NovelToon NovelToon
TANGISAN ISTRIKU

TANGISAN ISTRIKU

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:262.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Arip

Aku tak menyangka setelah membawa istriku ke rumah ibu, aku tak tahu jika banyak tekanan yang Sari hadapi saat itu. Dimana sifat ibu yang tadinya baik berubah derastis, ia memperlihatkan sifat aslinya.
Setiap malam Sari sering menangis, membelakangi tubuhku, mengabaikan aku. Setiap kali aku bertanya, ia tak pernah menjawab selalu terlelap tidur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Arip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23 Menelepon. ( Pov Riki.)

Aku mencoba melepaskan tangan ibu yang menjambak rambut Sari, "lepaskan bu. kasihan, Sari. "

Sari meringis kesakitan, kedua matanya berkaca kaca, aku mengira jika wanita yang melahirkanku akan menyadari kesalahannya setelah ia sakit. 

"I-b-u be-nci d-i-a. "

Terlihat ibu begitu benci pada Sari, sampai ia tidak mau melepaskan jambakannya. 

"Bu."

Dengan terpaksa aku sedikit mendorong ibu, hingga kursi roda yang ditumpangi ibu terguling. 

"Ri-ki."

Suara ibu terdengar pelan, membuat aku langsung mengeceknya, " Ibu. "

Ibu ternyata pingsan, dengan sigap membopong tubuh ibu. Menaruhnya di atas kasur. 

"Ahk."

Mendengar suara Sari, membuat aku menghampirinya, terlihat jika tangan istriku itu terluka dan mengeluarkan darah. 

"Sari, tanganmu. "

Membuka kemeja, menutup darahnya yang terus mengalir," kita ke rumah sakit?"

"Tidak perlu mas, nanti juga sembuh sendiri kok!"

Sari kini bangkit, ia terlihat muram, aku yang mengerti keadaannya sebagai seorang suami berusaha menahan tangannya. 

"Kamu jangan keras kepala sekarang kita pergi ke rumah sakit."

Sari menundukkan pandangan, terlihat jika istriku tak kuasa menahan air mata yang akan keluar dari kedua matanya yang berbinar itu. 

"Sari, kamu dengar tidak apa yang aku katakan. "

Menganggukkan kepala, aku langsung membawanya ke rumah sakit, takut terjadi apa apa dengan ibu. 

"Bi, tolong jaga ibu ya. Saya pergi dulu. " Memerintah pembantu di rumah, aku berjalan terburu buru menuju mobil. 

"Mas, ini terlalu berlebihan, hanya luka kecil saja. Tak perlu dibawa ke rumah sakit segala."

"Luka kecil bagaimana, darahmu dari tadi mengalir terus Sari, sudah sekarang kamu menurut saja. "

Sari pada akhirnya diam, ia tak menjawab perkataanku, kini mobil  telah sampai di rumah sakit terdekat. 

Untung saja aku tidak telat membawa istriku ke rumah sakit, ia hampir saja mengalami infeksi karena luka bekas pecahan beling. 

"Kamu lihat sendiri kan, kalau aku tidak membawa kamu buru buru ke rumah sakit gimana nasib tanganmu itu?"

Sari hanya menghela napas di saat aku berbicara panjang lebar dihadapannya. 

"Kamu dengar tidak, apa yang mas katakan padamu Sari?"

Sari kini menatap ke arah wajahku, " aku dengar kok mas, kamu jangan kuatir. "

Membalikkan badan ke arahnya, memegang kedua tangan, " Sari, aku begini karena sayang padamu. "

Terlihat raut wajah Sari menampilkan kesedihan, ia seperti terpaksa tersenyum di hadapanku. 

"Apa yang ibu katakan pada kamu?"

Pertanyaanku, membuat Sari melepaskan tangannya, kedua matanya berkaca kaca. 

"Sari ayo katakan?"

Wajah yang menunduk penuh kesedihan itu, kini aku angkat perlahan, dimana air mata mengalir membasahi pipi istriku. 

"Kamu menangis, coba katakan padaku? Ibu bilang apa pada kamu Sari?"

Sari terlihat begitu ragu, hingga aku mengusap pelan pipinya, " ayo katakan. "

"Ibu, menyuruh kita untuk berpisah mas!"

Jawaban dari Sari, membuat aku mengepalkan tangan kanan, " Di saat ibu sedang sakit, ibu bisa bisanya mengatakan hal itu?"

Sari menganggukkan kepala, tidak biasanya ia berani mengatakan kejujuran akan perkataan ibu. 

"Ini tidak bisa dibiarkan. "

Sari mulai menahan tanganku," Mas, kasihan ibu dia sudah tua, kamu jangan memarahinya."

Perkataan Sari ada benarnya, tapi ibu sangatlah keterlaluan, ia bisa bisanya mengatakan hal yang tak seharusnya. 

"Kalau aku biarkan ibu, dia akan semena mena padamu, dan kenapa kamu tidak pernah melawan dan selalu mencegahku, Sari. Aku heran dengan kamu, sebenarnya hati kamu ini terbuat dari apa? Bisa sabar menghadapi sifat dan perlakuan jahat ibu. "

Sari terlihat menyembunyikan kesedihannya dengan senyuman lebarnya. " Jika orang lain menyakiti kita, tak usah kita balas dengan menyakitinya lagi, tapi balas dengan kebaikan yang kita bisa lakukan. Karena itu hal yang lebih baik. "

"Mm, tetap saja Sari sayang. Kalau orang itu sudah keterlaluan dan diluar batas kesabaran kita, kali kali kita harus menegurnya, agar dia sadar."

