NovelToon NovelToon
Badboy Untuk Tiara

Badboy Untuk Tiara

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:89.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

"Apa! Tunangan."

Sepasang remaja terkejut mendengar perjodohan itu. Tiara dan Gio yang memiliki kepribadian berbeda harus bersatu lewat perjodohan konyol.

Tiara, yang terlahir dari keluarga kaya dan harmonis. Kedua orang tua sangat menyayanginya. Namun, Tiara memiliki kekurangan yaitu menderita penyakit parah yang kapan saja bisa merenggutnya.

Gio, terlahir dari keluarga broken home. Kedua orang tua bercerai dan ayah yang menikah lagi membuat hidupnya hancur, dan menjadi anak pembangkang. Hobinya balapan bersama geng motornya. Gio menjalani hidup sesuka hati tidak suka diatur. Tiba-tiba mendapat perintah untuk menjadi tunangan Tiara gadis penyakitan yang tidak lama lagi akan tiada (menurut Dokter)

Akankah Gio menerima Tiara sebagai tunangannya? Apa reaksi Gio ketika tahu penyakit Tiara akankah dia berubah? Dan bagaimanakah akhir hidup Tiara bisakah dia bertahan melawan penyakitnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Olah Raga

"Gio perkataanmu sungguh menyakitkan," ucap Tiara yang menangis sendirian di dalam toilet. "Aku hanya takut jika hidupku tidak lama lagi dan itu akan menyakitimu tapi kamu malah membenciku." Tiara kembali menangis.

Tiara segera menghapus air matanya lalu keluar dari dalam toilet. Siapa sangka di luar sana Angel the gang sedang berkaca sambil bercanda. Tiara hendak masuk kembali tetapi Angel terlanjur melihatnya.

"Hei! Lihatlah ada cinderella di sini. Gadis yang tidak tahu malu beraninya mempermalukan Gio," ucap Angel dengan sinis.

Angel melangkah mendekati Tiara lalu mendorong tubuh Tiara hingga terbentur pintu. Tiara merasa kesakitan karena Angel mencengkram pundaknya.

"Masih berani kamu menampakan diri?" tanya Angel dengan emosi. "Aku pikir kamu tidak akan datang lagi ke sekolah karena malu," ujar Angel yang terus mencela.

"Lepaskan tanganmu," ucap Tiara tetapi Angel malah tersenyum.

"Kenapa sakit? Ouh … aku lupa jika kamu gadis penyakitan. Apakah kamu sudah sadar bahwa hidupmu tidak lama lagi dan kamu tidak pantas untuk Gio, itu sebabnya kamu membatalkan pertunangan. Baguslah jika kamu sadar hal itu, karena gadis penyakitan sepertimu tidak akan berguna," ucap Angel yang tertawa. Bahkan kedua temannya pun ikut tertawa.

"Kamu benar Angel, jika pun dia menikah dengan Gio, mungkin Gio akan menjadi perawatnya yang mengantarkan ke rumah sakit, memberikannya obat, sungguh hanya akan menyusahkan Gio. Gio akan menderita dengan mu Tiara," cibir Amel satu geng bersama Angel.

Setelah puas menghina Angel pun pergi meninggalkan toilet.

Tiara terdiam. Perkataan Angel dan Gio sangat menampar hidupnya. Gio yang mengatakan jika dirinya hanya kasihan pada Tiara karena penyakitnya. Dan Angel yang terus merendahkan jika Tiara hanya akan mempersulit orang lain.

"Argh!" Tiara berteriak sambil menangis. "Kenapa aku harus menderita penyakit ini kenapa!" teriaknya dengan emosi.

"Apa yang dikatakan mereka tidak benar. Aku tidak mempersulit orang lain dan aku bisa hidup mandiri tanpa orang lain. Hidupku masih lama. Aku akan membuktikan pada semua orang bahwa aku tidak lemah." Tiara menghapus air matanya lalu pergi meninggalkan toilet.

