NovelToon NovelToon
Kunodai Pernikahanku

Kunodai Pernikahanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Angst
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

Karena suatu perjodohan, Ayline menikahi Oswald. Seorang pengusaha muda, sukses di banyak negara yang diidam-idamkan oleh banyak wanita.
Musibah menimpa saat usia pernikahannya masih seumur jagung.

Dalam keputusasaan, Ayline bertemu dengan seorang pria pengertian yang mampu membuat Ayline berdebar di tiap pertemuan keduanya.

Bagaimana kelanjutan kisah Ayline dalam mencari kebahagiaan dan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KP 23 - Memulai

“Hah! Saya?!” Antara yakin dan tidak dengan pendengarannya, namun Denis tetap saja terkejut dengan ucapan Oswald.

“Ma-maksudnya, Tuan ingin saya yang men-“

Belum selesai ucapan Denis, Oswald kembali menyela. “Memangnya kau mau, hah?!”

Denis segera menggeleng. Tak perlu berpikir, seratus persen dia yakin jika dia tak mau menjadi calon orang ketiga di rumah tangga Tuannya sendiri. “Tentu saja tidak, Tuan,” jawabnya yakin.

“Bagus!” balas Oswald.

“Bukankah Tuan juga tak ingin tahu siapa pria itu? Tapi, apakah Anda yakin bisa menutup mata jika semua benar-benar terjadi?”

Oswald tak bisa berbohong, tentu saja akan sulit baginya. Tapi sekali lagi, ada hal lebih penting dari sekedar perasaannya, pikir Oswald.

“Itulah sebabnya kuberi Ayline kebebasan untuk memilih sendiri siapa pria itu,” ucap Oswald.

“Bukankah aku suami yang baik? Kubiarkan istriku berselingkuh!” Tawa Oswald menggema di dalam mobil. Bukan tawa bahagia melainkan tawa yang menyembunyikan banyak kepedihan.

...…...

Selama lima hari, Oswald tak pulang ke rumah. Ia dan Denis memiliki pekerjaan di perusahaan cabang yang berada di Kota. Alhasil selama itu pula Ayline dan Oswald tak bertemu.

Hubungan keduanya semakin renggang dari hari ke harinya. Jika Ayline sama sekali tak tahu apa saja yang dilakukan suaminya di kota, berbeda dengan Oswald yang mendapatkan kabar Ayline setiap dua jam sekali dari Pak Albert. Apa yang istrinya lakukan, apakah istrinya sudah makan, pukul berapa Ayline bangun serta pukul berapa ia tidur, semua dilaporkan dengan detail oleh Pak Albert.

Oswald memang sengaja memerintahkan Pak Albert untun mengawasi Ayline. Betapa kecewanya Oswald, dari laporan Pak Albert sepertinya istrinya itu masih belum melakukan apa pun.

Makan malam kali ini terasa sangat canggung bagi keduanya. “Bagaimana Ayline? Apa sudah ada kemajuan?” tanya Oswald memulai pembicaraan.

“Aku sedang mengupayakannya,” jawab Ayline singkat.

Sama seperti Oswald yang bertanya dengan santai, Ayline pun menjawab dengan santai pula. Seolah apa yang sedang mereka bahas ini adalah hal yang biasa.

“Mengupayakan katamu? Apa yang kamu sudah lakukan, hah?!” Oswald tampak geram saat melihat Ayline memasang raut wajah tak acuh dengan ucapannya.

“Kamu pikir, dengan duduk diam di dalam perpustakaan kamu bisa melakukan semua yang aku suruh?! Kamu pikir dengan duduk diam di dalam sana kamu akan hamil?”

Kedua bola mata Ayline membelalak. “Kamu mengawasi aku, Mas?!”

“Cih! Aku bebas melakukan apa pun. Ini rumahku, Ayline!”

Air mata sudah menggenangi kedua pelupuk mata Ayline dan siap untuk ditumpahkan kapan saja. Namun, sekuat tenaga wanita itu menahannya. Tangannya menggenggam erat sendok dan garpu yang di pegang.

“Kenapa hanya aku yang harus berupaya, Mas? Apakah kamu tak ingin mencobanya bersamaku? Kita tak pernah tahu jika kita tidak mencobanya,” ucap Ayline berubah lembut. Ia sedang berusaha membujuk suaminya.

Ia tahu di dalam hati suaminya sedang berkobar api amarah. Oleh karena itu, ia berusaha bersikap tenang. Menjadi air yang akan memadamkan api itu.

