NovelToon NovelToon
Keserempet Cinta Si Arwah Ganteng

Keserempet Cinta Si Arwah Ganteng

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Patahhati / Contest / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Biru

Pertemuan jiwa tanpa raga seorang laki-laki berusia 17 tahun dengan gadis SMP yang beranjak lulus.

Rizki Alvaro dan Laisa Faza. Keduanya dipertemukan dalam kondisi yang berbeda. Rizki dengan jiwanya dan hanya Faza yang dapat melihat dan merasakannya.

Lalu, apakah dengan ketidaksempurnaan itu akan menghalangi cinta antara keduanya?

Apa yang akan terjadi dengan keduanya?

Ikutin ya ceritanya 🤩

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Lamaran Dadakan

Rizki sama Kak Putra ngelihatin gue, gue langsung buka HP buat lihat tanggal. Ternyata hari ini tanggal kelahiran gue. Gue kok bisa lupa, ya? Gue ngelihat Rizki sama Kak Putra, gue lihat mereka bergantian sambil meringis.

"Lo mikirin gue ya, sampai lupa hari besar lo," kata Rizki.

"Dihh, PD amat lo," kata gue jutek.

"Ya udah, kita langsung balik aja ya, soalnya semua anggota keluarga udah pada nungguin," kata Kak Putra.

"Anggota keluarga? Emang mereka kenapa, kok nungguin kita segala?" tanya gue yang heran bercampur ngelag.

Kak Putra sama Rizki cuma diam, ya udah, gue ikut ikutan diam. Sesampainya di sana gue kaget, semua anggota keluarga berkumpul.

Kak Putra nyuruh gue duduk di dekat dia. Papa mulai ngomong. "Ternyata anak Papa udah besar, Papa yakin kamu pasti bisa memilih mana yang baik dan buruk buat kamu. Hari ini usia kamu genap 23 tahun, selamat ulang tahun, Sayang," kata papa sambil ngecup gue. Iya, jadi gue duduk di antara papa sama Kak Putra.

Papa mimpin doa atas berkurangnya umur gue. Selesai doa, bokapnya Rizki ngomong sesuatu ke gue. "Nak Faza!" kata papahnya Rizki.

"Iya, Om," jawab gue.

"Mungkin ini terlalu cepat buat kamu. Om yakin, kamu pasti bingung dengan semua ini. Jadi, inti dari acara ini Om mau melamar kamu untuk menjadi calon istri dari anak saya, Rizki. Jadi, apa kamu bersedia menjadi calon menantu saya?" kata papahnya Rizki.

Gue kaget begitu mendengar perkataan bokapnya Rizki. Gue bingung mesti gimana, gue diam aja. Semua orang juga ikut-ikutan diam.

"Kak, jangan diam dong. Tinggal bilang bersedia aja susah amat," kata adik gue memecah keheningan. Gue melototin dia, dia langsung diam.

"Kak, gimana dong ...," kata gue ke Kak Putra dengan berbisik. Kak putra cuma ngelihatin gue.

"Orang kamu yang ditanya, kamu malah nanya kakak kamu," kata mama.

Gue ga hiraukan perkataan mama, gue ngelihatin Kak Putra. Dia mulai risih gue lihatin, dia akhirnya ngomong. "Kamu ikuti kata hati kamu, kakak yakin kamu pasti udah tau mau jawab apa," kata Kak Putra.

Rizki yang sebelumnya duduk di samping bokapnya, dia malah ngedeketin gue. Bikin nervous aja ini anak! "Gimana, lo mau kan terima lamaran gue?" tanya Rizki.

"Kalo gue ga mau gimana?" tanya gue balik.

"Lo yakin ga mau?" tanya Rizki buat mancing gue, supaya gue ngaku.

"Lo nga mungkin ga tau apa jawaban gue, lo ga perlu bertanya lagi sama gue. Gue yakin lo pasti tau jawabannya, apa yang lo yakini, itu jawaban gue," kata gue sambil natap dia.