***

Di tengah lapangan para siswa dan siswi sudah siap untuk menjalani kegiatan olah raga. Mereka semua masih duduk santai di pinggir lapangan sambil menunggu guru.

Para lelaki sibuk memainkan bola. Sedangkan para wanita sedang melakukan pemanasan. Tiba-tiba Tiara datang mengejutkan mereka.

"Tiara," ucap Mytha dan Zy. Penyakit Tiara sudah tidak di rahasiakan lagi, teman-temannya sudah tahu. Apalagi Tiara yang diperlakukan istimewa oleh para guru dan tidak mengikuti kegiatan olah raga kini Tiara ikut serta dalam kegiatan itu.

"Tiara sedang apa kamu di sini?" tanya Zy.

"Untuk olah raga apalagi," jawab Tiara santai. "Apa kalian sedang pemanasan? Aku juga akan melakukannya."

"Tiara?" Panggil Mytha seraya menarik tangan Tiara. "Kamu tahu kondisi tubuhmu 'kan jangan lakukan ini Tiara lebih baik kamu duduk saja dan tonton kami," kata Mytha dengan senyuman.

Tiara menurunkan tangan Mytha dari tangannya lalu berkata, "Inilah yang tidak aku inginkan. Kalian semua selalu memandangku rendah hanya karena penyakit ku. Mulai hari ini aku akan ikut semua kegiatan, jangan khawatirkan aku … aku sangat sehat," ucap Tiara melangkah maju ke tengah lapangan. Mytha dan Zy merasa khawatir.

"Tiara untuk apa kamu di sini? Jangan membuat orang lain susah karena kamu pingsan nanti," cibir Angel yang berada di samping Tiara.

"Lebih baik kamu diam di kelas, minum obat lalu tidur karena itu cocok untukmu," singgung Amel. Namun Tiara memilih untuk mengabaikan dari pada harus berdebat dengan Angel.

Karena kesal Tiara menginjak kaki Angel. "Aw." Angel meringis seraya memegang ujung kakinya.

"Sekarang siapa yang lebih kuat aku atau kamu," tegas Tiara lalu pergi. Angel merasa marah karena perlakuan Tiara.

Gio yang baru datang terfokuskan pada Tiara yang berdiri di tengah lapangan. Bahkan Tiara ikut pemanasan. Sebenci apa pun Gio dia lebih tahu kondisi Tiara, hatinya tidak bisa berbohong yang masih memiliki rasa khawatir.

Dengan kesal Gio melangkah ke tengah lapangan dia mendekati Tiara membawanya pergi dari lapangan. Semua siswa hanya bengong melihatnya.

"Gio lepas," ujar Tiara yang melepaskan genggaman Gio. Sedetik Gio berbalik menatap Tiara. "Apa yang kamu lakukan? Kenapa membawaku pergi dari lapangan?" tanya Tiara dengan dingin.

"Apa kamu sadar kesehatanmu? Jangan melakukan apa yang tidak pernah kamu lakukan, yang akhirnya akan membuat orang lain susah," ucap Gio.

"Jangan mempedulikanku. Aku tidak akan menyusahkanmu lagi atau pun orang lain. Biarkan aku melakukan apa yang aku inginkan aku tidak ingin mereka baik padaku hanya karena rasa kasihan," ucap Tiara membuat Gio tertegun.

Tiara kembali ke tengah lapangan. Guru olah raga sudah datang, para siswi berkumpul ke tengah lapangan merapatkan barisan. Mereka semua mengikuti gerakan seorang guru yang membimbing.

Cuaca siang ini cukup panas, Tiara yang tidak pernah lama-lama berdiri di bawah matahari mulai merasa pusing, badannya mulai lemah dan penuh dengan keringat. Namun, Tiara menguatkan diri demi membuktikan pada teman-temannya.

Tiara berpura-pura tertawa padahal tubuhnya sangat sakit. Gio terus memperhatikan Tiara dari jauh, Gio merasa frustasi melihat Tiara mengikuti pelajaran olah raga.

