nanti.

"Ruang rapat sudah disiapkan pak, beserta dengan materi yang akan kita bahas saat meeting nanti pak," penjelasan dari asisten Julian secara singkat.

"Bagus. Siapa dari team keuangan yang akan mengikuti meeting kali ini? Ini meeting penting karena klien kita ini cukup bonafit," Kendra kembali menegaskan mengenai calon rekan bisnis mereka.

"Jessi dan Yudha pak yang akan mewakili dari team keuangan," Bu Mike menjawab pertanyaan dari Julian.

"Oh baiklah," sebenarnya dia ingin Inara yang mendampingi. Mungkin pekerjaan Inara juga sangat banyak dan dia tahu itu.

"Oke baiklah, lima belas menit lagi pimpinan Land Company akan tiba. Tolong sambut dengan baik." Mereka mengangguk bersamaan dan segera bersiap di ruang meeting.

Julian segera meninggalkan ruangannya dan menunggu di ruang meeting bersama beberapa staff. Hari ini Nara sedang diluar kantor bersama Rico dan Mela. Mereka sedang ada pertemuan dengan klien lainnya. Rico adalah manager bagian pemasaran. Dia juga sempat menaruh hati kepada Nara sebelum Julian mengumumkan hubungan mereka.

Julian mengirim pesan kepada Nara setiap tiga puluh menit. Dia ingin menjadi orang yang selalu ada untuk Nara meskipun mereka sedang tidak berada di satu tempat yang sama. Meskipun tak jarang Nara mengabaikan pesan darinya, tidak membuat Julian menyerah dan terus mengirim pesan.

"Permisi pak," perhatian Julian teralih kearah asistennya.

"Bapak Kendra pimpinan Land Company sudah tiba," lanjutnya dan Julian beserta staff lainnya berdiri menyambut kedatangan Kendra.

"Persilahkan masuk," asistennya segera membuka pintu dan tampak Kendra berjalan memasuki ruangan meeting.

"Selamat datang pak Kendra. Mari silahkan duduk," Kendra menyambut tangan dari Julian dan segera duduk di kursi yang telah disiapkan.

"Terima kasih. Senang bisa bertemu dengan Anda secara langsung," Mereka duduk dikursi masing-masing.

"Sebelum kita mulai saya perkenalkan dulu tim dari perusahaan saya," sesak masuk ke dalam ruangan itu Kendra mencari sosok seseorang.

"Tidak perlu tegang Pak kita bisa berbicara secara santai. Saya yakin tim Anda adalah orang-orang yang handal," Julian tersenyum menanggapi ucapan dari Kendra.

"Terima kasih atas pujiannya Pak," Julian tetap memperkenalkan satu persatu timnya sebelum rapat dimulai.

Tidak lama rapat pun dimulai Kendra mendengarkan secara seksama penjelasan dari tim perusahaan Julian. Sesekali Kendra akan bertanya jika dia kurang paham maksud dari penjelasan karyawan Julian. Meeting terus berjalan hingga 2 jam lamanya dan kesepakatan pun telah dicapai. Kendra dan Julian saling menandatangani surat perjanjian kerjasama mereka.

"Terima kasih atas kepercayaan bapak kepada perusahaan kami. Saya tidak akan mengecewakan bapak yang telah percaya kepada kami," mereka kembali berjabat tangan sebelum Kendra meninggalkan ruangan itu.

"Perusahaan anda memang layak untuk mendapatkan kerjasama ini Pak Julian, karena memang perusahaan ini sesuai dengan kriteria yang kami mau. Semoga semua lancar sampai kerja sama kita selesai," Julian dan asistennya mengantarkan Kendra hingga lobby perusahaan.

Tepat saat mereka tiba di lobby, tanpa sengaja keduanya melihat Inara sedang terluka karena ulah Kaniya. Julian dan Kendra berlari bersamaan mendekati ke arah Inara yang sudah terkapar dengan kaki yang terluka parah bahkan Inara sudah hampir tidak sadarkan diri.

"Inara!" Teriak mereka secara bersamaan. Kaniya dan beberapa temannya yang masih berdiri di sana terkejut dengan kedatangan Julian.

"Nara bangun, ayo buka matamu!" Julian sangat khawatir dengan kondisi Nara saat ini yang setengah sadar dengan darah bercucuran di kakinya, bahkan keningnya pun tampak terluka dengan setitik noda darah di sana.

"Apa yang kalian lakukan. Saya tidak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu kepada Inara." Kendra membentak Kaniya bersama teman-temannya dan membuat mereka heran dengan sikap Kendra.