Dia akhirnya senyum, memandang berbinar ke arah papanya. "Pah, lamaran kita diterima," kata Rizki kemudian.

Sedangkan gue meluk Kak Putra, gue malu coyy.

"Alhamdulillah, kita akhirnya bisa jadi besan juga," kata papahnya Rizki ke papa gue.

"Bukan besan kali Om, tapi masih calon," kata Kak Kirana.

"Ya, maksud Om juga gitu," kata papahnya Rizki. Kita semua ketawa.

"Eum, gimana kalo pernikahannya satu bulan lagi?" tanya papanya Rizki ke papa gue.

"Saya sih terserah anak-anak aja," kata papa gue.

"Kamu gimana, Ki?" tanya papa Rizki ke Rizki.

"Aku oke, Pah," kata Rizki sambil menatap gue mantap dan setelah itu ngelihat papanya lagi.

Gue melotot ke arah dia. Dia malah ngelus rambut gue. "Ga kecepatan kok, kasian elonya kalo ga segera diresmikan. Nganggur lama-lama juga ga enak," kata Rizki berbisik ke gue.

Gue melotot untuk yang kedua kalinya, yang ini malah diketawain sama orang-orang. Gaje bet dah mereka.

"Ikut gue!" kata Rizki.

Gue dongak ke dia, gue natap dia. Dari tatapan itu mengatakan 'apa?'.

"Ikut aja yuk! Lo pasti suka," kata Rizki lagi. Gue pun ngangguk. "Semuanya, saya izin bawa pergi Fazanya sebentar!" kata Rizki yang diangguki oleh semuanya.

1
Putri Minwa
tetap semangat ya
💞 Lily Biru 💞: ya terimakasih
total 1 replies
Putri Minwa
lanjut thor
Putri Minwa
semoga mereka berdua tetap akur ya
Radiah Ayarin
sudah mulai dirasakan
Radiah Ayarin
ceritanya bagus dan sesuai untuk mengenang saat di sekolah dulu bagi ku thor
Radiah Ayarin
Ada Rangga (AADC)🤭
🅳𝓮𝒜 🄰🅻𝖊乂𝓲𝒶
cerita malem malem malah enak bisa di buat dongeng
🅳𝓮𝒜 🄰🅻𝖊乂𝓲𝒶
kalo pucet itu sakit nggak mungkin baik baik aja
🅳𝓮𝒜 🄰🅻𝖊乂𝓲𝒶
di kira miras kali itu jadi gitu espresinya
🅳𝓮𝒜 🄰🅻𝖊乂𝓲𝒶
ketemu malah di pukulin hadeh jahat banget
🅳𝓮𝒜 🄰🅻𝖊乂𝓲𝒶
riski fian suka nama pemainnya deh aku
ℕℰℕᎶ ⅅℰᎯ
tubuhnya terbuat dari apa ya kok malah ketawa
ℕℰℕᎶ ⅅℰᎯ
senengnya tugas selesai dah tidur sana
ℕℰℕᎶ ⅅℰᎯ
kurang teliti apa emang nggak ada disitu
ℕℰℕᎶ ⅅℰᎯ
lihat lihat mulu sih hadeh heran deh aku
ℕℰℕᎶ ⅅℰᎯ
ngerjain tugas bareng bareng itu enak apa lagi ada cemilan
𝒟𝑒𝒶 🄰L𝑒ⓝ𝒶
istirahat jaga kesehatan yah kamu nya
𝒟𝑒𝒶 🄰L𝑒ⓝ𝒶
oy diem aja kalian ada di mana sih sebenarnya
𝒟𝑒𝒶 🄰L𝑒ⓝ𝒶
di kira apa minum bir itu wkwk kena di bohongin
𝒟𝑒𝒶 🄰L𝑒ⓝ𝒶
nah loh kamu bikin orang di pukuli nggak tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!