"Nggak gitu juga kali mas. "

Obrolanku dengan Sari tiba tiba tertunda, saat pembantu di rumah menghubungiku. 

"Siapa mas. "

"Bi Asih. "

"Ada apa ya dia menelepon, apa terjadi sesuatu pada ibu?"

Perasaanku sudah tak tenang, dimana aku langsung mengangkat panggilan telepon dari Bi Asih.

"Halo, bi. Ada apa?"

"Anu, Tuan Riki, ibu mengamuk dari tadi ibu memecahkan barang barang di kamarnya!"

"Ya sudah bi, kalau begitu saya pulang sekarang juga. "

"Baik, tuan. Hati hati di jalan. "

Sambungan telepon pun kini terputus, Sari bertanya padaku dengan raut wajah kuatir, " ibu baik baik saja kan mas?"

Aku menatap ke arah Sari, mengusap kasar wajah, " Ibu mengamuk lagi. "

"Ya ampun mas, kasihan ibu. Ya sudah, sekarang juga kita harus pulang."

"Iya, ayo. "

Kami berdua mulai masuk ke dalam mobil untuk segera pulang melihat keadaan ibu.

"Mudah mudahan Bi Asih bisa menghentikan ibu. "

Aku mulai mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, cemas akan keadaan ibu.

Setelah sampai, aku mendengar teriakan ibu dari luar rumah.

"Ibu."

Wanita tua itu memanggil nama Puja, dengan nada bicaranya yang kurang terdengar jelas.

"Ri-ki."

Ia berada di atas lantai, terbaring dengan satu tangannya yang masih bisa digerakan. " M-a-na Pu-j-a. "

Selalu saja yang ditanyakan ibu itu selalu nama Puja, membuat aku tak tega dengan istriku yang mendengarnya.

Pastinya Sari sakit hati dengan kepedulian dan keinginan ibu bertemu dengan Puja, dimana aku tak bosan bosan menjelaskan pada ibu agar menyayangi Sari menantunya sendiri.

1
falea sezi
kok tolol ya ana kecil lo ini di kasih ke bapaknya yg bodoh
Mutiara 123
tobat tomat itu namanya,, kmbali ke sifat aslinya lg
Mutiara 123
bayi usia baru 3 bln katanya, tp kok bisa ngomong ma- ma ,, ajaib tu baby
Farida Rida
Yang goblok yg nulis cerita, masa di kantor polisi g ada yg tahu g msk akal cerita ini, makanya aq g mau like
Evy
pasti drama ibunya...
Eli Elieboy Eboy
𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔 𝚐𝚊𝚔 𝚗𝚢𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐 𝚗𝚢𝚊 𝚗𝚎 𝚌𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚖𝙺𝚒𝚗 𝚔𝚎 𝚜𝚒𝚗𝚒
Eli Elieboy Eboy
𝚍𝚊𝚖𝚊𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛 𝚍𝚘𝚊𝚗𝚔
Eli Elieboy Eboy
𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚜𝚒 𝚎𝚖𝚊𝚔 𝚌𝚞𝚖𝚊 𝚝𝚘𝚋𝚊𝚝 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚎𝚕 𝚍𝚘𝚊𝚗𝚔
Eli Elieboy Eboy
𝚊𝚚𝚞 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛 𝚍𝚒 𝚜𝚒𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚔
𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒 𝚏𝚋 𝚐𝚊𝚔 𝚙𝚞𝚊𝚜 𝚗𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚐𝚛𝚎𝚐𝚎𝚝𝚗𝚢𝚊
fitri arip: wah, Terima kasih banyak banyak kak cantik. sehat selalu. makasih banget udah mampir.
total 1 replies
Eli Elieboy Eboy
𝚔𝚖𝚗 𝚖𝚒𝚔𝚞𝚝 𝚜𝚘𝚖𝚋𝚘𝚗𝚐 𝚖𝚞 𝚜𝚕𝚖𝚊 𝚗𝚎 𝚢𝚐 𝚜𝚕𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚑𝚒𝚗𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚊𝚌𝚒 𝚖𝚊𝚔𝚒 𝚜𝚊𝚛𝚒, 𝚖𝚎𝚗𝚊𝚗𝚝𝚞 𝚢𝚐 𝚙𝚕𝚒𝚗𝚐 𝚝𝚞𝚕𝚞𝚜 𝚍𝚊𝚗 𝚒𝚔𝚑𝚕𝚊𝚜 𝚖𝚎𝚛𝚊𝚠𝚊𝚝 𝚖𝚞
Siti Julaeha
Uda gila Susi ingat masa lalu jd melampiaskan kesari
Rilda Ummi ZhubaiRahmat
penulis sdh bisa membuat kita emosi, baca sj terus..😅
fitri arip: 🤣🤣🤣 sabar kak.
total 1 replies
Siti Julaeha
Luar biasa
Siti Julaeha
bagus Riri hrs ths buat jera daniel
Siti Julaeha
dasar bego Riri di bohongin mau aja jadi gembel
Siti Julaeha
rasain Lo Riri jaga mulut selalu hina sari
Siti Julaeha
hebat drama nya puja
Siti Julaeha
kasihan sari
JUw!T@ H∆t!
👍
Handayani sutani
sari ko baik banget yaaa padahal ibu mertuanyaa jahat banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!