Tanpa berpikir panjang Julian membopong tubuh Inara dan membawanya pergi ke rumah sakit. Kendra pun mengikuti laju mobil Julian di belakangnya. Dia juga merasa khawatir seperti apa yang dirasakan oleh Julian.

"Sayang bertahanlah kita baru saja bertemu. Jangan tinggalkan Aku." Kendra berbicara sendiri di dalam mobil.

"Fan cepat cari informasi tentang wanita yang telah menyakiti Nara tadi. Jangan sampai dia kabur kemanapun, karena aku sendiri akan membalasnya," dia memerintahkan asistennya untuk segera mencari data tentang Kaniya.

"Baik pak segera akan saya lakukan." Fano segera mencari apa yang diperintahkan oleh Kendra.

Setibanya di pelataran rumah sakit, Julian segera membopong tubuh Nara dan membawanya ke ruang darurat. Dia berteriak meminta tolong kepada perawat dan dokter agar segera menangani Inara. Dia menunggu di depan ruangan darurat. Kendra yang baru saja tiba segera menyusul Julian dan duduk di sampingnya mereka menunggui Nara yang sedang diperiksa oleh dokter.

"Bagaimana keadaannya Pak Julian?" Tanyanya Kendra. Dia sempat mengerutkan keningnya karena heran dengan sikap Kendra yang begitu khawatir. Apalagi mereka baru saja berkenalan secara langsung.

"Saya belum tahu pak, kita tunggu dokter yang masih memeriksa Inara," jawab Julian dan ditanggapi senyuman oleh Kendra.

"Mungkin bapak penasaran bagaimana saya bisa khawatir ini kepada pegawai bapak. Inara Ayunda adalah istri saya yang selama ini pergi meninggalkan rumah dan saya selalu mencarinya," ucapan Kendra membuat Julian terkejut dia tahu status Inara yang sudah janda dan tiba-tiba datang lelaki yang mengaku sebagai suaminya.

"Maaf Pak Kendra setahu saya Inara Ayunda seorang janda, bagaimana mungkin bapak mengaku sebagai suaminya?" ucapan Julian cukup membuat Indra kesal, pasalnya selama ini dia tidak pernah mengakui perceraian mereka.

"Kami kami tidak pernah bercerai Pak. Inara hanya sedang kesal kepada saya. Dia kabur karena marah dan saya yakin sekarang dia sudah tidak lagi marah kepada saya. Saya datang untuk menjemputnya pulang ke rumah," jawaban Kendra membuat Julian marah. Dia mengepalkan tangannya setelah mendengar ucapannya.

"Kita tunggu saja seperti apa keputusan Inara Pak, karena dia juga terikat kontrak kepada perusahaan saya. Tidak semudah itu dia keluar dari pekerjaannya," Kendra hanya menanggapi dengan senyuman ucapan Julian.

"Anda jangan khawatir Pak Julian, saya yang akan membayar semua denda Inara. Jika dia harus keluar di saat kontrak belum usai," rahang Julian mengeras dia sudah sangat marah kepada sikap Kendra. Keduanya kembali terdiam, sambil menunggu dokter yang masih menyelesaikan pemeriksaan Inara. Kendra merasa bahagia bisa bertemu kembali dengan Inara sedangkan Julian saat ini sedang menahan amarahnya karena ucapan Kendra.

Tidak lama dokter keluar dan menjelaskan keadaan Inara. Dokter mengatakan Inara mengalami patah tulang namun masih tergolong ringan. Dan sedikit benturan di keningnya tidak begitu bahaya. Segera Inara dipindahkan ke ruang rawat setelah Julian menyelesaikan administrasi. Kendra terus mendampingi kemanapun arah Inara akan dibawa, ada rasa cemburu dalam benak Julian melihat perhatian Kendra begitu besar kepada Inara.

Mereka berdua menunggu Inara di dalam ruang rawatnya. Dia masih dalam keadaan tidak sadar. Satu jam kemudian orang yang mereka tunggu membuka matanya perlahan, karena merasa pusing dia memegang keningnya dan perlahan melihat ke sekeliling ruangan yang berwarna putih.

"Kamu sudah sadar Bun? mana yang sakit?" Tanya Julian begitu melihat Inara membuka matanya.

"Kepalaku sedikit pusing Mas dan kakiku juga nyeri," jawabnya dengan suara lirih. Julian mencium telapak tangan Inara dan perhatiannya teralih karena seseorang datang mendekatinya orang yang sangat tidak ingin dia temui lagi.