“Kamu sungguh ingin menyiksaku, Ay?” Jawab Oswald dengan pertanyaan pula.

“Kamu pikir selama ini, aku sendiri tak pernah mencoba? Aku selalu tersiksa saat hasilnya tak seperti harapanku. Aku tersiksa dengan rasa takut Ayline. Aku takut gagal, aku takut mengecewakan orang lain,” keluh Oswald.

Ayline menggenggam salah satu tangan Oswald. “Aku mohon, Mas. Jangan mengorbankan aku, jangan mengorbankan kesucian rumah tangga kita,” pinta Ayline.

Sayang, usahanya meluluhkan hati Oswald gagal. Tepat setelah Ayline selesai bicara, Oswald menghentak tangan Ayline. “Sudah Ayline. Aku sudah pikirkan, semuanya demi kebaikan kita berdua.”

Oswald kembali melanjutkan makan malamnya dengan tenang seolah baru saja tak terjadi ketegangan diantara mereka. Oswald meletakkan sebuah undangan ke atas meja.

“Besok aku tidak ingin kamu tinggal di rumah. Pergilah ke kota, hadiri undangan ulang tahun itu. Aku ingin besok ada sudah ada kemajuan untuk rencana kita.”

...…...

Keesokan harinya, Ayline benar-benar berangkat ke kota sesuai instruksi suaminya. Ia pergi di antar oleh seorang sopir. Lagi-lagi sepanjang perjalanan air mata Ayline terus berlinang.

Pak Sopir yang mendengar isakan majikannya, melihat ke kursi belakang melalui spion tengah mobil. Benar, Nyonya-nya itu sedang menangis membuat ia merasa khawatir.

“Maaf, apa Nyonya baik-baik saja?” tanya Pak Sopir.

Ayline segera mengusap air matanya. “Iya, Pak. Saya baik-baik saja kok,”

Walau merasa tak percaya dengan ucapan majikannya, namun apa daya Pak Sopir itu. Ia hanya mengangguk. Tak bisa bertanya lagi lebih lanjut atau menawarakan bantuan. Ia tahu kapasitas dan tugasnya sebagai seorang sopir. Maka ia biarkan saja Ayline terus menangis tanpa henti.

Waktu berlalu begitu lambat, belum juga Ayline jalan mengelilingi pusat perbelanjaan, baru membayangkannya saja rasanya ia sudah sangat lelah. Tenaganya habis terkuras setelah berjam-jam ia menangis.

“Nyonya, kita sudah sampai,” ucap Pak Sopir.

Beliau bergegas keluar lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Ayline. “Silakan, Nyonya.”

“Mungkin aku akan lama di sini. Bapak boleh berjalan-jalan juga atau pergilah mencari makanan yang enak dan nikmatilah,” ucap Ayline seraya menyerahkan beberapa lembar uang. Awalnya Pak Sopir itu menolak, namun karena Ayline memaksa beliau akhirnya menerima dan berterima kasih atas kebaikan majikannya itu.

Ayline menghela napas sebelum mulai melangkahkan kakinya ke dalam pusat perbelanjaan. Siang ini ia akan menghadiri pesta ulang tahun istri dari salah satu petinggi di kantor cabang Pallas.

Ayline merasa gugup, dirinya tak terbiasa menghadiri pesta ataupun berkumpul dengan banyak orang. Dirinya dahulu terlalu fokus untuk menyelesaikan pendidikannya hingga lupa untuk bersenang-senang bersama teman-temannya.

Pesta ulang tahun yang akan Ayline hadiri bertempat di restoran termewah yang berada di Kota Lando. Baru selangkah Ayline memasuki restoran, namun ia sudah disambut berlebihan oleh si empunya acara.

“Nyonya Pallas, sungguh suatu kehormatan Anda menghadiri pesta sederhanaku ini,” ucap istri dari Pak Galih, manajer di kantor cabang Pallas Grup.

“Anda berlebihan, Nyonya. Aku yang berterima kasih karena telah diundang ke acara Anda,” balas Ayline.

“Selamat ulang tahun, Nyonya. Semoga Anda suka dengan hadiahnya.” Kedua netra Istri Pak Galih berbinar menerima papper bag warna jingga dari brand ternama yang diberikan Ayline.

“Terima kasih, Nyonya. Anda sudah repot-repot membawakan saya hadiah.” Ayline hanya mengangguk. Dalam hati ia janji akan menyampaika ucapan terima kasih itu pada Denis. Pasalnya hadiah itu disiapkan oleh pria itu.