Tiara segera berlari ke toilet setelah kegiatan itu selesai. Tiara sudah tidak tahan memuntahkan isi dalam perutnya. Berpura-pura sehat itu lebih menyakitkan.

Tiara keluar dari toilet kembali ke lapangan. Tiara mungkin bisa berpura-pura sehat tetapi wajahnya tidak bisa berbohong yang begitu pucat.

"Tiara kamu." Mytha cemas melihat wajah

Tiara yang sangat pucat.

"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Zy yang sama khawatirnya.

"Lebih baik kamu kembali ke kelas," titah Mytha.

"Mytha benar, pergilah!" titah Zy yang semakin cemas.

"Apa yang kalian khawatirkan? Aku baik-baik saja," ucap Tiara kekeh.

Namun, tidak dengan Gio yang merasa kesal dengan sikap Tiara yang sok kuat dan sehat. Kini Gio tidak akan membiarkan Tiara yang langsung memangku tubuh Tiara lalu meninggalkan lapangan.

"Gio lepaskan!" Teriak Tiara seraya memukul-mukul punggung Gio. Gio tidak peduli yang terus membawa Tiara ke dalam kelas.

Semua siswa tercengang melihat perlakuan Gio pada Tiara. Apalagi Angel yang kesal karena Tiara Gio gendong.

"Ih! Menyebalkan," gerutu Angel lalu pergi meninggalkan lapangan.

****

"Gio turunkan aku," pinta Tiara yang masih berada di pangkuan Gio. Gio tetap tidak peduli hingga tidak sadar sepanjang lorong tetesan cairan merah mengotori lantai dan baju olah raganya.

Hingga saat tiba di kelas barulah Gio menurunkan Tiara. "Gio kamu …," ucap Tiara tertahan ketika Gio menatapnya intens.

Gio segera melangkah menuju mejanya mencari sesuatu yang bisa menahan darah mimisan yang keluar dari hidung Tiara. Bukannya marah Tiara malah tertegun melihat tingkah Gio.

"Duduklah," kata Gio yang mendudukan Tiara di atas bangku. Tiara hanya diam ketika Gio mengusap hidungnya dengan tissu. Bahkan Tiara bisa melihat jelas kekhawatiran Gio.

1
Nabila
aku mampir Thor
Halimatus.s
Luar biasa
Subaidi Muhammad Ainurrijal
cerita ini sangat bagus sy sampai menangis
Dini_Ra: Terima kasih ,🙏
total 1 replies
Jeankoeh Tuuk
semoga lebih menarik lagi
Maya Dewi
😢😭😭
Berkilau
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini~
Dini_Ra: Terima kasih 🥰
total 1 replies
virshere ads
thor, kita putus kalau lanjutannya lama
Dini_Ra: Udah update ya, tinggal nunggu review saja. 🤗 karena author tidak mau putus dengan mu. 🤭
total 1 replies
TripleAdorable
seru thor... perjalan akan dimulai....
Alingga Nurcahyo
salah Tiara sndiri...knpa g jujur2 an aj sebelum tunangan ,,ungkapkan apa yg menjadi keraguan..kan tolol jadinya KL gini
Intan Haryanti
Yoyo lengket diatas motor, yok diupdate thor!
alchemyworks
thooorr.he authorrr😆 up lge dong thorr. yg bnyakk😍😍 smangattt thorrr😘
SugaryHeaven
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya~
HippySunshine
Semangat berkarya thorrr Di tunggu next up episodenya ❤❤
Jantung Taman
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
Rendam Bintang
Terima kasih author...stelah baca chapter ini saya dapat ilmu baru lagi mantap.....
and.ochre
Benar-benar debest deh kalau baca karya kakak. Moodbosterku :*
coastbycoast
next upppppp👍👍nanti kalau lama UPP penggemar nya ilang Lo 😂😂
Sisca Nasty
Awalnya Uda bagus. Keren ceritanya kak.❤️
BeijingBand
waaah... makin seru aja nih... like for u...
HippySunshine
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!