"Sayang bagaimana kondisimu? Apakah masih sakit?" Tanya Kendra kepada Inara, karena masih terkejut dia tidak tidak bisa menjawab apa-apa pun. Bahkan saat tubuhnya dipeluk oleh jenderal Inara hanya terdiam.

Julian yang begitu posesif sangat marah melihat Inara hanya diam saja dipeluk oleh Kendra. Tanpa berkata apapun, dia pergi meninggalkan ruangan rawatnya. Dia baru tersadar setelah mendengar suara pintu yang tertutup dengan kencang, secepat itu dia mendorong tubuh Kendra yang masih memeluknya.

"Lepaskan! Untuk apa lagi kamu datang. Kita sudah tidak punya hubungan lagi,"teriak Inara dengan kencang dan terus mendorong tubuh Kendra.

"Aku datang untuk menjemputmu. Aku sangat merindukanmu sayang. Kembalilah kepadaku, sudah cukup lama kamu pergi," Jendra sedikit memohon kepada Inara.

"Kita sudah berpisah, kamu sudah memiliki Yuna. Dan aku sudah memiliki orang lain. Jangan ganggu lagi kehidupanku, hiduplah bahagia bersama istri dan anakmu," Dia kesal sikap Kendra yang terus memaksa.

"Siapa yang berpisah? kita belum berpisah kamu masih istriku. Apakah kamu selingkuh dariku sayang? Siapa pria itu?" Nara kesal sekali mendengar ucapan Kendra yang tidak mengakui perpisahan mereka.

"Dengarkan aku. Kita sudah bercerai. Aku bukan lagi istrimu, jangan lagi datang mengganggu hidupku. Aku sudah bahagia dengan lelaki lain yang lebih baik darimu. Pulanglah istri dan anakmu menunggu di rumah," dia masih cukup sabar menghadapi sikap Kendra.

"Anakku sudah pergi menyusul kakaknya yang lebih dulu tiada. Mungkin ini adalah karma yang Tuhan berikan kepadaku karena telah menyakitimu dan anak kita dulu. Aku ingin memperbaiki itu semua, kita bisa kembali bersama sayang. Aku yakin kamu masih mencintaiku. Aku akan memaafkan kamu karena telah berselingkuh dariku," dia semakin marah mendengar ucapan Kendra.

Karena merasa pusing, dia menekan tombol yang berada di samping ranjangnya. Meminta bantuan kepada perawat untuk membawa Kendra keluar dari ruangan itu. Dengan terpaksa pria itu berjalan keluar, namun bukan untuk pulang dia duduk menunggu di depan kamar rawat Inara.

"Julian pasti akan salah paham padaku aku harus segera menjelaskannya." dia meraih gawainya dan segera menghubungi Julian.

1
nisacantik
ko ga ada iya nyari istriku polos
nisacantik
ga pantas lh aku benci perselingkuhan
meris dawati Sihombing
Jenderal memeluk Inara.. 🤪🤪
meris dawati Sihombing
Luar negeri?? Bunda😩😉, yg elegan kek..Mommy...
LN ada loe, gue..Hadeuhhh bnyak ngawur ini othor
Nurr Amirr🥰💞
Lelaki jtu apa si Rico..
Sakinah Gina
ko bacany emosi ya udh jijik bgt sm si Kendra ma yuna
Aida Wati
Luar biasa
Soraya
mksh thor karyanya👍
Soraya
lanjut thor
Soraya
Lumayan
Soraya
yang nabrak Nara dh ketauan blm thor
Soraya
julian ceo masa klh sama perempuan yg biasa aja klo dh tau orangnya yg berniat jahat knp gak langsung tangkap aja
SALSA Bila
lanjut
Aya Hadad
Makin penasaran nich 😱😱😜 lanjut lg trs Kak updatenye jngan lama ditungguuu....................👌👌😘🙏🙏 🤗 semangaaat 💪💪
Soraya
julian yg dipepet leo yg sibuk 😂😂😂
Aya Hadad
Lanjut lg trs updatenye ditungguuu....👌👌😘🙏🙏 selalu semangaaat 🤗💪💪👍
Aya Hadad
Lanjut lg trs Kak double updatenye ditungguuu....................👌👌😘🙏🙏 semangaaat 💪💪
Aya Hadad
Waaah pelakor mulai beraksi, gak tau diri ☹️☹️😝😕😕😝 lanjut lg Kak double upnye ditungguuu............👌👌😘🙏🙏 semangaaat 💪💪
Senja
ceritanya bagus..
ada keselnya ada meweknya ada bapernya.
upnya jgn lama2 ya soale penasaran sm kelanjutan ceritanya...🙏💪👍🫶
Senja
ditunggu upnya 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!