Istri dari Pak Galih terlihat begitu bersemangat dan bangga saat memperkenalkan Ayline pada teman-teman sosialitanya. Kebanggaan tersendiri baginya, sebab istri dari pemilik perusahaan terbesar di Kota Lando hadir di acara ulang tahunnya.

Sesungguhnya Ayline merasa tak nyaman, sebab setelah diperkenalkan dirinya menjadi pusat perhatian. Hampir semua orang menatapnya. Ayline merasa seperti sedang di awasi. Orang-orang di sana seperti ingin tahu apa yang dia lakukan atau kemana kakinya melangkah.

Ayline pun akhirnya memutuskan untuk pindah ke salah satu meja yang ada di sudut ruang restoran. Meja yang cukup jauh dari pusat keramaian. Belum lama Ayline merasa bisa bernapas lega, ia dikejutkan dengan sosok seorang pria yang berdiri di depan mejanya.

“Permisi, Nona. Apakah masih ada kursi kosong di meja ini?”

...————————...

1
Shifa Burhan
bukti betapa munafiknya wanita kalau buat novel
kita bongkar
saat membuat novel konflik pemeran utama pria (suami) salah maka istri dibuat tegas pergi dan tidak memaafkan dan menerima kembali, suami dibuat nangis menyesal ngemis maaf, berjuang keras dapat kesempatan, dan akan dihadirkan lelaki lain yang baik pada istri dan dipuja2

tapi banding
novel yang pemeran utama wanita salah bahkan selingkuh sekalipun bahkan kayak pelacur tebar pesona dengan banyak pria, apa yang terjadi itu bukan dianggap kesalahan, mala dibela dibilang romantis (menjijikan), bahkan author berjiwa munafik ini malah membenarkan semua kelakuan menjjijikan pemeran utama wanita (yang artinya sama saja dia membenarkan kelakuan menjijikan dirinya sendiri), sang suami dibuat kayak orang bodoh harus Terima saja diperlakukan kayak gitu

dan karya2 mu kita bisa sifat aslimu yaitu munafik dan murahan

saat suami salah kau laknat tapi kau membenarkan semua kelakuan mu bahkan selingkuh dan kayak wanita murahan tebar pesona pada banyak lelaki kau benarkan,
Fenti
aku mampir, masih mau nyicil..

jika berkenan mampir dikaryaku judulnya Karena Amin Yang Sama🙏
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
bolak blik ksni blm da up mncul,🤔
☠ѕнαqυєєηαM⃟3💋👻ᴸᴷ
sioswald benar2 suami yg egois lihat saja nanti penyesalan mu seumur hidup
☠ѕнαqυєєηαM⃟3💋👻ᴸᴷ
walh dikit2 tersingggung kaya abg
☠ѕнαqυєєηαM⃟3💋👻ᴸᴷ
sioswald mah baperan dikit2 marah🙄
ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tunggu peyesalanmu Oswald,,
ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
betuuuuul bangeeeet👍👍
ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tenang pak Albert anakmu udah aku anggap saudara ku🤣🤣🤣
Hearty 💕
Oswald salah nih kesuksesan dan materi bukan segala²nya
Hearty 💕
Setuju sekali
Hearty 💕
Dia assistant yang tepat Mr. Albert
Hearty 💕
Tidak sama sekali
Hearty 💕
Harus bisa diubah rencana aneh itu
Hearty 💕
Kayaknya nggak ada yang sehat disekitar Ayline
Hearty 💕
Semua pria akan seperti itu kalau sedang berburu
🍒⃞⃟🦅🥑⃟gaibfarm🦉𝐕⃝⃟🏴‍☠️
bsa ga sntil jantung ny si Oswald, biar dia sdkit sdr gtu, jgn mmksa istriny utk mlkan hal ktor
☠ѕнαqυєєηαM⃟3💋👻ᴸᴷ
yakin kamu akan hidup bahagia yang ada kamu bakal menyesal seumur hidup mu oswald
☠ѕнαqυєєηαM⃟3💋👻ᴸᴷ
andra jutek banget sama ayline🤣
ᄂ⃟ᙚRahma💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
udah Ayline terima aja rencana gila suamimu, biar kapook nantiiinya, carilah orang yang bisa membuat mu nyaman dan bahagia, lupakan suamimu yang begoook itu, semakin lama semakin kayak ibliiis aja suamimu itu, dari pada nanti kamu sakit hati berlebihan lebih sekarang menjaga jarak dan menjaga hati..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!